
"Sudah, makanan yang Aku masak di kasih garam oleh Valen." Jawab Alessandra sambil menahan amarahnya.
Alessandra paling tidak suka jika makanannya yang sudah di buat diberikan garam oleh Valen karena Alessandra tidak suka membuang makanan.
"Berikan Aku penawar agar masakan yang Aku buat tidak asin dan berikan hukuman untuk Valen di mana mulut Valen selalu asin sepanjang hari. Walau makan atau minum mulutnya selalu asin agar Valen menyadari kesalahan." Ucap Alessandra.
"Berarti nona memang sengaja menerima Mereka berdua karena Mereka akan di hukum berdasarkan apa yang Mereka lakukan."
"Betul sekali." Jawab Alessandra.
"Nona sungguh kejam."
"Aku sudah menerima Mereka bekerja dengan gaji yang sangat besar dan Aku mau menerima Mereka apa adanya tanpa memperdulikan masalalu Mereka tapi Mereka sangat serakah yaitu ingin merebut Kak Michael." ucap Alessandra.
"Betul juga kata Nona, orang seperti Mereka tidak tahu berterima kasih."
"Tepat sekali, sekarang lakukan apa yang Aku minta." Ucap Alessandra.
"Baik."
Kucing itupun menggerakkan telapak tangannya dan muncul botol membuat Alessandra mengambil botol tersebut kemudian dituangkan ke mangkok.
Botol tersebut dimasukan ke mangkok yang berisi nasi goreng seafood kemudian berlanjut ke piring yang agak besar yang berisi telur mata sapi.
Sedangkan Kucing yang sudah mengeluarkan botol obat penawar rasa asin kembali menggerakkan telapak tangannya dan muncul asap.
Asap tersebut terbang menuju ke arah Valen bersamaan waktu berjalan dengan normal. Valen yang menghirup udara otomatis asap yang tidak terlihat masuk lewat hidung yang di hirup.
'Rasakan Kamu Nyonya karena sebentar lagi suami dan mertua Nyonya akan marah lalu mengusir Nyonya karena masakan Nyonya sangat asin.' Ucap Valen dalam hati.
Valen yang bersembunyi di balik tembok menatap Alessandra yang masih duduk di kursi makan sambil menunggu suaminya dan Mommy Elisabeth.
Uhuk uhuk uhuk uhuk
'Si*l kenapa mulutnya sangat asin?' Tanya Valen dalam hati sambil membuka pintu kulkas.
Valen mengambil botol minuman dingin kemudian meminum langsung dari botol untuk menghilangkan rasa asin yang teramat sangat.
Uhuk uhuk uhuk uhuk
Valen kembali terbatuk - batuk karena rasa air mineral seperti rasa air laut membuat Valen memasukkan botol tersebut ke dalam kulkas kemudian mengambil apel.
'Mungkin dengan makan apel merah, rasa asinnya berkurang.' Ucap Valen dalam hati.
uhuk uhuk uhuk uhuk
Valen kembali terbatuk - batuk karena apel yang di makannya juga asin membuat Valen meletakkan apelnya kemudian mengambil semangka.
Sama seperti tadi Valen meminum air mineral dan apel merah, Valen kembali terbatuk - batuk membuat Valen tidak melanjutkan makan semangka.
'Apa yang terjadi kenapa mulutku sangat asin? Apa jangan-jangan salah satu dari Mereka bisa melakukan sihir sehingga garam yang Aku berikan di nasi goreng seafood dan telur mata sapi masuk ke dalam mulutku atau hidungku lewat udara?' Tanya Valen sambil berusaha makan buah pisang.
Namun ketika pisangnya masuk ke dalam mulutnya masih terasa sangat asin membuat Valen sangat menderita.
Alessandra yang melihat Valen tidak tega membuat Alessandra berjalan ke arah Mereka.
"Ada apa Valen?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
"Maaf Nyoya Muda, mulutku tiba - tiba terasa sangat asin." Jawab Valen.
"Kenapa bisa?" Tanya Alessandra pura-pura terkejut.