
"Siapa Kamu?" Tanya Michael dengan nada dingin.
Alensandra baru ingat kalau dirinya masuk ke tubuh gadis lain membuat Alesandra menjentikkan jarinya dan wajahnya berubah menjadi wajah istrinya.
"Aku Alesandra dan sekarang Aku mendapatkan misi lain." Jawab Alensandra.
"Wajah dan suaramu sama tapi kenapa tadi wajahmu berbeda?" Tanya Michael dengan wajah terkejut.
"Bukankah tadi Aku sudah cerita kalau Aku mendapatkan misi karena itulah Rohku masuk ke dalam jiwa gadis ini di mana misi itu membalaskan dendamnya." Jawab Alesandra menjelaskan.
"Berarti wajahnya bisa berubah - rubah tergantung di mana rohmu masuk ke dalam jiwa seseorang." ucap Michael.
"Tepat sekali." Jawab Alesandra.
"Aku ingin melihat wajah aslimu." pinta Michael.
"Ok." Jawab Alesandra singkat.
Selesai mengatakan hal itu Alesandra menjentikkan jarinya dan wajahnya langsung berubah lagi. Michael menatap wajah cantik Alensandra lebih cantik dan seksi dari wajah istrinya membuat Michael memeluk tubuh Alensandra.
"Aku sangat merindukanmu dan terima kasih Kamu sudah datang padaku." ucap Michael.
Ceklek
Tiba - tiba pintu kamar Michael di buka seseorang kemudian dua orang masuk ke dalam dengan diikuti oleh seseorang. Mereka adalah Mommy Elisabeth, Marcel dan Marcell, Mereka berjalan ke arah balkon hingga Mereka melihat Michael memeluk seorang wanita.
"Mami dan Papi." Panggil Marcel dan Marcella bersamaan.
"Ya." Jawab Michael dan Alensandra bersamaan sambil melepaskan pelukannnya dan wajah Alensandra kembali berubah kemudian menatap ke arah Mereka.
"Bukankah Kamu sudah meninggal?" Tanya Mommy Elisabeth dengan wajah terkejut.
"Lalu Kalian kenapa Kalian merasa yakin kalau wanita ini Mami Kalian?" Tanya Mommy Elisabeth.
"Kenapa Mommy tidak yakin kalau Aku ini Alensandra?" Tanya Alesandra dengan nada lembut tanpa menjawab pertanyaan Mommy Alensandra.
"Oma, Kami sangat yakin kalau wanita ini adalah Mamiku." Jawab Marcel.
"Apa yang dikatakan Kak Marcel benar Oma." sambung Marcella dan diikuti Kakak kembarnya sambil berjalan ke arah ke dua orang tuanya lebih tepatnya ke Alensandra.
Grep
"Mami kangen." ucap Marcel dan Marcella bersamaan sambil memeluk tubuh Alensandra.
"Mami juga kangen dengan Kalian." Jawab Alensandra sambil membalas pelukan ke dua anak kembarnya.
Setelah beberapa saat Mereka melepaskan pelukannya sedangkan Mommy Elisabeth hanya diam. Hingga beberapa saat kemudian ....
"Ceritakan sebenarnya apa yang terjadi." Pinta Mommy Elisabeth yang belum yakin kalau wanita di depannya adalah Alensandra.
Alensandra menceritakan apa yang terjadi tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan Mommy Elisabeth hanya terdiam mendengarkan cerita Alensandra.
"Itulah yang terjadi dan kedatanganku ke sini ingin mengatakan agar Kak Michael menjaga ke dua anak Kita karena ada orang yang menginginkan nyawa ke dua anak Kita." Ucap Alensandra.
"Apakah Kamu tahu siapa orangnya?" Tanya Michael sambil menahan amarahnya terhadap orang tersebut karena ingin mengusik keluarganya.
"Aku belum tahu siapa orangnya tapi Aku akan berusaha untuk melindungi ke dua anak Kita dengan bantuan Kak Michael karena Aku mendapatkan informasi bahwa musuh tersebut bekerja sama dengan orang yang mempunyai sistem seperti diriku." Jawab Alensandra.
Jika musuh biasa Alensandra tidak perlu membutuhkan bantuan suaminya tapi karena dari masa depan mau tidak mau Alensandra membutuhkan bantuan Michael.
"Apa?" Tanya Mereka bersamaan.
"Baiklah, Aku akan menempatkan penembak jitu dan beberapa bodyguard yang ahli bela diri untuk menjaga ke dua anak Kita." Ucap Michael.
"Tapi Pi ...." Ucapan Marcel dan Marcella terpotong oleh Michael.
"Apa yang dikatakan Papi benar adanya jadi turuti apa yang dikatakan Papi." Ucap Alensandra.
"Jaga diri Kalian, Mami sayang Kalian semuanya." Sambung Alensandra yang perlahan mulai menghilang.
"Kenapa tubuh Mami mulai menghilang?" tanya Michael dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.
"Karena waktu Mami sudah habis." Jawab Alensandra.
"Kapan Kita bisa bertemu lagi?" Tanya Michael penuh harap.
"Aku tidak tahu tapi yang pasti Kita akan bertemu lagi." Jawab Alensandra.
Ketika Michael ingin bertanya lagi bersamaan tubuh Alensandra benar - benar menghilang membuat Michael menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Sudah malam, lebih baik Kita istirahat." ucap Mommy Elisabeth.
"Baik Oma." Jawab Marcel dan Marcella bersamaan kemudian mencium punggung Mommy Elisabeth dan Michael secara bergantian.
"Michael istirahatlah besok Kamu kerja." ucap Mommy Elisabeth sambil menatap ke dua cucunya yang berjalan meninggalkan kamar orang tuanya.
"Baik Mom." Jawab Michael.
Mommy Elisabeh meninggalkan kamar Michael sedangkan Michael menutup pintu balkom kemudian berbaring di ranjang sambil memeluk foto istrinya.
"Aku sangat merindukanmu." ucap Michael untuk pertama kalinya diriny tidur tanpa ditemani istrinya.
Hingga beberapa saat Michael tidur dengan pulas sambil sesekali menyebut nama Alensandra dan tanpa sepengetahuan Michael kalau Alensandra menatap Michael dari jarak jauh membuat Alensandra menatapnya dengan tatapan sendu.
Di tempat yang berbeda di mana wanita dan pria tanpa ikatan pernikahan sudah selesai melakukan hubungan suami istri.
"Kamu sungguh datang dari masa depan?" tanya pria tersebut.
"Apa yang harus Aku lakukan agar Kamu percaya kalau Aku datang dari masa depan?" tanya wanita itu balik bertanya.
"Aku akan percaya jika ke dua anak kembar Tuan Michael mati." Ucap pria tersebut.
"Tenang saja, besok Aku akan membuktikannya." Jawab wanita tersebut sambil turun dari ranjang.
"Oke, Aku tunggu." jawab pria tersebut sambil menahan tangan wanita tersebut agar tidak turun dari ranjang.
"Mau kemana?" Tanya pria tersebut.
"Tuan sudah menyiapkan seorang gadis dan perjaka?" Tanya wanita tersebut tanpa mau menjawab pertanyaan pria tersebut.
"Sudah, Mereka berada di kamar sebelah. Mereka mau diapakan?" Tanya pria tersebut penasaran.
"Tuan akan tahu nanti." Jawab wanita tersebut sambil tersenyum devil.
Wanita tersebut mengibaskan tangannya agar pria tersebut melepaskan tangannya kemudian berjalan dengan tubuh tanpa sehelai benangpun meninggalkan kamar tersebut.
"Dasar wanita aneh tapi goyangannya sangat mantap dan membuatku ketagihan." ucap pria tersebut sambil mengambil celana boxernya.
"Akhhhhhhhhhhhhhhhh!" teriak seorang pria dan wanita secara bersamaan.
"Apa yang terjadi?" tanya pria tersebut sambil berjalan meninggalkan kamarnya menuju ke kamar sebelah.
Brak
Pria tersebut membuka paksa kamar yang berada di sebelah kamarnya dan matanya langsung membulat sempurna sambil menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Apa yang Kamu lakukan?" Tanya pria tersebut dengan tubuh gemetar.