Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 69



("Uhuk .... Uhuk ... Uhuk ..." )


Selesai berbicara dokter Alesandra berjalan mundur ke arah mobil agar Michael mendengar ucapannya. Dokter Alesandra terbatuk - batuk dan mengeluarkan darah segar membuat para penjahat tersenyum devil.


("Berteriaklah sekeras mungkin Tuan Michael tidak mungkin datang tepat waktu." Ucap salah satu penjahat).


("Apa permintaan terakhirmu?" Tanya salah satu penjahat yang lain sambil mengarahkan pistolnya ke arah dada dokter Alesandra).


("Semoga Kak Michael selalu bahagia." Jawab dokter Alesandra).


("Terimalah kematianmu." Ucap penjahat tersebut sambil menarik pelatuknya).


("Akhhhhhhhh!" Teriak dokter Alesandra ketika peluru ditembakkan ke dadanya).


Tubuh dokter Alesandra ambruk sedangkan Michael dan David yang mendengar teriakan dokter Alesandra sangat terkejut terlebih Michael.


Michael yang sangat pintar menyalip mobil membuat mobil mereka sudah sampai di lokasi kejadian dalam waktu kurang lebih lima belas menit. Walau banyak mobil yang membunyikan klakson mobil milik David namun Michael tidak memperdulikan hal itu. Karena yang terpenting keselamatan dokter Karen dan dokter Alesandra.


Michael langsung menghentikan mobilnya dan matanya membulat sempurna begitu pula dengan David karena kaca mobil milik dokter Alesandra sudah mulai retak dan sebentar lagi akan hancur.


Michael dan David langsung turun dari mobil dan mengambil tembakan yang berada di saku jasnya. Sepasang mata David langsung memerah seperti tatapan iblis karena melihat istri yang dicintainya tidak sadarkan diri di dalam mobil.


Sedangkan Michael yang melihat dokter Alesandra tergeletak di jalan aspal yang panas di mana di kelilingi delapan pria penjahat yang empat membelakangi mereka dan empat lagi menghadap mereka tapi dihalangi oleh mobil milik penjahat. Hal itu membuat sepasang mata Michael berubah menjadi merah


'Ketika kamu terluka antara hidup dan mati baru Aku menyadari kalau kamu sudah berhasil memporak porandakan hatiku.' Ucap Michael dalam hati.


Dokter Alesandra perlahan memejamkan matanya seakan pasrah jika dirinya mati ditembak oleh delapan penjahat yang bersiap untuk menembak dirinya.


Tanpa banyak bicara David dan Michael menembak para penjahat tanpa jeda membuat para penjahat sangat terkejut.


Empat musuh langsung mati seketika ditembak oleh David dan Michael dengan menggunakan dua pistol yang digenggam oleh mereka masing - masing. Kini tinggal empat lagi yang berada di belakang mobil dokter Sandra.


Ke empat musuhnya yang melihat ke empat temannya mati mengenaskan tertembak di dahinya di hadapan mereka membuat ke empat musuhnya langsung membalikkan badannya dan mengarahkan senjatanya ke arah David dan Michael.


"Akhhhh, si*l... sakit!" Teriak salah satu temannya yang tertembak di tangan kanannya yang memegang pistol membuatnya pistolnya terlempar.


David sengaja dengan menggunakan tangan kanannya menembak tangan kanan penjahat yang ingin menembak David hingga senjatanya terlempar sedangkan tangan kirinya menembak di dahi penjahat lainnya yang langsung mati seketika.


Sedangkan Michael langsung menembak dua penjahat sekaligus di dahinya dengan menggunakan ke dua tangannya yang memegang pistolnya. David menembak kembali ke dua kaki penjahat itu agar tidak bisa melarikan diri.


"Kamu suruh anak buah kita untuk membawa pria itu ke markas!" perintah David dengan nada dingin.


"Baik Tuan." jawab Michael lansung mengambil ponsel di balik jasnya untuk menghubungi anak buahnya.


Michael yang sudah selesai menghubungi anak buahnya langsung membalikkan badannya kemudian berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah mobil untuk membuka mobil pintu yang berada di belakang pengemudi.


Setelah David masuk sambil menggendong dokter Karen barulah Michael menutup pintu mobil dengan rapat. Bersamaan kedatangan tiga mobil berwarna putih.


"Aku di antar sama bodyguard sedangkan kamu naik mobil salah satu dari mereka sambil menggendong Alesandra." Ucap David.


"Baik Tuan Muda." Jawab Michael dengan patuh.


Michael berjalan ke arah mobil anak buahnya kemudian mengatakan apa yang tadi dikatakan oleh David. Setelah selesai barulah Michael berjalan ke arah dokter Alesandra untuk menolongnya.


Michael menggendong dokter Alesandra ala bridal style kemudian berjalan ke arah mobil anak buahnya di mana anak buahnya membuka pintu belakang pengemudi.


Kini anak buahnya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi begitu pula dengan mobil satunya yang membawa dokter Karen dan David.


Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di rumah sakit di mana mereka hanya membutuhkan waktu lima belas menit yang seharusnya empat puluh menit.


Anak buahnya keluar dari mobil dan membuka pintu mobil kemudian David keluar sambil menggendong dokter Karen. David meletakkan perlahan ke brankar yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit karena waktu di perjalanan anak buah David menghubungi pihak rumah sakit.


Bersamaan kedatangan mobil Michael dan sama seperti David, Michael meletakkan perlahan tubuh dokter Alesandra ke brangkar.


'Semoga kamu baik - baik saja.' Ucap Michael dalam hati.


Dua dokter yang menangani dokter Karen dan dokter Alesandra kini berada di dalam ruang UGD bersama dokter lainnya sedangkan David dan Michael sudah menunggu di depan pintu UGD.


David dan Michael mengusap wajahnya dan tanpa sadar keluar cairan bening. Rasa takut kehilangan menyelimuti hati ke dua pria tampan. Dua puluh lima menit David dan Michael masih setia menunggu dokter Karen dan dokter Alesandra.


Tidak berapa lama datang dua orang bodyguard sambil membawa rantang dengan wajah ketakutan karena melihat wajah David dan Michael sangat menakutkan.


"Maaf Tuan." Ucap salah satu bodyguard.


"Ada apa?" Tanya Michael dengan nada dingin.


"Maaf Tuan, saya di suruh Nona Alesandra untuk memberikan rantang ini ke Tuan Michael." Jawab bodyguard tersebut sambil memberikan rantang tersebut.


"Saya juga membawa rantang untuk Tuan Muda David karena di suruh Nyonya David." Sambung bodyguard satunya lagi.


David dan Michael menerima rantang tersebut kemudian meletakkan di samping bangkunya.


"Kenapa tidak di bawa sama istriku dan Alesandra?" Tanya David dengan nada dingin.