Alessandra

Alessandra
Novel : Pembalasan Alessandra 13



Alesandra menatap sekeliling ruangan hingga dirinya mendongakkan kepalanya dan melihat ada jendela namun tinggi itupun di tutup oleh kain berwarna hitam agar cahaya matahari tidak masuk ke dalam. Alesandra langsung tersenyum kemudian mengarahkan tongkatnya yang masih menyala api ke arah kain - kain yang menempel di dinding.


Satu persatu kain tersebut terbakar kemudian Alesandra mengarahkan tangan kirinya ke arah tembok karena tangan kanannya memegang tongkat, namun sebelumnya Alesandra memundurkan tubuhnya.


Duarr


Duarr


Tiba - tiba terdengar suara ledakan sebanyak dua kali yang berasal dari dinding tersebut. Di mana dinding tersebut meledak dan hancur berkeping - keping hingga cahaya matahari masuk ke dalam ruangan tersebut membuat lorong tersebut terkena sinar matahari. Alesandra langsung berjalan ke arah lorong tersebut dan menuruni anak tangga satu demi satu.


Kini Alesandra berada tepat di ruang bawah tanah di mana wanita jahat itu berbaring di dalam peti untuk mengumpulkan tenaganya. Alesandra mengarahkan tongkatnya ke arah peti tersebut namun tiba - tiba dari dalam peti muncul sebuah pedang dan langsung menghalangi Alesandra yang ingin membakar peti tersebut.


Alesandra menyerang dan sesekali menghindar dari serangan pedang tersebut. Serangan demi serangan di lakukan oleh Alesandra dan pedang tersebut hingga tiba - tiba muncul sesosok yang mengerikan sambil memegang pedang tersebut.


"Lebih baik Kamu menyerah saja karena kamu tidak akan mungkin bisa menang apalagi selama ini Aku tidak pernah mengusikmu." ucap pria yang bertampang sangat seram dan mengerikan.


"Aku tidak akan menyerah karena Kamu sangat jahat." Ucap Alesandra dengan nada tegas.


"Kalau begitu terimalah kematianmu." ucap pria tersebut sambil mengeluarkan senjata pamungkasnya.


"Berikan Aku kekuatan yang sangat besar." pinta Alesandra pada sistem yang tiba - tiba datang.


"Tapi jika Aku berikan ke Nona harus melakukan misi selanjutnya yang merupakan misi terakhir jika Nona ingin berhenti."


"Aku tidak perduli." Ucap Alesandra yang bisa merasakan nyawanya dalam bahaya.


Tanpa menjawab sistem tersebut mengeluarkan senjata pamungkasnya dan diberikan ke Alesandra. Alesandra menerima senjata pamungkasnya kemudian langsung diarahkan ke pria tersebut.


Duarr


Duarr


Dua senjata pamungkas yang sama - sama hebat saling beradu hingga terjadi ledakan membuat ruangan tersebut sangat panas bersamaan terdengar teriakan kepanasan dari mulut wanita jahat tersebut dan juga dari mulut pria yang sangat menyeramkan tersebut. Pria yang sangat menyeramkan langsung menghilang dari hadapan Alesandra sambil menahan amarahnya karena sudah menggagalkan rencana jahatnya. Hal itu membuat pria tersebut dendam terhadap Alesandra.


"Dorong peti itu ke arah matahari yang ada di sebelah tangga."


"Nona sudah berhasil mengalahkan wanita jahat itu."


"Bagaimana dengan pria yang tadi?" Tanya Alesandra yang merasa kuatir jika menyakiti keluarganya.


"Tenang saja, walau dia dendam tidak bisa menyakiti keluarga Nona."


"Kenapa tidak bisa?" Tanya Alesandra.


"Karena keluarga Nona akan di lindungi oleh sistem di mana ke dua anak Nona bisa melawan pria itu dengan di bantu pemilik tubuh dan remaja laki - laki yang berada di dalam kalungmu."


Alesandra yang ingin bertanya terpaksa membatalkannya karena melihat asap hitam yang keluar dari peti tersebut.


"Kenapa ada asap hitam? Lalu kenapa peti itu tidak bisa terbakar?" Tanya Alesandra penasaran.


"Tanda wanita itu sudah mati sedangkan kenapa peti itu tidak bisa terbakar karena peti itu bisa dibakar dengan menggunakan tongkat yang Nona pegang."


"Baiklah." Jawab Alesandra sambil mengarahkan tongkatnya ke arah peti.


Tidak membutuhkan waktu lama peti tersebut langsung terbakar hingga habis tanpa sisa kemudian Alesandra pergi meninggalkan mansion tersebut namun sebelumnya dibakar sampai habis dengan menggunakan api di mana api itu akan padam jika mansion tersebut habis terbakar.


Setelah selesai Alesandra kembali ke mansion milik Michael di mana Alesandra berpamitan akan menjalankan misi terakhir setelah itu Alesandra bisa berkumpul dengan keluarganya.


Awalnya Michael dan ke dua anak kembarnya sangat sedih dan tidak rela jika Alesandra akan pergi menjalankan misi. Alesandra dengan sabar menasehatinya untuk sabar menunggu kedatangannya. Hingga akhirnya suami dan ke dua anak kembarnya terpaksa mengijinkannya.


Alesandra keluar dari tubuh pemiliknya namun sebelumnya pemilik tubuh dan remaja laki - laki tersebut keluar dari kalung milik Alesandra. Alesandra memperkenalkan Mereka berdua ke keluarganya kemudian menghilang dari hadapan mereka. Ingatan pemilik tubuh dan remaja laki - laki tersebut sengaja di buat hilang ingatan agar tidak ingat apa yang terjadi.


"Misi terakhir judulnya apa?" Tanya Alesandra ketika mereka berada di ruangan yang semua orang tidak bisa masuk kecuali orang - orang yang menjalankan misi.


Sistem tersebut mengambil salah satu buku kemudian membacanya sedangkan Alesandra mendengarkannya.


"Judulnya : Batu Giok dan Pangeran Kesembilan."


"Coba ceritakan lebih singkat." pinta Alesandra.