
Flash Back On
Dokter Alesandra dan dokter Sandra berada di ruang perawatan di mana dokter Karen di rawat. Dokter Alesandra memberikan pil ajaib untuk menghilangkan bekas luka cambukan dan luka lainnya agar dokter Karen cepat sembuh. Dokter Karen yang percaya dengan sahabatnya meminum obat tersebut tanpa banyak bertanya.
Dokter Alesandra yang mendapatkan informasi dari sistem di mana David memerintahkan Michael untuk menghubungi seseorang agar menyembuhkan dokter Karen dengan cepat namun mempunyai dampak resiko yang sangat tinggi.
Dokter Alesandra langsung menanyakan ke sistem apakah ada pil ajaib yang menyembuhkan luka dokter Karen dan sistem tersebut mengatakan ada.
Sistem juga mengatakan kalaiu pil ajaib itu harus di beli dengan menggunakan poin sebanyak dua ratus lima puluh poin. Dokter Alesandra yang mempunyai poin sebanyak lima ratus membeli poin tersebut agar misinya segera selesai.
"Alesandra, tadi kamu bilang ada hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan sama kami di ruang perawatan." Ucap dokter Sandra setelah melihat dokter Karen sudah selesai meminum obat pemberian dokter Alesandra.
"Coba ceritakan hal apa itu? Tanya dokter Sandra penasaran begitu pula dengan dokter Karen ketika dirinya melihat dokter Alesandra terdiam dan tidak menjawab ucapannya seperti memikirkan sesuatu.
"Dua jam lagi, ada seorang pria yang memakai pakaian dokter dan menyuntikkan obat ke dalam selang infus." Ucap dokter Alesandra.
"Memangnya obat itu mengandung apa?" Tanya dokter Sandra penasaran.
"Apakah berbahaya?" Tanya dokter Karen bersamaan tapi beda ucapannya.
"Obat itu bisa menyembuhkan segala macam luka sama seperti obat yang Aku berikan hanya saja obat yang Aku berikan tidak mengandung racun sedangkan obat yang diberikan pria itu mengandung racun di mana jika suatu saat nanti Kamu hamil besar kemungkinan dirimu dan janinnya meninggal dunia." Jawab dokter Alesandra menjelaskan.
"Apa?" Tanya mereka dengan serempak dengan suara teriak saking terkejutnya.
"Perasaan Aku tidak mempunyai musuh tapi kenapa pria itu membenciku?" Tanya dokter Karen sambil berpikir apakah pernah membuat orang lain tersinggung.
"Siapa yang menyuruh orang itu?" Tanya dokter Sandra penasaran.
"Suamimu." Jawab dokter Alesandra yang tidak ingin menutupi siapa orang yang menyuruhnya.
"Kenapa suamiku sangat tega padaku?" Tanya dokter Karen dengan wajah sedih.
"Padahal Kamu yang sedang terluka, susah payah membuatkan makanan untuk David tapi sama sekali tidak menghargai usahamu." ucap dokter Sandra dengan nada kesal dan benci secara bersamaan terhadap David.
"Kamu juga Alesandra kenapa menyuruh Karen membuatkan makanan untuk David?" Tanya dokter Sandra dengan nada kesal.
"Aku melakukan itu karena David susah makan dan bisa membuatnya sakit karena itulah Aku meminta Karen membuatkan makanan untuk suaminya." Jawab dokter Alesandra yang tidak marah ketika dokter Sandra marah dengan dirinya.
"Mengenai kenapa David menyuruh seseorang untuk memberikan obat ke Karen supaya Karen cepat sembuh dan bisa memasak untuk dirinya mengingat makanan yang tadi di makannya dan juga makanan yang di makan Michael mengandung racun." Sambung dokter Alesandra yang menjelaskan kenapa David melakukan hal itu.
"Apa? Siapa pelakunya?" Tanya dokter Karen dengan wajah terkejut.
"Wakil CEO di salah satu cabang milik David." Jawab dokter Alesandra.
"Sekarang kalian sudah mengerti bukan? Kenapa David menyuruh seseorang agar Karen sembuh dari sakitnya." Ucap dokter Alesandra.
"Tapi kenapa ada racunnya?" Tanya dokter Sandra.
"Itu efek dari obat itu." jawab dokter Alesandra berbohong.
'Maaf sebenarnya pria itu sengaja menambahkan racun namun Aku tidak bisa mengatakannya karena Aku tidak ingin kamu membenci pria itu di mana pria itu nantinya akan menjadi jodohmu.' sambung dokter Alesandra dalam hati.
Pria yang disebutkan dokter Alesandra adalah jodoh dokter Sandra karena itulah dokter Alesandra tidak ingin membuat dokter Sandra membenci pria tersebut.
"Lalu apa yang harus Aku lakukan?" Tanya dokter Karen.
"Ketika pintu ruangan terbuka kamu pura - pura tidur hingga pria tersebut berjalan ke arahmu barulah kamu membuka matamu dan pura - pura tidak tahu apa yang terjadi kemudian ...." Ucap dokter Alesandra menceritakan secara detail apa yang akan dilakukan oleh dokter Karen.
"Kamu mengerti Karen?" Tanya dokter Alesandra.
"Mengerti." Jawab dokter Karen.
"Bagus. Kamu berusaha mengulur waktu sampai Sandra datang kemudian Sandra melakukan ...." ucap dokter Alesandra menjelaskan secara detail apa yang akan dilakukan oleh dokter Sandra.
"Memang kamu mau kemana?" Tanya dokter Sandra setelah dirinya diberitahukan dokter Alesandra tentang apa yang akan dilakukannya nanti.
"Aku berada di ruanganku sambil meretas cctv rumah sakit ini untuk mengetahui jika ada musuh yang tiba - tiba datang." Jawab dokter Alesandra berbohong.
'Maaf terpaksa aku berbohong.' sambung dokter Alesandra dalam hati yang tidak mungkin mengatakan kalau dirinya bukan berasal dari dunia mereka di mana mereka berada di dunia novel.
"Coba Aku lihat punggungmu." Ucap dokter Alesandra.
Dokter Karen memiringkan tubuhnya dan dirinya sangat terkejut karena tubuhnya tidak merasakan perih seperti tadi.
"Kenapa tubuhku tidak terasa perih?" tanya dokter Karen sambil memiringkan tubuhnya ke arah samping.
"Kemarin pas di meja operasi tubuhmu terluka parah karena kamu terkena cambuk tapi kenapa sekarang tidak ada bekasnya?" tanya dokter Sandra dengan wajah terkejut.
"Seperti Aku bilang obat yang Aku berikan bisa menghilangkan nyeri dan bekas luka." jawab dokter Alesandra sambil tersenyum bahagia karena punggung dokter Karen mulus seperti semula.
'Aku banyak menghabiskan koin demi membeli obat ini agar punggungmu mulus kembali.' sambung dokter Alesandra dalam hati.
Dokter Karen kembali tidur dengan terlentang sambil tersenyum dan menatap ke dua sahabatnya. Dokter Sandra mengambil mangkok yang berisi bubur untuk di suapi ke dokter Karen.
Dokter Karen memakan dengan lahap karena dirinya ingin segera sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit.
Hingga tidak terasa mangkok yang berisi bubur sudah habis tanpa sisa. Dokter Sandra mengembalikan mangkok tersebut dan memberikan gelas yang berisi air yang masih setengah gelas.
Selesai makan dan minum dokter Alesandra dan dokter Sandra keluar dari ruang perawatan sambil menunggu kedatangan dokter yang ingin menyuntikkan obat ke dalam selang infus.
Flash Back Off
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Seperti yang Aku bilang kalau Aku tahu karena Aku meretas cctv baik di rumah sakit dan juga cctv di perusahaan milik David." Jawab dokter Alesandra berbohong karena dirinya bisa tahu semuanya dari sistem.
"Oh ya. Bagaimana dengan pernikahanmu?" tanya dokter Sandra yang tidak mengetahui apa yang terjadi dengan dokter Karen kecuali dokter Alesandra yang tahu semuanya.
