
"Tidak Kak, itu sudah lebih dari cukup." Jawab Alessandra.
'Kamu memang beda Alessandra tidak seperti mantanku Valen dan Aku bersyukur memilihmu menjadi istriku.' ucap Michael dalam hati.
'Tentu saja beda.' Jawab Alessandra dalam hati.
'Mantan kekasih Kak Michael namanya Valen sedangkan kekasihnya mantan pemilik tubuh namanya Moko dan mempunyai istri namanya Valen Kamprat. Kenapa yang namanya Valen nyebelin ya? Apa mungkin hanya kebetulan?' Tanya Alessandra dalam hati.
"Mommy sangat lelah, Mommy mau istirahat dulu ya." Ucap Mommy Elisabeth.
"Maaf ya Mom, jadi ngerepotin." ucap Alessandra tidak enak hati.
"Tidak apa - apa sayang, Mommy senang kok melakukannya." ucap Mommy Elisabeth tulus.
"Makasih ya Mom." jawab Michael dan Alessandra bersamaan.
"Sama-sama." jawab Mommy Elisabeth sambil tersenyum kemudian berjalan ke arah kamarnya.
"Sayang, terima kasih atas semuanya." ucap Alessandra tulus setelah melihat Mommy Elisabeth berjalan ke arah kamarnya.
"Sayang, kenapa kalau di depan Mommy dan Daddy kamu panggil aku Kakak tapi kalau berdua memanggilku sayang?" tanya Michael sambil memandangi wajah cantik istrinya.
"Karena aku malu sayang, jadi aku beraninya di depan Kakak." Jawab Alessandra sambil menunduk malu.
"Oh istriku pemalu ya." goda Michael.
"Iya." jawab Alessandra sambil menundukkan kepalanya karena malu.
Michael sangat gemas dengan istrinya kemudian mengacak - ngacak rambut istrinya.
"Ish, sayang rambutku berantakkan tahu." gerutu Alessandra sambil memanyunkan bibirnya.
cup
Michael mengecup bibir istrinya dengan lembut dan singkat.
"Sayang tadi kamu janji apa di tempat Daddy?" tanya Michael.
"Apa ya?" Tanya Alessandra pura - pura berfikir karena Alessandra sudah tahu jawabannya.
"Masa kamu lupa sich yank?" tanya Michael dengan nada protes.
"Oh iya sayang aku capek banget, aku tidur dulu ya, bye." ucap Alessandra tanpa menjawab pertanyaan Michael.
Alessandra berlari menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya dan dikejar oleh Michael.
Di dalam kamar, Alessandra dan Michael duduk di ranjang sambil mengatur nafas karena cape habis berlari.
"Sayang, kok kamu ikut lari?" tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
Michael tanpa berkomentar langsung menarik tangan Alessandra dan memulai melakukan kegiatan panas mereka di siang hari sampai dua ronde sesuai janjinya Alessandra pada Michael.
Selesai kegiatan panas mereka, Alessandra mengambil kaos milik Michael yang tadi digunakan oleh Michael dan tergeletak di lantai kemudian memakainya.
Alessandra masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai membersihkan diri Alessandra berbaring di ranjang. Michael melakukan hal yang sama seperti Alessandra pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tidak butuh berapa lama Alessandra pun yang sudah berbaring di ranjang sudah tertidur dengan pulas.
Ceklek
Michael melihat istrinya sudah tidur. Michael pun naik ke ranjang dan masuk ke dalam selimut yang sama kemudian menarik kepala Alessandra untuk bersandar di lengannya.
cup
"Terima kasih kehadiranmu sangat berarti buatku, aku bersyukur memiliki istri sebaik dirimu." ucap Michael.
Tidak membutuhkan waktu lama Michael pun terlelap tidur dan bermimpi sangat indah.
xxxxx
Hari sudah sore, Alessandra mulai membuka matanya. Alessandra memandangi wajah suaminya yang sangat tampan karena Michael masih ada keturunan Spanyol dari kakek Mommy Elisabeth dan kakek dari ayahnya keturunan Jerman.
