
Tiga jam kemudian Michael terbangun dan berjalan menuju ke kamar mandi. Selesai mandi Michael mengambil pakaiannya di dalam lemari.
Semua hotel milik Michael ada kamar khusus buat dirinya dan istrinya jika mereka ingin melakukan hubungan suami istri atau ada rapat pertemuan dengan kolega karena itu di kamarnya ada pakaian miliknya dan juga milik istrinya.
Selesai berpakaian Michael memesan makanan untuk dirinya dan juga istri tercintanya. Tidak berapa lama Alessandra perlahan membuka matanya dan melihat suaminya sedang duduk di sofa dan di mejanya sudah tertata rapi beberapa jenis makanan kesukaannya dan juga kesukaan suaminya.
Alessandra bangun dari ranjangnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Suaminya hanya menatap mesum sambil tersenyum.
"Kenapa ditutupi kan aku sudah tahu semua apa yang ada di dirimu." ucap Michael sambil menaikkan salah satu alis matanya.
"Aku tahu sayang, tapi jika tidak Aku tutupi nanti ada seorang pria tampan yang tidak tahan dengan tubuhku sedangkan badanku lemes di serang beruang." ucap Alessandra sambil tersenyum.
"Pria tampan? Beruang? Maksudnya?" tanya ulang Michael dengan nada cemburu.
"Pria tampan yang berbicara di depanku sekaligus beruang ganas di tempat tidur." jawab Alessandra sambil menahan tawa.
"Tapi beruang betinanya suka kan?" tanya Michael dengan suara menggoda.
Alessandra hanya tersenyum dan masuk ke dalam kamar mandi.
'Aku sangat bersyukur bisa menikah dengan Alessandra. Bodohnya Aku kenapa tidak dari dulu aku menerimanya karena dulu Aku selalu menolak jika Mommy menjodohkan ku dengan Alessandra dengan membuat berbagai alasan di antaranya kalau Alessandra cupu dan jelek tapi ternyata di luar pikiranku.' Ucap Michael dalam hati.
'Selama ini Alessandra sangat cantik, seksi, humoris, hidupku lebih berwarna dan terlebih dia sangat perduli ketika aku dalam keterpurukan. Wajahku hancur dan lumpuh mungkin itu karmaku yang selalu menghina orang terlebih pada Alessandra gadis yang sangat baik mau merawat ku dan menutupi kecantikannya.' Sambung Michael dalam hati.
'Aku akan menjagamu dan tidak akan Aku relakan Kamu mencintai orang lain selain hanya diriku sendiri.' ucap Michael dalam hati dengan nada posesif.
Tidak berapa lama Alessandra sudah keluar dengan menggunakan jubah handuk dan mengambil pakaian di dalam lemari kemudian masuk ke dalam kamar mandi kembali.
Semua tidak luput dari perhatian sang suami dan suaminya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih malu - malu terhadap dirinya.
Michael bersyukur mendapatkan Alessandra gadis yang masih polos belum tersentuh dengan pria lain. Michael bersyukur karena Michael orang pertama yang melakukannya.
ceklek
Pintu terbuka keluarlah Alessandra dari kamar mandi. Alessandra berjalan dan duduk di kursi meja rias. Selesai menyisir rambutnya yang panjang, Alessandra berdandan natural tapi tetap saja kecantikannya alami memancar di wajahnya.
Selesai berdandan Alessandra berjalan dan duduk di samping suaminya, merekapun makan dalam diam. Selesai makan merekapun keluar dari hotel tersebut dan melanjutkan ke kantor karena pekerjaannya masih banyak yang tertunda.
Kini Michael dan Alessandra sudah sampai di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda dan tidak terasa pula pekerjaannya pun selesai juga. Mereka berdua pulang menuju ke mansion milik orang tuanya Michael.
Sampai di rumah seperti biasa Alessandra dan Michael mandi bersama sambil melakukan sesuatu yang menyenangkan. Selesai mandi mereka memakai pakaian santai dan duduk bersama di sofa.
Entah kenapa Alessandra merasa perutnya seperti di aduk - aduk karena sudah tidak tahan Alessandra berdiri dan berlari menuju ke kamar mandi.
Hoek
hoek
hoek
Michael yang melihat istrinya muntah - muntah ikut masuk ke dalam kamar mandi dan memijat tengkuk istrinya. Alessandra merasa pusing tapi berusaha untuk di tahannya. Alessandra berjalan perlahan tapi kepalanya terasa berat dan berkunang - kunang.
