Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 62



("Berikan Aku uang dua ratus juta maka Aku akan membunuh kekasih mereka." Jawab pria paruh baya tersebut).


("Kenapa Tuan ingin membantuku? Darimana Tuan tahu kalau Aku ingin melenyapkan orang yang mereka kasihi?" Tanya pria paruh baya tersebut yang sama-sama paruh baya).


("Karena Aku juga ingin membunuh istrinya Tuan Federick di mana Tuan Federick merupakan sahabat Tuan David dan Tuan Michael." Jawab pria paruh baya tersebut).


("Mengenai kenapa Aku tahu itu rahasia." Sambung pria paruh baya tersebut).


("Aku akan pikirkan lagi." Ucap pria paruh baya tersebut).


("Baiklah Tuan Kelik, Aku tunggu kabarnya." Ucap pria paruh baya tersebut).


Tut Tut Tut


Tanpa menunggu jawaban pria paruh baya tersebut menutup ponselnya secara sepihak membuat Tuan Kelik sangat terkejut karena pria itu tahu namanya.


"Siapa sebenarnya pria itu? Kenapa Dia bisa tahu namaku?" Tanya Tuan Kelik sambil memperhatikan nomer ponsel milik pria paruh baya tersebut.


"Sudahlah, Aku tunggu kabar anak buahku dulu. Jika tidak berhasil maka Aku akan menghubungi pria itu." sambung Tuan Kelik sambil meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjang.


Karena lelah Tuan Kelik berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Tuan Kelik tidur dengan pulas. Sedangkan pria yang tadi menghubungi Tuan Kelik hanya tersenyum menyeringai.


"Aku sangat yakin pasti Tuan Kelik akan menghubungi diriku." Ucap pria paruh baya tersebut dalam hati.


"Tuan Michael, Tuan David dan Tuan Federick. Kalian bertiga harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kalian cintai seperti yang Aku rasakan saat ini." Sambung pria paruh baya tersebut.


"Jika kalian menemukan pengganti wanita itu maka Aku akan membunuhnya sampai pada akhirnya kalian bertiga berhenti untuk mencintai wanita lain." Ucap pria paruh baya tersebut.


Pria paruh baya tersebut berjalan ke arah ranjang kemudian meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjang lalu berbaring. Tubuhnya yang lelah dan tidak muda lagi membuat pria paruh baya tersebut tertidur dengan pulasnya.


Tanpa sepengetahun Tuan Kelik dan pria paruh baya kalau ada dua pasang mata yang memperhatikan dan mendengarkan apa yang mereka katakan.


Siapa lagi kalau bukan sistem dan dokter Alesandra di mana hal itu membuat dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Ingin rasanya memberikan pelajaran ke mereka tapi jika Aku lakukan maka semua rencana yang Aku susun menjadi berantakkan." Ucap dokter Alesandra.


"Nona harus banyak bersabar."


Dokter Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian menghilang begitu pula dengan sistem tersebut dari ruangan pria paruh baya tersebut.


xxxxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda, di mana Federick dan dokter Sandra sudah menikah dan usia pernikahan mereka menginjak 2 bulan. Dokter Sandra kini sudah hamil 4 minggu dan tentu saja Federick sangat senang mendengarnya.


Dokter Sandra dan Federick sedang berbaring di ranjang setelah melakukan kegiatan panasnya di siang hari.


"Daddy, tinggal 2 bulan lagi tugasku akan segera selesai ?" ucap dokter Sandra.


"Iya tidak berasa dan tidak terasa juga usia pernikahan kita sudah 2 bulan." ucap Federick sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.


"Setelah dua bulan masa kerjaku selesai, kita pulang kembali ke kota. Karena Aku sangat kangen dengan ke dua sahabatku." ucap dokter Sandra.


Setelah masa kerja Mommy selesai, kita pergi ke luar negri selama 3 bulan karena ada pekerjaan yang akan Daddy kerjakan. Maklum pekerjaan Daddy banyak sekalian kita berbulan madu." Ucap Federick sambil mengecup perut istrinya yang masih rata.


