Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 75



"Ada yang ingin Aku tanyakan padamu." Ucap Michael.


"Tapi Aku mau pulang karena nanti sore Aku ada jadwal praktek." ucap dokter Alesandra.


"Kalau begitu Aku antar tapi sebelumnya Aku ingin berpamitan dengan Tuan David." Ucap Michael.


"Baiklah." Jawab dokter Alesandra.


Michael berjalan mendahului dokter Alesandra menuju ke arah ruang perawatan di mana David menemani istrinya. Michael membuka pintu dan melihat David duduk di kursi dekat ranjang sambil tangannya menggenggam tangan dokter Karen.


"Maaf Tuan David, bolehkah Saya pergi sebentar? Nanti saya kesini lagi." ijin Michael.


"Mau kemana?" tanya David tapi pandangan matanya tidak pernah lepas ke arah dokter Karen.


"Mau mengantar Alesandra pulang." ucap Michael yang tidak bisa bohong dengan tuan David.


"Pergilah, Aku kasih waktu enam jam bersamanya nanti ke sini lagi sekalian bawa pakaian gantiku!" perintah David.


"Baik Tuan. Kalau begitu Saya pergi dulu mengantar Alesandra." pamit Michael sambil tersenyum bahagia pasalnya dirinya diberi waktu yang lumayan lama.


"Hmmm." jawab David berupa deheman.


Michael pun berjalan meninggalkan tuan David berdua dengan dokter Karen. Dokter Karen dan David kembali melanjutkan obrolannya sambil sesekali tertawa bersama.


Di tempat yang berbeda, lebih tepatnya Michael duduk di kursi pengemudi sedangkan dokter Alesandra duduk di samping pengemudi. Sepanjang perjalanan mereka mengobrol terkadang tertawa dan terkadang serius.


"Ada yang ingin Aku tanyakan." Ucap Michael dengan wajah serius setelah beberapa saat mereka tadi mengobrol dengan santai.


"Tanya apa?" Tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.


"Kenapa kamu bisa tahu apa yang terjadi di masa depan? Siapa sebenarnya kamu?" Tanya Michael.


"Kebetulan saja Aku bisa tahu apa yang terjadi di masa depan." Jawab dokter Alesandra dengan jujur.


"Mengenai siapa Aku tentu saja Aku seorang dokter yang bernama Alesandra." Sambung dokter Alesandra.


"Apakah kamu tahu tentang kehidupanmu dan kedua sahabatmu?" Tanya Michael penasaran.


"Tentu saja termasuk apa yang akan terjadi dengan Kak Michael, Kak David dan Kak Federick." Jawab dokter Alesandra.


"Apakah kak Michael ingin tahu?" Tanya dokter Alesandra.


Michael hanya menganggukkan kepalanya sedangkan dokter Alesandra terdiam beberapa saat.


"Pertama tentang hubungan Kak David dengan Karen, awalnya hidup bahagia namun seseorang mencoba memfitnahnya hingga akhirnya Karen di tembak Kak David dan Ayahnya Karen hingga akhirnya pergi meninggalkan putranya yang masih bayi dan suaminya sangat menyesali perbuatannya." Jawab dokter Alesandra.


Dokter Alesandra tidak menceritakan lebih detail di mana dokter Karen akan pergi bersama dokter Alesandra dan dokter Sandra dengan di bantu temannya dokter Alesandra.


"Kenapa mereka menembak Nyonya David?" Tanya Michael dengan wajah sangat terkejut.


"Aku tidak bisa mengatakannya tapi yang pasti jika Kak David percaya dengan ucapan seseorang maka hal itu akan terjadi." Jawab dokter Alesandra.


"Baiklah. Bagaimana dengan Federick dan Sandra?" Tanya Michael yang tidak bisa memaksa namun Michael berjanji untuk menyelidiki jika hal itu benar - benar terjadi.


"Mereka hidup bahagia namun tiba - tiba Sandra mengetahui kalau suaminya melakukan eksperimen membuat Sandra memohon untuk menghentikannya. Namun Kak Federick tidak bersedia hingga akhirnya Sandra terkena racun yang sangat berbahaya milik Kak Federick yang di beli dari musuh Federick." Jawab dokter Alesandra.


"Tapi Sandra baik - baik sajakan? Mengingat Sandra sekarang lagi hamil." Ucap Michael.


"Sayangnya tidak racunnya sengaja tidak di buat penawarnya itu yang membuat Kak Federick menyesali perbuatannya." Jawab dokter Alesandra.


"Bagaimana denganmu?" Tanya Michael.


