Alessandra

Alessandra
Novel : Pembalasan Alessandra 1



Tanpa diketahui oleh pria tersebut dan juga anak buahnya kalau ada dua pasang mata melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh pria tersebut sekaligus mengetahui kalau kuburan yang masih merah tersebut diledakkan hingga hancur berantakan termasuk nisannya.


Waktu tiba - tiba terhenti


"Pria itu siapa?" Tanya Alesandra sambil menahan amarahnya karena ke dua anaknya dalam bahaya.


"Salah satu keluarga dokter Valen di mana dokter Valen mati mengenaskan karena itu pria tersebut membalaskan dendam ke pemilik tubuh dan ke dua anak Kalian."


"Bukankah yang menyiksa dan membunuh suamiku? Apa hubungannya dengan ke dua anakku?" Tanya Alesandra.


"Memang benar tapi Tuan Michael sengaja dibiarkan hidup agar merasakan kesepian karena kehilangan istri dan ke dua anak kembarnya."


"Pria itu sangat jahat dan Aku ingin membunuhnya agar ke dua anak kembarku selamat dari bahaya." ucap Alesandra.


"Sayangnya tidak bisa, Nona harus menunggu selama satu tahun."


"Adakah cara lain misalnya Aku masuk ke tubuh gadis lain yang membutuhkan balas dendam?" Tanya Alesandra penuh harap.


"Sebentar.''


Sistem tersebut mulai mengutak atik laptopnya hingga lima belas menit kemudian sudah selesai.


"****Ada seorang gadis korban bully di mana sebentar lagi akan bunuh diri dengan cara melompat dari gedung kampus****."


"Kalau begitu berikan misi itu untuk diriku." Pinta Alesandra.


"****Baik****."


Sistem tersebut mulai mengutak atik laptopnya hingga lima menit kemudian Mereka menghilang dan mucul di sebuah gedung kampus yang sudah sepi karena sudah jam dua belas malam. Mereka melihat seorang mahasiswi bersiap melompat ke gedung membuat Alesandra melakukan salto menuju ke arah mahasiswi tersebut.


"Aku ingin ma ti saja karena ke dua orang tuaku akan bercerai gara - gara Ayahku akan menikah lagi dengan sahabatku." Ucap Mahasiswi tersebut dengan nada putus asa sekaligus menahan amarahnya.


"Aku akan membalas dendam untukmu." ucap Alesandra.


Mahasiswi tersebut sangat terkejut dengan perkataan Alesandra membuat mahasiswi tersebut membalikkan badannya.


"Kakak siapa?" Tanya gadis tersebut dengan wajah terkejut.


"Aku adalah sistem di mana membantu orang yang ingin melakukan balas dendam baik pria maupun wanita." Jawab Alesandra.


"Kakak jangan bercanda." Ucap Mahasiswi tersebut.


"Kakak tidak bercanda, ceritakan apa yang terjadi setelah itu Kakak akan membantumu." ucap Alesandra sambil menggenggam tangan Mahasiswi tersebut.


Entah kenapa mahasiswi tersebut sangat nyaman ketika tangannya di genggam oleh Alesandra kemudian Mahasiswi tersebut menceritakan apa yang terjadi namun sebelumnya Mereka duduk di bangku.


Di mana gedung yang paling atas di buat taman dan banyak bangku agar para mahasiswa dan mahasiswi bisa belajar dengan santai selain itu tersedia kantin yang menjual makanan ringan dan berat.


"Ceritakan apa yang terjadi." Pinta Alesandra.


"Tapi sebelumnya Kita berkenalan dulu." Ucap Mahasiswi tersebut.


"Oke. Nama Kakak Alesandra." ucap Alesandra memperkenalkan dirinya.


"Mungkin Kita berjodoh dalam arti Aku akan membantumu untuk membalaskan dendammu.'' Jawab Alesandra.


"Aku harap begitu karena Aku sangat dendam terhadap mantan sahabatku yang tidak tahu diri itu." Ucap Alesandra sambil menahan amarahnya.


"Ceritalah, Kakak akan mendengarnya." ucap Alesandra.