Sejak dokter Sandra hamil panggilan yang semula honey dan sayang berubah menjadi Mommy dan Daddy. Itu juga usul dari Federick sedangkan dokter Sandra tipe wanita penurut dan hanya menuruti apapun keinginan suaminya tanpa membantah sedikitpun.


"Lama sekali kita perginya?" keluh dokter Sandra.


"Kenapa? Mommy tidak betah?" tanya Federick sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Betah Daddy tapi Mommy kangen sama ke dua sahabat Mommy. Mommy ingin menghubungi ke dua sahabatku tapi ponsel milik Mommy malah rusak karena di banting sama penjahat." ucap dokter Sandra dengan wajah cemberut.


"Mereka sudah Daddy berikan hukuman jadi Mommy tenang saja?" ucap Federick dengan nada dingin.


"Daddy kasih hukuman apa ke mereka?" tanya dokter Sandra penasaran karena suaminya tidak menceritakannya.


"Sudah lupakan saja tidak perlu mengingatnya kembali." ucap Federick dengan nada masih dingin.


"Ayolah Daddy, Mommy sangat penasaran dan anak kita juga ikut penasaran lho?" ucap dokter Sandra membawa nama anaknya yang belum lahir.


"Jika Daddy ceritakan apakah Mommy akan pergi dariku?" tanya Federick sambil menatap mata istrinya.


"Tidak, kenapa Mommy harus pergi meninggalkan Daddy?" tanya dokter Sandra.


"Setelah Daddy ceritakan pasti Mommy akan pergi meninggalkan Daddy dan juga sangat takut dengan Daddy." Jawab Federick dengan wajah sendu.


Selama pernikahan berjalan dua bulan, Federick sangat mencintai istrinya dan tidak ingin istrinya di lukai oleh siapapun.


"Daddy percaya lah sama Mommy. Apapun yang terjadi Mommy tidak mungkin meninggalkan Daddy." ucap dokter Sandra sambil menatap mata suaminya.


Federick menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya setelah berapa saat Federick membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya. Federick pun akhirnya menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya.


FLASH BACK ON


Sepulang dari rumah sakit dokter Sandra mengendarai mobil menuju ke tempat kantor suaminya. Namun di dalam perjalanan menuju ke kantor suaminya tiba - tiba datang dua mobil di mana dua mobil tersebut selalu mengikuti laju mobil dokter Sandra.


Dokter Sandra pun lama - lama menyadari kalau mobilnya diikuti membuat dokter Sandra langsung menghubungi suaminya yang bernama Federick. Sambungan telepon pertama Federick langsung mengangkatnya.


("Hallo sayang kangen ya?" Tanya Federick dengan nada menggoda).


("Honey, ada dua mobil mengikuti Aku." ucap dokter Sandra dengan menggunakan handset nya).


("Mungkin perasaan Aku kali ya, honey." Ucap dokter Sandra sambil tersenyum malu).


("Bisa jadi Sayang. Sayang langsung ke kantorku kan hari ini? Kita hari ini mau melihat - lihat mansion kalau cocok dan bagus kita langsung membelinya dan menempati mansionnya. Karena Honey lebih suka tinggal di mansion dari pada di hotel." ucap Federick).


("Baik Honey, kita akan mencari mansion dan kebetulan ini Aku lagi dalam perjalanan menuju ke perusahaan Honey." ucap dokter Sandra).


("Hati - hati Sayang." ucap Federick).


("Terima kasih Sayang. Tunggu Aku ya sebentar lagi sampai." Ucap dokter Sandra).


("Honey tunggu." Ucap Federick).


("Baik, Ho ..." ucapan dokter Sandra terputus karena ada suara tembakkan ke arah mobilnya).


Dor


Citttttttttttttttt


("Akhhhhhhh ....." Teriak dokter Sandra).


Di tengah jalan yang sepi salah satu dari mereka menembakan senjatanya ke arah ban mobil dokter Sandra. Membuat dokter Sandra mengerem mendadak selain terkejut dirinya juga merasakan kalau ban mobilnya terkena tembakan karena mobilnya seperti oleng.


