
"Tuan, banyak anak buah kita berbelot ke musuh dan membongkar rahasia kita." ucap Michael.
"Hahaha... kini kalian tinggal berdua bersiaplah menerima kematian kalian." ucap seorang pria.
David dan Michael menatap sekelilingnya dan baru menyadari kalau posisi mereka berada di tengah - tengah musuh. Hal itu membuat David menatap tajam ke arah para anak buahnya yang mengkhianati dirinya.
"Hallo tuan David." sapa seorang pria sambil tersenyum menyeringai.
"Kamu!!!" teriak David dengan wajah terkejut.
"Ya aku anak dari wakil ceo di perusahaan Tuan Muda David. Aku akan membalas dendam karena Tuan selalu membentakku terlebih Tuan Muda David telah membunuh Ayahku." ucap anak wakil ceo sambil tersenyum menyeringai.
"Selain itu Aku sangat menginginkan perusahaanmu." Sambung anak wakil CEO.
"Ayahmu mati karena mengkhianati Aku karena itu sudah sepantasnya pengkhianat seperti Ayahmu mati." Ucap David dengan nada dingin.
"Kalian berani mengkhianatiku!" Bentak David sambil menatap tajam ke anak buahnya.
"Maaf Tuan Muda David. Bos kami berani Membayar kami dengan gaji 4 kali lipat." ucap mantan para anak buahnya.
"Tuan... eh bukan kamu bukan tuanku lagi jadi aku memanggilmu David saja. Hahaha.. David ... David .... Aku ingin menjadi ceo bukan manager keuangan lagi." ucap anak wakil ceo sambil tertawa jahat.
"Cih ... Mafia Grey black menyesal aku memberikan ampunanmu hanya karena paman adalah orang yang berjasa menolongku juga merawatku." ucap David dengan nada dingin.
"Salahkan dirimu karena pada dasarnya orang jahat tetaplah orang jahat. Tapi kamu dengan bodohnya percaya saja kalau aku pura - pura menyesal. Aku membencimu karena gara - gara dirimu putri kesayanganku bunuh diri." ucap pria paruh baya tersebut.
"Aku kan sudah bilang pada paman dan juga putri paman kalau aku tidak mencintai putri kalian tapi putri kalian tidak mengerti juga karena itu aku pergi dari rumah kalian. Masalah putrimu bunuh diri aku tidak tahu." ucap Michael dengan nada dingin.
"Putriku bunuh diri karena mendengar kamu menikah dengan orang yang telah membunuh orang tuamu itu yang membuat putriku sangat kecewa dan terpukul. Padahal putriku sangat tulus mencintaimu tapi kamu malah menolaknya." ucap pria paruh baya tersebut.
"Putriku sangat cantik tapi kenapa kamu tidak bisa mencintainya malah menikah dengan anak pembunuh. Aku sudah menolong dan merawatmu dari kecil tapi mana balas budimu?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Aku juga heran kenapa kamu tidak membunuh keluarganya tapi malah menikah dengannya." ucap pria paruh baya dengan nada sinis." Sambung pria paruh baya tersebut.
"Aku ingin membalaskan dendam dengan cara menikah dengannya. Kalau dia menderita dan orang tuanya tahu pasti orang tuanya ikut menderita." Jawab David.
"Aku tidak mencintai siapapun karena mencintai seorang wanita akan menjadi kelemahanku karena itu aku tidak bisa mencintai putrimu. Aku ingin membalas budi paman tapi bukan dengan cara menikahi putri paman." Sambung David.
"Aku mengampuni paman saat itu anggap saja sebagai balas budi paman tapi sekarang tidak ada ampunan buat paman." ucap David dengan nada dingin.
Tanpa di sadari David sepasang mata menatap menatap David dengan tatapan sendu. Dia adalah dokter Karen, hatinya sangat terluka ketika mendengar ucapan suaminya dan tidak terasa air matanya keluar.
"Cih .... Lihatlah kalian hanya berdua saja dan lihat anak buahku sangat banyak kamu pasti kalah. Serang mereka berdua!" teriak pria paruh baya tersebut.
David dan Michael menembak sambil menghindari dari tembakan para musuhnya. Terdengar suara tembakkan saling bersahutan.
Tanpa sepengetahuan mereka kalau dokter Karen, dokter Alesandra dan dokter Sandra membantu David dan Michael menembaki para musuh - musuhnya.
"Berhenti!!" teriak paruh baya karena dirinya melihat anak buahnya banyak yang mati tertembak.
Semua menghentikan tembakan tersebut termasuk David, Michael, dokter Karen, dokter Alesandra dan dokter Sandra.
"Siapa kalian keluar!!" teriak pria paruh baya tersebut.
David dan Michael baru tersadar kalau musuh - musuhnya banyak yang mati dan melihat sekelilingnya untuk mengetahui siapa orang yang telah menolong mereka.
"Dasar kalian pengecut, tembak dua orang itu sampai ma*i " printah pria paruh baya itu lagi.
Suara tembakan saling bersahutan kembali hingga tidak terasa David sudah menggunakan 2 pistol tinggal 2 pistol lagi sedangkan Michael sudah menggunakan 4 pistol membuatnya dirinya tidak bisa menggunakan pistol. David langsung memberikan pistolnya yang kebetulan dekat dengannya.
"Setelah isi pistol habis, kita hanya bisa menggunakan tangan dan kaki kita untuk bertarung." bisik David sambil memberikan pistolnya ke Michael.
"Kita harus hati - hati tuan musuh kita masih banyak." ucap Michael sambil menerima pistol dari David.
"Hahaha... kalian sebentar lagi mati karena peluru kalian tinggal sedikit." ucap pria paruh baya tersebut sambil tertawa jahat.
"Tembak mereka berdua, jangan ragu siapa yang bisa menembak maka akan mendapatkan bonus dua kali lipat." ucap pria paruh baya tersebut.
Anak buah Mafia Grey black pimpinan pria paruh baya tersebut merasa sangat senang ketika mendengar ucapan pimpinan mereka. Mereka semangat menembaki David dan Michael.
Suara tembakan kembali saling bersahutan hingga tidak terasa David dan Michael sudah kehabisan peluru.
Tiba - tiba David dan Michael tertembak di mana David tertembak di dada sedangkan Michael tertembak di pundaknya. Dokter Karen beserta ke dua sahabatnya yang melihat itu terpaksa menembak di kening para musuh David dan Michael.
David dan Michael tetap melawan karena David dan Michael bisa bela diri. Beberapa anak buah Mafia Grey black sudah ada yang mati akibat David dan Michael langsung menarik tangan anak buah Mafia Grey black itu kemudian memutar lehernya membuat mereka mati di tempat. Tapi karena darahnya banyak yang keluar membuat tubuh mereka mulai lemas.
"Hahaha.. sebentar lagi kalian akan mati, kalian berenam siksa mereka sampai mati dan yang lainnya cari penembak gelap itu!" perintah pria paruh baya itu.
Dokter Alesandra yang mendengar hal itu memberikan kode ke dua sahabatnya dokter Karen dan dokter Sandra. Ke duanya mengerti kode yang diberikan oleh sahabatnya. Mereka hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Dokter Alesandra terpaksa keluar untuk membantu suaminya yang masih hilang ingatan dengan pakaian serba hitam dan menggunakan topeng sambil membawa dua senjata kiri dan kanan serta ransel yang penuh dengan pistol.
"Oh akhirnya yang satu keluar juga, tembak dia." ucap pria paruh baya itu.
Dokter Alesandra melempar tasnya ke arah David dan Michael dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menembaki ke 6 pria yang menyerang David dan Michael secara membabi buta.