Alesandra pun menceritakan apa yang terjadi tanpa ada yang ditutupi sedangkan Alesandra yang satunya mendengarkan apa yang telah terjadi.


xxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Di mana Alesandra mempunyai sahabat sejak dirinya masih sekolah hingga Mereka masuk kuliah yang sama dan sahabatnya bernama Valen. Valen merupakan gadis miskin dan berasal dari desa, semua orang sering menghina Valen kecuali Alesandra.


Alesandra yang tidak tega membawanya tinggal di apartemen yang diberikan orang tuanya hingga suatu ketika orang tuanya meminta Alesandra dan Valen untuk tinggal di mansion.


Orang tua Alesandra tidak pernah melarang putrinya berteman dengan siapa saja tanpa memandang status karena manusia diciptakan sama karena itulah Alesandra mempunyai teman yang sangat banyak. Di tambah Orang tua Alesandra menganggap teman putrinya sebagai anggota keluarganya membuat teman - teman Alesandra merasa betah jika bermain ataupun menginap di mansion milik orang tuanya.


Selama Valen tinggal di mansion tidak ada kejadian yang mencurigakan sampai Mereka masuk kuliah. Orang tua Alesandra yang tidak tega Valen lulus SMA, langsung mendaftarkan Valen bersama putri semata wayangnya yang bernama Alesandra. Alesandra tidak marah ketika orang tuanya mendaftarkan Valen kuliah malah Alesandra sangat senang sekali karena Mereka bisa masuk kuliah di tempat yang sama.


Hingga suatu ketika Alesandra dan Valen pulang kuliah malam hari dan Mereka masuk ke dalam kamarnya masing - masing untuk istirahat. Tidak berapa lama terdengar suara mobil dari arah gerbang dan entah kenapa Valen keluar dari kamarnya dan berjalan untuk membukakan pintu utama.


"Paman, biarkan Aku yang membuka pintunya." Ucap Valen.


"Baik Nona." Jawab kepala pelayan tanpa curiga sedikitpun.


Kepala pelayan itupun berjalan meninggalkan Valen sedangkan Valen berjalan ke arah pintu utama kemudian membuka pintu tersebut untuk menyambut kedatangan Ayahnya Alesandra.


"Selamat malam Paman." Sapa Valen sambil tersenyum manis.


"Malam, kok tumben Kamu yang bukain pintu?' Tanya Ayahnya Alesandra.


"Valen, tidak bisa tidur Paman." Jawab Valen berbohong sambil mengarahkan ke dua tangannya ke arah koper yang di pegang oleh Ayahnya Alesandra.


"Kenapa tidak bisa tidur?'' Tanya Ayahnya Alesandra sambil memberikan koper ke Valen dengan wajah terkejut karena baru kali ini dirinya melihat Valen perhatian meminta kopernya karena biasanya yang melakukan hal itu adalah kepala pelayan.


"Ada soal yang sangat sulit karena itulah belum bisa Aku jawab." Jawab Valen sambil menerima koper tersebut.


"Soal apa?" Tanya Ayahnya Alesandra sambil berjalan ke arah kamarnya dengan diikuti oleh Valen.


"Bisnis." Jawab Valen singkat.


"Kamu tidak tanya Alesandra?" tanya Ayahnya Alesandra.


"Sudah tapi katanya besok saja karena Alesandra sangat mengantuk dan ingin tidur." Jawab Valen berbohong.


"Kalau begitu besok saja jawabnya dan sekarang Kamu istirahatlah karena sudah malam." Ucap Ayahnya Alesandra sambil menghentikan langkahnya tepat di depan pintu begitu pula dengan Valen.


"Maunya seperti itu Paman tapi tetap saja Aku tidak bisa tidur. Paman bisa bantu tidak? Valen janji apapun yang Paman minta Valen akan berikan." Ucap Valen.


"Apapun?" tanya Ayahnya Alesandra sambil mengangkat salah satu alis matanya.


"Ya apapun." Jawab Valen kemudian menatap Ayahnya Alesandra sambil tersenyum manis.