Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 27



Esok paginya rumah Valen Kamprat banyak di datangi para tamu untuk melayat mengantar jenasah untuk peristirahatan terakhir Ayahnya Valen Kamprat.


Singkat cerita kini tinggallah Ibunya Valen Kamprat dan Valen Kamprat beserta keluarga besarnya. Mereka saling memberi support untuk tabah dalam menjalani kehidupan.


Waktu Mendadak Berhenti


"Sebentar lagi Pemeran antagonis mendapatkan surat perceraian dari suaminya."


"Memang benar tapi sayangnya membuat dirinya tidak sadar dan heran nya pemilik tubuh yang tidak bersalah serta tidak tahu apa-apa malah ikut di benci. Padahal jelas-jelas Ayahnya meninggal karena sikapnya yang memalukan harga diri orang tuanya." Ucap Alessandra.


"Wanita aneh."


"Memang benar, itulah wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada." Ucap Alessandra.


Waktu berjalan seperti biasa


tok tok tok tok tok


Pintu di ketuk oleh seseorang dan salah satu sepupu Valen Kamprat berjalan untuk membuka pintu.


ceklek


"Cari siapa ya Pak?" tanya sepupu Valen Kamprat.


"Ini ada surat dari pengadilan buat Nyonya Valen Kamprat." jawab pria tersebut.


"Baik pak, terima kasih." ucap sepupu Valen Kamprat


"Sama sama, permisi." ucap pria tersebut.


Sepupu Valen Kamprat menutup pintunya kemudian berjalan menuju ke tempat Valen Kamprat berada.


"Kak Valen ini ada surat pengadilan." ucap adik sepupunya sambil menyerahkan surat ke Valen Kamprat.


Valen Kamprat menerimanya dan membacanya kemudian meremasnya. Dirinya sangat dendam terhadap Moko dan Alessandra karena telah membuat dirinya sangat menderita di mana dirinya kehilangan Ayahnya yang sangat disayanginya hingga membutakan mata hatinya.


'Baiklah aku akan menyetujui surat perceraian ini tapi tunggu saja pembalasanku Moko kamu telah mempermalukan aku dan juga membuat Ayahku meninggal.' Ucap Valen Kamprat dalam hati.


'Alessandra kamu hidup bahagia dengan suamimu. Aku tidak ingin Kamu bahagia di atas penderitaanku, sekarang Kamu boleh tertawa dan bahagia tapi setelah itu kamu akan menangis darah.' Ucap Valen Kamprat dalam hati.


Waktu Mendadak Berhenti


"Parah banget Pemeran antagonis."


"Betul, padahal pemilik tubuh dulunya sangat menderita tapi setelah menikah hidup bahagia sedangkan Pemeran antagonis semasa hidupnya sangat jahat dan sering memfitnah pemilik tubuh jadi sudah sepantasnya mendapat karmanya." Ucap Alessandra sambil menahan kesal terhadap Valen Kamprat.


"Nona, jaga kaki."


"Pemeran Antagonis bukan bola jadi jangan di tendang."


"Hehehehe..."


Sistem tersebut hanya menggelengkan kepalanya kemudian waktu berjalan seperti biasanya.


xxxxxxxx


Tidak terasa waktu telah berlalu dan tidak terasa pula Valen Kamprat dan Moko kini telah resmi berpisah, Valen Kamprat tidak mendapatkan sepersenpun harta gono gini dari suaminya di karenakan Moko menggunakan dengan berbagai cara dan akhirnya berhasil.


Di tempat yang berbeda di mana Michael dan Alessandra keluar dari restoran seafood. Mereka masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.


Michael mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga Michael memarkirkan mobilnya di sebuah hotel bintang lima miliknya yang terdekat dengan restoran seafood membuat Alessandra bingung.


"Sayang, kenapa kita ke sini? bukannya kita akan kembali ke kantor?" tanya Alessandra dengan wajah bingung.


"Sayang, tidak ingat waktu pagi kamu mengatakan padaku?" tanya Michael sambil keluar membuka pintu dan memutar arah untuk membuka pintu mobil di sebelah Alessandra.


Alessandra keluar dari mobil sambil bergandengan tangan dengan suaminya. Alessandra berjalan sambil mengingat apa yang diucapkan tadi pagi.


"Waktunya tidak keburu sayang, bagaimana setelah rapat kita langsung ke hotel? Suamiku boleh melakukan berulang - ulang sampai suamiku puas."


Alessandra tiba - tiba tubuhnya langsung menegang ketika mengingat kata - kata yang diucapkan ke suaminya tadi pagi.


'Waduh, kupikir suamiku lupa tapi ternyata ingat dengan perkataanku yang tadi pagi. Lain kali jangan ngomong seperti itu lagi karena alamat aku susah jalan deh.' Ucap Alessandra dalam hati.


Tubuh Alessandra langsung terasa lemas seperti tidak bertulang karena mengingat keganasan sang suami di ranjang. Kini mereka sudah sampai di kamar hotel vvip milik Michael.


''Bagaimana sudah mengingat perkataanmu?" tanya Michael mengedipkan matanya sambil melepaskan seluruh pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya.


"Iya aku ingat, tapi aku mandi dulu ya? badanku lengket dan gerah." ucap Alessandra.


"Ok, aku tunggu jangan lama." pinta Michael.


Alessandra hanya menganggukan kepalanya kemudian Alessandra masuk ke dalam kamar mandi. Setelah lama menunggu keluarlah Alessandra dengan menggunakan handuk.


Michael yang sudah tidak tahan melihat tubuh istrinya langsung di gendong ala bridal style dan dibaringkan di ranjang secara perlahan dan langsung menaiki tubuh istrinya.


Michael menarik lilitan handuk hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Michael yang sangat pintar memberi ransa***an terhadap istrinya membuat Alessandra mengeluarkan suara merdunya membuat Michael tidak bisa menahan hasratnya.


Michaelpun melepaskan celana boxernya dan memasukkan wortel import miliknya ke tubuh istrinya. Tidak membutuhkan waktu lama terdengar suara merdu keluar dari mulut mereka berdua hingga Michael melakukannya lagi dan lagi. Bagi Michael, tubuh istrinya sudah menjadi candu dan sulit untuk tidak melakukannya.


Alessandra hanya bisa pasrah menerimanya hingga tubuhnya sangat lelah. Alessandrapun tertidur dengan pulas sedangkan Michael yang melihat istrinya tidur akhirnya mempercepat gerakannya hingga keluarlah laharnya.


Tidak beberapa lama Michael menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping. Michael memeluk tubuh polos istrinya kemudian menyelimuti tubuh polos Mereka kemudian tidur sambil berpelukan.