Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 1



Tiga hari kemudian Alessandra membereskan barang - barang milik Daddy David karena hari ini Daddy David diperbolehkan pulang.


Selesai membereskan semuanya merekapun pulang ke mansion nya. Hingga dua puluh lima menit kemudian Daddy David istirahat karena nanti siang sahabat Daddy David datang untuk melakukan pengobatan pada kakinya.


Sedangkan Alessandra membaca buku di taman belakang menikmati pemandangan yang indah dan banyak bunga yang bermekaran.


Tidak terasa waktu sudah siang Alessandra pergi ke meja makan dan duduk di meja makan sedangkan Daddy David duduk di kursi roda yang di dorong oleh pelayan.


Selama makan tidak ada suara yang keluar mereka menikmati makan siangnya. Selesai makan mereka duduk di kursi ruang tamu.


ting tong ting tong


Suara bel pintu seorang pelayan datang sahabat Daddy David datang dan pelayan tersebut mengantarnya ke ruang tamu.


"Hello sahabatku sudah lama ya kita tidak bertemu?" ucap sahabatnya.


"Hai, Moko tidak menyangka masih muda saja kenalkan ini putriku Alessandra, ayo duduk." ucap Daddy David dengan ramah.


Merekapun mengobrol dengan santai hingga datang seorang pelayan mengantar minuman dan cemilan. Setelah puas mengobrol mulailah Moko melakukan pengecekan.


"Bagaimana ke dua kakimu bisa digerakkan?" tanya Moko.


"Susah Moko tidak bisa digerakkan sama sekali aku cubit dan ku pukul tidak pengaruh apakah aku bisa sembuh?" tanya Daddy David tertunduk lesu.


"Coba kucek dulu." jawab Moko.


Sahabatnya duduk dibawah lantai kemudian mencari titik saraf kemudian memegang kaki Daddy David.


"Aduh sakittt!!!" teriak Daddy David.


"Aduhhhh .... Akhhhhhhhhhhh....!" teriak Daddy David kembali.


Daddy David berteriak terus karena merasakan sakit di sekujur kakinya sedangkan Alessandra yang tidak tega melihat Daddy David berteriak kesakitan mulai bersuara.


"Paman, apa yang paman lakukan kenapa Daddy ku berteriak kesakitan?" tanya Alessandra dengan wajah sendu.


"Alessandra, paman mencari titik saraf yang mana saja yang masih berfungsi dan Paman sudah tahu besok dilanjutkan lagi. Daddy mu kalau semangat untuk sembuh kemungkinan kurang dari 2 minggu lagi bisa jalan." ucap Moko.


"Paman bisa ajarkan padaku? Alessandra ingin belajar dan bisa membantu orang lain." ucap Alessandra penuh harap.


"Boleh, perhatikan yang paman ajarkan." Ucap Moko sahabat Daddy.


Kemudian Moko sahabat Daddy mengajarkan titik - titik saraf mana saja, Alessandra begitu serius karena Alessandra tergolong cerdas dan cepat paham.


Setiap hari Moko datang dan tidak lupa Alessandra selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh Moko. Kini pengobatannya hampir selesai Daddy David sudah tidak menggunakan kursi roda lagi melainkan dengan tongkat.


Alessandra diajak Moko ke tempat prakteknya hanya dua minggu Alessandra sudah menguasainya dan terkadang membantu Moko mengobati para pasien.


Satu Bulan Kemudian


Daddy David sudah bisa beraktifitas kembali namun masih menggunakan tongkat. Semenjak lulus kuliah Alessandra menemani Daddy David bekerja karena pada nantinya perusahaannya akan menjadi milik putri semata wayangnya.


Hingga suatu ketika Alessandra menemani Daddy David bekerja di luar kota di cabang perusahaannya. Ada salah satu klien Daddy David yang marah karena kecewa proposalnya di tolak.


Ketika mereka pulang kerja mobilnya di hadang oleh para preman. Daddy David dan bodyguard turun sedangkan Alessandra disuruh menunggu di mobil.


Alessandra menunggu di dalam mobil melihat pertarungan Daddy David dan bodyguardnya tapi secara diam diam preman tersebut membuka paksa pintu mobilnya.


