
Paman Moko dan Paman Vincent tersenyum jahat melihat ke duanya sebentar lagi menemui ajalnya.
"Bip ... Nona sedang terhubung."
"Sedang Membaca Ingatan."
"BIP ... Membaca Ingatan sudah selesai, semua Otoritas sudah terbuka."
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Otoritas / kewenangan: sarana untuk menjamin ketaatan dengan menghindari perlunya persuasi dan argumen rasional di satu sisi serta tekanan dan paksaan di sisi lainnya. Jika “kekuasaan” merujuk pada kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, maka “otoritas” berarti hak untuk mempengaruhi orang lain tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Sistem hanya bisa di lihat oleh Nona."
"Kesalahan sistem ... Kesalahan sistem."
"Kenapa Aku kembali ke sistem?" Tanya Alessandra.
"Penjahat itu menembak pemilik tubuh tepat di keningnya dan otomatis pemilik tubuh meninggal dunia."
"Waktu dimundurkan di mana pemilik tubuh pulang dari perusahaan dengan Ayah pemilik tubuh."
"Bip ... Nona sedang terhubung."
"Sedang Membaca Ingatan."
"BIP ... Membaca Ingatan sudah selesai, semua Otoritas sudah terbuka."
"Sistem hanya bisa di lihat oleh Nona."
"Kenapa pakaiannya norak banget." Tanya Alessandra ketika dirinya berada di dalam toilet.
"Belum lagi pakai kacamata besar dan rambut di kepang." Sambung Alessandra.
"Itu atas permintaan Ayah pemilik tubuh, Tuan David."
"Karena itulah organisasi baru mengutusmu untuk membantu Dia membalikkan nasibnya dan melawan kehidupan."
"Siapa namaku?" Tanya Alessandra.
"Kamu adalah Alessandra karena suatu alasan yang tidak bisa diungkapkan."
"Kamu terikat dengan sistem wanita pendukung yang terhubung dengan ribuan dunia kecil."
"Tugasmu adalah membalikkan nasib wanita yang berkorban sia-sia, memadamkan kebencian mereka."
"Sebagai bayaran setiap kali terwujud maka bisa mendapatkan poin pencapaian yang selayaknya."
"Poin pencapaian bisa di ambil di dalam sistem, digantikan dengan peralatan dan sejauh ini tingkat keberhasilan tugasmu adalah seratus persen."
"Aku sudah tahu tidak perlu di ulang, periksa dulu data latar belakang dunia ini saja dan siapa namaku?" Tanya Alessandra.
"Ini adalah novel tentang seorang pemeran utama wanita dengan judul : Alessandra Si Gadis Culun."
"Tugasmu adalah membalaskan dendam orang-orang yang menyakiti pemilik tubuh dan membantu pemeran utama pria dari orang-orang yang berniat jahat."
"Aku membaca ingatan pemilik tubuh kalau mantan kekasihnya memalukan pemilik tubuh di depan teman - temannya belum lagi musuh dari Ayah pemilik tubuh." Ucap Alessandra.
"Paman Vincent yang juga Adik kandung dari Tuan David ingin menguasai hartanya sedangkan Moko yang sudah menyembuhkan Tuan David. Mereka berdua bekerja sama untuk membunuh Tuan David dan pemilik tubuh hingga akhirnya mereka meninggal." Sambung Alessandra sambil menahan amarahnya.
"Memang benar, tapi tugasmu kali ini melindungi Tuan David, pemilik tubuh dan pemeran utama pria."
"Mengenai nama, namanya tetap sama yaitu Alessandra agar Nona tidak pusing mengingat namanya."
Alessandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian keluar dari toilet dan berjalan ke ruang kerja milik Daddy David.
Ceklek
Alessandra membuka pintu ruang kerja David di mana Daddy David bekerja. Alessandra melihat Daddy David masih sibuk mengecek satu persatu dokumen membuat Alessandra berjalan ke arah kursi kemudian duduk saling berhadapan dan hanya di batasi oleh meja.
"Masih banyak Dad?" Tanya Alessandra.
"Masih banyak, apakah Kamu sudah mulai bosan?" Tanya Daddy David.
"Belum Dad, mau Aku bantu?" Tanya Alessandra.
"Boleh, nanti kalau tidak mengerti tanya sama Daddy." Jawab Daddy David sambil memberikan beberapa dokumen.
'Tuan David, sangat sabar dengan pemilik tubuh.' sambung Alessandra dalam hati.
Waktu Berhenti
"Memang benar, walau sesibuk apapun putrinya dinomersatukan."
"Karena itulah tugas Nona melindungi Tuan David dan pemilik tubuh."
"Jangan kuatir, Aku akan menjaga dan melindungi dari orang-orang yang ingin berbuat jahat." Jawab Alessandra.
Waktu Berjalan
Alessandra mengambil dokumen pertama dan mulai mengeceknya dengan bantuan sistem setelah selesai lanjut ke dokumen selanjutnya. Begitu terus hingga enam dokumen sudah selesai di cek dengan waktu kurang dari satu menit.
"Pusing ya?" Tanya Daddy David sambil tersenyum melihat Alessandra sudah selesai melihat dokumen.
"Tidak Dad, empat dokumen sudah benar dan dua dokumen salah." Jawab Alessandra.
"Serius?" Tanya Daddy David dengan wajah terkejut.
"Serius Dad, empat dokumen ini yang benar dan dua dokumen ini yang salah. Boleh Alessandra perbaiki?" Tanya Alessandra sambil meletakkan dokumen di hadapan Daddy David.
"Coba Daddy lihat yang salah." Ucap Daddy David sambil mengambil dua dokumen kemudian mengecek dokumen pertama.
"Tidak ada yang salah, salah yang mana?" Tanya Daddy David dengan wajah bingung sambil memperkenalkan dokumen yang pertama.
"Ini Dad, kata yang di ketik yag kurang huruf n dan ini juga salah kata keuntungan di ketik untung." Jawab Alessandra sambil menunjuk kata yang salah.
"Hehehehe .... Putri Daddy sangat hebat dan jeli bisa tahu ketikan yang salah." Puji Daddy David.
"Terima kasih atas pujiannya, Dad." ucap Alessandra.
Daddy David hanya tersenyum kemudian mengecek dokumen ke dua yang berisi data keuangan dan melihat memang ada yang salah namun Daddy David ingin mengetes Alessandra dengan cara berpura-pura memperlihatkan dokumen tersebut ke Alessandra.
"Kalau yang ini?" Tanya Daddy David.
"Daddy pasti sudah tahu ada yang salah di mana pemasukan dan pengeluaran lebih banyak pengeluaran. Kalau seperti ini terus perusahaan cabang milik Daddy akan bangkrut." jawab Alessandra.
"Bukan milik Daddy tapi milikmu." Jawab Daddy David.
"Yang benar milik Kita bersama." Ucap Alessandra.
"Baiklah, sekarang apa yang mesti Kita lakukan?" Tanya Daddy David.
"Lebih baik kasih kesempatan ke dua untuk Mereka kalau Mereka masih sama terpaksa Kita mengganti Mereka." Jawab Alessandra.
"Daddy setuju usulanmu." Ucap Daddy David.
"Kalau begitu biar Alessandra yang mengecek dokumen dan memperbaikinya lalu Daddy tinggal tanda tangan biar cepat." Usul Alessandra.
"Daddy ikut bantu cek karena dokumennya sangat banyak." Ucap Daddy David.
"Baik Dad." Jawab Alessandra.
"Kamu pakailah laptop milik Daddy." Ucap Daddy David sambil mengarahkan laptopnya ke Alessandra.
"Baik Dad." Jawab Alessandra lagi.
"Semua dokumen yang diberikan ada di email." Ucap Alessandra.
"Ok." Jawab Alessandra singkat.
Alessandra mengambil dokumen yang salah kemudian mencari dokumen tersebut di email untuk diperbaiki setelah selesai barulah di print. Hingga dua belas menit dokumen yang menumpuk sudah selesai diperbaiki.
"Tidak terasa dokumen yang tadi menumpuk kini sudah beres sekarang Kamu serahkan ke sekretaris setelah itu Kita pulang." Ucap Daddy David sambil merenggangkan ke dua tangannya ke atas.
"Baik Dad." Jawab Alessandra patuh.
Alessandra mengambil semua dokumen tersebut kemudian berjalan menuju ke arah pintu ruang kerja sedangkan Daddy David berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Alessandra keluar dari ruangan CEO menuju ke ruang sekretaris dan sampai di depan sekretaris, Alessandra memberikan semua dokumen tersebut ke atas meja sekretaris.
"Dokumen sebanyak ini sudah selesai?" Tanya sekretaris dengan wajah terkejut karena tidak mungkin secepat itu selesainya.
"Sudah, silahkan dibagikan berdasarkan departemen." Jawab Alessandra sambil membalikkan badan.
"Peringatan sistem ... Peringatan sistem ...."