Alessandra

Alessandra
Novel : Pembalasan Alessandra 8



Tiba - tiba pedang tersebut terbang dan mengenai Mereka hingga terdengar suara jeritan kesakitan saling bersahutan dan tidak membutuhkan lama tubuh Mereka ambruk dan meninggal di tempat.


"Huh, dasar pengganggu." Ucap wanita tersebut sambil menjentikan jarinya.


Jasad Mereka tiba - tiba menghilang entah kemana kemudian wanita tersebut berbaring di dalam peti dan kembali tidur. Setiap siang hari wanita tersebut selalu tidur siang karena pada malam harinya dirinya tidak tidur. Wanita tersebut akan pergi keluar karena tubuhnya tidak akan terbakar karena itulah dirinya hanya bisa memandangi bulan.


Tanpa sepengetahuan wanita tersebut kalau Alesandra dan sistem melihat kejadian tersebut dari layar yang lumayan besar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Sistem, pedang itu ternyata bisa bergerak dan seperti ada matanya karena bisa melihat ketika wanita itu akan dicelakai.'' Ucap Alensandra setelah beberapa saat Mereka terdiam.


"Memang benar, karena itulah kali ini lawannya sangat tangguh."


"Kalau Aku meledakkan mansion itu, kira - kira bisa tidak ya?" Tanya Alesandra.


"Sangat berat."


"Kenapa?" Tanya Alesandra penasaran.


"Lihatlah di sekeliling mansion itu."


Alesandra menatap ke sekeliling mansion dari layar yang lumayan besar dan melihat dengan jelas ada pagar pembatas.


"Ada pagar pembatas." Ucap Alesandra.


"Tepat sekali karena itulah ketika Nona melewati pagar pembatas maka pagar pembatas tersebut langsung menyerang Nona."


"Kalau Aku meledakkan mansion tanpa melewati pagar pembatas sepertinya sia - sia karena letak peti yang ditempat wanita tersebut berada di tengah - tengah." ucap Alensandra sambil berpikir.


"Tepat sekali."


"Oh ya Aku ingin tahu ketika wanita itu menghisap darah seorang gadis dan perjaka, apakah di saat menghisap darah, wanita itu mempunyai kelemahan?" Tanya Alensandra penasaran.


"Sebentar."


"Coba Nona lihat dari awal wanita itu masuk ke dalam ruangan hingga wanita itu sudah selesai menghisap darah."


Alensandra menatap layar tersebut dengan wajah serius untuk melihat apakah ada kelemahan atau tidak hingga rekaman tersebut sudah selesai di mana wanita tersebut keluar dari ruangan tersebut.


"Di ruangan itu lumayan gelap dan hanya ada cahaya bulan purnama yang menyinari kamar itu." Ucap Alensandra sambil berpikir.


"Tepat sekali, jadi Nona tahu kelemahannya?"


"Sudah tahu, jika ada cahaya terang benderang maka kekuatan wanita itu melemah." Jawab Alensandra.


"Tepat sekali."


"Apakah di sistem terjual berbagai macam benda agar ruangan itu menjadi terang benderang?" Tanya Alensandra.


"Tentu saja ada hanya saja poin Nona akan habis jika membeli semua barang."


"Aku tidak perduli asalkan wanita jahat itu mati karena sudah membunuh orang yang tidak berdosa." Jawab Alensandra yang lebih mementingkan keselamatan manusia dari pada poin yang selama ini dikumpulkannya dengan susah payah.


"Aku setuju dan mendukung Nona karena wanita jahat itu sudah sepantasnya mati."


"Kalau begitu Aku akan membiarkan pemilik tubuh di culik lalu di saat waktu yang ditentukan Aku akan masuk ke dalam pemilik tubuh." ucap Alensandra.


"Tapi Nona, jika pemilik tubuh pergi ke mansion itu dan Nona mendampinginya maka pagar pembatas akan memberikan peringatan ke wanita itu."


"Apa yang terjadi selanjutnya?' Tanya Alensandra sambil memijat keningnya yang tidak pusing.


"Yang pasti Nona dan pemilik tubuh meninggal dunia karena kekuatan wanita itu lumayan besar."


"Apa yang harus Aku lakukan agar pagar pembatas itu tidak mengetahui kehadiranku?" Tanya Alensandra sambil memijat keningnya yang tidak pusing.