Hidung yang mancung, kulit putih, bibirnya yang seksi apalagi benda pusakanya yang besar milik suaminya membuat Alessandra menutup dua matanya menggunakan dua tangannya dan tersenyum malu membayangkan milik suaminya yang lumayan besar dan panjang.
Michael yang merasakan ada pergerakan mulai membuka matanya dan memandang heran melihat istrinya menutup matanya dengan ke dua tangan.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Michael bingung sambil membuka ke dua tangan Alessandra.
"Aku...?" ucap Alessandra menggantungkan kalimatnya.
"Aku... kenapa? kok wajahmu merah? Ayo mikirin apa?" tanya Michael penasaran.
"Ngga akh .... Malu." jawab Alessandra.
"Kalau tidak di jawab nanti main satu ronde lagi." ucap Michael setengah mengancam.
"Ehhh jangan punyaku masih sakit dan badanku sangat pegel tahu." jawab Alessandra cemberut
"Makanya cerita." Ucap Michael setengah memaksa karena Michael penasaran kenapa Alessandra malu.
Akhirnya tangan Alessandra turun ke bawah dan memegang benda pusaka milik Michael.
"Sayang apa yang kamu lakukan? kamu ingin nambah lagi?" tanya Michael dengan wajah terkejut sekaligus sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Alessandra.
"Ehh .. Tidak ... kan tadi Sayangku nanya dan Aku jawab yaitu Aku membayangkan punya suamiku yang besar masuk ke punyaku dan membuatku selalu merem melek." jawab Alessandra sambil menutup matanya dengan tangannya.
"Karena kamu sudah bangunin maka satu ronde lagi." ucap Michael sambil tersenyum mesum.
"Sayang nanti malam saja, ya." pinta Alessandra.
"Malam beda lagi dan tidak ada penolakan!" perintah Michael.
Akhirnya kegiatan suami istri pada sore hari terjadilah di antara mereka.
Tidak terasa malam berganti pagi, Alessandra terbangun dari tidurnya dan langsung mandi selesai mandi Alessandra memilih pakaian yang akan dikenakan nanti di kantor.
Alessandra yang sangat pintar berdandan, langsung memakai kosmetik hingga dua belas menit kemudian wajah Alessandra sangat cantik.
Selesai semuanya, Alessandra membangunkan suaminya untuk mandi. Michael pun menurutinya dan langsung mandi tanpa melihat wajah Alessandra yang sudah berubah menjadi bertambah cantik. Sambil menunggu suaminya selesai mandi Alessandra menyiapkan semua kebutuhan suaminya.
Alessandra turun menuju ke dapur untuk membantu para pelayan tapi dilarang oleh Mommy Elisabeth dengan cara menarik tangan Alessandra.
Alessandra hanya pasrah dan mengikuti kemana Mommy Elisabeth menarik tangannya. Sampailah di kamar Mommy Elisabeth.
Mommy Elisabeth berjalan ke arah lemari kemudian mengambil kalung peninggalan Ibunya Elisabeth.
"Kamu ternyata sangat pintar berdandan dan Kamu semakin bertambah cantik. Sekarang pakailah kalung yang dulu digunakan oleh Ibuku dan sekarang Mommy berikan untukmu." Ucap Mommy Elisabeth sambil memakaikan kalungnya ke leher Alessandra.
"Kalungnya sangat cantik Mom, tapi apakah Alessandra berhak memakainya?" tanya Alessandra.
Alessandra mengatakan hal itu karena pemilik asli tubuhnya sudah meninggal dunia. Terlebih setelah sepuluh tahun kemudian Alessandra akan pergi meninggalkan Michael dan Mommy Elisabeth untuk melanjutkan misi berikutnya.