Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 15



"Hai gadis cupu kamu mau menikah juga? Atau jadi pelayan disini." Ucap Moko dengan nada menghina sambil tersenyum jahat.


"Aku akan menikah dengan pria baik bukan pria brengsek sepertimu." Ucap Alessandra.


"Pasti dijodohkan dengan kakek- kakek yang matanya rabun." Ucap Valen Kamprat dengan nada menghina.


Merekapun tertawa bersama sedangkan Alessandra diam saja dan tidak memperdulikannya. Ketika Michael yang ingin berdiri karena marah mendengar Valen Kamprat menghina Alessandra tapi dengan tatapan Alessandra untuk duduk akhirnya Michael diam dan mendengarkan pembicaraan mereka


"Tepat sekali, seorang kakek - kakek tapi tidak apa - apa kami saling mencintai." Ucap Alessandra sambil tersenyum.


"Cocok itu yang satu gadis cupu dan yang satunya kakek tua. Hahahaha...." Ucap Moko sambil tertawa jahat.


Mereka berduapun menertawakan Alessandra tapi Alessandra diam saja berbeda dengan Michael yang sejak tadi menahan amarahnya.


"Kalian kapan menikah?" Tanya Alessandra mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa? Mau nangis ya seperti waktu itu?" Tanya Moko sambil tersenyum devil.


"Tentu saja tidak." Jawab Alessandra.


"Kami nikahnya tujuh hari lagi." ucap Valen Kamprat.


"Kalau Aku nikahnya lima hari lagi di hotel Alexis Internasional." Ucap Alessandra.


"Hotel Alexis Internasional adalah hotel bintang lima dan tidak semua orang bisa menikah di hotel itu." Ucap Valen Kamprat sambil menahan kesal sekaligus iri hati karena dirinya ingin juga menikah di hotel itu.


"Tentu saja, kan calon suamiku sangat kaya jadi tentu saja Kami bisa menikah di hotel itu." Ucap Alessandra.


"Oh ya lupa, kalau Kamu menikah seorang Kakek tua." Ucap Valen Kamprat dengan nada menghina.


" Nanti Kalian datang ya." Ucap Alessandra tanpa mempedulikan ucapan Valen Kamprat.


"Boleh nanti kami datang, oh ya kamu ngundang teman - teman kampus?" tanya Moko sambil tersenyum devil.


"Aku minta tolong kamu yang mengundang ya, soalnya Aku tidak begitu dekat dengan mereka." Jawab Alessandra.


"Ya tentulah kamukan gadis cupu mana punya teman .... hahaha..." Ucap Moko sambil tertawa jahat.


"Kamu memang pintar undanglah teman - temanmu." Ucap Alessandra tanpa memperdulikan ucapan pedas Mereka.


"Ok dan bersiap - siaplah kejutan dari kami." Ucap Valen Kamprat sambil tersenyum menyeringai.


"Ok." Jawab Alessandra singkat.


'Justru Kalian berdua dan orang-orang yang membully Aku akan mendapatkan kejutan yang tidak pernah Kalian lupakan seumur hidup Kalian.' Sambung Alessandra dalam hati.


Mereka saling diam, Moko dan Valen Kamprat memilih pakaian pengantin dan mencobanya setelah cocok merekapun membelinya sedangkan Alessandra masih memilih gaun pengantin.


"Belum dapat juga? Kamu pakai baju apapun termasuk gaun pengantin tetap saja cupu." Ucap Valen Kamprat dengan nada menghina.


Mereka berdua tak habis - habisnya menghina Alessandra. Alessandra hanya diam saja tidak memperdulikannya hanya Michael yang sudah mengeluarkan asap dikepalanya karena tatapan mata dan gelengan kepala Alessandra berusaha merendam marah.


Setelah puas menghina merekapun pergi dari butik tersebut sedangkan Michael berdiri dan mendekati Alessandra.


"Kenapa kamu melarangku Alessandra?" Tanya Michael sambil menahan amarahnya.


"Bukannya Kak Michael yang menyuruh Aku berpenampilan seperti ini? Semua orang akan menghinaku dan merendahkan Aku jika Aku berpenampilan seperti ini." Jawab Alessandra.


"Kok kamu menyalahkan aku sih!" ucap Michael dengan nada mulai emosi.


"Sayang ....(sambil mengusap bahu Michael untuk mengurangi emosinya)... Kalau Aku berpenampilan yang sebenarnya Mereka tidak akan menghinanya." Ucap Alessandra dengan nada lembut.


"Sayang, bagaimana kalau Kita bikin kejutan ke Mereka?" Tanya Alessandra.


"Kejutan apa?" Tanya Michael yang merubah suaranya lebih lembut.


"Kejutannya yaitu Aku berpenampilan yang sebenarnya biar mereka tidak menghinaku lagi." Jawab Alessandra.


"Ah tidak aku manggil Kak Michael mungkin Kak Michael salah dengar kali." Ucap Alessandra.


"Telingaku tidak mungkin salah dengar, Aku senang mendengarnya dan mulai sekarang nama panggilan kita berubah ya menjadi sayang." Pinta Michael.


"Terserah Kak Michael eh maksudku sayang." Ucap Alessandra.


Michael hanya tersenyum kemudian Mereka kembali memilih pakaian pengantin setelah beberapa saat akhirnya Mereka sudah memilih pakaian pengantin.


