
Waktu Mendadak Berhenti
"Sudah saatnya Nona menunjukkan wajah asli Nona dan tidak lagi memakai pakaian yang Nona pakai."
"Benarkah? Syukurlah karena Aku tidak betah." Ucap Alessandra.
"Benar Nona karena sebentar lagi Mereka berdua akan melihat Siapa Nona sebenarnya."
"Oh ya satu lagi untuk pemeran utama pria jangan langsung bertemu tapi buatlah pemeran utama terkejut."
"Oke." Jawab Alessandra singkat.
Waktu Berjalan Seperti Biasa
"Ayolah Alessandra, Tante merasa sepi jadi Kamu tidur sama tante saja. Dari dulu tante ingin punya anak perempuan, tante mohon." Ucap Mommy Elisabeth dengan nada memohon.
"Baiklah tante." Ucap Alessandra sambil pura-pura membuang nafas dengan perlahan.
Akhirnya Alessandra tidur bersama Mommy Elisabeth. Mommy Elisabeth memberikan baju bekas waktu Mommy Elisabeth masih gadis. Alessandra pun masuk ke dalam kamar mandi kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya.
Kemudian Alessandra memakai dress milik Mommy Elisabeth setelah selesai Alessandra keluar dari kamar mandi sambil membawa semua pakaiannya untuk diletakkan di keranjang khusus pakaian kotor agar nanti dibawa oleh pelayan agar besok pagi bisa dipakai.
Ketika pintu kamar mandi terbuka, Mommy Elisabeth sangat terkejut karena melihat seorang gadis yang sangat cantik, berbadan seksi dan buah dadanya yang besar montok idola para gadis terlebih pria.
"Alessandra? Kamu benar-benar Alessandra? Tapi bagaimana mungkin?" tanya Mommy Elisabeth beruntun sambil memandangi Alessandra dari atas dan ke bawah tanpa berkedip.
"Iya Tante, Aku benar Alessandra." Jawab Alessandra.
"Tapi kenapa kamu berpenampilan cupu?" Tanya Mommy Elisabeth penasaran.
"Karena Daddy memintaku berpenampilan cupu tante katanya untuk menghindari dari orang yang mempunyai etiket kurang baik." Jawab Alessandra.
"Kamu mirip sekali dengan ibumu." Ucap Mommy Elisabeth.
"Apakah tante mempunyai fotonya? Apakah tante mengenalnya?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
Alessandra bingung dengan dirinya kenapa dirinya tidak bisa mengontrol suaranya mungkin keinginan dari pemilik tubuh.
"Ada sebentar, Ibumu adalah sahabat tante waktu smp." Ucap Mommy Elisabeth.
"Wah lama juga ya, Tante." Ucap Alessandra sambil tersenyum.
"Iya sangat lama, Tante merasa kehilangan ketika Ibumu meninggal. Bolehkah tante memelukmu?" Tanya Tante Elisabeth sambil menatap Alessandra dengan tatapan sendu.
"Boleh tante." Jawab Alessandra.
Mommy Elisabeth memeluk dan menangis membuat Alessandra membelai punggung Mommy Elisabeth dan membalas pelukan Mommy Elisabeth.
Selesai berpelukan Mommy Elisabeth membuka album foto kebersamaan mereka. Hingga tidak terasa hari sudah malam dan Mereka pun tidur bersama.
Alessandra membuka matanya karena mendengar suara dengkuran halus kemudian Alessandra turun dari ranjang dan berjalan dengan perlahan untuk keluar dari kamar milik Mommy Elisabeth.
Waktu tiba - tiba berhenti
"Nona mau kemana?"
"Mau keluar, pura-pura mau minum." Jawab Alessandra sambil berjalan ke arah pintu kamar kemudian membukanya.
"Pura - pura minum?"
"Aku sangat yakin Kak Michael pasti akan turun dan ingin minum di saat itu pasti Kak Michael sangat terkejut karena melihat ada bidadari cantik ada di mansion nya." Jawab Alessandra narsis.
Alessandra mengulurkan tangannya untuk menarik lidah kucing tersebut namun lidahnya sudah keduluan masuk.
"Lain kali Aku lebih cepat biar Aku bisa menarik lidahmu." Ucap Alessandra sambil menuruni anak tangga satu demi satu.
Waktu Berjalan Seperti Semula
Alessandra berjalan ke dapur mencari gelas dan mengambil air dispenser setelah penuh gelasnya langsung diminum hingga habis kemudian di cuci di wastafel.
Alessandra menaiki tangga satu demi satu dan baru beberapa langkah Alessandra melihat ada sepasang kaki dan Alessandra tahu siapa yang datang. Alessandra sengaja , Michael refleks memegang tangannya hingga Alessandra tidak jadi jatuh.
Alessandra hanya diam saja karena belum saatnya sedangkan Michael melihat Alessandra tanpa berkedip. Alessandra langsung melarikan diri dan masuk ke dalam kamar Mommy Elisabeth.
