Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 58



Tanpa menjawab dokter Alesandra duduk di pangkuan Michael kemudian memeluk tubuh kekar Michael tanpa menunggu persetujuan dari Michael membuat tubuh Michael menjadi tegang dan jantungnya semakin berdetak kencang.


"Hiks.. hiks... Jika Karen hamil hanya ada dua pilihan menggugurkan kandungannya atau tidak? Dan Aku sangat yakin sahabatku Karen pasti akan memilih kandungannya." ucap dokter Alesandra sambil terisak.


'Maaf dengan cara seperti ini Aku bisa memelukmu karena jujur Aku sangat merindukan suamiku walau terkadang suamiku bikin kesel.' Ucap dokter Alesandra sambil memeluk Michael.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?" tanya Michael sambil mendorong pelan tubuh dokter Alesandra.


Michael mengangkat dagu dokter Alesandra agar menatap dirinya dan melihat dokter Alesandra menangis. Michael menghapus air mata dokter Alesandra dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


'Aku sangat merindukanmu tapi sayang suamiku tidak ingat dengan diriku. Aku ingin secepatnya menyelesaikan misi ini agar kita bisa berkumpul kembali.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.


"Kak Federick waktu itu menghubungi diriku dan katanya kalau Karen hamil maka ada dua pilihan yaitu pilihan mempertahankan janinnya maka Karen kemungkinan bisa meninggal atau pilihan ke dua menggugurkan kandungannya maka Karen akan selamat." Jawab dokter Alesandra.


Dalam cerita novel seharusnya seperti itu namun dokter Alesandra merubah sebagian ceritanya di mana nantinya dokter Alesandra akan pergi bersama ke dua sahabatnya, dokter Sandra dan dokter Karen meninggalkan pria yang dicintainya.


Michael terdiam hingga beberapa saat dirinya ingat akan sahabat lamanya yang bernama Federick yang dulu meminta ramuan untuk Karen agar cepat sembuh namun efeknya jika Karen hamil maka akan keguguran.


"Hmm...Aku ingat. Dulu waktu itu sahabatku Federick pernah mengatakan hal itu." ucap Michael.


"Kak Federick mengatakan sudah membuat ramuannya tapi harus kondisi sahabatku tidak hamil tapi Karen..." ucap dokter Alesandra menggantungkan kalimatnya dan pura - pura tidak sanggup melanjutkan perkataannya dengan menampilkan wajah sedih.


Dokter Alesandra memeluk Michael membuat Michael pun membalas pelukan dokter Alesandra. Mereka terdiam menikmati harum di tubuh mereka membuat mereka merasa tenang.


"Apakah kamu sudah meminta dibuatkan penawarnya?" tanya Michael setelah beberapa saat mereka lama terdiam.


"Sudah." Jawab dokter Alesandra dengan singkat.


"Terus?" tanya Michael penasaran.


"Katanya belum ada." Jawab dokter Alesandra.


Dokter Alesandra melepaskan pelukannya begitu pula dengan Michael walau sebenarnya Michael belum rela untuk melepaskan nya. Kemudian dokter Alesandra turun dari pangkuan Michael namun Michael menahannya agar tetap duduk di pangkuan Michael.


"Biarkan seperti ini." Ucap Michael.


"Nanti kalau ada orang datang, Aku tidak enak." Jawab dokter Alesandra sambil berusaha turun karena merasakan bokongnya ada yang mengganjal.


"Ini ruangan VVIP jadi tidak ada satupun yang masuk ke ruangan ini." Ucap Michael.


"Tapikan pelayan dan manager restoran kapan saja bisa masuk." Ucap dokter Alesandra beralasan.


Michael menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membiarkan dokter Alesandra turun dari pangkuannya walau dalam hati Michael rasanya tidak rela.


"Aku akan mencoba berbicara dengan Karen untuk menggugurkan kandungannya agar diobati dan jika sudah sembuh bisa hamil lagi." ucap dokter Alesandra berbohong.


"Jangan karena yang ada nanti Tuan Muda David akan marah dan menyiksa Nyonya Karen lagi. Aku akan coba hubungi sahabatku Federick." ucap Michael.


'Aku tahu jawabanmu seperti itu dan Aku juga tahu kalau Kak Michael tidak bisa menghubungi Kak Federick.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.


Michael mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi sahabatnya tapi sayang sekali ponselnya tidak aktif. Michael menghubungi Federick sampai lima kali namun tetap tidak aktif membuat Michael menyerah dan memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya.


"Coba kamu hubungi sahabatmu dokter Sandra." pinta Michael.


Dokter Alesandra pun menghubungi sahabatnya tapi tetap sama sampai lima barulah dokter Alesandra berhenti menghubungi sahabatnya.


" Kenapa ponsel mereka berdua tidak bisa dihubungi?" tanya Michael dengan wajah bingung.


"Apa mereka masih di desa xxxx?" tanya dokter Alesandra.


'Sebenarnya mereka bulan madu karena mereka sudah resmi menikah sekalian dokter Sandra menyelesaikan tugas sebagai dokter di desa xxxx atas perintah pimpinan rumah sakit.' Sambung dokter Alesandra dalam hati.


'Maaf kalau Aku sering berbohong karena Aku ingin secepatnya menyelesaikan misiku.' Sambung dokter Alesandra.


Dokter Alesandra terpaksa melakukan hal itu karena ketiga pria tampan selalu melakukan kesalahan yang sama. Hal itu membuat dokter Alesandra terpaksa melakukan hal itu agar ketiga pria tampan itu menyadari kesalahannya di saat orang yang dicintainya benar - benar pergi dari kehidupannya.


"Mungkin saja." Jawab Michael.