Untuk Alessandra gaun pengantin warna putih, tutup kepala berwarna putih dan sepasang sepatu kaca sedangkan untuk Michael kemeja, jas dan celana berwarna putih sedangkan sepatu hitam. Untuk acara semua sudah disiapkan tinggal menunggu hari h pernikahan mereka.


Mereka dipingit tidak boleh bertemu hal itu membuat Michael sering video call karena tidak bisa menahan rindu jika sehari tidak bertemu dengan Alessandra. Sedangkan Alessandra mulai merencanakan sesuatu untuk memberikan kejutan yang tidak pernah Mereka lupakan.


Alessandra tahu kalau Michael diam-diam antisipasi dengan menyuruh beberapa bodyguardnya untuk menyamar di acara pernikahan mereka nanti agar tidak ada orang yang merusak pesta pernikahan mereka.


Tidak terasa hari ini acara pernikahan Alessandra dan Michael hari sejaligus hari yang ditunggu oleh keluarga besar Michael dan Alessandra.


Alessandra di hias oleh MUA, Alessandra yang selalu bernampilan cupu kini berubah seperti cinderela sangat cantik. Selesai menghias Alessandra, MUA keluar dan masuklah Daddy David.


"Sayang kamu cantik sekali mirip Mommy, Daddy jadi kangen sama Mommy." Ucap Daddy David dengan wajah sendu.


"Mommy sudah tenang di sana Dad jadi Daddy jangan sedih lagi ya nanti Alessandra ikutan sedih." Ucap Alessandra dengan mata berkaca-kaca.


'Kenapa Aku ingin menangis? Apakah ini perasaan pemilik tubuh? Bukankah Mereka sudah bertemu?' tanya Alessandra dalam hati.


"Maaf ya sayang, ayo kita turun dan pergi takut nanti macet di jalan." Ucap Daddy David.


"Baik, Dad." Jawab Alessandra.


Mereka berangkat ke tempat tujuan dengan hati bahagia. Singkat cerita mereka sudah resmi menikah dan sekarang mengikuti acara resepsi. Banyak kolega bisnis Michael dan Daddy David.


Moko datang bersama Valen Kamprat dan juga teman - temannya dan mereka sengaja datang untuk menghina Alessandra.


Ketika masuk ke dalam gedung Moko dan Valen Kamprat serta teman - temannya yang menghina Alessandra sangat terkejut. Pasalnya Mereka melihat Alessandra sangat cantik membuat para tamu undangan terlebih para pria dan teman-teman Alessandra mulutnya sampai menganga lebar.


Mereka melihat betapa cantiknya Alessandra dan mereka tidak percaya kalau Alessandra begitu sempurna seperti Dewi yang turun dari kayangan.


Mereka naik ke panggung mengucapkan selamat atas pernikahan mereka tanpa terkecuali Moko dan Valen Kamprat.


"Ini benar kamu?" Tanya teman kuliahnya yang dulu sering membully dengan tatapan tidak percaya.


"Iya benar aku sengaja berpenampilan cupu karena aku ingin mencari orang yang tulus mau berteman denganku." Jawab Alessandra dengan nada lembut namun dalam hatinya menahan amarahnya karena Mereka sering membully bahkan ada sebagian yang menyiksanya.


Sebagian teman - teman Alessandra terdiam, Mereka merasa seperti tertampar karena selama ini Alessandra selalu membantu teman - temannya dalam hal pelajaran dan terkadang sering membantu dalam hal keuangan jika Mereka kekurangan uang tapi mereka sering menghina Alessandra karena pengaruh dari temannya bahkan dari Valen Kamprat.


Kini tibalah giliran Moko dan Valen Kamprat, Moko memandangi Alessandra tidak berkedip mengucapkan selamat tanpa melepaskan jabatan tangannya, Michael yang melihat itu berusaha melepaskan tangan Moko sambil menatap tajam. Sedangkan Valen Kamprat sangat kesal dan memandang sinis ke arah Alessandra.


Moko dan Valen Kamprat turun dari panggung dengan sejuta penyesalan seandainya waktu itu meminta Alessandra merubah penampilan, pasti Moko akan tertarik dengan Alessandra.


Moko memandangi wajah Alessandra tanpa berkedip di hatinya ada keinginan untuk merebutnya kembali terlebih Moko berkeyakinan kalau Alessandra terpaksa menikah karena dijodohkan karena hatinya masih ada untuknya.


Valen Kamprat yang melihat calon suaminya memandangi Alessandra merasa kesal dan marah. Hatinya dipenuhi kebencian, amarah dan dendam terhadap Alessandra.


Dia sangat dendam sejak waktu sekolah sma orangtuanya selalu memuji Alessandra karena Alessandra sangat pintar selalu juara pertama. Itulah awal kenapa Dia selalu menghasut teman - temannya untuk membuly Alessandra.


Valen Kamprat tidak tahan lalu mengajaknya pulang, awalnya Moko tidak mau tapi karena dipaksa akhirnya Moko pun terpaksa menurutinya.


Mereka pun pulang dalam diam tidak ada suara yang dikeluarkan sibuk dengan pemikiran masing - masing. Awal berangkat diiringi tawa bahagia karena sebentar lagi mereka akan menikah dan mempunyai rencana - rencana bulan madu selesai acara pernikahan mereka nantinya. Persiapan pernikahan sudah siap 100 persen tinggal menunggu dua hari lagi.


"Kak Moko, kenapa diam saja?" Tanya Valen.


"Memang mau ngomong apa?" Tanya Moko.


"Kak Moko mikirin Alessandra ya?" Tanya Valen yang bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Moko.