Michael hanya melihat Alessandra masih tanpa berkedip hingga dirinya melihat arah kemana jalannya Alessandra setelah tersadar, Michael berjalan ke arah kamar ibunya.
tok
tok
tok
tok
ceklek
Pintu terbuka, muncullah ibunya dengan mata masih mengantuk sambil sesekali menguap.
"Ada apa Michael? sudah malam Mommy mengantuk dan juga Alessandra nanti terganggu tidurnya." Ucap Mommy Elisabeth.
"Mom, tadi kan aku mau turun kebawah mau minum terus ada cewek cantik naik ke atas tangga dan Aku tanya, Dia diam saja terus lari dan masuk ke kamar Mommy." Ucap Michael memberitahukan.
"Mungkin salah liat kali, pintu ini terkunci bagaimana ada orang lain masuk? Lihat pintunya apakah rusak?" Tanya Mommy Elisabeth sambil memperlihatkan engsel pintu.
"Mungkin Michael salah lihat. Kalau begitu ya sudah Mom, Michael mau minum dan langsung tidur." Jawab Michael sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
'Masa salah lihat? Apalagi jelas-jelas Aku memegang tangannya agar gadis itu tidak jatuh dari tangga.' Sambung Michael dalam hati.
"Ok." Ucap Mommy Elisabeth singkat.
Mommy Elisabeth pun menutup pintu dan menguncinya sedangkan Michael turun ke bawah menggunakan tangga. Michael sudah bisa berjalan walau masih menggunakan tongkat kalau sudah lelah terkadang menggunakan kursi roda.
"Bagaimana Tante? Kak Michael curiga tidak?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
'Memang enak Aku kerjain? Besok Aku akan kerjain lagi. Salah siapa ngatain Aku gajah 🐘.' ucap Alessandra dalam hati.
"Sepertinya tidak, kamu juga ada - ada saja pakai nyamar segala. Masa wajah cantik dan seksi kok disembunyikan." Ucap Mommy Elisabeth.
"Tidak apa - apa Tante, Aku memang lebih suka kalau pergi berpenampilan culun." Jawab Alessandra.
'Maaf Tante tapi bohong karena sebenarnya Aku lebih suka berpenampilan seperti ini.' Sambung Alessandra dalam hati.
Mommy Elisabeth hanya tersenyum dan menggelengkan kepala kemudian melanjutkan tidur malamnya begitu pula dengan Alessandra.
************
Di tempat yang sama hanya beda kamar di mana Michael tidak bisa tidur memikirkan siapa gadis cantik tersebut dan sepertinya familiar.
"Seperti mirip Alessandra tapi kayaknya tidak mungkin deh. Dua gunung kembarnya gede pas banget kalau aku genggam, apalagi kalau Kami melakukan hubungan suami istri pasti membuatku merem melek. " Ucap Michael sambil membayangkan dirinya melakukan hubungan suami istri.
"Si*l kenapa aku jadi mesum begini? Aduh adik kecilku jadi bangun. Siapa sih gadis itu.? Oh ya coba aku liat di cctv." Ucap Michael penasaran.
Michael membuka kamera cctv memang wajahnya agak mirip tapi belum yakin tapi karena mengantuk Michael pun tertidur dengan pulas.
Hari sudah pagi nyanyian kicauan burung saling bersahutan. Alessandra sudah bangun lebih pagi kemudian membasuh wajahnya lalu menyikat gigi dengan menggunakan sikat gigi baru yang semalam diberikan oleh Mommy Elisabeth.
Alessandra memakai pakaian milik Mommy Elisabeth di mana Alessandra memilih kaos ketat dan celana pendek.
Kini Alessandra sudah berada di dapur di mana Alessandra membuka kulkas mengambil bahan - bahan masakan kemudian meracik masakan hingga tersedia berbagai jenis makanan kemudian naik ke lantai dua.
Alessandra duduk di balkon menikmati pemandangan dibawah dan banyak bunga warna warni serta ara kolam ikan. Alessandra menikmati udara pagi.
'Sebentar lagi Michael membuka pintu balkon dan melihatku.' Ucap Alessandra dalam hati.
Michael yang biasanya bangun siang kini tiba-tiba bangun pagi di mana Michael membuka pintu balkon untuk menikmati matahari pagi sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
Hingga Michael melihat Alessandra berada di balkon sambil menikmati udara pagi sambil memejamkan matanya.
"Gadis yang semalam Aku lihat berarti penglihatan ku tidak salah. Apakah mungkin itu Alessandra? Tapi kalau itu memang benar Alessandra, kenapa menutupi wajahnya yang cantik dan seksi? Lebih baik Aku pergi ke kamar Mommy." Ucap Michael sambil membalikkan badannya.
Michael berjalan ke arah meja dekat ranjang untuk mengambil ponselnya lalu kembali lagi ke balkon.