"Tapi apakah sahabatmu tidak bekerja?" tanya dokter Alesandra


"Bekerja,kenapa memangnya?" tanya Michael sambil mengangangkat salah satu alis matanya.


"Kantornya dimana" tanya dokter Alesandra menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Aku tidak tahu." jawab Michael.


"Kenapa tidak tahu?" tanya dokter Alesandra.


"Karena kesibukan masing-masing kami jarang berkomunikasi jadi Aku tidak tahu dia bekerja di mana." Jawab Michael.


"Kok bisa kenal dengan Kak Federick?" Tanya dokter Alesandra.


"Sebenarnya Federick itu sahabatku sejak kami masih kecil hingga lulus sekolah dasar setelah itu kami pisah dan tidak bertemu lagi. Ketika tuan David meminta dicarikan profesor, Aku menghubungi kenalanku untuk mencarinya dan kenalanku memberi tahu kan kalau ada profesor yang terkenal bisa membuat ramuan dan Aku meminta ponselnya." Jawab Michael.


"Waktu bertemu apakah kak Federick tidak cerita atau kak Michael cerita tentang pekerjaan?" tanya dokter Alesandra.


"Tidak." jawab Michael dengan singkat


Dokter Alesandra pura - pura menepuk keningnya sambil menatap ke arah Michael.


'Sesuai jalan cerita di novel.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.


"Ya ampun Kak Michael. Memang setelah lama tidak bertemu memangnya Kak Michael tidak reuni atau bertemu untuk mengobrol menceritakan tentang masa lalu?" tanya dokter Alesandra.


"Tidak, karena kami masing-masing sibuk dengan pekerjaan nya." Jawab Michael.


"Pantas saja." Ucap dokter Alesandra.


"Maksudnya?" tanya Michael


"Jujur sesibuk - sibuknya Aku, Sandra dan Karen seminggu sekali atau dua minggu sekali pasti kami bertemu. Entah itu makan bersama di restoran atau ke salon atau jalan - jalan sambil menceritakan masa lalu dan juga masa depan jika menikah." ucap dokter Alesandra.


"Apakah sudah ada calonnya?" tanya Michael dengan nada cemburu.


Dokter Alesandra menatap wajah tampan Michael dan melihat perubahan wajahnya membuatnya tersenyum jahil.


"Sudah, kekasihku sangat tampan dan bekerja sebagai asisten CEO." Jawab dokter Alesandra.


"Apakah kamu mencintainya?" tanya Michael dengan nada dingin.


"Sangat mencintainya dan Dia pun juga sama sangat mencintaiku." Jawab dokter Alesandra tersenyum jahil melihat Michael sedang menahan kesal.


"Putuskan pria itu lalu tinggalkan" ucap Michael dengan nada kesal.


"Apa? Memang kenapa diputuskan? Salah pria itu apa?" tanya dokter Alesandra dengan wajah pura - pura terkejut.


"Dia bukan laki - laki baik. Aku sangat yakin pasti pria itu orang jahat." Jawab Michael.


"Darimana tahu kalau kekasihku bukan pria baik dan jahat?" tanya dokter Alesandra sambil masih menatap wajah cemberut Michael.


"Tebak saja." jawab Michael dengan singkat.


"Memang nya Kak Michael pernah bertemu?" tanya dokter Alesandra.


"Belum." Jawab Michael dengan singkat dan dengan nada dingin dan wajahnya mulai memerah menahan amarahnya.


"Oh berarti Kak Michael bukan laki - laki baik melainkan orang jahat." ucap dokter Alesandra.


"Maksudnya?" tanya Michael dengan wajah bingung.


"Kekasih yang Aku ceritakan adalah Kak Michael. Ya sudah deh berarti Aku cari pria lain." Jawab dokter Alesandra sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran yang baru masuk ke ruangan VVIP.


Michael yang mendengarkan jawaban dokter Alesandra langsung terdiam sambil memikirkan perkataan ucapan dokter Alesandra setelah dua menit kemudian...


"Kamu menganggapku sebagai kekasih?" tanya Michael dengan wajah tidak percaya.


"Tadinya sich tapi sekarang tidak lagi." Jawab dokter Alesandra dengan nada santai.


"Kak minta bill ya " sambung dokter Alesandra ke pelayan yang berdiri dihadapannya.


"Baik Nona." Jawab pelayan itu dengan nada sopan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kenapa??" tanya Michael dengan wajah terkejut.


"Tidak apa-apa, Aku hanya bercanda kok jadi lupakan apa yang barusan Aku katakan." Jawab dokter Alesandra sambil menahan tawa karena berhasil ngerjain Michael.


"Benaran juga tidak apa-apa." ucap Michael penuh harap sambil menatap mata dokter Alesandra.


"Maaf Aku tidak tertarik." ucap dokter Alesandra tanda dosa.


"Kamu tahu banyak wanita yang mengejar - ngejar Kakak dan berlomba-lomba ingin menjadi kekasih Kakak. Kenapa kamu tidak tertarik pada Kakak?" tanya Michael penasaran.


"Itu mereka tapi Aku tidak." Jawab dokter Alesandra.


"Kenapa?" tanya Michael penasaran.


"Tidak tahu. Apakah kak Michael mencintaiku?" tanya dokter Alesandra sambil menatap mata Michael.


"Iya Aku sangat mencintaimu dan Aku juga yakin kamu juga mencintaiku." ucap Michael dengan penuh percaya diri.


"Apa yang Kakak katakan memang benar kalau Aku sangat mencintai Kak Michael tapi..." ucap dokter Alesandra menggantungkan kalimatnya.


"Tapi apa?" tanya Michael penasaran.