
"Setuju atau tidak, Michael akan tetap menikah dengan Alessandra." Ucap Michael dengan nada tegas.
Michael berjalan ke arah tangga tanpa memperdulikan Ibunya menahan amarahnya namun baru beberapa langkah menaiki anak tangga terdengar suara yang membuat Michael menghentikan langkahnya.
"Jika kamu menikah dengan Alessandra maka Ibu akan bunuh diri." Ucap Ibunya dengan nada mengancam.
"Silahkan saja." Jawab Michael sambil kembali melanjutkan langkahnya.
'Aku sangat yakin Ibu tidak akan melakukan itu.' sambung Michael dalam hati.
'Si*l, ancamanku tidak mempan. Aku harus cari cara agar Michael tidak menikahi wanita mu x ra x han itu.' Ucap Ibunya Michael dalam hati.
Michael berjalan ke arah kamarnya kemudian membukanya dan melihat dokter Alessandra sedang duduk di sofa dengan menggunakan kemeja kesayangan Michael.
"Kenapa memakai kemeja kesayanganku?" Tanya Michael sambil berjalan ke arah dokter Alessandra kemudian meletakkan paper bag di atas meja.
"Maaf, Aku kedinginan kalau tidak memakai pakaian karena itu Aku memakai kemeja Kak Michael." Jawab dokter Alessandra sambil berdiri.
"Maaf sekali lagi karena Aku tidak tahu kalau kemeja ini kesayangan Kak Michael." Sambung dokter Alessandra sambil membuka kancing kemeja bagian atas.
Grep
Michael menahan tangan dokter Alessandra membuat dokter Alessandra menatap ke arah Michael.
"Ada apa?" Tanya dokter Alessandra sambil tersenyum.
'Kamu sangat cantik dan seksi kalau pakai kemeja kesayanganku.' Bisik Michael tepat di telinga dokter Alessandra.
"Terima kasih atas pujiannya, suamiku yang semakin bertambah tampan." Ucap dokter Alessandra dengan suara menggoda.
"Suamiku?" Tanya ulang Michael.
"Sebentar lagi kita akan menikah berarti sebentar lagi Kak Michael menjadi suamiku." Jawab dokter Alessandra.
'Dalam dunia novel kita, kita sebenarnya sudah menikah karena itulah Aku bersedia melakukan hubungan suami istri.' Sambung dokter Alessandra dalam hati.
Dokter Alessandra menerima dokumen tersebut kemudian duduk di sofa. Dokter Alessandra membuka dokumen tersebut dan tanpa di baca dokter Alessandra menandatangani dokumen tersebut.
"Kenapa kamu tidak membaca terlebih dahulu?" Tanya Michael dengan wajah terkejut.
"Aku percaya sama Kak Michael karena itulah Aku tidak perlu membacanya." Jawab dokter Alessandra.
"Apakah kamu tahu semua aset berharga milikku termasuk rumah ini, Aku berikan ke Ibuku?" Tanya Michael sambil menatap ke arah dokter Alessandra.
"Aku tidak memperdulikan hal itu asalkan Kak Michael jangan menyakiti perasaanku." Jawab dokter Alessandra sambil memberikan dokumen tersebut ke Michael.
"Setelah kita menikah, Aku tidak ingin tinggal di apartemenmu tapi kita mengontrak rumah yang lebih kecil dari apartemenmu." Ucap Michael sambil menerima dokumen tersebut dan masih menatap ke arah dokter Alessandra.
"Selama Kak Michael mencintaiku dengan tulus, itu sudah lebih dari cukup karena Aku tidak ingin serakah." Ucap dokter Alessandra.
Michael yang sangat terharu dengan ucapan dokter Alessandra memeluk tubuh mungil dokter Alessandra membuat dokter Alessandra membalas pelukan Michael.
'Ternyata Aku tidak salah memilihmu menjadi istriku.' Ucap Michael dalam hati.
"Kenapa Kak Michael memelukku?" Tanya dokter Alessandra.
"Aku sangat bersyukur bisa mengenalmu terlebih sebentar lagi kita resmi menikah. Aku harap kamu jangan lelah menghadapi sikapku." Jawab Michael.
"Aku tidak akan lelah kecuali Kak Michael menemukan penggantiku atau memintaku untuk pergi dari kehidupan Kak Michael maka Aku akan melakukannya." Ucap dokter Alessandra.
"Aku tidak mungkin melakukan hal itu karena kamu wanita paling sempurna." Ucap Michael sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter Alessandra.
Dokter Alessandra hanya tersenyum kemudian Michael duduk di sofa untuk menandatangani dokumen tersebut.
"Oh ya, ganti pakaianmu kita akan pergi." Ucap Michael sambil mengambil paper bag yang ada di atas meja untuk diberikan ke dokter Alessandra.
"Kita mau kemana?" Tanya dokter Alessandra sambil menerima paper bag tersebut.