Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 46



"Aku tahu perasaanmu tapi Kak David masih menyimpan dendam jadi untuk sementara kita bersembunyi di sini." Ucap dokter Alesandra.


"Apa yang dikatakan Alesandra memang benar lebih baik kita tinggal di sini untuk sementara waktu sambil berpikir apa yang akan kita lakukan ke depannya." Sambung dokter Sandra.


"Di sini kebetulan kekurangan tenaga dokter jadi kita bisa mengalihkan kesedihan kita dengan cara mengobati orang - orang yang sakit." Sambung dokter Alesandra sambil melirik sekilas ke arah dokter Sandra.


Dokter Alesandra tahu kalau dokter Sandra saat ini ingin menghindari Federick karena dirinya sangat kecewa dengan perkataan Federick beberapa saat yang lalu.


"Apa yang dikatakan Alesandra benar lebih baik kita lupakan orang - orang yang menyakiti perasaan kita. Seperti saat ini Aku ingin melupakan Kak Federick, Alesandra ingin melupakan Kak Michael dan Karen ingin melupakan Kak David." Ucap dokter Sandra.


"Bukan melupakan tapi memberikan pelajaran ke mereka kalau jadi orang harus menghargai perasaan seorang wanita yang tulus mencintainya." Ucap dokter Alesandra.


"Betul sekali." Ucap dokter Sandra.


Dokter Karen hanya tersenyum dan dalam hatinya sangat bahagia mempunyai dua sahabat yang selalu ada di saat dirinya sangat sedih atas perlakuan suaminya.


"Sekarang kita istirahat karena besok kita akan bekerja di tempat yang baru." Ucap dokter Sandra,


"Oke." Jawab dokter Alesandra dan dokter Karen dengan serempak.


Dokter Sandra, dokter Alesandra dan dokter Karen masuk ke kamar masing - masing untuk istirahat. Dokter Karen berusaha melupakan David dan menjalani hidup baru tanpa suaminya yang sangat dicintainya walau David sering menyiksanya.


xxxxxxx


Di Tempat berbeda Federick berada di rumah sakit untuk menemui dokter Sandra karena sudah dua hari ponselnya tidak bisa dihubungi alias tidak aktif.


Federick bertemu dengan seorang dokter yang tidak begitu dikenalnya namun Federick tetap berjalan ke arah dokter tersebut untuk menanyakan keberadaan dokter Sandra.


"Maaf, apakah dokter Sandra ada?" tanya Federick dengan nada dingin dan wajah datar.


"Dokter Sandra pergi ke tempat terpencil membantu orang - orang yang terkena bencana." jawab dokter tersebut.


"Di tempat mana?" Tanya Federick dengan wajah terkejut.


"Ada di ..." ucapan dokter tersebut terpotong oleh kedatangan seseorang.


"Dokter Julia, rombongan dokter Sandra dalam perjalanan menuju ke tempat musibah banjir mengalami kecelakaan." Ucap seorang perawat melaporkan apa yang telah terjadi.


"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya dokter Julia dengan wajah terkejut begitupula dengan Federick.


"Ketika melewati laut, kapal yang ditumpangi rombongan dokter Sandra di hantam ombak hingga kapal terbalik." Jawab perawat tersebut.


"Mereka baik - baik sajakan?" Tanya dokter Julia.


"Dari pihak kepolisian dan masyarakat sekitar sudah berhasil menemukan keberadaan mereka hanya saja dokter Sandra belum ditemukan kata mereka dokter Sandra terseret ombak." Jawab perawat tersebut.


Federick sangat terkejut kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut namun baru beberapa langkah terdengar suara yang membuat dirinya menghentikan langkahnya.


"Dokter Julia, harap menggantikan dokter Alesandra di ruang operasi sekitar satu jam lagi." Ucap seorang perawat sambil berjalan ke arah dokter Julia.


"Memang dokter Alesandra kemana?" Tanya dokter Julia.


"Aku juga kurang tahu dok. Kami sudah mencoba beberapa kali menghubungi tapi nomernya tidak aktif begitu pula dengan dokter Karen juga tidak bisa dihubungi." Jawab perawat tersebut.


"Kemarin Aku dengar mereka pergi ke pantai dan ingin menyebrang pulau apa jangan - jangan kapal yang mereka tumpangi terkena hantaman ombak? Karena cuaca dari kemarin hingga hari ini sangat buruk dan banyak kapal yang terkena hantaman ombak." ucap perawat satunya.


"Tiga dokter bod*h sudah tahu cuaca buruk malah nekat pergi ke laut. Untung saja rombongan dokter Sandra baik - baik saja." Ucap dokter Julia sambil berjalan ke arah ruangan operasi.


'Syukurlah setidaknya tidak ada saingan lagi.' sambung dokter Julia dalam hati.


"Itu karena cinta mereka bertepuk sebelah tangan makanya ketiga dokter itu melakukan tindakan bod*h." ucap salah satu perawat sambil mengikuti langkah dokter Julia.


"Padahal mereka bertiga dokter yang sangat cantik dan cerdas tapi sayang terlalu banyak bermimpi mendapatkan pria tampan dan kaya. Setelah tahu orang yang disukainya tidak mencintainya membuat mereka mengakhiri hidupnya dengan cara tragis." ucap perawat yang satunya lagi.


Sepanjang jalan mereka menjelek - jelekkan dan menghina dokter Karen, dokter Alesandra dan dokter Sandra tanpa mengetahui kalau Federick tanpa sadar mengikuti langkah mereka.


'Sepertinya kalian bertiga bisa Aku jadikan sebagai bahan percobaanku selanjutnya.' Ucap Federick dalam hati sambil menghubungi orang kepercayaannya untuk menangkat ke tiga gadis tersebut.


'Aku tidak percaya kalau mereka mati, aku akan mendatangi David dan Michael untuk membicarakan hal ini.' sambung Federick dalam hati sambil berjalan ke arah lobby.


Tanpa disadari oleh Federick dan yang lainnya kalau dokter Alesandra dan sistem melihat dan mendengarkan percakapan mereka membuat dokter Alesandra memijat keningnya yang tidak pusing.


"Apakah yang Aku lakukan salah?" Tanya dokter Alesandra sambil berpikir.


xxxxxxxxxxxxxxxx


"Aku ada berita penting mengenai sahabatmu dokter Karen. Jadi beritahukan di mana Sandra berada?" tanya Federick dengan nada dingin.


"Aku tidak tertarik." jawab dokter Alesandra sambil berjalan meninggalkan Federick.


"Ini mengenai hidup mati sahabatmu." ucap Federick dengan nada serius.


Jantung dokter Alesandra berdetak kencang, langkahnya yang tadi menjauh dari Federick membuatnya menghentikan langkahnya. Dokter Alesandra langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah Federick.


"Apa maksudmu hidup dan mati sahabatku?" tanya dokter Alesandra penasaran.


"Jika sahabatmu dokter Karen hamil bisa membuatnya pendarahan dan jika melahirkan maka dokter Karen akan meninggal." Jawab Federick.


"Bagaimana mungkin kamu bohong bukan?" tanya dokter Alesandra yang tidak percaya dengan ucapan Federick.


"Buat apa Aku berbohong, sekarang katakan di mana sahabatmu Sandra?" tanya Federick mengulangi perkataannya.


"Untuk apa menemui sahabatku?" tanya dokter Alesandra menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Ada yang ingin aku katakan padanya." Jawab Federick.


"Sahabat ku berada di luar kota dan tidak ingin terganggu dengan kehadiranmu." ucap dokter Alesandra.


"Kenapa Sandra tidak ingin menemuiku?" tanya Federick.


"Ingatlah apa yang dulu kamu katakan pada sahabatku." Jawab dokter Alesandra.


"Mengenai sahabatku dokter Karen, adakah obat penawarnya?" tanya dokter Alesandra.


"Aku sudah membuat penawarnya asalkan sahabatmu dokter Karen saat ini tidak hamil." Jawab Federick.


"Memang apa hubungan penawarnya dengan kehamilan sahabatku?" tanya dokter Alesandra dengan wajah bingung.


"Karena obat penawarnya sangat berpengaruh dengan janinnya yang bisa mengakibatkan keguguran pada janin dokter Karen." Jawab Federick menjelaskan.


"Di kota mana sahabatmu Sandra tinggal?" Tanya Federick.


"Apakah bisa membuat obat penawar lain jika seandainya sahabatku hamil?" tanya dokter Alesandra penuh harap.


Dokter Alesandra tidak memperdulikan pertanyaan Federick karena baginya dokter Alesandra harus menyembunyikan di mana sahabatnya dokter Sandra berada. Terlebih dia ingin pria di hadapannya untuk membuat obat penawar lain jika seandainya sahabatnya yang bernama dokter Karen ternyata positif hamil.


"Saat ini belum karena itulah sebelum terlambat sahabatmu harus segera datang untuk meminum obat penawarnya." jawab Federick.


"Aku tidak bisa menghubungi nya karena ponselnya tidak aktif, kenapa Kak Federick tidak menghubungi Kak David?" tanya dokter Alesandra berbohong.


"Aku sudah menghubungi David dan Michael tapi keduanya ponselnya tidak aktif." jawab Federick.


"Di kota mana Sandra tinggal?" tanya Federick mengulangi perkataannya.


"Di desa xxxx tinggal di tempat terpencil, Aku mohon jangan permainkan perasaan sahabatku karena jujur sahabatku sangat mencintaimu. Sahabatku sangat terluka ketika mendengar perkataan yang sangat menyakitkan." ucap dokter Alesandra.


"Perkataan yang mana?" tanya Federick dengan wajah bingung.


"Ingatlah waktu mengatakan sesuatu di ruang perawatan di mana sahabatku dokter Karen sedang sakit dan Kak David memintamu untuk memberikan racun ke dokter Karen. Sahabatku Sandra mengatakan sesuatu padamu dan jawabanmu membuat hatinya sangat terluka karena itulah sahabatku pergi." jawab dokter Alesandra.


"Aku pergi ada pasien yang harus aku periksa." sambung dokter Alesandra.


Federick tidak menjawab dan berusaha mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.


"Apakah perkataan ku waktu itu membuatnya terluka. Akukan waktu itu tidak bicara serius.... Akhhh bodoh.... bodoh kamu Federick jelas saja perkataan mu membuat Sandra marah. Aku akan menyusulmu sayang karena Aku merasa sangat nyaman denganmu. Apapun yang sudah menjadi milikku selamanya akan menjadi milikku." ucap Federick.


Federick pun meninggalkan rumah sakit untuk menyiapkan dirinya untuk pergi ke desa xxxx.


xxxxxxxxxxxxxxxxx


"Apa yang Nona lakukan tidak salah dengan begini membuat ketiga pria psycophat menyadari akan kesalahannya. Sudah waktunya Nona Karen kembali ke suaminya sedangkan Nona Sandra kembali ke Hendrik."


"Bagaimana denganku?" Tanya dokter Alesandra.


"Tuan Michael keras kepala tapi ketika melihat ke dua sahabatnya bersama orang - orang yang dicintainya membuat Michael ingat akan dirimu dan menyesali apa yang dikatakan selama ini."


Dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menghilang dari tempat tersebut begitu pula dengan sistem.