Waktu Mendadak Berhenti
"Apa yang terjadi?" Tanya Alessandra.
"Pemilik tubuh hamil."
"Hamil?" Tanya ulang Alessandra.
"Betul sekali."
Alessandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian waktu berjalan seperti biasanya.
bruk
Tubuh Alessandra seperti tidak bertulang membuat Alessandra tidak sadarkan diri dan untung saja Alessandra tidak jatuh ke lantai karena suaminya menangkapnya dan menggendongnya ke ranjangnya.
ceklek
Mommy Elisabeth masuk ke dalam dan memberikan minyak kayu putih agar menantunya cepat sadar. Tidak berapa lama Alessandra membuka matanya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Mommy Elisabeth.
"Alessandra tadi muntah-muntah Mom setelah itu tiba-tiba tidak sadarkan diri." Jawab Michael.
"Aku di mana?" Tanya Alessandra dengan nada lirih sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Sayangku ada di rumah Mommy." Jawab Michael.
"Apakah ada yang sakit?" Tanya Michael dengan nada kuatir.
"Kepalaku masih pusing." Jawab Alessandra.
"Pejamkan mata saja biar kepalanya tidak pusing." ucap Michael.
Alessandra hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan kepalanya dan tidak berapa lama pintu di ketuk oleh seseorang membuat Alessandra membuka matanya.
Alessandra melihat seorang dokter masuk ke dalam kamarnya kemudian mulai memeriksa kondisi Alessandra.
"Sudah berapa lama Nyonya Muda datang bulan?" tanya dokter pribadi keluarga Michael.
Alessandra berusaha mengingat kapan terakhir datang bulan.
"Dua bulan yang lalu saya terakhir datang bulan tapi bulan kemarin saya tidak datang bulan kenapa ya dok?" tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
"Kemungkinan Nyonya Muda hamil dan untuk lebih memastikan Nyonya Muda bisa pergi ke rumah sakit untuk di usg untuk mengetahui berapa usia kehamilan Nyonya Muda." ucap dokter pribadi keluarga Michael.
"Hamil dok?" tanya ulang Alessandra, Michael dan Mommy Elisabeth bersamaan.
"Iya kemungkinan hamil, kalau begitu ini resep penguat kandungannya dan saya permisi dulu Nyonya Muda, Tuan Muda dan Nyonya Besar." pamit dokter pribadi keluarga Michael.
"Terima kasih dokter." jawab mereka serempak
Dokter tersebut menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari kamar Michael.
"Ayo sayang kita pergi ke dokter, Kakak ingin mengetahui berapa usia kandunganmu." ucap Michael tersenyum bahagia.
"Mommy ikut ya? Mommy tidak sabar bisa di panggil oma." ucap Mommy Michael dengan semangat.
"Baik Mom." Jawab Alessandra dan Michael bersamaan.
Michael dan Alessandra bersama Mommy Elisabeth pergi ke rumah sakit dengan di antar Mike yang sudah dari tadi menunggu mereka di dalam mobil.
Sampai di rumah sakit mereka langsung masuk ke ruangan kandungan tanpa mendaftar terlebih dahulu karena rumah sakit tersebut peninggalan dari Ayahnya Michael yang diwariskan ke anaknya Michael.
Alessandra berbaring dan seorang perawat membuka dress milik Alessandra kemudian memberikan gel. Seorang dokter cantik mulai menaruhkan stick yang dihubungkan ke monitor tampak satu bulatan dan di dalamnya ada dua bulatan kecil.
"Lihat gambar di monitor itu, selamat ya Tuan dan Nyonya. Bayi milik kalian kembar dua dan kini usia kandungannya memasuki enam minggu dan ke dua bayinya semua sehat, diperhatikan makanannya ya." ucap dokter kandungan tersebut dengan nada lembut.
"Apa dok? Dua?" tanya mereka bertiga mengulangi perkataan dokternya.
"Iya nyonya besar dan tuan muda kalau Nyonya muda hamil anak dua." jawab dokter kandungannya.
"Dokter bolehkah saya bertanya?" tanya Michael ragu sambil tersenyum kikuk
"Silahkan tuan muda." jawab dokter kandungan.
"Hmm... bolehkah saya bermain setiap hari 4 atau 5 kali?" tanya Michael sambil tersenyum dan menatap ke arah istrinya yang wajahnya bersemu merah.
"Apa?" tanya Mommy Elisabeth tidak percaya kalau anaknya begitu buas menerkam menantunya.