Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 8



"Aku tahu apa yang Kak Michael pikirkan dan Aku sangat yakin kalau apa yang Kak Michael inginkan bisa terkabul jika Kak Michael mau operasi wajahnya." Ucap Alessandra.


"Tapi jika ada orang yang menghinaku bagaimana?" tanya Michael agak ragu.


"Sebelum Aku menjawab, Aku ingin memberikan nasehat untuk Kakak. Apakah mereka memberi makanan untuk Kakak? Pasti jawabannya tidak. Jadi kenapa Kakak harus takut untuk bertemu dengan Mereka? Jika mereka menghina Kak Michael biarkan saja yang penting kakak tidak menyusahkan mereka. Jangan pedulikan perkataan Mereka karena yang penting ada niat Kakak untuk sembuh." ucap Alessandra sambil menggenggam tangan Michael.


"Baiklah tapi kakak minta untuk mendampingi kakak dan jangan pergi dariku walau orang menghinaku." Pinta Michael dengan wajah sendu sambil membalas menggenggam tangan Alessandra.


"Baik, Aku akan dampingi Kakak." Ucap Alessandra.


"Sungguh Kamu akan dampingi Kakak?" Tanya Michael tidak percaya.


"Sungguh." Jawab Alessandra.


"Aku ingin Kamu berjanji kalau kamu selalu ada di sisiku." Ucap Michael.


"Aku janji Kak, jadi Kakak tenang saja." jawab Alessandra meyakinkan Michael.


"Sekarang Kita pergi ke tempat Paman Ku." Sambung Alessandra yang ingin secepatnya merubah wajah Michael.


"Baik." Jawab Michael.


Merekapun keluar dari kamar Michael di mana Alessandra mendorong kursi roda Michael. Alessandra mendorong kursi roda ke arah lift kemudian menekan tombol.


ting


Pintu lift terbuka Mereka berdua masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian Alessandra menekan tombol lantai satu.


"Kalau tidak berhasil bagaimana?" Tanya Michael.


"Pasti berhasil." Jawab Alessandra.


'Obatnya tidak di jual dan hanya ada di dunia Kami di mana tidak perlu melakukan operasi wajah. Bahkan obat milik Kami bisa merubah wajahnya menjadi sangat tampan ataupun bertambah sangat cantik seperti diriku.' Ucap Alessandra narsis.



'Astoge bikin kaget.' Ucap Alessandra dalam hati.


Bagaimana tidak, tiba-tiba kucing tersebut muncul tepat di depan Alessandra sambil menjulurkan lidahnya.


"Ada ada Alessandra?" Tanya Michael yang melihat wajah Alessandra seperti orang yang sedang terkejut melihat sesuatu.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Alessandra berbohong.


Alessandra tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya karena Michael tidak bis melihat kucing.


Ting


Ketika Michael ingin bertanya bersamaan pintu lift terbuka membuat Michael tidak jadi bertanya. Alessandra mendorong kursi roda menuju ke arah ruang keluarga dan Mereka bertemu dengan Mommy Elisabeth.


"Kalian berdua, mau kemana?" tanya Mommy Elisabeth.


"Kami akan pergi Tante mau ke rumah sakit mengecek kondisi kak Michael." ucap Alessandra.


Waktu Tiba - Tiba Berhenti


"Tunggu, maksudnya sekarang mengecek kondisi Tuan Michael?"


"Bukankah semalam Aku cerita kalau sistem akan menyamar menjadi Pamanku?" Tanya Alessandra.


"Memang benar tapi Aku pikir besok atau lusa."


"Lebih cepat lebih baik dan sekarang buat dan aturlah rumah sakit di mana hanya ada beberapa pasien dari masa depan yang tidak pernah menghina orang lain." Ucap Alessandra.


Tanpa banyak bicara kucing tersebut menghilang dan waktu kembali seperti semula.


"Benarkah?" tanya Mommy Elisabeth tidak percaya karena setahu Mommy Elisabeth anaknya susah untuk di bujuk.


"Benar Tante, tante mau ikut?" tanya Alessandra.


"Tunggu ya tante siap - siap dulu." pinta Mommy Elisabeth penuh semangat.


" Baik tante." jawab Alessandra dengan nada lembut.


Setelah agak lama merekapun berangkat bersama bodyguard menuju ke rumah sakit. Di dalam perjalanan mobil berhenti karena rambu lalu lintas berwarna merah Michael tanpa sengaja menengok ke arah samping melihat Valen kekasihnya sedang berciuman sambil tangan cowok tersebut memainkan dua gunung kembarnya.


Michael sangat kesal membuat tangannya mengepal menahan amarah yang memuncak. Alessandra melihat Michael menengok ke arah samping karena penasaran Alessandra melihat kejadian tersebut.


Alessandra mengerti tangan kanannya langsung memegang tangan kanan Michael sedangkan tangan kirinya membelai punggung Michael untuk mengurangi emosinya.


Michael mulai tenang kemudian menghembuskan nafasnya secara perlahan.


Kemudian lampu lalu lintas berwarna hijau merekapun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit.


Singkat cerita sampailah mereka di rumah sakit buatan sistem di mana orang luar hanya melihatnya taman kota. Mommy Elisabeth dan Michael tidak tahu kalau Mereka berjalan ke taman kota karena Mereka hanya melihat taman rumah sakit yang sangat indah dan nyaman.


"Kok Mommy baru tahu ada rumah sakit seperti ini?" Tanya Mommy Elisabeth dengan wajah bingung.


"Michael juga Mom." Jawab Michael dengan wajah ikut bingung.


"Rumah sakit ini tempatnya terpencil karena itulah semua orang tidak begitu tahu." Jawab Alessandra.


Mommy Elisabeth dan Michael hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mommy Elisabeth, Michael dan Alessandra masuk ke ruangan dokter. Michael berbaring ditemani Alessandra yang berdiri disampingnya. Michael memegang tangan Alessandra merasa takut jika tidak berhasil.


Setelah di cek seluruhnya dokter mengatakan kalau besok pagi baru Michael bisa melakukan operasi karena kebetulan jadwal dokter lagi kosong.


'Kenapa tidak sekarang saja?' Tanya Alessandra.


Waktu Mendadak berhenti


"Wajahnya sudah lama rusak karena itulah sistem akan membuatkan obat herbal agar wajahnya kembali seperti semula di tambah obat agar Tuan Michael bertambah tampan."


Alessandra hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan waktu kembali seperti semula.


Alessandra mandi membersihkan diri karena badannya terasa lengket. Selesai berpakaian dan hendak mengambil buku novel ponselnya berbunyi ada wa, Alessandra mengurungkan niatnya dan mengambil handphone miliknya ada chat dari seseorang yang tidak dikenal oleh Alessandra


✉️ Lagi apa


✉️ Mau baca buku, maaf ini siapa


✉️ Michael


✉️ Maaf, Aku tidak tahu. Darimana tahu nomerku?


✉️ Tidak apa - apa simpan ya nomerku, tanya Mommy. Hehehe🤗🤗"


✉️ 👌


✉️ Aku takut.


✉️ Takut kenapa?


✉️ Takut tidak berhasil operasinya


✉️ Berdoa saja karena semua sudah di atur oleh Tuhan.


✉️ Terima kasih ya.


✉️ Terima kasih untuk apa 🤔 ya?


✉️ Kamu baik padaku, jika tidak berhasil apakah kamu masih mau berteman denganku?


✉️ Aku akan pergi jika Kak Michael sudah tidak menginginkan aku lagi.


✉️ Tidak mungkin aku seperti itu.


✉️ Kita lihat nanti


✉️ Apakah kamu sudah punya pacar


✉️ Belum, kenapa? mau daftar ya😍😚?


✉️ Boleh


✉️ " 🤔🤨"


✉️ Kenapa?


✉️ " Tidak, Kak Michael ternyata humoris juga ya? apalagi kalau tersenyum tambah tampan aja☺☺😍😍😍.


✉️ Meledek ya wajahmu serem begini 😔😢


✉️ Itukan kata Kak Michael, kalau kataku Kak Michael tampan dan baik sama Alessandra walau terkadang takut


✉️ Tuh Kan benar kamu takutkan padaku 😭😭😭


✉️ Kakak salah, Alessandra takut jika suatu saat nanti kakak melupakanku apalagi penampilanku yang culun seperti ini.


✉️ Tidak mungkinlah aku seperti itu, siapa bilang kamu culun? kamu cantik kok seperti hatimu cantik. Banyak orang cantik tapi di dalam hatinya busuk, sudah malam tidurlah. Mimpi indah ya😍😍.


✉️ Ok kakak tampan, mimpikan Alessandra ya😍😘.


Alessandra meletakkan handphonenya sambil tersenyum. Alessandra berusaha menepis semua rasa karena dirinya tidak mungkin bisa bersama Michael.


Hal itu dikarenakan jika tugasnya sudah selesai maka Alessandra akan pergi meninggalkan Michael dan melanjutkan menjalankan misi berikutnya. Alessandra tertidur pulas dan berharap esok lebih baik dari hari kemarin.


Pagi hari Alessandra sudah bersiap dan menunggu Michael datang. Setelah datang mereka melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


Singkat cerita, Mommy Elisabeth dan Alessandra menunggu di ruang operasi. Doa tak henti - hentinya diucapkan di mulut manis Mommy Elisabeth dan Alessandra.


Empat jam lamanya mereka menunggu akhirnya lampu merah operasi padam dan keluarlah dokter dan mengabarkan berjalan lancar.


Michael dimasukkan di ruang rawat inap VVIP. Alessandra dan Mommy Elisabeth menunggu Michael tersadar dari obat bius.


Menurut dokter besok siang baru boleh dibuka perbannya. Alessandra duduk di samping ranjang Michael sedangkan Mommy Elisabeth ibunya Michael tertidur di sofa.


'Kenapa lama sekali? Bukannya tinggal di kasih obat saja?' Tanya Alessandra dalam hati.


Waktu Mendadak Berhenti


"Memang benar tinggal kasih obat langsung selesai tapi Mereka akan curiga masa hanya satu menit."


"Oh iya ... ya..." Ucap Alessandra sambil tersenyum.



"Lama-lama ingin Aku tarik lidahnya." Ucap Alessandra sambil mengarahkan tangannya ke arah lidah kucing namun keburu di tarik.


Waktu kembali seperti semula


Alessandra menatap ke arah Michael hingga tanpa sadar Alessandra berbicara.


"Kak Michael, jujur kukatakan padamu kebersamaan kita selama ini aku mulai menyukaimu tapi Aku takut...Aku takut terluka seperti dulu... Tahukah Kak, dulu Aku mempunyai kekasih kami putus sangat menyakitkan dia menghinaku, merendahkan ku didepan banyak orang. Aku berusaha tegar untuk tidak menangis di depan orang terlebih di depan Daddy di mana aku berusaha untuk tersenyum tapi hatiku sakit. Jika di malam hari atau ketika hujan aku menangis menghilangkan rasa sesak di dadaku. Ketika bertemu dengan kakak kesedihanku terobati kehadiran Kakak sangat berarti bagiku. Terima kasih kak atas kebersamaan kita selama ini semoga Tuhan membalas kebaikan kakak." ucap Alessandra panjang lebar.


"Saat ini aku masih dekat denganmu tapi aku tidak tahu jika wajahmu kembali seperti dulu apakah kakak masih ingin berteman denganku? Jika kakak memang seperti itu nantinya aku tidak akan marah kak? mungkin sudah menjadi takdirku. Aku tidak akan membencimu, aku tulus mencintaimu dan aku harap Kakak menemukan wanita yang tulus mencintai kakak seperti aku mencintaimu tanpa syarat ." ucap Alessandra.


Alessandra berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk menghapus airmata yang tidak berhenti. Sebenarnya Michael sudah tersadar dan ingin memanggil Alessandra tapi ketika mendengar curahan hati Alessandra hatinya merasa sakit dan ingin memukul laki - laki yang sangat jahat sekaligus laki - laki yang tidak punya perasaan.


"Kenapa Aku menangis? Kenapa Aku mengatakan semuanya? Padahal Aku tahu kalau Kak Michael sudah sadar. Apa yang harus Aku katakan di depan Kak Michael." Ucap Alessandra sambil memandangi wajahnya di depan cermin.


"Apa yang Nona katakan adalah curahan hati pemilik tubuh di mana dirinya sudah meninggal dunia karena kekasihnya mengkhianati pemilik tubuh."


"Apa yang Nona lakukan membuat Pemilik tubuh merasa nyaman bersama Tuan Michael."


"Tapi pemilik tubuh sudah meninggal dunia lalu untuk apa Aku tetap menjalankan misi ini?" Tanya Alessandra dengan wajah bingung.