Alessandra

Alessandra
Novel : Suamiku Seorang Psycophath 21



'Ada apa?' Tanya Alessandra dalam hati.


Waktu Berhenti


"Ada dua orang karyawan Tuan Leon yang merupakan mata-mata musuh. Nanti dalam perjalanan ada mobil hitam mengikuti Kalian dari arah belakang. Di jalan yang sepi mobil Kalian berhenti karena ada mobil hitam menghalangi mobil Kalian hingga kalian berempat di serang oleh delapan pria bersenjata."


"Bukankah di alur cerita tidak ada penyerangan?" Tanya Alessandra.


"Memang benar tapi alur ceritanya berubah karena itulah alurnya juga ikut berubah."


"Kami pergi hanya berempat dan bisa saja Kak Leon terluka." Ucap Alessandra.


"Tugas Nona adalah melindungi Tuan Leon dari serangan para musuh."


"Baiklah kalau begitu Aku ada rencana tanpa mengeluarkan tenaga ekstra." Ucap Alessandra sambil tersenyum menyeringai.


"Senyuman Nona sangat mengerikan."


"Hehehehe." Tawa Alessandra.


Waktu berjalan seperti tidak terjadi apa-apa


Leon dan Alessandra masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dengan di temani oleh temannya yang juga bodyguard dan duduk di samping pengemudi.


"Kak Leon." Panggil Alessandra.


"Ya." Jawab Leon singkat sambil memalingkan wajahnya ke arah samping untuk menatap wajah cantik Alessandra.


"Bisakah Aku minta satu hal dari Kak Leon?" Tanya Alessandra.


"Apa itu?" Tanya Leon.


Grep


'Bisakah Kak Leon ... (menjeda kalimatnya) ... menahan amarahnya dengan tidak menghukum orang dengan kejam?' Tanya Alessandra dengan suara berbisik agar ke dua bodyguard milik Leon tidak mendengarnya sambil menggenggam tangan Leon.


"Aku akan mencobanya." Jawab Leon.


"Terima kasih." Jawab Alessandra.


"Untuk?" Tanya Leon dengan wajah bingung.


'Mau mencoba menahan amarahnya.' Jawab Alessandra dengan suara berbisik.


Leon hanya tersenyum sambil mengusap rambut Alessandra dengan lembut.


Waktu Tiba-tiba Berhenti


"Peringatan sistem... Peringatan sistem... Sebentar lagi ada satu mobil warna hitam yang mengikuti mobil milik Tuan Leon."


"Ok." Jawab Alessandra singkat.


Waktu berjalan seperti tidak terjadi apa-apa


"Kak Leon." Panggil Alessandra sambil mengambil ponsel nya dari dalam tas nya kemudian pura-pura mengutak atik ponselnya.


"Ya." Jawab Leon singkat sambil menatap ke arah spion mobil depan.


"Ada mobil hitam mengikuti mobil Kita." Ucap Alessandra.


"Kakak tahu, percepat mobilnya!" Perintah Leon sambil mengambil ponselnya dari saku jasnya.


"Baik Tuan." Jawab anak buahnya dengan patuh.


"Lebih baik kurangi mobilnya karena sebentar lagi di jalan yang sepi sudah ada mobil satu lagi yang menunggu Kita." Ucap Alessandra sambil menatap ke arah ponselnya.


"Kalau begitu kurangi kecepatan mobilnya!" Perintah Leon.


"Baik Tuan." Jawab bodyguard tersebut yang merangkap sebagai sopir.


"Kak Leon percaya dengan apa yang Aku katakan?" Tanya Alessandra dengan wajah terkejut.


"Tentu saja Kakak percaya padamu, nanti di depan sana Kamu turun lah dari mobil." Jawab Leon.


"Kenapa Aku turun?" Tanya Alessandra dengan wajah terkejut.


"Karena Kakak tidak tega Kamu terluka karena itulah kenapa Kamu turun." Jawab Leon.


"Bagaimana dengan Kak Leon?" Tanya Alessandra.


"Jangan perdulikan Kakak, jika sesuatu terjadi denganku maka Kamu boleh menikah lagi dengan pria lain." Ucap Leon.


"Aku tidak bersedia, Aku akan membantu Kak Leon untuk bertarung karena kebetulan Aku bisa berkelahi." Ucap Alessandra yang tidak tega meninggalkan Leon.


'Kenapa hati kecilku tidak tega meninggalkan Kak Leon? Apakah ini perasaan pemilik tubuh?' Tanya Alessandra dalam hati.


"Jika Kamu ikut bersamaku yang ada Aku tidak bisa konsentrasi melawan mereka karena Aku sangat yakin mereka akan menyerang kelemahan ku yaitu Istriku. Kamu adalah kelemahanku jika istriku terluka maka Aku dengan mudah di serang oleh mereka. Ucap Leon.


"Suamiku jangan kuatir karena istri mu ini bisa melawan para musuh dan sekaligus bisa menjaga diri dari serangan musuh." Ucap Alessandra.


"Tapi ..." Ucapan Leon terpotong oleh Alessandra.


"Kalau Kak Leon sangat mencintaiku izinkan Aku bersama Kak Leon untuk melawan para musuh." Ucap Leon.


Leon hanya menganggukan kepalanya dan dalam hati nya sangat bersyukur karena Alessandra perduli pada dirinya.


Hingga di jalan yang sepi mobil mereka berhenti karena mobil hitam menghalangi jalan mobil mereka begitu pula mobil yang sejak tadi mengikuti mobil milik Leon yang berada di belakangnya.


"Ayo Kita keluar bersama melawan para musuh." Ajak Alessandra sambil membuka pintu mobil.


Leon dan ke dua bodyguardnya ikut membuka pintu mobil kemudian berjalan menyusul Alessandra.


"Siapa yang menyuruh Kalian?" Tanya Leon dengan nada dingin dan berwajah datar.