
Kini Alessandra berbaring di ranjang di temani Michael dan Mommy Elisabeth yang juga berbaring di ranjang. Michael memegang tangan istrinya sambil menatapnya dengan penuh cinta.
"Apakah ada yang membuat Mami tidak nyaman?" Tanya Michael yang melihat Alessandra sesekali meringis.
"Dari tadi perutku di tendang - terus sama anak Kita, mungkin tidak sabar ingin melihat Papi dan Omanya." Jawab Alessandra sambil mengusap perutnya dengan lembut.
Michael dan Mommy Elisabeth tersenyum mendengar ucapan Alessandra kemudian Michael mendekatkan wajahnya ke perut istrinya.
"Anak-anak Papi jangan nakal ya, kasihan Mami meringis kesakitan." Ucap Michael dengan nada lembut.
"Baik Papiku yang sangat tampan." Ucap Alessandra menirukan suara bayi.
"Pfftttt..." Tawa Michael dan Mommy Elisabeth bersamaan.
'Melihat kalian berdua tertawa membuatku sangat bahagia tapi tidak tahu kalau Aku benar-benar tidak ada, apakah tawa kalian sama seperti ini?' Tanya Alessandra dalam hati dengan wajah sedih.
"Mami kenapa wajahnya sedih?" Tanya Michael dengan wajah kuatir.
"Mami tidak sedih tapi Mami sangat senang melihat Papi dan Mommy tertawa karena kebahagiaan Mami adalah melihat Papi dan Mommy tersenyum bahagia." Jawab Alessandra sambil tersenyum.
Cup
"Terima kasih Sayang." Ucap Michael kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Alessandra.
"Untuk semuanya karena berkat kehadiranmu membuatku bahagia." Ucap Michael.
"Terlebih Mommy, Mommy sangat bahagia berkat kehadiranmu membuat putraku bisa tersenyum bahagia kembali. Hal ini membuat Mommy tenang jika sewaktu - waktu Mommy di panggil." Ucap Mommy Elisabeth.
"Mommy jangan bilang seperti itu karena justru yang pergi duluan adalah Aku. Jadi Mommy ..... " ucapan Alessandra terputus oleh Michael.
"Jangan bicara seperti itu, Kita semua panjang umur dan melihat ke dua anak Kita sekaligus cucu Mommy tumbuh besar dan menikah." Ucap Michael yang tidak suka ucapan Mommy Elisabeth dan Alessandra.
Michael tahu bahwa hidup di dunia ini tidak bisa abadi dan jika pada saatnya nanti harus pergi karena waktunya di panggil. Maka siap atau tidak siap harus pergi meninggalkan dunianya.
Tapi saat ini Michael ingin bahagia bersama keluarga kecilnya dengan di temani Mommy Elisabeth. Michael juga ingin melihat pertumbuhan ke dua anak kembarnya hingga Mereka menikah dan Michael bisa menggendong cucunya dari ke dua anak kembarnya.
"Sstttttt..."
Tiba-tiba Alessandra meringis menahan rasa sakit pada perutnya membuat Michael dan Mommy Elisabeth terkejut.
"Ada apa sayang?" Tanya Michael sambil menggenggam tangan Alessandra.
"Perutku sakit banget." Jawab Alessandra sambil membalas genggaman tangan suaminya dengan sangat erat.
"Mungkin sudah mau lahiran, Michael tekan tombol darurat." Ucap Mommy Elisabeth.
"Baik Mom." Jawab Michael.
Michael menekan tombol darurat yang berada di atas kepala Alessandra yang menempel di tembok. Tidak berapa lama datang dokter dan perawat setelah di cek Alessandra di bawa ke ruangan khusus melahirkan.
"Mommy ingin menunggu Alessandra." ucap Mommy Elisabeth ketika melihat Michael ingin menemani istrinya.
"Baik Mom tapi sebelumnya Michael ingin pergi sebentar mau ambil kursi roda buat Mommy." Jawab Michael.
Mommy Elisabeth hanya menganggukkan kepalanya kemudian Michael berjalan meninggalkan Mommy Elisabeth setelah beberapa saat menunggu Michael datang sambil membawa kursi roda. Merekapun keluar dari ruang perawatan menuju ke tempat di mana Alessandra akan melahirkan.
"Mommy, kenapa Alessandra lama ya?" tanya Michael ketika Mereka sudah sampai di ruang perawatan dan menunggu hampir lima belas menit.
"Sabarlah Michael, melahirkan itu memang lama jadi lebih baik kamu duduklah dengan tenang di samping Mommy." Ucap Mommy Elisabeth yang merasa pusing karena melihat Michael bolak balik mirip setrikaan.
"Michael tidak bisa duduk dengan tenang Mom karena Michael sangat kuatir dengan Alessandra dan ke dua anak Kami Mom." Ucap Michael yang masih jalan mondar mandir.
Michael menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian duduk di samping Mommy Elisabeth sambil menatap ke arah pintu. Belum ada satu menit kaki kanan Michael digerakkan membuat Mommy Elisabeth memijat keningnya yang tidak pusing.
"Michael bisakah kaki kananmu diam?" Tanya Mommy Elisabeth sambil masih melihat keningnya yang tidak pusing.
"Memang kenapa Mom?" Tanya Michael dengan wajah polos ya.
"Mommy pusing melihatmu menggerakkan kaki kananmu." Jawab Mommy Elisabeth.
"Baik Mom." Jawab Michael patuh sambil menggerakkan kaki kirinya.
"Kaki kirinya juga." Ucap Mommy Elisabeth.
Michael kembali menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengusap wajahnya dengan kasar dan tidak beberapa lama kemudian Michael menatap ke arah pintu sambil berharap istri dan ke dua anaknya baik-baik saja. Hingga setengah jam kemudian Michael berdiri sambil mengumpat karena belum ada tanda - tanda terdengar suara tangisan ke dua bayinya.
"Sabar Michael." Ucap Mommy Elisabeth.
"Tapi kenapa lama sekali?" Tanya Michael dengan nada kesal sambil menatap ke arah Mommy Elisabeth.
"Memang seperti itu." Jawab Mommy Elisabeth.
Michael kembali menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap kembali ke arah pintu sambil masih berdiri hingga setengah jam terdengar suara .....
Ooee
Ooee
Terdengar suara bayi menangis saling bersahutan membuat Michael langsung masuk ke dalam untuk melihat ke dua anak kembarnya. Hal itu tentu saja membuat dokter melarangnya tapi Michael menatap tajam ke arah dokter membuat dokter terpaksa untuk melihatnya sebentar.
Michael melihat ke dua anaknya membuatnya bahagia sekaligus terharu kini Michael sudah menjadi seorang Ayah. Setelah puas memandang Michael memfoto ke dua anak kembarnya menggunakan ponselnya.
cekrek
Setelah puas Michael menatap istrinya sambil tersenyum bahagia kemudian keluar dari ruangan tersebut untuk menemui Mommy Elisabeth untuk melihat ke dua anak kembarnya.
POV Michael
Dulu Aku adalah pria humoris, tidak pernah menyakiti wanita , setia dengan satu pasangan saja dan tegas. Hanya satu sifat jelekku apa yang aku inginkan harus terwujud tidak perduli orang menentangnya.
Seperti Valen contohnya, dia adalah cinta pertamaku. Aku tidak perduli orangtuaku menentang hubungan kami karena aku sangat mencintai kekasihku. Bahkan asistenku Mike orang yang selalu patuh ikut - ikutan menentang ku namun aku tidak perduli. Cinta itu memang buta, memang benar adanya.
Yang paling menentang keras hubunganku dengan kekasihku adalah papaku hingga papa meninggal dunia. Ada rasa penyesalanku tapi rasa cintaku yang teramat besar mengalahkan egoku. Sampai akhirnya mamaku menyetujui hubungan kami dan aku sangat senang sekali.
Di hari pernikahan aku hampir terlambat ke acara pernikahan kami hingga aku mengendarai mobil dengan kecepatan penuh tapi naas mobilku ke tabrak dan aku mengalami kerusakan di wajahku. Wajahku mirip monster dan aku juga lumpuh. Hatiku hancur mendengarnya dan lebih hancur lagi orang yang aku cintai dan Aku bela memutuskan hubungan Kami secara pihak. Mungkin ini karmaku yang berani menentang ke dua orang tuaku hingga papaku meninggal.
Sifatku berangsur - angsur berubah menjadi arogan, kejam dan tidak punya perasaan. Seperti contohnya menghukum gadis pelayan yang membangkang dengan cara di cambuk dan tidak di beri makan, terdengar kejam tapi aku tidak perduli karena hatiku terlalu sakit.
Sampai aku bertemu dengan gadis culun bernama Alessandra, aku sangat terkejut karena gadis itu sangat berani melawanku bahkan mematikan alat sensor kursi rodaku.
Ruangan yang bau seperti sampah dan banyak pecahan beling menjadi bersih dan harum menyegarkan. Setiap hari datang ke kamarku jika aku marahi gadis itu gadis itu membalas perkataanku akhirnya aku malas berdebat.
Awal pertemuan Kami membuatku sangat membenci Alessandra namun lama kelamaan Aku merasa nyaman bersamanya. Aku sangat terkejut dan bahagia ternyata dia sangat cantik dan menutupi kecantikannya dengan berpenampilan culun. Aku mulai mencintainya dan tidak ingin melepaskannya karena dia sangat berbeda dengan mantanku Valen si cewe matre.
Aku bersyukur akhirnya kami menikah dan hidup bahagia terlebih kini kami di karuniai dua anak kembar. Siapa saja yang melukai keluargaku akan Aku kejar dan Aku siksa sampai mati.
Seperti dokter kandungan itu aku siksa dan menyuruh bodyguard kepercayaanku untuk memperko***nya dan menyuruhnya untuk diberikan ke binatang kesayanganku.
Kini ada lagi gadis bodyguard istriku, kesalahan dia sangat fatal namun Aku bersyukur istri dan Mommyku baik-baik saja. Akan Aku buat gadis itu lebih menderita yaitu Aku masukkan ke rumah sakit jiwa.
POV Michael OFF
"Michael bagaimana keadaan menantu dan ke dua cucu Oma?" Tanya Mommy Elisabeth penasaran.