Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 22



"Aku tidak tahu, yang pasti aku sangat nyaman bila dekat denganmu, memang kenapa?" tanya Federick balik bertanya.


"Tidak aku hanya bertanya saja. Apakah kak Federick menganggapku sebagai wanita mura x han?" tanya dokter Sandra sambil menahan air mata agar tidak keluar.


"Kenapa Kamu berbicara seperti itu?" tanya Federick dengan wajah terkejut


"Gadis pelayan yang tadi menabrakku mengatakan kalau kak Federick dan gadis itu akan melakukan hubungan suami istri. Apakah itu benar?" tanya dokter Sandra sambil menghadap ke langit - langit agar air matanya tidak keluar.


"Kalau itu benar apakah kamu cemburu?" Tanya Federick sambil melirik ke arah dokter Sandra.


"Tidak. Kalau itu benar menikahlah dengannya dan Aku mohon jangan dekati Aku lagi." pinta dokter Sandra sambil menatap mata Federick kemudian berjalan meninggalkan Federick.


"Aku ingin berangkat kerja sendiri, tidak perlu di antar." sambung dokter Sandra.


"Kenapa apartemenmu tidak di kunci apakah kamu tidak takut jika ada pencuri masuk?" tanya Federick membalikkan badannya.


"Tidak." Jawab dokter Sandra yang tetap melanjutkan jalannya menuju ke arah pintu keluar karena dokter Sandra tidak ingin Federick melihat dirinya mengeluarkan air mata yang sudah keluar namun cepat - cepat di hapusnya.


"Kenapa?" tanya Federick dengan wajah terkejut.


"Berarti Dia sangat membutuhkan uang makanya Dia mencuri." Jawab dokter Sandra sambil tangan kanannya diangkat untuk memegang gagang pintu.


grep


Federick menarik tangan dokter Sandra membuat punggung dokter Sandra menabrak tubuh kekar Federick. Federick membalikkan tubuh dokter Sandra agar dapat menatap wajah dokter Sandra.


Federick terkejut melihat ada sisa air mata yang jatuh di pipi dokter Sandra dan menghapusnya dengan ke dua ibu jarinya.


"Kenapa menangis?" tanya Federick dengan nada lembut.


"Tidak ada." jawab dokter Sandra berbohong sambil menundukkan wajahnya.


"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Federick tanpa basa basi sambil mengangkat dagu dokter Sandra agar menatap dirinya.


"Aku tidak tahu, tapi yang pasti Aku merasa nyaman dekat dengan Kak Federick." Jawab dokter Sandra.


"Apakah kamu cemburu?" tanya Federick ulang.


"Aku juga tidak tahu tapi hatiku terasa sakit ketika pelayan itu mengatakannya. Memang terasa aneh kita baru saja kenal. Bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" tanya dokter Sandra.


"Apa itu?" tanya Federick penasaran.


"Pfftttt... hahaha... kamu cemburu ya?" Tanya Federick sambil tertawa lepas.


"Tidak. Sudahlah Aku mau pergi." ucap dokter Sandra dengan wajah cemberut sambil melepaskan tangan Federick yang memegang dagunya.


cup


Federick menahan tangannya yang ingin di lepas oleh dokter Sandra kemudian mengecup bibirnya dengan singkat.


"Kak Federick, kenapa sich sukanya mencium bibirku?" tanya dokter Sandra dengan nada kesal.


"Bibirmu manis jadinya aku kecanduan ingin mencium terus." jawab Federick tanpa dosa.


"Tidak boleh menciumku lagi." ucap dokter Sandra sambil matanya mendelik kemudian membalikkan badannya agar Federick tidak menciumnya.


"Kenapa tidak boleh?" tanya Federick sambil menaikkan salah satu alis matanya dan berjalan mengikuti dokter Sandra.


"Kak Federick bukan kekasihku jadi tidak boleh. Aku mau berangkat sudah terlambat." ucap dokter Sandra dengan nada masih kesal.


"Bagaimana mulai sekarang kita menjadi pasangan kekasih?" Tanya Federick.


"Kak Federick bercanda, tidak lucu." jawab dokter Sandra sambil masih berjalan keluar dari apartemennya diikuti oleh Federick.


"Serius Aku tidak bercanda. Memang terlalu cepat tapi jujur Aku merasa nyaman denganmu." ucap Federick yang ingin membuka pintu hatinya yang sudah lama tertutup.


Dokter Sandra menghentikan langkahnya membuat Federick ikut menghentikan langkahnya. Dokter Sandra terdiam beberarapa saat dan dalam hatinya yang paling terdalam sebenarnya dirinya sangat senang mendengar ucapan Federick.


"Lalu bagaimana dengan pelayan itu?" tanya dokter Sandra penasaran sambil membalikkan badannya dan menatap ke arah Federick.


"Dia hanya mengarang saja dan Aku akan menghukumnya." jawab Federick.


Federick tidak mengatakan yang sejujurnya ke dokter Sandra bahwa setelah mengantar dokter Sandra ke rumah sakit, Federick langsung pulang ke mansion untuk menyiksa pelayan tersebut. Setelah pelayan mati karena di siksa barulah Federick akan pergi ke perusahaan miliknya untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Menghukumnya? Maksudnya pelayan itu akan di cambuk?" tanya dokter Sandra memastikan.


"Mungkin." Jawab Federick dengan santai.


"Diakan tidak sengaja, kenapa di hukum berat?" tanya dokter Sandra sambil menatap Federick dengan tatapan sendu.


"Sudah peraturan di mansion siapa yang salah akan di hukum." jawab Federick.