
Kini pemilik tubuh sudah selesai mandi dan memakai pakaian tinggal menghias wajahnya. Pemilik tubuh duduk di kursi meja rias dan mulai merias diri hingga dirinya mendengar suara Alesandra lewat telepati.
"Pangeran Ke 9." Panggil pemilik tubuh sambil berdiri kemudian membalikkan badannya.
"Ya." Jawab Pangeran Ke 9 dengan singkat.
Pemilik tubuh berjalan ke arah Pangeran Ke 9 kemudian memeluknya membuat Pangeran Ke 9 terkejut dengan apa yang dilakukan pemilik tubuh. Hal itu membuat Pangeran Ke 9 ingin mendorong tubuh pemilik tubuh namun dirinya tidak jadi karena mendengar bisikan pemilik tubuh.
'Maafkan saya Pangeran Ke 9, Putra Mahkota melihat apa yang kita lakukan dengan bantuan monster jadi Pangeran Ke 9 berhati - hatilah.' Ucap pemilik tubuh dengan suara berbisik agar tidak di dengar oleh Putra Mahkota.
'Darimana kamu tahu?' Tanya Pangeran Ke 9 penasaran dengan suara ikut berbisik.
'Aku mendapatkan informasi dari Nona masa depan yang bernama Nona Alesandra. Nona Alesandra mengatakan akan mengirimkan ilmu sihir dari jarak jauh agar Putra Mahkota tidak bisa melihat apa yang Pangeran Ke 9 lakukan.' Jawab Pemilik tubuh menjelaskan.
Selesai mengatakan hal itu pemilik tubuh melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah meja rias dengan perasaan kecewa.
'Pangeran Ke 9 sudah tidak mencintai Aku lagi jadi setelah misi ini selesai di mana Aku sudah membalaskan dendamku maka Aku akan pergi.' Ucap pemilik tubuh dalam hati.
Pemilik tubuh ingin membalaskan dendam terhadap kaisar karena telah menghancurkan kerajaan dan juga membunuh orang tuanya. Selain itu pemilik tubuh juga ingin membalaskan dendam terhadap Putra Mahkota dan monster karena telah membuat dirinya bunuh diri.
Untuk Pangeran Ke 9, pemilik tubuh tidak bisa membencinya karena pemilik tubuh sangat tulus mencintainya terlebih Pangeran Ke 9 tidak melakukan penyerangan walau Pangeran Ke 9 ada hubungan dengan anggota kerajaan.
Pemilik tubuh merias wajahnya setelah selesai pemilik tubuh keluar dari kamar Pangeran Ke 9 tanpa mengucapkan sepatah kata membuat Pangeran Ke 9 menahan tangan pemilik tubuh.
"Kamu marah padaku?" Tanya Pangeran Ke 9.
"Tidak, kenapa Pangeran Ke 9 bilang seperti itu?" Tanya pemilik tubuh balik bertanya sambil membalikkan badannya dan menatap ke Pangeran Ke 9 sambil tersenyum namun terlihat jelas wajahnya menyimpan kesedihan.
"Karena sikapmu tidak seperti biasanya." Jawab Pangeran Ke 9.
"Mungkin hanya perasaan Pangeran Ke 9." ucap pemilik tubuh sambil menarik tangannya.
Pangeran Ke 9 terpaksa melepaskan tangannya kemudian pemilik tubuh membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Pangeran Ke 9 membuat Pangeran Ke 9 memanggil pemilik tubuh.
"Mau kemana?'' Tanya Pangeran Ke 9.
"Pindah ke kamar sebelah sekalian Aku ingin bertemu dengan Nona Alesandra karena ada yang ingin Aku katakan." jawab pemilik tubuh sambil kembali membalikkan badannya.
"Memang apa yang akan kamu katakan?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.
"Setelah misi ini selesai maka aku akan pergi dari kehidupan Pangeran Ke 9 dan meninggalkan istana ini. Karena itu Aku akan memohon ke Nona Alesandra untuk menjaga Pangeran Ke 9 sebab setelah beberapa tahun Aku tidak lagi tinggal di dunia ini dan tidak bisa berinkarnasi lagi." jawab pemikik tubuh sambil tersenyum.
"Tidak lagi tinggal di dunia ini dan tidak bisa berinkarnasi? Maksudnya?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah terkejut.
Dendam, benci, amarah dan cinta bercampur menjadi satu membuat pemilik tubuh, tubuhnya bergetar menahan semua rasa yang menyesakkan hatinya. Entah kenapa Pangeran Ke 9 hatinya sangat sakit dan ingin rasanya memeluk pemilik tubuh tapi di sisi satunya melarangnya.
"Sistem akan mewujudkan keinginanku hanya saja harus di tukar dengan umurku yang tidak bisa hidup lama dan tidak bisa berinkarnasi." Ucap pemilik tubuh.
"Lalu Kamu pun menyetujuinya." tebak Pangeran Ke 9.
"Ya." jawab pemilik tubuh.
"Apalagi ada yang ingin Aku ceritakan ke Pangeran Ke 9 kenapa Aku tiba - tiba menghilang tanpa jejak dan juga mengatakan kalau Aku mencintai Pangeran Ke 9 dengan sangat tulus dan merelakan Pangeran Ke 9 mencintai wanita lain asalkan Pangeran Ke 9 bahagia." Sambung pemilik tubuh.
Pangeran Ke 9 terdiam beberapa saat sedangkan pemilik tubuh berbicara dengan Alesandra lewat telepati hingga pemilik tubuh tersenyum. Pangeran Ke 9 yang melihat pemilik tubuh tersenyum membuat Pangeran Ke 9 menatap ke arah pemilik tubuh dengan tatapan terkejut.
"Kenapa Kamu tersenyum?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.
"Aku tadi menanyakan ke Nona Alesandra tentang bagaimana caranya mengalahkan Putra Mahkota dan monster dengan cara cepat." Jawab pemilik tubuh.
"Caranya bagaimana?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.
"Memberikan darah perawan ke sebuah mangkok lalu diberikan mantra dan kebetulan Aku masih perawan jadi Aku akan menggunakan darahku." Jawab pemilik tubuh.
"Tapi Kamu baik - baik sajakan?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah kuatir.
"Tentu saja tidak." Jawab pemilik tubuh.
"Apa yang terjadi dengan dirimu?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.
"Aku akan bertemu dengan ke dua orang tuaku dan keluarga besarku karena keluarga besarku di bantai oleh Kaisar dan di buat tidak bisa berinkarnasi." Jawab pemilik tubuh.
Pangeran Ke 9 sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh pemilik tubuh dan entah kenapa dirinya tidak ingin hal itu tidak terjadi.
"Setidaknya sebelum Aku meninggal dunia, Aku sudah melakukan perbuatan baik yaitu menghukum Kaisar yang sangat jahat karena sudah banyak membunuh orang dan juga menghukum Putra Mahkota serta monster jahat itu." Ucap pemilik tubuh.
"Tapi Aku tidak setuju." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada tegas.
"Kenapa tidak setuju?" Tanya pemilik tubuh dengan wajah yang gantian terkejut.
"Aku tidak bisa dan tidak sanggup jika Aku kehilanganmu." Jawab Pangeran Ke 9 dengan jujur tanpa banyak berpikir.
"Bukankah Pangeran Ke 9 sudah ada wanita lain?" Tanya pemilik tubuh sambil menatap ke arah wajah tampan Pangeran Ke 9 dengan wajah bingung.