
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya bersamaan.
Merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut hingga lima menit kemudian datang dua mobil polisi namun mereka sangat terkejut karena mereka sudah meninggal di tempat. Melihat hal tersebut membuat komandan polisi menghubungi Leon untuk memberitahukan apa yang telah terjadi.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di mana Leon, Alessandra dan ke dua bodyguard milik Leon dalam perjalanan menuju ke arah butik. Sepanjang jalan mereka saling diam membuat Alessandra mengutak atik ponselnya membuat Leon ingin melihat apa yang dilakukan oleh Alessandra.
"Apa yang Sayangku lakukan?" Tanya Leon dengan nada cemburu.
"Melihat rekaman cctv." Jawab Alessandra sambil memperlihatkan ponselnya.
Leon menatap ke arah ponsel milik Alessandra dan benar saja Alessandra sedang melihat rekaman cctv di mana enam penjahat tersebut berusaha untuk kabur dengan menyeret tubuhnya menggunakan ke dua tangannya.
Hingga beberapa saat datang mobil hitam dan berhenti tepat di depan mereka kemudian Mereka turun dari mobil lalu menembaki mereka.
"Tuan Mokondo." Ucap Leon sambil menahan amarahnya.
Grep
"Sstttttt.. Tahan emosinya Kak." Ucap Alessandra sambil menggenggam tangan Leon.
"Ambil nafas kemudian keluarkan dengan perlahan agar emosinya berkurang." Sambung Alessandra.
Leon melakukan apa yang dikatakan oleh Alessandra dan tidak berapa lama Leon sudah mulai tenang hingga beberapa saat ponsel milik Leon berdering tanda ada panggilan masuk.
"Hallo." Panggil Leon.
" ..... "
"Bukan Aku yang melakukannya tapi anak buah Tuan Mokondo." Jawab Leon.
" ..... "
'Bilang ke polisi itu : Aku akan kirimkan bukti berupa rekaman cctv yang berada di jalan raya.' Bisik Alessandra tepat di telinga Leon yang di sebelah kiri karena sebelah kanan dipakai buat menerima panggilan telepon.
"Aku akan kirimkan bukti berupa rekaman cctv yang berada di jalan raya." Ucap Leon.
" ..... "
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi secara sepihak oleh Leon sedangkan Alessandra selesai mengatakan ke Leon langsung mengirim video yang berisi rekaman cctv.
"Sayang, nomer teleponnya?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
"xxxx 2345 6799." Jawab Leon.
Alessandra mengetik nomer telepon Leon setelah selesai Alessandra mengirim pesan tersebut kemudian Leon mengirimkan kembali ke komandan polisi tersebut.
"Ya." Jawab Alessandra singkat.
Grep
"Terima kasih atas semua yang Kamu lakukan untukku." Ucap Leon dengan nada tulus sambil memeluk tubuh mungil Alessandra dari arah samping.
"Melakukan apa?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
"Kamu mau menerima Aku apa adanya dan seandainya saja tidak ada Kamu, bisa saja saat ini Aku sudah membunuh mereka semuanya tanpa mengetahui siapa yang menyuruh mereka." Jawab Leon.
"Tidak perlu berterima kasih padaku karena Kita adalah sepasang suami istri jadi sudah sepantasnya Kita saling membantu pasangan Kita." Ucap Alessandra.
Leon hanya tersenyum dan dalam hatinya sangat bahagia karena Alessandra merupakan wanita yang sangat baik hati dan mau menerima dirinya apa adanya.
Mereka kembali terdiam hingga akhirnya mereka sudah sampai di tempat tujuan. Leon dan Alessandra keluar dari mobil lalu berjalan ke arah butik untuk mencari pakaian pengantin.
Alessandra mencoba gaun pengantin sedangkan Leon duduk di sofa sambil mengutak atik ponselnya sambil menunggu Alessandra mencoba gaun pengantin karena Leon ingin melihat gaun pengantin yang akan dikenakan oleh istrinya.
Tiba-tiba datang seorang gadis cantik dan seksi namun lebih cantik Alessandra Masuk ke dalam butik hingga gadis tersebut berjalan ke arah Leon sambil memamerkan tubuhnya yang seksi.
"Tuan Leon." Panggil gadis cantik dan seksi tersebut.
"Ada apa dokter Bela?" Tanya Leon dengan nada dingin dan berwajah datar.
"Tuan Leon, kenapa ada di sini?" Tanya dokter Bela kepo.
"Menunggu istriku mencoba gaun pengantin." Jawab Leon.
"Sayang." Panggil Alessandra tiba-tiba dengan nada manja.
Ketika dokter Bela ingin mengatakan sesuatu ke Leon tiba-tiba terdengar suara memanggil seseorang dengan sebutan seseorang membuat dokter Bela dan Leon menatap ke arah Alessandra.
"Iya Sayang." Jawab Leon sambil berjalan ke arah Alessandra.
"Peringatan sistem .... Peringatan sistem ..."
Waktu Mendadak Berhenti
"Apakah Dia, pemeran pendukung wanita?" Tanya Alessandra.
"Betul, pemeran pendukung wanita akan melakukan sesuatu dengan pemilik tubuh karena pemeran pendukung wanita sangat marah orang yang dicintainya dalam diam ternyata sangat mencintai pemilik tubuh."
"Baiklah, Aku ada rencana di mana pemeran pendukung wanita mendapatkan balasan yang tidak pernah di duga sama sekali." Ucap Alessandra sambil menatap tajam ke arah dokter Bela.
"Memang apa rencana Nona?"