Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun



Alessandra berusaha melupakan sakit hati namun tidak berdarah akibat perbuatan mantan kekasihnya yang bernama Moko. Membuat Alessandra malas untuk bangun pagi.


Karena dengan tidur bisa melupakan kepedihannya hingga tidak terasa sudah jam dua belas siang barulah Alessandra bangun dari tidur kemudian membersihkan diri.


Setelah selesai memakai pakaian santai Alessandra berjalan ke arah pintu kamarnya. Namun ketika membuka pintu kamarnya terdengar suara teriakan histeris


"Tuan besar!" teriak Kepala pelayan.


"Tuan besar!" Sambung para pelayan secara bersamaan dengan suara berteriak.


"Akhhhhhhhh." teriak Daddy David dengan tubuh terguling - guling menuju ke lantai bawah.


Alessandra terkejut melihat Daddy David jatuh dari anak tangga dengan tubuh terguling - guling hingga berhenti di tangga bawah.


Alessandra berlari menuruni anak tangga menuju ke arah Daddy David. Tiga orang bodyguard milik Daddy David langsung mengangkat tubuh Daddy David dan membawanya ke mobil diikuti oleh Alessandra.


Alessandra bersama para bodyguardnya berangkat menuju ke rumah sakit dan dalam perjalanan Alessandra hanya bisa menangis dengan wajah sedih.


"Hiks ... hiks... hiks... Daddy bangun... cepat dikit Pak." ucap Alessandra sambil terisak.


"Baik nona." jawab bodyguard tersebut yang merangkap sebagai sopir.


Mobilpun melaju dengan sangat kencang sedangkan Alessandra menghubungi pamannya. Adik dari Daddy David untuk datang ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit langsung dibawa ke ruang ugd. Alessandra hanya bisa menangis menunggu kabar dari dokter.


Paman dan bibinya datang kemudian bibinya memeluk Alessandra untuk tidak menangis lagi. Pamannya hanya terdiam menatap ponakannya sambil tersenyum menyeringai begitu pula dengan bibinya.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ugd terbuka membuat Alessandra, Paman dan Bibi langsung berjalan ke arah pintu di mana dokter menunggu mereka dengan raut wajah sangat sedih.


"Bagaimana keadaan Daddyku, Dok? Apakah baik - baik saja?" tanya Alessandra dengan wajah masih sangat sedih.


"Daddy nona baik saja tinggal menunggu efek biusnya baru tersadar tapi ...." ucap dokter menggantungkan kalimatnya.


"Tapi kenapa dok?" tanya Alessandra ketakutan.


Alessandra sangat takut terjadi sesuatu dengan Daddy David karena hanya Daddy David yang sangat tulus menyayangi nya. Sedangkan Paman dan Bibinya sibuk mengurus anak Mereka.


Mereka hanya datang jika membutuhkan uang, sebenarnya Alessandra malas menghubungi Mereka tapi mau bagaimana lagi Pamannya merupakan adik kandung Daddy David dan Mereka berhak tahu apa yang terjadi dengan Daddy David.


"Kemungkinan lumpuh akibat jatuh yang sangat tinggi." Jawab dokter tersebut.


Duarr


Bagaikan petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Alessandra sedangkan bibi dan pamannya pura-pura terkejut mendengar kabar berita tersebut.


"Tolong Dok, bagaimana caranya agar Daddyku sembuh dan bisa berjalan kembali." ucap Alessandra dengan tubuh lemas seperti tidak bertulang.


Grep


Bibinya pura-pura perduli dengan memeluk tubuh Alessandra agar tidak terjatuh.


"Tuan Besar lumpuh sementara jadi bisa disembuhkan dengan cara terapi. Maaf Saya mohon pamit mau cek pasien lain." pamit dokter tersebut.


"Terima kasih dok." ucap Alessandra.


"Sama - sama nona dan sudah menjadi tanggung jawab saya." jawab dokter tersebut.


Dokter itupun pergi untuk mengunjungi pasien lain. Tidak berapa lama pintu ugd terbuka dengan lebar dan muncullah Daddy David di ranjang yang di dorong oleh dua orang perawat.


Alessandra mengikuti Mereka hingga Mereka masuk ke dalam ruangan vvip bersama paman dan bibinya.


Alessandra duduk sambil memegang tangan Daddy David yang tidak kena infus kemudian memandang Daddy David yang masih setia memejamkan matanya sedangkan Paman berdiri disamping kanan Alessandra sedangkan bibinya disebelah kiri.


"Sudah Alessandra jangan bersedih pasti Daddymu sembuh." ucap bibinya dengan wajah pura-pura sedih.


"Baik bibi." jawab Alessandra sambil memandangi Daddy yang sangat disayangi.


"Oh ya Alessandra, paman baru ingat kalau paman mempunyai teman yang bisa menyembuhkan orang lumpuh dan bisa berjalan kembali dengan normal, Paman akan menghubunginya sekarang." ucap pamannya.


("Hallo masih kenal suaraku? Saya Tio." ucap paman Tio).


("Kenallah? ada apa Tio?" tanya temannya)


("Kakakku jatuh dari tangga mengakibatkan lumpuh, aku minta pertolonganmu agar kakakku bisa berjalan kembali. Kapan kamu bisa datang ke rumah kakakku?" tanya paman Tio).