("Sayang, kamu baik - baik saja kan? Kamu di mana sekarang?" tanya Federick dengan nada panik sambil mengambil jasnya yang berada di kursi kebesarannya kemudian keluar dari kantor cabang perusahaan milik Federick).


("Aku baik - baik saja tapi tidak tahu honey karena ada dua mobil yang menghadangku dan mereka berjumlah sekitar dua belas orang pria yang berwajah sangar." Jawab dokter Sandra).


("Apa? Aku akan ke sana dan pasang gps." Ucap Federick dengan nada panik).


("Honey jika ternyata Aku mati di bunuh mereka, honey jangan menikah lagi ya?" Pinta dokter Sandra).


("Sayang jangan berbicara seperti itu, tunggu sebentar lagi Aku akan ke sana." ucap Federick).


("Hei keluar cepat kalau tidak wajah cantikmu akan hancur terkena pecahan kaca." ancam salah seorang pria).


("Honey, Aku hanya bisa bilang kalau Aku sangat ... sangat dan sangat mencintaimu.. Kalau honey ingin menikah lagi tunggu sampai satu tahun kematianku baru Honey menikah lagi." ucap dokter Sandra).


("Sayang!!! Jangan bicara seperti itu! Aku tidak suka." bentak Federick sambil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi).


Dokter Sandra membuka mobilnya dan melawan mereka yang berjumlah 12 orang dan tiba - tiba datang seseorang berseragam hitam dengan memakai penutup wajah dan hanya terlihat sepasang matanya sehingga mirip ninja.


bugh


duak


bugh


duak


Orang tersebut membantu dokter Sandra melawan para musuh yang menyerangnya dengan cara mengeroyok dokter Sandra. Hal tersebut membuat sebagian melawan orang yang berpakaian serba hitam. Sedangkan Federick mendengar suara orang - orang berkelahi karena dokter Sandra tidak mematikan ponselnya dan pintu mobil juga tidak di tutup.


Dokter Sandra dan orang tersebut berusaha menghindar dari serangan mereka dan sekali - kali memberikan tendangan yang mematikan yaitu menendang dengan sangat keras aset berharga para pria tersebut.


("Akhhhh si*l sakit." teriak salah satu dari mereka sambil duduk berlutut memegangi aset berharga yang terasa sangat sakit sekali).


("Brengs*k, kalian berdua harus mati!" Desis salah satu dari mereka.


Mereka menyerang bertubi - tubi hingga salah satu dari mereka memukul punggung dokter Sandra.


Duak


("Akhhhh Honey...." teriak dokter Sandra dan tidak berapa lama dokter Sandra pun tidak sadarkan diri).


brugh


duak


duak


duak


duak


Dokter Sandra langsung tidak sadarkan diri ketika salah satu pria tersebut memukul punggung dokter Sandra. Mereka yang bersiap ingin menendang dokter Sandra tanpa iba dan tidak memperdulikan jika dokter Sandra sudah pingsan membuat orang tersebut menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya sambil melawan mereka.


Dua orang masuk ke dalam mobil dokter Sandra dan melihat sebuah ponsel tergeletak di kursi pengemudi. Terdengar suara seorang pria yang sedang berteriak. Salah satu dari mereka mendengarkan suaranya.


("Sayang, kamu baik - baik saja?" tanya Federick dengan nada panik).


("Sebentar lagi istrimu akan mati dengan cara mengenaskan sama seperti putriku yang kamu siksa hingga kamu membunuhnya dengan cara sadis. Istrimu sekarang di tendang secara beramai - ramai dan sebentar lagi akan menemani putri ku yang sudah tiada." ucap pria paruh baya dengan senyum iblisnya).


brak


Pria paruh baya itupun membanting ponsel dokter Sandra kemudian menginjak nya hingga hancur berkeping-keping tanpa bentuk.


Pria paruh baya itu membalikkan badannya dan melihat seseorang yang tidak dikenalnya membantu dokter Sandra membuat pria paruh baya tersebut sangat kesal.


"Tembak saja orang itu sebelum Federick datang!" Perintah pria paruh baya tersebut.


"Baik Tuan Besar." Jawab mereka dengan serempak sambil mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya.