
"Jika Suamiku benar-benar mencintaiku maka ganti lah dokter pria dan seandainya Aku sakit maka Aku akan menggunakan jasa dokter wanita tapi bukan dokter Bela." Ucap Alessandra.
"Tapi tidak ada sebaik dokter Bela." Ucap dokter Bela penuh percaya diri.
"Aku tidak percaya dengan apa yang dokter Bela katakan karena Aku sangat yakin kalau suamiku yang paling tampan dan paling kaya pasti dengan sangat mudah mencari dokter yang melebihi dokter Bela. Benar begitu Sayang?" Tanya Alessandra.
'Nanti malam lakukan sepuasnya pada tubuhku asalkan dokter Bela di ganti.' Sambung Alessandra dengan cara berbisik tepat di telinga Leon sambil menyentuh wortel import milik Leon.
Leon memejamkan matanya menikmati sentuhan Alessandra sedangkan Alessandra tersenyum menyeringai dengan menatap ke arah dokter Bela.
'Dasar wanita ja x lang.' Ucap dokter Bela dalam hati.
'Cihhhhh... yang pantas di sebut ja x lang itu ya kamu.' Ucap Alessandra dalam hati.
'Kita lihat siapa yang menang, Aku atau Kamu.' Ucap Alessandra dalam hati sambil membelai wortel import milik Leon.
"Sayang ... Ahhhhhhhh..." Ucap Leon dengan mengeluarkan suara merdunya.
"Mau yang lebih dari ini?" Tanya Alessandra.
"Ya." Jawab Leon yang sudah kecanduan dengan tubuh Alessandra.
"Pecat dokter Bela, Aku akan memberikan sesuatu yang membuat suamiku merem melek." Ucap Alessandra.
"Kamu di pecat." Ucap Leon.
"Apa? Tuan Leon sungguh memecatku?" Tanya dokter Bela tidak percaya.
"Dokter Bela di pecat dan jangan pernah mengganggu hubungan Kami ataupun ada rencana jahat untuk memisahkan hubungan Kami. Karena Kami saling mencintai jadi carilah pria lain." Ucap Alessandra yang menjawab pertanyaan dokter Bela sambil tangannya di kibaskan seperti mengusir anak ayam.
"Diam Kamu ja x lang!" Bentak dokter Bela.
Plak
Bela memegangi pipi kanannya yang terasa sangat panas di tambah sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Ingat Bela, jangan sekali-kali mengusik istriku karena seujung kuku Kamu berani menyakiti istriku maka Aku tidak segan-segan untuk membunuhmu." Ucap Leon sambil menatap dokter Bela dengan tatapan tajam.
"Sekarang pergilah! Sebelum Aku benar-benar menghukum mu!" Usir Leon.
Dokter Bela hanya terdiam namun dalam hatinya menahan amarahnya kemudian pergi meninggalkan Leon dan Alessandra.
Grep
"Sayang." Panggil Alessandra sambil menggenggam tangan Leon.
Hal itu dilakukan agar amarah Leon tidak meledak-ledak. Leon yang tangannya di genggam oleh Alessandra perlahan amarahnya mulai mereda.
"Ya." Jawab Leon setelah dirinya bisa mengatur emosinya.
"Gaun pengantin yang Aku pakai ini di ganti yang lain ya." Pinta Alessandra.
"Gaunnya cantik dan pas di tubuhmu." Ucap Leon.
"Aku ingin membuat sketsa gaun pengantin dan juga pakaian pengantin untuk suamiku di mana tidak ada orang yang menggunakannya." Ucap Alessandra.
'Aku akan meminta sistem untuk membuatkan pakaian pengantin yang sangat indah sesuai sketsa yang Aku buat. Anggap saja hadiah dariku untuk pernikahan pemilik tubuh dengan Kak Leon.' Sambung Alessandra dalam hati.
"Sayangku bisa membuat sketsa pakaian pengantin Kita?" Tanya Leon dengan wajah terkejut.
"Tentu saja, Aku ingin suamiku semakin bertambah tampan dengan memakai pakaian pengantin mengalahkan para tamu undangan." Jawab Alessandra sambil tersenyum.
"Peringatan sistem ... Peringatan sistem ...."