Alessandra yang melihatnya terkejut langsung membuka pintunya dan memukul preman tersebut karena kebetulan Alessandra menguasai ilmu bela diri.


bugh


bugh


bugh


Tiga preman tersebut tumbang kemudian Alessandra melihat Daddy David terdesak dan tanpa sengaja Alessandra melihat salah satu preman tersebut membawa pisau.


Daddy David tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya karena preman tersebut ada di belakang Daddy David tanpa membuang waktu Alessandra membantu Daddy David yang dalam bahaya.


bugh


Alessandra melempar satu sepatu yang dipakainya dan pisau yang dipegang preman tersebut langsung terjatuh.


bugh


Satu sepatu dilempar lagi mengenai kepalanya membuat preman itu tidak sadarkan diri, Alessandra berjalan dan membantu Daddy David.


Daddy David terkejut melihat dibelakang preman tersebut pingsan ketika melihat siapa yang melakukannya ternyata putri kesayangannya.


Daddy David, Alessandra dan dua bodyguardnya melawan para preman tersebut hingga tanpa disadari oleh mereka dua penembak jitu mengarahkan pistolnya ke dada Daddy David dan Alessandra.


Dor


Dor


"Akhhhhhhhhhhh...." Teriak Daddy David dan Alessandra bersamaan.


Bruk


"Lama sekali kalian datang." Ucap pria tersebut yang merupakan bodyguard yang bekerja dengan Daddy David.


"Tahu nih, jadi terpaksa Kami pura-pura melawan teman Kami." sambung temannya yang bekerja sebagai sopir sekaligus merangkap sebagai bodyguard.


"Kalian!" Teriak Daddy David dan Alessandra bersamaan dengan wajah terkejut.


"Tidak usah teriak." Ucap seseorang pria.


"Hallo sahabatku." Panggil pria yang berada di sebelahnya.


"Paman Vincent dan Paman Moko, kenapa Kalian jahat sama Kami? Apa salah Kami?" Tanya Alessandra dengan mata berkaca-kaca.


"Kalian tidak salah hanya saja Kami ingin menguasai harta Kalian." Ucap ke dua pria tersebut.


"Vincent, Kamu itu adik kandungku kenapq tega padaku? Sedangkan Kamu Moko, kenapa tega melakukan ini pada sahabatku?" Tanya Daddy David yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Satu adik kandungnya dan satunya lagi sahabatnya dengan tega berencana ingin membunuh dirinya dan juga ingin membunuh putri semata wayangnya.


"Kamu memang Kakakku tapi Aku ingin menguasai harta Kakak karena itulah Kami melakukan ini." Ucap Adiknya.


"Sedangkan kalau Aku, Aku melakukan ini karena Aku di ajak oleh adik mu untuk menguasai harta Kalian." Sambung Moko.


"Terimalah kematian Kalian berdua." Ucap adiknya sambil mengarahkan pistolnya ke kening Daddy David sedangkan Moko ke kening Alessandra.


"Kalian boleh menguasai hartaku tapi bebaskan putriku. Aku mohon padamu Vincent, Kamu itu adikku satu-satunya tolong jangan sakiti ponakan mu." Mohon Daddy David.


"Aku tidak ingin putrimu menjadi penghalangku di saat Kami sudah menguasai harta Kakak." Ucap Adiknya sambil menarik pelatuknya.


Dor


"Akhhhhhhhhhhh...." Teriak Daddy David.


Bruk


"Daddy!" Teriak Alessandra sambil mengeluarkan air mata kesedihan dan dendam secara bersamaan terhadap Pamannya dan juga Paman Moko.


"Paman Moko, baik padaku mengajariku cara melakukan terapi agar bisa jalan tapi kenapa Paman Moko jahat padaku dan juga Daddy?" Tanya Alessandra dengan wajah penuh kecewa sekaligus marah.


"Karena banyak pasien yang menanyakan mu dan ingin Kamu yang mengobati nya karena itulah Paman sangat membenci mu. Ketika Paman mu mengajak Paman untuk menguasai harta keluarga mu maka Paman langsung menyetujuinya, sekarang terimalah kematian mu." Ucap Paman Moko sambil menarik pelatuk.


Dor


"Akhhhhhhhhhhh.." Teriak Alessandra ketika peluru mengenai keningnya.


Bruk


'Jika Aku diberikan kesempatan ke dua akan Aku balas mereka yang telah menyakiti ku dan juga menyakiti Daddy.' Ucap Alessandra dalam hati dan perlahan memejamkan matanya.