
"Seperti yang Aku bilang Mereka para pangeran saling menjatuhkan satu sama lain dengan cara menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh para pangeran."
"Serem banget untuk merebutkan tahta kerajaan, mereka saling membunuh padahal mereka masih ada hubungan saudara hanya beda ibu." Ucap Alesandra.
"Begitulah orang - orang yang haus kekuasaan. Semakin sedikit Pangeran yang masih hidup, kemungkinan besar bisa menduduki Putra Mahkota."
"Seharusnya yang dijadikan target adalah Putra Mahkota tapi kenapa mereka saling membunuh?" Tanya Alesandra.
"Karena Mereka pernah mencobanya dengan menyewa pembunuh bayaran tapi selalu gagal di mana mereka semuanya tidak kembali karena itulah Mereka saling menyerang sambil mencari kesempatan untuk membunuh putra mahkota."
"Seharusnya mereka bersatu untuk menyerang bersama - sama." ucap Alesandra.
"Sudah tapi mereka diam - diam saling menyerang agar musuhnya tidak terlalu banyak."
"Pusing Aku." ucap Alesandra yang tidak mengerti tentang politik sambil memijat keningnya yang tidak pusing.
"Oh ya, ganti pakaianku yang basah kuyup ini dengan memakai pakaian serba hitam." ucap Alesandra.
Whushhhhh
Tanpa menjawab sistem tersebut merubah pakaian Alesandra yang basah kuyup menjadi pakaian serba hitam setelah selesai waktu kembali seperti semula.
Alesandra berjalan menyusul Pangeran Ke 9 hingga Alesandra melihat pertarungan yang tidak seimbang di mana dua belas orang yang berpakaian sama dengan dirinya yaitu serba hitam menyerang Pangeran Ke 9 dengan di bantu empat penjaga bayangan.
'Berikan Aku tongkat untuk melawan Mereka.' ucap Alesandra dalam hati.
"Pembelian tongkat berhasil, poin berkurang dua belas."
Tiba - tiba tangan Alesandra muncul tongkat kemudian Alesandra melakukan gerakan salto ke arah Mereka kemudian membantu Pangeran Ke 9 dan empat penjaga bayangan milik Pangeran Ke 9.
Pangeran Ke 9 dan penjaga bayangan sangat terkejut dengan kedatangan Alesandra yang tiba - tiba namun berusaha bersikap biasa saja mengingat musuh harus dikalahkan segera mungkin. Bantuan Alesandra sangat berarti hingga tidak membutuhkan waktu lama ke dua orang berpakaian serba hitam babak belur.
"Siapa Kamu?" tanya Pangeran Ke 9 sambil menatap ke arah Alesandra yang memakai pakaian serba hitam dan menutup wajahnya seperti seorang ninja.
Alesandra melepaskan penutup wajahnya membuat Pangeran Ke 9 sangat terkejut ketika mengetahui siapa orang yang ada dihadapannya.
"Kamu." ucap Pangeran Ke 9 dengan wajah masih terkejut.
"Benar Pangeran, Aku ditugaskan untuk melindungi Pangeran Ke 9." ucap Alesandra.
"Aku tidak membutuhkan bantuan seorang wanita karena Aku dan penjaga bayanganku mampu melawan para penjahat yang ingin membunuhku." ucap Pangeran Ke 9 dengan nada dingin.
"Aku percaya kalau Pangeran Ke 9 sangat mampu." ucap Alesandra yang malas berdebat.
'Malas banget ikut misi ini, Aku hanya bisa berharap secepatnya misi ini segera berakhir.' sambung Alesandra dalam hati.
"Oh ya, Mereka akan dikemanakan?" tanya Alesandra.
Alesandra mengatakan hal itu karena dirinya melihat empat penjaga bayangan membawa masing - masing dua orang berpakaian serba hitam dengan cara memanggul seperti memanggul beras.
"Bukan urusanmu." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada dingin.
"Ish nyebelin, lebih baik aku pergi sambil menunggu empat jam agar Aku kembali menjadi batu giok." ucap Alesandra dengan nada kesal dan wajah cemberut.
Pangeran Ke 9 yang ingin berbicara tidak jadi berbicara karena Alesandra sudah pergi dengan cara melompat menuju ke arah genteng.
'Sifatnya sama seperti Putri Jelita ketika wajahnya cemberut dan nada suara kesalnya sangat mirip. Aish ... Aku jadi sangat merindukannya dan ingin bertemu dengan dirinya tapi dari informasi penjaga bayangan kalau Putri Jelita di culik dan di bawa ke istana Putra Mahkota. Ketika penjagaku ingin menolong Putri Jelita untuk masuk ke dalam istana tidak bisa karena ada pembatas sehingga tidak bisa masuk ke dalam istana.' ucap Pangeran Ke 9 dalam hati.
'Aku juga sudah mencoba masuk dan ternyata memang sulit, sebenarnya ada apa di dalam istana Putra Mahkota?' Tanya Pangeran Ke 9 sambil berpikir.
'Lebih baik Aku menyusul gadis itu sekaligus aku menanyakan darimana pakaiannya karena mengingat ini istanaku tidak ada satupun pakaian seorang gadis." ucap Pangeran Ke 9 sambil melompat menuju ke arah genteng menyusul Alesandra.
Pangeran Ke 9 melihat Alesandra sedang duduk sambil memperhatikan istana milik Putra Mahkota dengan serius hingga dirinya tidak menyadari kalau Pangeran Ke 9 berdiri dekat dengan dirinya. Pangeran Ke 9 melihat tatapan Alesandra membuat Pangeran Ke 9 mengarahkan pandangan yang sedang di tatap oleh Alesandra.
"Kenapa memperhatikan istana milik Putra Mahkota?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.
"Astoge, bikin aku kaget." ucap Alesandra dengan tubuh terlonjak sambik mengusap dadanya yang berdebar kencang saking terkejutnya membuat Alesandra nyaris terjatuh jika saja Pangeran Ke 9 tidak menahan tubuhnya.
Entah kenapa jantung Pangeran Ke 9 berdetak kencang namun berusaha ditepisnya kemudian Pangeran Ke 9 langsung melepaskan pelukannya.
"Astoge itu apa? Apakah makanan?" tanya Pangeran Ke 9 penasaran karena dirinya tidak mengenal kata astoge.
"Hanya istilah saja kalau orang kaget atau terkejut kadang menyebut kata astoge." Jawab Alesandra menjelaskan.
'Ya ampun aku baru ingat sekarang aku berada di jaman bahola jadi orang tidak mengenal kata - kata istilah.' ucap Alesandra dalam hati.
"Lupakan saja apa yang Aku katakan, Pangeran Ke 9 coba lihat istana itu? Apakah Pangeran Ke 9 tahu siapa pemilik istana itu?" Tanya Alesandra pura - pura tidak tahu.
Alesandra terpaksa menanyakan hal itu karena dirinya mengalihkan pembicaraan agar Pangeran Ke 9 tidak lagi bertanya.
"Itu istana milik Putra Mahkota, Kamu ingin menjadi selirnya?" tanya Pangeran Ke 9 dengan nada cemburu.
'Kenapa aku jadi kesal ya?' tanya Pangeran Ke 9 dalam hati.
"Tidak." jawab Alesandra singkat.
"Lalu untuk apa menanyakan istana Putra Mahkota?" tanya Pangeran Ke 9 penasaran.
"Apakah Pangeran Ke 9 ada yang aneh dengan istana milik Putra Mahkota?" Tanya Alesandra balik bertanya.
"Aku merasakan memang aneh di mana ketika aku mencoba masuk tapi tidak bisa seperti ada yang menghalanginya agar Aku tidak bisa masuk ke dalam istana." jawab Pangeran Ke 9.
"Karena di sekeliling istana milik Putra Mahkota ada pembatas. Jadi siapapun sangat sulit masuk ke dalam istana milik Putra Mahkota." Jawab Alesandra.
"Darimana kamu tahu?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah terkejut.
"Akukan sudah bilang kalau aku adalah roh yang tinggal di batu giok." Jawab Alesandra.
"Seharusnya roh itu tidak bisa di sentuh tapi kenapa Aku bisa menyentuhmu? Kenapa penjaga bayanganku juga bisa melihatmu? Kenapa ketika kamu menyerang para penjahat bisa babak belur? Dari mana pakaianmu? Setahuku di istanaku tidak ada pakaian seorang gadis?" tanya Pangeran Ke 9 dengan beruntun.
"Nanya kok borong." celetuk Alesandra.
'Aku jawab apa ya?' Tanya Alesandra dalam hati sambil berpikir.
"Nanya kok borong? Maksudnya?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.
Alesandra menepuk keningnya sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Senyumanmu jelek." Ucap Pangeran Ke 9.
"Biarin." Jawab Alesandra.
"Jawab pertanyaanku." pinta Pangeran Ke 9.
"Suatu saat nanti aku akan ceritakan, karena yang terpenting Aku bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat. Kalau Pangeran Ke 9 penasaran dengan istana Putra Mahkota, Aku bisa membantunya." Ucap Alesandra.
"Aku dan penjaga bayanganku saja sangat sulit masuk apalagi kamu, aku tidak percaya." Ucap Pangeran Ke 9.
"Kalau tidak percaya ya sudah, Aku tidak akan memaksa." Ucap Alesandra sambil turun dari atas genteng.
Pangeran Ke 9 yang melihat Alesandra turun membuat Pangeran Ke 9 ikut turun dan mendarat di samping Alesandra.
"Caranya bagaimana?" Tanya Pangeran Ke 9 yang penasaran kenapa Alesandra bisa tahu.
"Katanya tidak percaya." Jawab Alesandra.
"Iya ... Iya Aku percaya, bagaimana caranya?" tanya ulang Pangeran Ke 9.
"Pangeran Ke 9 tanam bunga lavender di istana milik Pangeran Ke 9 dan istana milik Putra mahkota selain itu Pangeran Ke 9 siapkan panah yang terbuat dari perak." Jawab Alesandra dengan wajah serius.
"Aku akan pikirkan." Ucap Pangeran Ke 9 yang masih ragu karena dirinya tidak menyukai bunga lavender.
"Terserah Pangeran Ke 9 dan sebentar lagi Aku akan berubah menjadi batu giok." Ucap Alensandra yang tidak ingin memaksa Pangeran Ke 9.
Tanpa sepengetahuan Pangeran Ke 9 seseorang mengarahkan panahnya ke arah Pangeran Ke 9 dari rimbunan pohon sedangkan Alesandra yang mendapatkan peringatan sistem mendorong tubuh Pangeran Ke 9 dengan menggunakan tangan kiri dengan keras sedangkan tangan kanan diarahkan ke arah rimbunan.
Bruk
Pangeran Ke 9 yang belum ada persiapan tubuhnya ambruk membuat Pangeran Ke 9 sangat kesal dengan Alesandra dan langsung bangun sambil bersiap untuk memarahi Alesandra namun Pangeran Ke 9 langsung diam membatu tidak jadi marah.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx