
Ooee
Ooee
Terdengar suara bayi saling bersahutan membuat Michael langsung masuk ke dalam untuk melihat ke dua anak kembarnya. Hal itu tentu saja membuat dokter melarangnya tapi Michael menatap tajam ke arah dokter membuat dokter terpaksa untuk melihatnya sebentar.
Michael melihat ke dua anaknya membuatnya bahagia sekaligus terharu kini Michael sudah menjadi seorang Ayah. Setelah puas memandang Michael memfoto ke dua anak kembarnya menggunakan ponselnya.
cekrek
Setelah puas Michael menatap istrinya sambil tersenyum bahagia kemudian keluar dari ruangan tersebut untuk menemui Mommy Elisabeth untuk melihat ke dua anak kembarnya.
POV Michael
Dulu Aku adalah pria humoris, tidak pernah menyakiti wanita , setia dengan satu pasangan saja dan tegas. Hanya satu sifat jelekku apa yang aku inginkan harus terwujud tidak perduli orang menentangnya.
Seperti Valen contohnya, dia adalah cinta pertamaku. Aku tidak perduli orangtuaku menentang hubungan kami karena aku sangat mencintai kekasihku. Bahkan asistenku Mike orang yang selalu patuh ikut - ikutan menentang ku namun aku tidak perduli. Cinta itu memang buta, memang benar adanya.
Yang paling menentang keras hubunganku dengan kekasihku adalah papaku hingga papa meninggal dunia. Ada rasa penyesalanku tapi rasa cintaku yang teramat besar mengalahkan egoku. Sampai akhirnya mamaku menyetujui hubungan kami dan aku sangat senang sekali.
Di hari pernikahan aku hampir terlambat ke acara pernikahan kami hingga aku mengendarai mobil dengan kecepatan penuh tapi naas mobilku ke tabrak dan aku mengalami kerusakan di wajahku. Wajahku mirip monster dan aku juga lumpuh. Hatiku hancur mendengarnya dan lebih hancur lagi orang yang aku cintai dan Aku bela memutuskan hubungan Kami secara pihak. Mungkin ini karmaku yang berani menentang ke dua orang tuaku hingga papaku meninggal.
Sifatku berangsur - angsur berubah menjadi arogan, kejam dan tidak punya perasaan. Seperti contohnya menghukum gadis pelayan yang membangkang dengan cara di cambuk dan tidak di beri makan, terdengar kejam tapi aku tidak perduli karena hatiku terlalu sakit.
Sampai aku bertemu dengan gadis culun bernama Alessandra, aku sangat terkejut karena gadis itu sangat berani melawanku bahkan mematikan alat sensor kursi rodaku.
Ruangan yang bau seperti sampah dan banyak pecahan beling menjadi bersih dan harum menyegarkan. Setiap hari datang ke kamarku jika aku marahi gadis itu gadis itu membalas perkataanku akhirnya aku malas berdebat.
Awal pertemuan Kami membuatku sangat membenci Alessandra namun lama kelamaan Aku merasa nyaman bersamanya. Aku sangat terkejut dan bahagia ternyata dia sangat cantik dan menutupi kecantikannya dengan berpenampilan culun. Aku mulai mencintainya dan tidak ingin melepaskannya karena dia sangat berbeda dengan mantanku Valen si cewe matre.
Aku bersyukur akhirnya kami menikah dan hidup bahagia terlebih kini kami di karuniai dua anak kembar. Siapa saja yang melukai keluargaku akan Aku kejar dan Aku siksa sampai mati.
Seperti dokter kandungan itu aku siksa dan menyuruh bodyguard kepercayaanku untuk memperko***nya dan menyuruhnya untuk diberikan ke binatang kesayanganku.
Kini ada lagi gadis bodyguard istriku, kesalahan dia sangat fatal namun Aku bersyukur istri dan Mommyku baik-baik saja. Akan Aku buat gadis itu lebih menderita yaitu Aku masukkan ke rumah sakit jiwa.
POV Michael OFF
"Michael bagaimana keadaan menantu dan ke dua cucu Oma?" Tanya Mommy Elisabeth penasaran.
"Baik - baik saja Mom, laki - laki dan perempuan." jawab Michael sambil tersenyum bahagia.
"Mirip siapa?" tanya Mommy Elisabeth penasaran.
"Kalau laki - laki sangat tampan mirip Aku dan kalau perempuan sangat cantik mirip Alessandra." Jawab Michael sambil masih tersenyum.
Ketika Mommy Elisabeth ingin bicara bersamaan pintu ruangan khusus untuk persalinan terbuka membuat Mommy Elisabeth dan Michael menatap ke arah pintu. Di mana dua perawat mendorong dua box bayi ke arah Mereka.
"Bagaimana keadaan putriku dan ke dua cucuku?" tanya seorang pria tampan sambil berjalan ke arah Mommu Elisabeth dan Michael.
"Semuanya baik - baik saja Dad." jawab Michael sambil mengecup tangan punggung Daddy David.
Sedangkan Daddy David dan Mommy Elisabeth hanya bersalaman kemudian Mereka menatap ke arah ke dua bayi tersebut. Mommy Elisabeth dan Daddy David masing - masing menggendong ke dua bayi tersebut sedangkan Michael hanya melihat dan mengusap pipi ke dua bayinya sambil tersenyum bahagia dengan mata berkaca-kaca.
"Akhirnya Michael memiliki anak tidak hanya satu tapi dua anak kembar yang sangat cantik dan sangat tampan. Michael sangat senang sudah menjadi orang tua yang selama ini tidak pernah Michael bayangkan sebelumnya." ucap Michael.
Selesai mengatakan hal itu Michael mencium masing - masing ke dua bayi kembarnya secara bergantian.
"Maaf Tuan - Tuan dan Nyonya, mohon ke dua bayinya diletakkan di box bayi karena Kami akan memandikannya." ucap salah satu perawat tersebut.
"Baik." jawab Mommy Elisabeth sambil meletakkan bayinya ke dalam box begitu pula dengan Daddy David.
Ke dua perawat itupun kembali mendorong box bayi tersebut dan tidak berapa lama pintu khusus persalinan terbuka. Mereka bertiga melihat Alessandra berbaring di ranjang sambil menatap ke arah Mereka sambil tersenyum bahagia.
Skip
Kini Mereka berada di ruang perawatan bersama ke dua bayi kembar di mana Mommy Elisabeth dan Daddy David menggendong ke dua cucunya.
"Oh ya ke dua cucu Kami, apakah sudah ada namanya?" tanya Daddy David.
"Sudah Dad, putra pertama kami bernama Marcel dan putri ke dua Kami bernama Marcella." Jawab Michael sambil menatap ke dua anak kembarnya secara bergantian.
"Nama yang sangat bagus." ucap Mereka bertiga bersamaan.
Michael tersenyum begitupula dengan yang lainnya hingga beberapa saat Mommy Elisabeth meletakkan cucunya ke dalam box sedangkan Daddy David masih menggendongnya.
"Mommy, ajarkan Michael cara menggendong bayi." pinta Michael.
"Ok." jawab Mommy Elisabeth singkat.
Mommy Elisabeth mengangkat bayi tersebut kemudian diberikan ke Michael. Michael dengan takut - takut menggendong bayi tersebut bersamaan waktu tiba - tiba berhenti.
"Nona."
"Ada apa?" tanya Alessandra sambil menatap Mereka yang terdiam seperti patung.
"Putra pertama dan putri kalian akan diberikan keistimewaan kecerdasan sehingga apapun yang di baca langsung mengingatnya sampai kapanpun, sangat cepat menguasai berbagai seni bela diri. Hanya saja ..."
"Hanya saja apa?' tanya Alessandra dengan wajah kuatir.
"Putra kalian akan mendapatkan keistimewaan menciptakan alat - alat yang sangat canggih sedangkan putri Kalian akan mendapatkan keistimewaan membaca pikiran orang lain termasuk keluarganya."
"Aduh bikin kaget saja, Aku pikir ke dua anak kembar Kami dalam bahaya." Ucap Alessandra kemudian menghembuskan nafasnya dengan lega.
"Justru itu karena kepintaran ke dua anak Kalian membuat nyawa ke dua anak Kalian dalam bahaya."
"Apa? Mana bisa?" tanya Alessandra dengan wajah terkejut.