"Ya begitulah." Jawab dokter Karen yang enggan berbicara dengan sahabatnya mengenai masalah pernikahannya.
"Apakah dia sering menyiksamu? Aku lihat pas di operasi tubuhmu banyak bekas luka cambuk dan untunglah berkat obat ajaib Alesandra tidak ada bekasnya." Ucap dokter Sandra.
"Memang benar. Tapi Aku mohon jangan katakan ke dua orang tuaku." pinta dokter Karen.
Dokter Sandra hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar sambil menatap sahabatnya dengan tatapan sendu.
"Kenapa kamu tidak melawannya atau pergi meninggalkannya?" Tanya dokter Sandra.
"Tidak aku tidak bisa melawan suamiku, anggap saja menebus dosa - dosa ke dua orang tuaku." Jawab dokter Karen.
"Tapi kamukan tidak tahu dan tidak bersalah sedikitpun." ucap dokter Sandra.
"Aku tahu. Tapi mereka adalah orang tua kandungku sebagai anak aku ingin membalas budi baik mereka. Aku tidak sanggup jika terjadi sesuatu dengan orang tuaku karena itulah aku pasrah dan rela ketika suamiku menyiksaku." Jawab dokter Karen sambil tersenyum.
"Aku harap suatu saat nanti Tuan David bisa berubah." ucap dokter Sandra penuh harap.
"Amin." Jawab dokter Karen.
"Oh iya aku mau mengecek kondisi pasien yang lain." ucap dokter Sandra.
"Aku juga." ucap dokter Alesandra yang sejak tadi diam mendengarkan mereka mengobrol.
"Ok. Terima kasih banyak atas bantuan kalian dan memberikan Aku semangat." ucap dokter Karen dengan tulus.
"Kamu sahabatku tentu saja selalu ada menolongmu jangankan sahabat sama orang lain kita harus saling tolong menolong." ucap dokter Sandra.
"Apa yang dikatakan Sandra benar jadi kamu jangan pernah merasa tidak enak hati dengan kami." Ucap dokter Alesandra.
Tanpa sepengetahuan dokter Karen dan dokter Sandra kalau dua pasang mata mendengar sebagian percakapan mereka. Ketika mengetahui dokter Sandra dan dokter Alesandra akan keluar dua pasang mata itu bersembunyi.
'Aku tahu kamu ada di sini dan bersembunyi.' ucap dokter Alesandra dalam hati yang mengetahui ada dua orang pria tampan bersembunyi.
Setelah mengobrol dengan sahabatnya dokter Sandra dan dokter Alesandra berpamitan dan pergi meninggalkan dokter Karen sendirian. Dokter Karen perlahan menggerakan badannya untuk duduk setelah duduk dokter Karen menurunkan ke dua kakinya bersamaan terdengar suara yang sangat familiar di telinganya.
"Sudah sadar syukurlah ngabisin duitku saja." ucap David dengan nada ketus yang tiba - tiba datang dan berjalan menuju ke arah dokter Karen.
Dokter Karen hanya tersenyum sambil menatap wajah tampan suaminya sambil berdiri tepat dihadapan suaminya.
"Maafkan Aku. Kalau Aku sudah sehat dan bekerja aku akan ganti semua biaya perawatanku." ucap Karen dengan nada lembut sambil tersenyum.
"Jangan tersenyum karena senyumanmu itu jelek." ucap David yang berlainan dengan kata hatinya.
Sebenarnya hatinya sangat senang melihat wajah dokter Karen terlebih senyumannya membuat jantungnya berdetak kencang. Dokter Karen lansung menundukkan kepalanya bersamaan kedatangan dokter yang menangani dokter Karen bersama perawatnya.
"Aku sudah sembuh dok jadi tidak perlu di periksa." Ucap dokter Karen menolak dirinya di periksa.
"Maaf, Nona harus diperiksa terlebih dahulu." Ucap dokter tersebut.
Dokter Karen menatap ke arah David dan melihat wajah David memerah seperti menahan amarahnya.