Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 14



Hening


Michael berjalan mendekati David yang masih tertidur dengan pulas kemudian Michael memberanikan diri untuk memegang pundak David.


"Maaf Tuan Muda. Sudah siang, apakah Tuan Muda tidak bekerja?" tanya Michael dengan hati - hati takut David akan memarahi dirinya.


David menggeliatkan tubuhnya sebentar kemudian perlahan membuka matanya dan melihat asisten setianya menundukkan kepalanya seakan takut dirinya dimarahi karena sudah mengganggu tidurnya.


"Sudah jam berapa?" tanya David yang tidak tega memarahi asisten setianya.


"Sudah jam tujuh lewat tiga puluh lima menit Tuan Muda dan kita ada meating jam delapan tiga puluh menit." Jawab Michael.


David hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Michael keluar dari kamar David menuju ke ruang keluarga.


Kini David sudah selesai mandi dan memakai pakaian rapi, David keluar dari kamarnya kemudian menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu.


"Ayo Michael kita berangkat." ucap David.


"Tuan Muda tidak sarapan?" tanya Michael.


"Tidak, rasanya kurang enak. Apakah wanita itu sudah diberikan obat?" tanya David tidak sabar.


"Jam 8.00 pagi akan diberikan obatnya." jawab Michael.


"Bagus, ayo kita berangkat." ucap David.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael dengan patuh.


"Oh ya Maaf Tuan Muda, bukankah sudah dua kali Nyonya Karen membuatkan makanan untuk Tuan. Jadi bisa dipastikan Nyonya Karen sudah sehat." ucap Michael sambil berjalan mengikuti langkah David.


"Aku tidak yakin, bisa jadi yang membuatnya dokter Alesandra atau dokter Sandra namun mengaku yang membuat makanannya adalah Karen." Ucap David.


"Kenapa Tuan merasa yakin kalau dokter Alesandra atau dokter Sandra yang membuat makanan untuk Tuan?" Tanya Michael penasaran.


"Bukankah mereka bersahabat?" Tanya David tanpa menjawab pertanyaan Michael.


"Sekarang Aku paham maksud Tuan Muda." Ucap Michael.


"Syukurlah kamu mengerti." Ucap David sambil masuk ke dalam mobil.


Michael hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah pintu mobil untuk duduk di kursi pengemudi namun seorang bodyguard penjaga gerbang berjalan dengan langkah lebar menuju ke arah mereka sambil membawa dua paper bag.


"Maaf Tuan Muda David dan Tuan Michael, ada titipan dari Nyonya Karen dan dokter Alesandra."


"Siapa yang membawanya?" Tanya Michael sambil menerima dua paper bag tersebut.


"Salah satu bodyguard yang berjaga di rumah sakit tapi orangnya sudah kembali ke rumah sakit." Jawab bodyguard tersebut.


Michael hanya menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Michael meletakkan paper bag tersebut di samping pengemudi kemudian Michael mengendarai mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan mansion.


"Pasti dari dokter Alesandra dan Karen pasti mengaku kalau dirinya memasak untuk diriku." tebak David.


"Betul Tuan Muda." Jawab Michael sambil masih mengendarai mobil.


"Bagaimana penjualan senjata kita?" tanya David sambil memejamkan matanya mengalihkan pembicaraan.


"Tiga hari lagi kita akan melakukan traksaksi penjualan." Jawab Michael.


"Bagus. Bagaiamana perusahaan kita yang di cabang? Apakah masih sama?" tanya David tanpa membuka matanya.


"Masih sama Tuan Muda, malah semakin bertambah turun penjualannya dan saya sudah tahu siapa dalangnya." Jawab Michael.


"Bagus tangkap Dia dan bunuh mereka dengan cara yang sangat mengerikan agar yang lainnya tidak mengikutinya." ucap David tanpa punya rasa iba sedikitpun.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael.


David terdiam hingga tiba - tiba perut David terasa lapar membuat David mengambil paper bag yang tergeletak di samping kursi pengemudi. Michael hanya diam dan tidak berani komentar karena yang ada dirinya nanti kena amarah David.


David membuka paper bag kemudian mengambil selembar kertas untuk membaca isi surat tersebut sambil sesekali melirik ke arah Michael yang fokus mengendarai mobil.


"Buat Kak Michael."


"Aku minta tiga hal dari Kak Michael yaitu : Semangat dalam bekerja, Jangan terlambat Makan dan hati - hati dimanapun Kak Michael berada."


"Dari : Alesandra.


"Sepertinya dokter Alesandra jatuh cinta padamu sampai - sampai setiap saat mengirimmu makanan." Ucap David dengan nada meledek.


"Aku tidak perduli dengannya Tuan Muda dan Aku sama sekali tidak pengaruh dengan kebaikannya." Ucap Michael.


David hanya menggedikkan bahunya tanda tidak perduli kemudian David memasukkan kertas kecil tersebut ke dalam paper bag. David meletakkan kembali paper bag di kursi samping pengemudi kemudian mengambil paper bag satunya lalu mengambil selembar kertas yang ada di atas kotak makanan lalu membacanya.


"Buat Tuan Muda David."


"Selamat makan, jaga kesehatan dan hati - hati dimanapun Tuan Muda David berada. Dari Karen."


xxx


Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di rumah sakit di mana dokter Karen di rawat di ruang perawatan vvip. Dokter Karen memejamkan matanya hingga seseorang pria datang menggunakan jas dokter ke ruangan dokter Karen membuat dokter Karen membuka matanya.


"Pagi dokter." sapa dokter Karen sambil tersenyum.


"Pagi." jawab dokter tersebut dengan nada dingin.


