Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 29



"Rencana berikutnya adalah membuat Nona Karen pura - pura meninggal dunia agar Tuan David menyesali perbuatannya."


"Kenapa Karen harus pura - pura meninggal dunia?" Tanya dokter Alesandra.


"Bacalah novelnya di halaman lima puluh."


Dokter Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian membaca halaman lima puluh hingga sepuluh menit kemudian dokter Alesandra sudah selesai membacanya.


"Tugasmu adalah melindungi Tuan David agar tidak terluka oleh musuh - musuhnya."


"Oke." Jawab dokter Alesandra dengan singkat.


Kini dokter Alesandra, dokter Karen dan David berada di ruang perawatan bersama perawat. Perawat terseebut memasang jarum infus sedangkan dokter Alesandra pura - pura mengecek kondisi dokter Karen.


"Kenapa istriku belum sadar?" Tanya David.


"Karena pengaruh dari sisa obat bius, setelah beberapa saat nanti tersadar." Jawab dokter Alesandra.


David hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama pintu ruang perawatan terbuka membuat dokter Alesandra dan David menatap ke arah pintu. Mereka melihat dokter Sandra dan Federick berjalan ke arah mereka.


"Hasil labnya sudah ada." Ucap Federick sambil memberikan amplop ke David.


"Bukalah." ucap David dengan nada dingin.


"Ok." Jawab Federick dengan singkat.


Federick dan dokter Sandra membaca hasil laporan diagnosa milik dokter Karen namun tiba - tiba wajah Federick agak berbeda hal itu membuat David penasaran.


"Ada apa?" tanya David penasaran.


"Racun itu sudah mengendap di tubuh Karen." ucap dokter Sandra menjelaskan.


"Memang kenapa?" tanya David penasaran.


"Kalau hamil maka Nyonya Karen akan sering pendarahan dan bisa membahayakan nyawa ke duanya." Jawab Federick menjelaskan.


"Kamu cari penawarnya berapapun harganya aku akan membayarnya." ucap David dengan nada tegas.


"Baiklah aku akan mencari penawarnya tapi yang penting selama Aku mencari penawarnya jangan sampai Nyonya Karen hamil. Karena obat yang akan aku buat lumayan keras sehingga bisa membahayakan janin nya jika Nyonya Karen hamil." ucap Federick menjelaskan.


"Baiklah aku mengerti." ucap David.


Apalagi David selama ini bisa menahan dirinya untuk tidak melakukan hubungan suami istri. David lupa kalau beberapa saat yang lalu dirinya hampir saja melakukan hubungan suami istri bersama dokter Karen.


"Maaf Tuan Muda David, Kami permisi dulu ingin memeriksa pasien lainnnya." Ucap dokter Sandra.


"Silahkan." Jawab David dengan singkat.


Dokter Alesandra dan perawat keluar dari ruang perawatan dan tidak berapa lama Federick dan dokter Sandra juga berpamitan meninggalkan David berdua dengan dokter Karen. Kini David duduk di kursi dekat ranjang sambil menggenggam tangan dokter Karen.


"Aku tidak tahu dengan perasaanku tapi yang pasti ketika Aku mendengar detak jantungmu berhenti membuat hatiku sangat ketakutan. Takut kamu pergi meninggalkanku selamanya. Apakah Aku sudah mulai mencintaimu?" Tanya David dengan nada lirih.


"Aku merasa sangat yakin kamulah yang membantuku kemarin malam dan juga ke dua sahabatmu. Tapi untuk apa membantuku padahal aku sering melukaimu." Ucap David sambil mencium punggung tangan istrinya dengan lembut.


"Di satu sisi kuakui hatiku terasa sakit ketika melukaimu tapi di sisi lainnya dendam ku pada orangtuamu sangat besar sehingga menutup hatiku untuk selalu melukaimu." sambung David kembali.


Tiba - tiba pintu ruang perawatan terbuka membuat David melepaskan tangannya yang tadi menggenggam tangan dokter Karen. David menatap ke arah pintu dan melihat Michael berjalan ke arah dirinya.


"Bagaimana? Apakah sudah berhasil meretas cctv?" Tanya David yang ingin membalaskan dendam ke orang yang telah berani meracuni dirinya tapi yang terkena dokter Karen..