("Lusa, saya akan mampir ke rumah kakakmu dan aku minta alamatnya." ucap temannya).


("Ok. Nanti aku kirim pesan alamat rumahnya. Terimakasih bye." jawab paman Anton).


tut tut tut tut


Handphone pun langsung diputuskan oleh teman pamannya.


"Paman bagaimana teman Paman bisakah?" tanya Alessandra penuh harap.


"Bisa donk dia juga teman Daddymu kita bertiga bersahabat satu kampus, dia akan datang lusa." jawab paman Anton.


"Terima kasih Paman, semoga Tuhan membalas kebaikan Paman." ucap Alessandra dengan nada tulus.


"Amin." jawab paman dan bibinya bersamaan.


Mereka bertiga menunggu Daddy David sampai tersadar, Alessandra duduk di samping ranjang dengan setia menunggu ayahnya tersadar sedangkan paman dan bibi duduk menunggu di sofa.


Hari sudah sore paman dan bibipun akhirnya pulang sedangkan Alessandra dengan setia menunggu Daddynya sadar.


Dua jam kemudian tangan Daddy David bergerak - gerak dan membuka matanya secara perlahan kemudian melihat putri semata wayangnya sambil membelai rambut putrinya dengan penuh kasih sayang. Hatinya sedih melihat putrinya dipermalukan oleh Moko dan teman - temannya sampai tidak terasa air matanya keluar.


Daddy David selama ini jika pergi ke luar kota dan tanpa sepengetahuan Alessandra mengirimkan dua orang bodyguard secara terlatih.


Dua orang bodyguard itu sangat kesal ketika mendengar perkataan Moko dan teman - temannya dan ingin rasanya memukul mereka tapi mengingat pesan Daddy David untuk tidak melakukan sesuatu terhadap teman-temannya Alessandra tapi kalau ada yang memukul Alessandra barulah mereka boleh bertindak.


Alessandra yang tertidur pulas terbangun ketika rambutnya di belai dan melihat Daddy David sudah sadar dari pingsannya sambil tersenyum kemudian menghapus airmata Daddy David dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


"Daddy, kenapa menangis? Apakah ada yang sakit?" tanya Alessandra sambil tersenyum.


"Tidak ada sayang, Daddy menangis karena Daddy mendapat laporan kalau kamu dihina dan dipermalukan di depan teman - temanmu oleh cowok brengsek itu. Daddy akan membalasnya dengan cara menghancurkan perusahaan Moko." ucap Daddy David sambil menahan amarahnya.


"Sudahlah Daddy, biarkan saja kalau kita membalas sama saja kita jahatnya seperti mereka. Lupakanlah mungkin bukan jodoh." jawab Alessandra berusaha untuk ikhlas walau hatinya sangat sakit.


"Terserah kamu tapi Daddy minta apapun jangan disembunyikan dari Daddy." Pinta Daddy David.


"Baik Dad." Jawab Alessandra.


"Alessandra, kenapa kaki Daddy tidak bergerak?" tanya Daddy David panik


"Kaki Daddy lumpuh, Daddy sabar ya? tadi paman datang dan menghubungi sahabat kuliahnya. Katanya Daddy juga bersahabat dengannya lusa akan datang." ucap Alessandra menjelaskan


"Oh ya Daddy tahu dia memang hebat hanya meneliti dan memegang kaki pasien bisa tahu mana titik - titik saraf sehingga pasiennya bisa berjalan. Maafkan Daddy karena jadi ngerepotin Kamu, Daddy sangat sedih menjadi beban putri kesayangan Daddy." ucap Daddy David dengan wajah sendu.


"Daddy jangan sedih ya, Alessandra tidak merasa beban, Alessandra sangat sayang sama Daddy kalau Daddy sayang sama Alessandra Daddy harus semangat untuk sembuh." ucap Alessandra sambil tersenyum.


" Iya sayang Daddy akan semangat kamu mirip Mommy Mu." ucap Daddy David yang sangat merindukan istrinya.


"Daddy, Mommy sudah tenang disana kalau Daddy sedih Mommy juga sedih." ucap Alessandra.


"Makasih sayang kehadiranmu membuat Daddy semangat." ucap Daddy David.


"Sama - sama Daddy." jawab Alessandra sambil tersenyum.


Merekapun berpelukan saling menguatkan satu dengan lainnya. Hubungan ayah dengan anaknya terjalin dengan sangat baik. Alessandra menyuapkan Daddynya kemudian memberikan minum bersama obat dari dokter.


Daddy David kini sudah tertidur dengan pulas setelah meminum obatnya sedangkan Alessandra makan dibelikan oleh asisten Daddynya. Alessandra berharap esok lebih baik daripada hari ini.


Alessandra setelah selesai makan membereskan makanannya kemudian menemani Daddy David yang sedang tertidur. Alessandra merasa sedih karena selama ini belum bisa membahagiakan Daddy David.


Rasa lelah membuat Alessandra tidur dengan posisi duduk dengan menyandarkan kepalanya di ranjang. Memang terasa pegal tapi karena sayang dan baktinya Alessandra dengan Daddy David membuat Alessandra rela melakukan apapun agar Daddy David bahagia dan aman.