Dokter Alesandra menembak dan menendang ke arah mereka sambil menembak dengan tubuhnya yang lemah gemulai, meliuk - liuk tubuhnya untuk menghindari tendangan dan tembakan para musuhnya.
David dan Michael membuka isi tas yang dilempar oleh dokter Alesandra dan melihat di dalamnya banyak senjata. Dengan kondisi yang masih lemah mereka mengambil senjata dan menembak musuh - musuhnya hingga tidak berapa lama anak buah mafia dari luar kota datang membantu mereka.
Tidak berapa lama Michael dan David merasakan kepalanya pusing karena banyak darah yang keluar. Mereka mendengar 3 suara percakapan wanita dan salah satu dari wanita itu seperti suara wanita yang sangat familiar di telinganya karena wanita itu berteriak dan tidak lama David dan Michael tidak sadarkan diri.
" Ok." jawab mereka dengan serempak.
Dokter Alesandra dan dokter Sandra dengan tubuh lemah gemulai menyerang, menghindar dan menembak para musuh yang menyerang mereka sambil mendekati David dan Michael.
Dokter Alesandra dan dokter Karen membuka tas ranselnya dan mengambil peralatan dokter untuk mengambil peluru yang bersarang di tubuh David dan Michael, 2 kantong infus dan 2 kantong darah yang sudah disiapkan.
Dokter Sandra menembaki para penjahat bersama anak buah milik David dan tidak berapa lama merekapun menang telak.
"Tolong berjaga - jaga dan lindungi kami, kami akan mengobati bos kalian." pinta dokter Sandra.
Tanpa menunggu jawaban dokter Sandra berjalan ke arah temannya untuk melihatnya. Dokter Sandra melihat dokter Karen sedang mengobati David sedangkan dokter Alesandra mengobati Michael.
Dokter Alesandra dan dokter Karen mulai mengoperasi untuk mengambil peluru yang bersarang di tubuhnya tapi sebelumnya sekantong darah yang memang sudah mereka persiapkan sudah ditancapkan ke lengan kanan masing - masing ke dua pria tersebut sedangkan tangan kirinya selang infus. Setelah agak lama merekapun menyelesaikan pekerjaannya.
"Kita ke rumah sakit." Ucap dokter Karen ke anak buahnya David.
"Baik nona." jawab mereka dengan serempak.
"Aku ikut mereka dan titip tasku. Kalian berdua naik motor kita pergi ke rumah sakit." Ucap dokter Karen.
"Oke, hati - hati." jawab mereka serempak sambil membereskan perlengkapan operasi yang tadi di pakai kemudian dimasukkan ke dalam ransel dan di pakai dipundaknya.
"Kalian juga hati - hati." ucap dokter Karen sambil mengambil tas yang berisi peluru dan diberikan ke dokter Sandra.
Mereka membawa David ke mobil David dan dibaringkan di belakang pengemudi dan Michael di mobil milik Michael.
Dokter Karen menggunakan pahanya sebagai bantalan kepala David.
Karen membelai wajah David sambil mengecup bibir David dengan singkat namun sebelumnya melepaskan topengnya.
"Cepatlah sadar. Aku sangat mencintaimu dan Aku juga tahu kalau Tuan tidak mencintaiku melainkan membenciku. Maafkan aku, I Love You." lirih dokter Karen dan tidak berapa lama air matanya mengalir kembali mengenai wajah tampan David.
"Karen, aku sangat mencintaimu dan juga sangat membencimu." ucap David dengan lirih yang masih setia memejamkan matanya.
Dokter Karen sangat senang sekaligus sangat sedih secara bersamaan ketika mendengar ucapan suaminya.
"Nona kenapa memakai topeng bersama ke dua sahabat nona?" tanya anak buah David.
"Karena kami menolong orang lain tanpa ada orang yang tahu siapa kami sebenarnya." ucap Karen menjelaskan.
Para anak buah David hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Tidak berapa lama dokter Alesandra dan dokter Sandra sudah sampai di rumah sakit terlebih dahulu karena mereka menggunakan motor sport.
Dokter Alesandra dan dokter Sandra masuk ke dalam ruangan pribadi mereka masing - masing dan meletakkan tasnya di atas meja kemudian mandi agar bau darah hilang agar anak buah David tidak ada yang curiga.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian baru dan memakai pakaian jas dokter mereka keluar dari ruangannya menuju ke ruang ugd.
Dokter Alesandra dan dokter Sandra mulai menyiapkan alat - alat untuk mengobati David dan Michael jika Mereka sudah datang.
Tidak berapa lama dokter Karen beserta anak buah milik David sudah sampai di rumah sakit dan langsung dimasukkan ke ugd.
Dokter Karen berjalan menuju ke ruangan pribadi dokter Sandra untuk mandi sambil meminjam pakaian dokter Sandra.
Kini dokter Karen sudah mengganti pakaian dan duduk menunggu suaminya di ruang ugd bersama anak buah suaminya. Tidak berapa lama dokter Alesandra keluar dengan tubuh lelahnya.
"Bagaimana keadaan suamiku dan asistennya?" tanya dokter Karen sambil mengedipkan matanya.
"Mereka selamat karena pelurunya sudah di ambil dan sebentar lagi akan di bawa ke ruang perawatan." Jawab dokter Alesandra yang mengerti kedipan mata sahabatnya.
"Terima kasih dok." jawab dokter Karen.
"Ok. Saya permisi dulu karena ada pasien yang mesti saya cek." ucap dokter Alesandra dengan menggunakan bahasa formal.
Dokter Karen menganggukkan kepalanya dan dokter Alesandra pergi meninggalkan mereka. Tidak berapa lama David dan Michael keluar dari ruangan ugd di dorong dengan menggunakan brankar oleh 4 perawat di susul oleh dokter Sandra.
Dokter Karen menunggu suaminya di ruang perawatan sedangkan dokter Sandra dan dokter Alesandra pergi ke ruangan pribadinya masing - masing untuk membersihkan dirinya karena tadi habis mengoperasi David dan Michael.
Kini mereka memakai pakaian kaos yang menampilkan bentuk tubuhnya dan celana panjang berwarna hitam. Hanya bedanya dokter Alesandra memakai jas dokter karena dirinya akan memeriksa kondisi David dan Michael sedangkan sahabatnya dokter Sandra memakai jaket berwarna hitam senada dengan celana panjangnya karena hari ini dirinya off.
"Aku pulang dulu ya?" pamit dokter Sandra.
"Ok hati2." jawab dokter Karen dan dokter Alesandra dengan serempak.
Dokter Sandra hanya mengacungkan ibu jari kanannya ke arah ke dua sahabatnya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
Dokter Sandra mengendarai motor sport dengan kecepatan sedang sampai di jalan yang sepi karena suasana sudah mulai malam. Tanpa sengaja melihat seorang pria yang sedang di keroyok preman berjumlah 6 orang.
Dokter Sandra yang tubuhnya sudah lelah tidak tega melihat pria itu di keroyok terpaksa menghentikan motor sportnya. Kemudian dokter Sandra membantu pria tersebut.
Bantuan dokter Sandra sangat berarti hingga akhirnya mereka semua babak belur.
"Kamu??" panggil pria itu dan dokter Sandra bersamaan dengan wajah terkejut.
Ya pria itu adalah seseorang yang memakai pakaian dokter sewaktu Mereka bertemu di rumah sakit. Di mana dokter itu menyuntikkan obat ke selang infus dokter Karen. Kemudian dokter Sandra memakinya karena ingin mencelakai dokter Karen.
Dokter Sandra dan dokter itu saling menatap dan tersenyum sinis namun tanpa sengaja mata elang dokter Sandra melihat salah satu pria itu bangun sambil membawa pisau lipat dan bersiap untuk menusuk ke arah dokter tersebut dari arah belakang.