Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 40



("Tentu saja bisa, tunggu ya." ucap dokter Alesandra).


("Oke. Bye." Pamit dokter Karen).


("Bye." jawab dokter Alesandra).


Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian dokter Karen meletakkan ponselnya di atas meja lalu berbaring di ranjang sambil menatap ke arah langit - langit kamarnya.


Dokter Karen mengusap wajahnya dengan kasar kemudian mengambil laptop milik suaminya yang di tinggal di kamarnya.


"Tadi Aku mendengar suamiku tidak bisa meminum alkohol, kenapa ya?" tanya dokter Karen pada dirinya sendiri.


Dokter Karen membuka laptopnya untuk mengetahui masa lalu David setelah tiga jam lebih akhirnya dokter Karen tahu semua masa lalu David membuatnya semakin sedih dan merasa sangat bersalah karena perbuatan orangtuanya David sangat menderita.


"Hiks... hiks.. Maafkan Aku honey. Aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan meninggalkan mu sampai kamu memang menginginkan Aku pergi dari kehidupanmu. Aku akan berusaha membahagiakanmu walau Aku harus menderita sekalipun." ucap dokter Karen sambil terisak.


Tidak berapa lama pintu kamarnya di ketuk seseorang membuat dokter Karen menghapus air matanya kemudian mematikan laptop milik David dan menyimpan di tempat semula.


'Aku harap di pesta itu honey menemukan penggantiku. Aku merelakan mu honey asal honey bahagia." ucap dokter Karen sambil berjalan ke arah pintu.


Dokter Karen melihat seorang pelayan hotel membawa dua minuman dan cemilan untuk diberikan ke dokter Karen. Dokter Karen pun menerimanya kemudian pelayan hotel membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan dokter Karen sendirian.


Dokter Karen menutup pintu kemudian berjalan ke arah meja dekat ranjang lalu meletakkan nampan. Setelah selesai dokter Karen menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil menunggu kedatangan dokter Alesandra.


xxxx


Di Acara Pesta Ulang Tahun Pernikahan Klien


David keluar dari kamarnya bertepatan dengan keluarnya Michael dari kamar yang berada di sebelahnya. Mereka berjalan menuju ke pintu lift dan menekan tombol 15 tempat diadakan acara pesta ulang tahun pernikahan klien.


Banyak para gadis dan wanita menatap kagum karena melihat dua pria tampan terlebih David karena David paling tampan dari Michael. Para gadis dan wanita berusaha menarik perhatian David tapi seperti biasa David sangat dingin terhadap gadis maupun wanita. David dan Michael menemui kliennya untuk mengucapkan selamat.


Di tempat yang sama di mana dokter Alesandra bersama temannya hadir di pesta pesta ulang tahun pernikahan orang tua temannya di hotel xxxx. Dokter Alesandra menyimpan ponselnya ke dalam tasnya sambil melirik ke arah Michael yang sedang menatap dirinya.


"Pria itu sejak tadi menatapmu tanpa berkedip sampai kamu menghubungi seseorang wajahnya tiba - tiba langsung berubah seperti menahan amarahnya. Sepertinya pria itu menyukaimu, kamu dekati pria itu saja dan Aku dekati pria yang ada di sebelahnya." Ucap temannya yang sangat tertarik dengan David di mana David pria paling tampan di pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya.


"Pria yang kamu taksir sudah menikah jadi jangan dekati pria itu." Ucap dokter Alesandra.


"Aku pergi dulu menemui temanku." Sambung dokter Alesandra sambil berjalan meninggalkan pesta tersebut.


Dokter Alesandra memang tahu kalau Michael memperhatikan dirinya namun dokter Alesandra tidak memperdulikan keberadaannya sedangkan Michael yang sangat cemburu berjalan ke arah dokter Alesandra yang pergi meninggalkan pesta.


'Aku sudah memperingatkanmu tapi jika Kamu tetap memaksa jangan salahkan Aku jika kamu mati di bunuh oleh Kak David.' Sambung dokter Alesandra dalam hati sambil masih berjalan.


"Pasti mau menemui seorang pria untuk di ajak cinta satu malam." Ucap Michael yang bertentangan dengan kata hatinya.


Dokter Alesandra yang mendengar suara yang sangat familiar membalikkan badannya dan menatap kesal ke arah Michael. Dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengatur emosinya.


"Kenapa Tuan Michael bilang begitu?" Tanya dokter Alesandra.


"Karena tadi kamu menghubungi seseorang dan pasti orang itu yang akan kamu temui." Jawab Michael.


"Apakah Aku serendah itu?" Tanya dokter Alesandra sambil berjalan ke arah Michael.


"Apakah Aku orang yang sangat jahat sampai Tuan Muda Michael selalu mengusikku? Selama ini Aku selalu berbuat baik tapi selalu disalah artikan karena itulah Aku menghindar dari Tuan Muda Michael agar tidak mengusikku lagi tapi ternyata Aku salah." Sambung dokter Alesandra sambil menatap Michael dengan tatapan sendu.


"Aku pergi meninggalkan pesta karena sahabatku Karen sedang bersedih dan Aku ingin menemuinya untuk menghiburnya. Jika Tuan Muda Michael tidak percaya, silahkan di cek." Ucap dokter Alesandra sambil membalikkan badannya.


"Oh ya satu lagi Aku tidak akan mengusik Tuan Muda Michael dan Aku harap Tuan Michael jangan mengusikku. Anggap saja kita tidak saling mengenal." Sambung dokter Alesandra sambil berjalan meninggalkan Michael.


Jantung Michael berdetak kencang ketika mendengar ucapan dokter Alesandra. Michael ingin sekali mengejar dokter Alesandra namun itu tidak mungkin mengingat David pasti sedang menunggu dirinya.


"Maafkan perkataanku, setelah pesta ini selesai Aku akan mencarimu dan meminta maaf." Ucap Michael yang tidak ingin mereka saling tidak mengenal.


Michael terpaksa membalikkan badannya dan berjalan ke arah di mana David berbicara dengan rekan bisnisnya. Sedangkan dokter Alesandra melanjutkan langkahnya menuju ke kamar di mana dokter Karen menginap.


Sampai di depan pintu dokter Alesandra mengetuk pintu dan tidak berapa lama dokter Karen membuka pintu kamarnya dan melihat dokter Alesandra berdiri di depan pintu. Dokter Alesandra memeluk tubuh dokter Alesandra kemudian menangis membuat dokter Alesandra menepuk perlahan punggung dokter Karen.


"Kita bicara di dalam kamar saja soalnya tidak enak di lihat orang lain." Ucap dokter Alesandra yang melihat beberapa orang yang lewat menatap mereka dengan tatapan jijik.


Dokter Karen menganggukkan kepalanya kemudian melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter Alesandra. Mereka masuk ke dalam kamar kemudian dokter Karen menceritakan apa yang telah terjadi.


"Sttttt... Sudah, jangan bersedih lagi. Kamu berdoa saja semoga Kak David menyadari perasaannya karena Aku merasa Kak David sudah mulai ada perasaan." Jawab dokter Alesandra berusaha menghibur dokter Karen.


"Semoga saja." Jawab dokter Karen penuh harap.


Merekapun mengobrol hingga sepuluh menit kemudian dokter Alesandra memberikan satu botol ke dokter Karen.


"Obat tablet ini bisa memperbaiki ginjal Kak David yang rusak asal diminum dengan rutin." Ucap dokter Alesandra.


"Terima kasih. Aku akan mencoba agar Kak David mau meminum obatnya." Ucap dokter Karen sambil menerima obat tersebut.


"Oke. Kalau begitu Aku kembali ke pesta." Ucap dokter Alesandra sambil turun dari ranjang.


"Oke. Maaf ngerepotin kamu terus." Ucap dokter Karen.


"Tidak kok, santai saja." Ucap dokter Alesandra sambil tersenyum.


Dokter Alesandra berjalan meninggalkan kamar tersebut sedangkan dokter Karen menyimpan obat tersebut ke dalam tasnya kemudian berbaring di ranjang. Tidak membutuhkan waktu lama dokter Karen tidur dengan pulasnya.


Dokter Alesandra kembali ke pesta dan melihat temannya bersama orang tuanya hingga dirinya melihat David menemui orang tua temannya dan seperti biasa diikuti oleh Michael.


"Tuan Ferguson dan nyonya Ferguson selamat atas pernikahan yang ke 50." ucap David sambil memberikan selamat ke mereka berdua.


"Terima kasih Tuan David. Oh iya perkenalkan ini putri kami Stefanie lulusan S2 jurusan bisnis dengan nilai A plus yang akan menggantikan Aku." ucap Ferguson memperkenalkan putri semata wayangnya.


Tangan Stefanie diarahkan ke David dan David membalas salaman Stefanie.


"Hallo Nona Stefanie." sapa David sambil melepaskan tangannya yang sedang bersalaman tapi Stefanie tidak mau melepaskannya.


"Tuan David belum menikah kan?" tanya Stefanie tanpa basa basi.


"Memangnya kenapa?" tanya David tanpa menjawab pertanyaan Stefanie.


Michael seperti biasa berdiri di belakang David sambil melihat sekeliling ruangan untuk menjaga David dari musuh yang ingin menyerang David secara diam - diam.


"Kamu pergilah!" usir Stefanie ke arah Michael sambil mengibaskan tangannya karena tangan kanannya ditarik David.


'Tuan Muda David.' Ucap Michael dengan suara berbisik agar tidak di dengar orang lain.


Michael melakukan hal itu karena Michael meminta pendapat David karena yang berhak mengusirnya adalah David bukan orang lain.


'Kamu pergilah tapi jangan jauh dariku.' Ucap David dengan suara ikut berbisik.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael dengan patuh.


Michael pun pergi tapi tidak terlalu jauh agar bisa memantau David sambil melihat sekeliling ruangan tersebut.


'Huh... sombong banget gadis itu, masih baik Nyonya Karen yang masih menghargai orang lain. Walau orang tuanya dulu sangat jahat tapi Nyonya Karen sangat baik dan sopan sama semua orang. Aku harap Tuan Muda David bisa melupakan dendamnya dan hidup bahagia dengan Nyonya Karen.' ucap Michael dalam hati.


Alesandra yang melihat Michael sedang menatap sekeliling ruangan membuat dokter Alesandra membalikkan badannya dan menyembunyikan diri dari pandangan Michael.


"Maaf tadi bicara apa?" tanya ulang David sambil tersenyum padahal menahan amarahnya.


"Apakah Tuan David sudah menikah? Kalau belum Aku bersedia menjadi istri Tuan tapi kalau sudah Aku bersedia menjadi yang ke dua." ucap Stefanie tanpa punya rasa malu sedikitpun.


'Aku tidak percaya dengan perkataan Alesandra kalau pria tampan di depanku ini sudah menikah karena tidak bersama istrinya. Walau sudah menikahpun Aku akan merebutnya karena Aku sangat yakin kalau pria tampan ini tidak mencintai istrinya.' Sambung Stefanie dalam hati.


"Benarkah?" tanya David sambil menaikkan salah satu alis matanya.


"Ya benar." Jawab Stefanie dengan nada yakin.


"Kenapa ingin menikah denganku?" tanya David penasaran.


"Karena Tuan sangat tampan dan juga kaya kalau dua perusahaan raksasa digabungkan menjadi satu maka harta tidak akan habis tujuh turunan." Jawab Stefanie.


"Tapi sayangnya Aku sama sekali kurang tertarik." ucap David dengan nada dingin.


"Kenapa Tuan David? Aku sangat cantik di tambah aset kekayaan milik orang tuaku sangat banyak." Ucap Stefanie yang tidak terima akan penolakan David di mana David menolaknya tanpa banyak berpikir.


"Karena Aku sudah menikah dan Aku sangat mencintai istriku." Jawab David tanpa sadar.


"Aku bersedia menjadi yang ke dua." ucap Stefanie sambil memegang tangan David tapi David langsung menepis tangannya.


"Maaf sekali lagi Aku tidak tertarik dan maaf Aku ingin bertemu dengan relasi bisnis." ucap David sambil membalikkan badannya meninggalkan Stefanie seorang diri.


'Si*l tidak ada satupun yang berani menolakku apalagi pesonaku ini membuat para pria bertekuk lutut pada ku. Baik Tuan David mendapatkan mu secara baik - baik tidak bisa maka Aku akan melakukannya secara halus karena bagaimanapun kamu harus menjadi milikku." ucap Stefanie dalam hati sambil memandang David yang sedang mengobrol dengan relasi bisnis bersama Michael.


Stefanie memberi kode ke arah pelayan dan pelayan itu pun mengerti arti kode Stefanie. Pelayan itupun pergi ke dapur dan membawa 3 gelas minuman kemudiaan berjalan ke arah David yang sedang mengobrol dengan relasi bisnis nya.


"Tuan - tuan silahkan minum." ucap seorang pelayan.


David tanpa curiga mengambil gelas yang berisi anggur begitu pula dengan Michael dan relasi bisnisnya. Seorang pelayan yang lain datang mendekati David.


"Maaf Tuan David, Tuan kami ingin mengobrol dengan Tuan David." ucap seorang pelayan sambil menunjukkan ke arah Tuan Ferguson.


"Ok. Michael dan Tuan Felix maaf Aku ke sana sebentar." ucap David sambil meminum alkohol hingga habis dan memberikan ke arah pelayan yang membawa nampan.


"Baik Tuan David." jawab Felix.


Felix dan Michael mulai mengobrol sedangkan David berjalan ke arah tuan Ferguson. Felix dan Michael hendak meminum gelas yang berisi alkohol tapi 2 orang wanita cantik sengaja pura - pura terjatuh membuat gelas yang di pegang oleh Michael dan Felix terjatuh mengenai pakaiannya.


"Maaf tuan saya tidak sengaja." ucap ke dua wanita itu dengan serempak.


Tanpa menjawab Michael pergi meninggalkan tempat tersebut dan berjalan ke arah toilet untuk membersihkan jasnya. Sedangkan dokter Alesandra hanya menatap kepergian Michael tanpa memanggilnya.


"Karena kamu menumpahkan minumanku kamu harus menemaniku malam ini." ucap Felix pria gendut dan pendek tersebut.


"Maaf Tuan, Saya tidak bisa." tolak wanita cantik itu dengan wajah yang mulai memucat.


"Kalau Nona menolak nya maka Aku akan menyuruh anak buahku untuk melakukannya bersama - sama. Pilih denganku atau bersama dengan 6 anak buahku." ancam Felix pria gendut dan jelek itu.


"Baiklah dengan Tuan saja." jawab wanita cantik itu dengan pasrah.


"Bagus." Ayo ikut saya dan kamu juga yang sudah menumpahkan minuman temanku, hari ini kita bermain bertiga." ucap Felix sambil tersenyum senang karena mendapatkan mangsa baru.


Felix menarik ke dua tangan wanita cantik itu menuju ke kamarnya yang kebetulan menginap di hotel yang sama dengan acara pesta ulang tahun pernikahan relasi bisnisnya untuk melakukan hubungan suami istri. Felix sangat menyukai bermain dengan pasangan lebih dari satu orang.


'Dasar pria tidak punya rasa malu, akan Aku buat punyamu tidak bisa berdiri.' Ucap dokter Alesandra dalam hati sambil memasukkan sesuatu ke dalam minumannya kemudian berjalan ke arah Felix.


Dokter Alesandra mengambil gelas anggur dengan tangan kirinya kemudian berjalan dengan langkah cepat hingga akhirnya dirinya memanggil Felix.


"Tuan, maukah minum bersamaku?" Tanya dokter Alesandra sambil menyerahkan segelas anggur dengan tangan kanannya.


"Tentu saja mau." Jawab Felix sambil tersenyum mesum melihat betapa cantik dan seksinya dokter Alesandra.


Felix menerima gelas yang berisi anggur sedangkan tangan kiri dokter Alesandra yang memegang anggur mengangkat anggurnya ke atas untuk melakukan tos. Dokter Alesandra dan Felix meminum anggur tersebut hingga habis tanpa sisa sedikitpun.


"Sudah habis, apakah Nona mau ikut denganku?" Tanya Felix sambil tersenyum mesum.