
"Tentu saja Kamu berhak memakai kalungnya karena sekarang Kamu adalah menantu kesayanganku." Ucap Mommy Elisabeth.
Alessandra tersenyum kemudian Mommy Elisabeth memintanya untuk kembali ke kamarnya karena dirinya sangat yakin kalau putranya pasti mencari Alessandra.
Alessandra pun keluar dari kamar Mommy Elisabeth dan berjalan ke arah kamar di mana suaminya masih mandi.
ceklek
Pintu kamar terbuka, Alessandra membuka pintu kamar dan melihat suaminya belum juga keluar dari kamar mandi. Alessandra berjalan ke arah cermin sambil memegang kalung pemberian Mommy Elisabeth.
Waktu Tiba-tiba Berhenti
"Sepertinya Nona sedang berpikir?"
"Benar sekali, waktuku di sini hanya sepuluh tahun setelah itu melanjutkan misi berikutnya." Ucap Alessandra kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
Alessandra berdiri di depan cermin, dirinya terlalu berat jika harus meninggalkan Michael. Pria yang sangat dicintainya akan ditinggalkan bersama putranya yang nanti akan dilahirkan.
"Nona mencintai Tuan Michael?"
"Bukan mencintai tapi sangat mencintainya dan ingin hidup bersama tapi Aku tahu itu tidak mungkin. Bisakah waktu di perpanjang?" Tanya Alessandra.
"Sepuluh tahun sudah cukup dan tidak bisa diperpanjang apalagi pemilik tubuh sudah lama meninggal."
"Aku mengerti." Ucap Alessandra.
Waktu Berjalan Seperti Biasanya
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Michael dengan menggunakan handuk yang menutupi tombak saktinya.
Michael menatap Alessandra dari cermin, sangat cantik dan seksi. Michael mendekati Alessandra dan memeluknya dari arah belakang.
"Istriku cantik sekali, Aku jadi malas kerja." ucap Michael sambil menaruh dagunya di pundak Alessandra.
"Jangan begitu sayang, kita ditunggu Daddy dan para pemegang saham." bujuk Alessandra sambil mengusap pipi Michael dengan lembut.
"Baiklah." Ucap Michael pasrah sambil melepaskan pelukannya.
Michael kemudian membuka handuknya dan tampaklah tubuhnya polos Michael membuat Alessandra menutup matanya.
"Sayang, kenapa kamu menutup matamu? mau main lagi." Ucap Michael dengan suara menggoda sambil tersenyum.
"Malu? pakailah cepat pakaiannya." pinta Alessandra sambil masih menutup matanya.
"Kenapa malu? Bukannya sudah melihat semuanya? Aku saja sudah melihat tubuhmu yang seksi." ucap Michael sambil tersenyum mesum.
"Tetap saja malu, pakailah cepat bajunya." pinta Alessandra lagi
"Ok." jawab Michael singkat sambil menggelengkan kepala melihat Alessandra malu sungguh menggemaskan.
Michael memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya.
" Ok." jawab Alessandra singkat sambil membuka matanya kemudian membalikkan badannya.
Alessandra memakaikan dasi suaminya, wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Michael membuat hasrat Michael mendadak muncul secara tiba - tiba.
''Sayang, sekali lagi ya Aku benar - benar tidak tahan." pinta Michael menahan gabut gairah."
"Waktunya tidak keburu sayang, bagaimana setelah rapat kita langsung ke hotel. Suamiku boleh melakukan berulang - ulang sampai suamiku puas." ucap Alessandra.
"Baik sayang, janji ya." Ucap Michael.
"Iya, aku janji." Jawab Alessandra.
"Sudah selesai memasang dasi suamiku dan sekarang merapikan kemeja suamiku yang paling tampan." Ucap Alessandra sambil merapikan pakaian suaminya.
Cup
"Terima kasih sayang." Ucap Michael kemudian mencium bibir Alessandra.
"Sama-sama Sayang." Jawab Alessandra sambil mengambil jas milik suaminya dan memakaikan ke tubuh suaminya.
Setelah selesai mereka keluar dari kamarnya sambil berpelukan dari arah samping. Mereka menuruni anak tangga menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi.
Sampai di meja makan Mereka melihat Mommy Elisabeth dan Mike sedang duduk menunggu Mereka.
"Selamat pagi Mommy dan Mike." sapa Alessandra dan Michael bersamaan sambil duduk berdampingan.
"Pagi, ayo Kita makan bersama." Ajak Mommy Elisabeth.
"Iya Mom." Jawab Alessandra dan Michael bersamaan.
"Pagi Tuan Muda dan Nyonya Muda." Ucap Mike.
Alessandra hanya tersenyum kemudian Mommy Elisabeth, Michael, Alessandra dan Mike sarapan bersama. Mike sudah di anggap keluarga oleh Mommy Elisabeth dan Michael sama sekali tidak keberatan.
Mike merasa sangat senang karena bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari Mommy Elisabeth karena Mike sejak kecil orangtuanya sudah meninggal dunia.
Walau dirinya bekerja sebagai orang kepercayaan tapi Mommy Elisabeth dan Michael menganggapnya sebagai bagian dari keluarganya membuat Mike berjanji untuk tidak mengkhianatinya.
Setelah lima belas menit mereka sudah selesai sarapan kemudian Mereka berangkat ke kantor milik Daddy David. Michael menggenggam tanggan Alessandra dan mencium punggung tangan Alessandra ketika mereka duduk di kursi belakang mobil.
Mike yang melihat kemesraan Alessandra dan Michael ikut senang karena Michael menemukan seorang wanita yang baik dan sopan menghargai orang lain.
Sangat berbeda dengan pacar Michael yang dulu yang bernama Valen, wanita yang sombong, angkuh dan tidak menghargai orang lain. Namun kini Valen sudah berada di alam lain karena sudah di tembak mati oleh Mike atas perintah Michael.
Sampai di lobby Michael dan Alessandra berjalan diikuti dibelakangnya siapalagi kalau bukan Mike asisten setia Michael.
Semua orang menyapa mereka bertiga. Michael dan Mike hanya diam sedangkan Alessandra ramah menyapa mereka sambil tersenyum. Sampai di dalam lift Michael berbicara dengan Alessandra.
" Sayang, kenapa kamu menyapa dan memberi senyum kepada mereka?" tanya Michael dengan nada cemburu karena banyak karyawan menatap Alessandra dengan tatapan lapar.
'Ingin rasanya meminta istriku kembali memakai pakaian kebesaran agar para pria tidak menatap istriku dengan tatapan mesum.' Sambung Michael dalam hati.