Dokter tersebut mengambil suntikan dan dimasukkan ke dalam infus yang digunakan dokter Karen membuat dokter Karen menatapnya dengan tatapan berbeda.


"Apa yang dimasukkan dokter?" tanya dokter Karen pura - pura tidak tahu.


"Obat untuk menyembuhkan luka - lukamu." Jawab dokter tersebut yang memakai pakaian dokter sambil menyimpan suntikan dan botol obat ke dalam saku jasnya.


"Terima kasih dok." jawab dokter Karen.


Tanpa menjawab apapun dokter itu pun pergi meninggalkan dokter Karen. Tanpa sepengetahuan dokter tersebut kalau dokter Karen langsung menarik jarum infus sebelum obat yang mengandung racun masuk ke dalam tubuhnya.


Baru saja beberapa langkah dokter Karen bertanya membuat dokter tersebut menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.


"Apakah dokter melihat suamiku?" tanya dokter Karen sambil menyembunyikan jarum infus ke dalam selimut begitu pula dengan tangannya yang tidak ada jarum infus.


"Suami Nyonya tidak tidur di sini tapi di mansionnya. Aku rasa suami Nyonya sudah berangkat kerja atau ke rumah kekasihnya." Jawab dokter tersebut membohongi dokter Karen.


Dokter Karen hanya tersenyum karena dirinya tahu kalau dokter itu berbohong.


"Terima kasih. Tapi bolehkah aku minta tolong ambilkan minum?" Tanya dokter Karen.


Karen dengan sengaja mengatakan hal itu agar dokter tersebut agak lama di ruang perawatan sampai ke dua sahabatnya datang dan menangkap dokter gadungan.


"Nona mempunyai dua tangan bukan? Jadi lakukan sendiri." ucap dokter tersebut dengan nada dingin sambil berjalan meninggalkan dokter Karen.


"Baiklah. Maafkan Aku yang sudah merepotkan dokter." ucap dokter Karen.


'Sandra dan Alesandra kenapa lama datangnya?' Tanya dokter Karen dalam hati.


Karen pura - pura bangun sambil tangan kanannya diarahkan ke arah gelas yang berada di atas meja.


Prang


Karen sengaja menjatuhkan gelas tapi pria yang berpakaian jas dokter tersebut tidak memperdulikannya malah meneruskan langkahnya dan membuka pintu bertepatan dengan kedatangan sahabatnya yang bernama dokter Sandra.


"Apa yang terjadi?" Tanya dokter Sandra pura - pura tidak tahu apa yang telah terjadi sambil menatap tajam ke arah dokter tersebut.


"Aku sangat haus dan ingin minum tapi dokter itu tidak mau mengambilkannya." Jawab dokter Karen dengan wajah pura - pura sedih.


"Anda seorang dokter tapi tidak mempunyai hati nurani, melihat pasien yang ingin minum tapi tidak diambilkan." Ucap dokter Sandra dengan nada satu oktaf.


"Apa jangan - jangan Kamu menyamar menjadi dokter untuk mencelakakan pasien?" Tanya dokter Sandra sambil mendorong ke arah pria yang memakai jas dokter dengan sekuat tenaga hingga pria tersebut yang belum ada persiapan terjatuh dan duduk di lantai.


Dokter Sandra berjalan cepat menuju ke arah sahabatnya kemudian membaringkannya di ranjang. Dokter Karen sangat senang dan berharap persahabatan mereka akan abadi. Tiga Sahabat yang saling tolong menolong di kala sedih dan senang selalu bersama.


"Karen, apakah ada yang sakit?" tanya dokter Sandra sambil memperhatikan kondisi Karen takut kalau - kalau pria itu melukai dokter Karen ketika dirinya tidak ada.


"Aku tidak apa - apa. Boleh Aku minta tolong ambilkan minuman? Aku haus banget." Ucap dokter Karen yang saat ini dirinya haus benaran.


"Kebetulan Aku bawa botol mineral jadi minumlah ini dulu nanti Aku akan minta office boy membersihkan pecahan beling." jawab dokter Sandra sambil memberikan botol kecil yang berisi air mineral yang selalu dibawanya.


"Terima kasih." Jawab dokter Karen sambil menerima botol tersebut kemudian meminumnya.


"Jangan pergi kamu!" Teriak dokter Sandra.


Sambil berbicara dokter Sandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah dokter tersebut yang sudah bangun dan bersiap untuk pergi meninggalkan ruang perawatan.


Pria yang memakai jas dokter berhenti dan membalikkan badannya sambil menatap tajam ke arah dokter Alesandra.


"Siapa Kamu?" tanya dokter Sandra sambil menatap tajam ke arah pria itu.


"Itu bukan urusanmu." Jawab dokter tersebut dengan nada ketus sambil membalikkan badannya dan membuka pintu ruang perawatan.


"Hei tunggu!!" teriak dokter Sandra dengan nada kesal.


Tapi pria itu tetap berjalan tanpa memperdulikan teriakan dokter Sandra.


"Sudahlah, biarkan saja." ucap dokter Karen yang sudah tahu siapa sebenarnya pria tersebut yang menyamar sebagai dokter gadungan.


Dokter Sandra menghempuskan nafasnya dengan kasar kemudian membalikkan badannya kembali dan berjalan mendekati sahabatnya.


Tiba - tiba pintu ruangan terbuka membuat mereka menatap ke arah pintu dan melihat dokter Alesandra berjalan ke arah mereka.


"Alesandra, kenapa kamu bisa tahu semua?" tanya dokter Karen dan dokter Sandra bersamaan sambil mengingat apa yang terjadi sebelum kedatangan dokter gadungan tersebut.