"Ketika kita sudah melakukan hubungan suami istri, Kak Michael tidak mau bertanggung jawab dan akhirnya Aku pergi sambil membawa anak kita yang tumbuh di rahimku." Jawab dokter Alesandra.


"Hingga Aku pergi dari kehidupan Kak Michael sambil mendoakan Kak Michael menemukan yang lebih baik dariku." Sambung dokter Alesandra sambil menatap ke arah depan.


"Kenapa kamu tidak memaksaku untuk bertanggung jawab?" Tanya Michael.


"Cinta tidak bisa di paksa karena itu Aku pergi dari kehidupan Kak Michael hingga akhirnya Aku menikah dengan seseorang dan menerima anak kita sebagai anak kandungnya." jawab dokter Alesandra.


"Aku tidak setuju jika kamu menikah dengan pria lain apalagi mengakui anak kita sebagai anak kandungnya." Ucap Michael dengan wajah cemburu.


"Kalau hal itu tidak ingin terjadi maka Kak Michael bertanggung jawab." Ucap dokter Alesandra.


"Oh ya, apa yang Aku ceritakan bisa saja berubah atau bisa saja akan terjadi." Sambung dokter Alesandra.


"Aku akan pastikan tidak akan terjadi." Ucap Michael.


"Semoga saja. Oh ya sebentar lagi ada musuh datang yang ingin membunuh kita." ucap dokter Alesandra.


"Apa? Jangan bercanda." Ucap Michael.


"Aku serius, lihat saja." Ucap dokter Alesandra dengan nada santai.


Michael hanya diam dan tidak berapa lama mata elang Michael menatap ke arah spion mobil yang berada di tengah-tengah tampak mobil hitam sedang mengikuti mobil mereka.


"Apa yang kamu katakan benar, sepertinya ada yang mengikuti mobil kita." ucap Michael.


Dokter Alesandra langsung melihat ke arah belakang dan benar saja dua mobil sedang mengikuti mobil Michael.


"Tentu saja benar." Jawab dokter Alesandra.


"Tolong ambilkan ponselku di dalam kemejaku." Pinta Michael.


"Baik." Jawab dokter Alesandra.


Dokter Alesandra melepaskan sealbeltnya kemudian mendekati Michael dan tangan kanannya mengambil ponsel milik Michael.


Ke dua jantung mereka berdetak kencang terlebih hembusan nafas keduanya terasa di wajah mereka masing - masing membuat dokter Alesandra menjadi salah tingkah.


'Aku sangat mencintaimu.' bisik Michael kemudian mengecup bibir dokter Alesandra yang wajahnya sangat dekat dengan wajah Michael.


"Kenapa menciumku?" tanya dokter Alesandra.


"Cari nama Aliando yang berada di kontak di ponselku." ucap Michael tanpa menjawab pertanyaan dokter Alesandra.


"Ok." jawab dokter Alesandra dengan singkat sambil mencari nama Aliando.


"Bilang suruh datang segera dan ikuti gps" ucap Michael.


"Ok." jawab dokter Alesandra dengan singkat.


("Hallo dengan Tuan Aliando." Panggil dokter Alesandra).


("Ya benar. Kok ponsel Tuan Michael ada di tangan nona?" tanya Aliando sambil menatap layar ponselnya kemudian kembali menempelkan ke telinganya).


("Saya di...." ucap dokter Alesandra terpotong oleh Michael).


("Aliando ikuti gpsku, mobilku diikuti oleh dua mobil!" Perintah Michael sambil menahan cemburu)


Entah kenapa Michael cemburu jika dokter Alesandra berbicara dengan pria lain termasuk orang kepercayaannya.


("Baik Tuan." jawab Aliando dengan patuh).


("Matikan ponselnya." ucap Michael).


("Ok." jawab dokter Alesandra dengan patuh).


Tut tut tut tut tut


Alesandra pun mematikan ponselnya secara sepihak sedangkan Aliando menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


cittttt


Michael tiba - tiba mengerem mobilnya secara mendadak karena di depan mobilnya mendadak berhenti. Dokter Alesandra yang sudah tahu jalan ceritanya menahan tubuhnya dengan menggunakan ke dua tangannya agar tidak terkena dasboard mobil.


Dokter Alesandra dan Michael melihat dua mobil berwarna hitam berhenti kemudian mereka keluar dari mobil dan total semuanya ada enam belas orang.


"Aduh baru juga berkelahi, masa berkelahi lagi." keluh Michael.


"Apalagi Aku baru saja sembuh dan pulang dari rumah sakit karena habis berkelahi, sekarang berkelahi lagi." Ucap dokter Alesandra.


"Sebenarnya siapa mereka? Dari tadi menyerangku dan juga Karen, perasaan kami tidak mempunyai musuh." sambung dokter Alesandra pura - pura tidak tahu sambil pura - pura berpikir.


"Apa mungkin musuh kak David dan kak Michael?" tanya dokter Alesandra.


"Sudahlah kamu tunggu di dalam." ucap Michael tanpa menjawab pertanyaan dokter Alesandra.


"Tidak Aku akan membantu karena musuhnya banyak." ucap dokter Alesandra sambil membuka tas untuk mengambil kartu domino dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya beberapa biji kelereng.


"Buat apa kartu domino dan biji kelereng? Kamu mau ngajakin Aku main? Kamu tidak lihat kita di kepung musuh." tanya Michael dengan beruntun sambil menahan kesal.


"Nanti kak Michael akan tahu." jawab dokter Alesandra dengan nada santai.


"Terserah deh. Aku bawa pistol dua, kamu satu dan Aku satu." ucap Michael sambil memberikan satu pistol.


"Tidak, senjataku sudah cukup kartu domino dan beberapa biji kelereng ini." Ucap dokter Alesandra menolak pemberiannya.


"Hah!!" ucap Michael menghela nafas sambil menahan amarahnya.


"Nanti akan tahu, ayo kita turun." ucap dokter Alesandra sambil membuka pintu mobilnya.


Michael yang melihat dokter Alesandra turun membuat Michael pun ikut turun.


"Bunuh mereka berdua!" Perintah salah satu dari mereka.


Sebelum mereka mengarahkan pistol ke arah dokter Alesandra dan Michael, dokter Alesandra terlebih dahulu menyentil satu persatu biji kelereng dengan gerakan cepat.


Suara teriakan kesakitan satu persatu saling bersahutan sambil memegangi wortel import milik masing - masing dengan berlutut di jalan raya. Ketika biji - biji kelereng sudah habis barulah dokter Alesadra berlanjut menyerang mereka menggunakan kartu domino.


Sedangkan Michael terdiam beberapa saat lalu dengan gerakan yang sangat lincah menghindar dan menembakkan senjatanya sehingga 4 orang sekaligus mati.


Dokter Alesandra dengan lincah dan menghindar dari tembakkan musuhnya sambil melempar empat kartu domino sekaligus ke arah lawan hingga mengenai kening musuhnya membuat ke 4 musuhnya mati seketika.


Michael yang melihatnya merasa kagum dengan kehebatan dokter Alesandra. Kini tinggal tersisa 4 orang lagi. Punggung Michael dan punggung dokter Alesandra saling menempel sambil berputar melihat pergerakan musuhnya.


"Siapa yang memerintahkan kalian?" tanya Michael.


"Kami tidak akan memberitahukannya." ucap mereka berempat dengan serempak.


klik


klik


Isi pistol Michael ternyata sudah kosong membuat dokter Alesandra meminta pistol yang kosong itu.


"Berikan pistol yang sudah kosong itu padaku." pinta dokter Alesandra.


"Buat apa?" tanya Michael penasaran.


"Nanti akan tahu." Jawab dokter Alesandra.


Michael pun memberikan pistol kosong tersebut kemudian tangan kiri yang memegang pistol dipindahkan dengan menggunakan tangan kanannya dan bersiap untuk menembak mereka.


"Serang." ucap salah satu dari mereka.


Pletak


"Aduh." teriak salah satu dari mereka sambil melepaskan pistolnya kemudian memegangi dahinya.


Dokter Alesandra melempar pistol tersebut tepat mengenai dahinya hingga pria itu berteriak kesakitan karena dahinya benjol terkena lemparan pistol dokter Alesandra.


"Pffftttt... Hahahaha." tawa Michael pecah melihat pria tersebut dahinya benjol.


"Si*l .... Serang gadis itu dan bunuh." ucap pria yang terkena lemparan pistol dokter Alesandra.


dor


"Akhhhh ....." teriak salah satu penjahat.


Jleb


Akhhhh ....." teriak salah satu penjahat yang lainnya.


Michael menembak di kening penjahat tersebut hingga mati di tempat begitu pula dengan dokter Alesandra. Dokter Alesandra yang tahu kalau ada seseorang mengarahkan pistolnya ke arahnya. Membuat dokter Alesandra mengarahkan kartu dominonya ke arah pria paruh baya namun ...


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx