
"Aku juga tidak tahu Nyonya." Jawab Valen sambil mencari sesuatu di kulkas.
"Kok aneh ya." Ucap Alessandra dengan wajah pura-pura bingung.
"Saya juga tidak tahu Nyonya." Jawab Valen.
"Ririn, sejak tadi Kamu di sini bisa cerita apa yang terjadi?" Tanya Alessandra sambil menatap ke arah Ririn.
"Jujur Nyonya, Saya sangat bingung karena sejak tadi Valen meminum air mineral katanya asin terus makan buah-buahan katanya juga asin.
"Kok tiba-tiba Aku jadi ingat ya." Ucap Alessandra sambil melirik ke arah Valen.
"Ingat apa Nyonya?" Tanya Ririn penasaran.
"Dulu ada seseorang yang ingin mencelakai temannya dengan memberikan racun dan entah kenapa orang yang memberinya racun langsung mati keracunan sedangkan orang yang di racun hidup." Ucap Alessandra.
"Kata orang itu karma, apakah Valen melakukan sesuatu? Misalnya memberikan garam pada makanan dan ternyata berbalik mulutnya terasa sangat asin." sambung Alessandra sambil menatap ke arah Valen yang sibuk memakan sesuatu untuk menghilangkan rasa asin.
Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk
Valen yang saat itu makan coklat langsung terbatuk - batuk kemudian mengambil botol yang berisi air mineral lalu di minuman.
"Kenapa rasa coklat dan air putih rasanya asin?" Tanya Valen tanpa menjawab ucapan Alessandra.
"Masa sih, coba Aku minum." Ucap Ririn sambil mengambil botol minuman yang di pegang oleh Valen.
"Tidak ada rasanya, mungkin lidahmu bermasalah." Ucap Ririn setelah dirinya minum air mineral.
"Kok aneh ya, Aku akan ke dokter untuk memeriksa lidahku." Ucap Valen sambil mencari sesuatu yang bisa menghilangkan rasa asin pada lidahnya.
"Coba pakai gula siapa tahu hilang dan semoga berhasil." Ucap Alessandra sambil membalikkan badannya.
Alessandra berjalan meninggalkan Mereka berdua sambil tersenyum menyeringai karena melihat betapa tersiksanya Valen.
Alessandra kembali duduk di kursi makan bersamaan kedatangan Michael dan Mommy Elisabeth. Michael duduk di samping kiri istrinya sedangkan Mommy Elisabeth duduk di samping kanan Alessandra dan posisi Alessandra berada di tengah - tengah Mereka.
Masakan hari ini nasi goreng seafood dan telur mata sapi. Merekapun mulai membuka mulutnya untuk memakan nasi goreng seafood dengan lahap karena rasa asin pada ke dua makanannya sudah hilang. Hingga lima belas menit kemudian ...
"Nasi goreng seafood sangat enak sekali dan rasanya pas." puji Mommy Elisabeth dengan jujur.
"Betul kata Mommy, rasanya sangat enak apalagi masakan nasi goreng seafood merupakan makanan favorit kesukaanku dan juga favorit kesukaan Mommy." ucap Michael.
"Terima kasih atas pujian Mommy dan suamiku." ucap Alessandra sambil tersenyum bahagia.
"Lho kok itu ada dua kotak makanan?" tanya Michael.
"Yang satu untuk Kak Michael dan satunya lagi untuk Kak Mike." Jawab Alessandra.
Michael hanya menganggukkan kepalanya kemudian Mommy Elisabeth, Alessandra dan Michael berdiri dan berjalan meninggalkan ruang makan.
Mommy Elisabeth masuk ke dalam kamarnya sedangkan Michael dan Alessandra berjalan menuju ke ruang tamu dan Mereka melihat Ririn lagi mengobrol dengan Mike asisten Michael.
"Ehem." Ucap Michael berdehem membuat ke dua orang itu tersenyum kikuk.
"Mari tuan kita berangkat kerja sekarang." ucap Mike mengalihkan pembicaraan.
"Ayo." Jawab Michael.
"Oh ya Sayang ini kotak makan isinya cemilan kalau tiba-tiba di kantor lapar." Ucap Alessandra sambil memberikan paper bag ke Michael.
"Terima kasih sayang." Jawab Michael kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Sama-sama Sayang dan ini kotak makan isinya cemilan kalau tiba-tiba di kantor lapar untuk Kak Mike." Ucap Alessandra sambil memberikan paper bag ke Mike.
"Jadi ngerepotin Nyonya Muda." Ucap Mike tidak enak hati.
"Tidak repot kok." Jawab Alessandra.
"Terima kasih Nyonya Muda." Ucap Mike.
"Sama-sama." Jawab Alessandra sambil tersenyum.
Merekapun berjalan ke pintu utama diikuti oleh Alessandra sampai depan pintu mansion barulah Alessandra masuk ke dalam sedangkan Michael dan Mike berangkat ke kantor.
Kegiatan Alessandra dari makan sampai keluar mengantarkan suami tidak luput dari pengamatan seseorang.
'Aneh banget tadi Aku sengaja menambahkan garam yang sangat banyak di makanan di nasi goreng seafood dan telur ceplok tapi kenapa Mereka bertiga makan lahap sekali? Lebih anehnya lagi sampai sekarang lidahku masih sangat asin dan hanya bisa memasukkan es batu agar lidahku kaku dan mati rasa kalau tidak lidahku pasti masih asin.' Ucap Valen dalam hati dengan wajah bingung.
'Hari ini kamu selamat dan beruntung tapi tidak untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya karena Aku sangat yakin pasti dirimu di usir dari rumah ini dan aku akan menjadi nyonya Michael." Ucap Valen dalam hati sambil tersenyum miring.
Alessandra masuk ke dalam kamar, seperti biasa Alessandra membuka aplikasi noveltoon membaca novel - novel bergenre romantis dan komedi terkadang misteri.
Tiba-tiba waktu berhenti
"Tuan Michael dalam bahaya pergilah ke hotel."
"Ya ampun keasyikan baca novel karangan Yayuk Triatmaja di aplikasi Noveltoon sampai lupa kalau sebentar lagi ada telepon dari Kak Mike kalau Kak Michael dalam bahaya, Aku akan pergi sekarang." Ucap Alessandra sambil turun dari ranjang.
"Aku juga baca, ceritanya bagus dan bikin ketagihan."
"Tepat sekali, tolong buat waktu berhenti sampai Aku tiba di tempat suamiku berada." Pinta Alessandra.
"Ok."
Alessandra berjalan ke arah lemari pakaian kemudian mengambil satu steel pakaian lalu mengganti pakaian dengan secepat kilat. Setelah selesai Alessandra keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke arah garasi mobil.
Alessandra naik motor sport dan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi hingga lima menit kemudian dirinya sudah sampai di tempat tujuan di mana suaminya berada. Ketika Alessandra memarkirkan motor sport nya bersamaan waktu berjalan seperti biasanya.
Ketika Alessandra turun dari motor tiba-tiba ponselnya berdering tampak nama Mike asisten suaminya Michael menghubungi dirinya dan Alessandra menggeser tombol warna hijau.
📞"Hallo Nyonya cepat datang ke hotel xxxx." pinta Mike
📞 "Ok." jawab Alessandra singkat.
tut tut tut tut
Alessandra memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak tanpa menunggu jawaban. Alessandra berjalan ke arah lobby kemudian menghubungi Mike dan sambungan pertama langsung di angkat.
📞 "Kak Mike aku sudah di hotel xxxx, Kak Mike dimana?" tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
Hal itu dilakukan agar Mike tidak curiga kalau Alessandra sebenarnya sudah tahu jalan cerita novelnya.
📞 "Kami di kamar nomer 555 lantai lima belas, mohon Nyonya agak cepat." pinta Mike
📞 "Baik." jawab Alessandra
tut tut tut
Alessandra memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak tanpa menunggu jawaban kemudian berjalan menuju lift menuju lantai lima belas.
Sampai di lantai lima belas Alessandra mencari kamar nomer 555 setelah menemukannya Alessandra mengetuk pintu dan pintu itupun dibuka oleh Mike.
"Dimana suamiku?" tanya Alessandra dengan wajah pura-pura kuatir.
"Tuan ada di kamar mandi, maaf Nyonya saya menguncinya dan kenalkan ini sekretaris baru namanya Miken. Maaf saya akan pergi dari kamar ini, ayo Miken kita keluar." ucap Mike.
"Baik, mari Nyonya Muda." Ucap Miken.
Mereka berdua keluar dari kamar hotel kemudian Alessandra mengunci pintu hotel dan kuncinya dimasukkan ke dalam tas miliknya dan diletakkan di atas meja dekat ranjang.
Waktu Tiba-tiba Berhenti
"Kenapa tadi wajah Nona pura-pura kuatir?"
"Kalau Aku tidak pura-pura pasti Mike dan Miken curiga karena itulah Aku pura-pura kuatir." Jawab Alessandra.
"Nona sudah tahu jalan ceritanya kenapa membiarkan Tuan Michael di jebak oleh wanita jahat itu?"
"Aku tidak tega melihat Kak Michael dari kemarin sampai tadi pagi menahan ha x sratnya." Jawab Alessandra.
"Apalagi sudah waktunya dokter itu di tangkap dan diperlakukan secara kejam hingga akhirnya mati mengenaskan." sambung Alessandra.
"Nona sungguh kejam."
"Barang siapa bermain api maka bersiaplah untuk terbakar begitu pula yang akan terjadi dengan dokter itu. Sedangkan untuk Valen dan Ririn tunggu tanggal mainnya." Ucap Alessandra.
"Siapa saja yang berbuat jahat maka akan mendapatkan hukuman sesuai dengan apa yang dilakukannya." sambung Alessandra.
Kucing itupun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian waktu berjalan seperti biasanya.
Alessandra berjalan menuju ke arah kamar mandi kemudian memutar kunci yang masih menggantung di gagang pintu.
Ceklek
Alessandra melihat tubuh polos suaminya dan pakaian milik suaminya berserakan di lantai kamar mandi. Michael sedang mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menghilangkan efek obat perang x sang.
"Apa yang kamu lakukan sayang? pergilah aku mohon, aku tidak mau menyakitimu." pinta Michael dengan tubuh menggigil.
Alessandra tidak membalas perkataan suaminya malah membuka seluruh pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun membuat mata Michael melotot melihat tindakan istrinya.
"Sayang, aku mohon pakai pakaianmu dan pergilah aku tidak ingin melukaimu." pinta Michael lagi.
Alessandra tidak memperdulikan perkataan suaminya malah Alessandra mengambil handuk kemudian mematikan kran showernya.
'Ayo sayang, tuntaskan hasratmu, aku tidak ingin sayangku tersiksa.' bisik Alessandra dengan suara menggoda.
Handuk yang dibawa Alessandra digunakan untuk melap tubuh suaminya hingga tubuhnya kering dari air shower. Michael yang berjuang menahan hasratnya akhirnya tidak dapat menahannya lagi.
Michael pun menggedong tubuh polos istrinya sambil menciumnya sedangkan istrinya mengalungkan kedua tangannya di leher milik suaminya. Hingga akhirnya Alessandra dan Michael melakukan hubungan suami istri.
cup
"Maafkan aku sayang karena ada orang yang berbuat jahat padaku dan kamu jadi korbannya." ucap Michael dengan nada lirih kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Anak - anak Daddy, Kalian yang kuat ya? Daddy ingin melihat Kalian tumbuh karena Daddy mencintai kalian." ucap Michael sambil mengecup kening Alessandra kembali.
Setelah itu Michael menyelimuti tubuh polos Mereka berdua sambil memeluknya dan tidak berapa lama Michaelpun tertidur dengan pulas.
Alessandra yang pura-pura tidur mendengar perkataan suaminya hingga Alessandra mendengar suara dengkuran halus suaminya.
Alessandra perlahan membuka matanya kemudian tersenyum sambil berharap agar kandungannya tidak ada masalah. Alessandra tertidur pulas di dada suaminya.
Sore hari Michael terbangun dan melihat istrinya yang masih tertelap tidur dipelukan suaminya. Kulit istrinya bersentuhan dengan kulitnya terlebih dua gunung kembar yang lumayan besar milik istrinya membuat adik kecilnya menegang kembali.
"Maafkan aku sayang, sekali lagi ya." Ucap Michael.
Michael melepaskan pelukannya dan memindahkan tubuh istrinya agar terlentang. Kemudian Michael memberikan pemanasan terlebih dahulu hingga tanpa sadar Alessandra mengeluarkan suara merdunya.
Merekapun kembali melakukan hubungan suami istri hingga dua puluh menit kemudian...
"Sayang, Aku mohon mandi ya karena perutku mendadak mual lagi." pinta Alessandra.
Padahal itu hanya alasan Alessandra saja agar suaminya berhenti karena Alessandra takut suaminya akan menerkam dirinya lagi.
Michael hanya tersenyum dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi tanpa sehelai benangpun sedangkan Alessandra mencari selimut dan ternyata ada di lantai. Alessandra dengan terburu - buru mengambil selimut dan menutupi tubuh polosnya.
Tidak berapa lama Michael sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk. Alessandra pun masuk ke kamar mandi dengan menyelimuti tubuhnya dengan menggunakan selimutnya.
Michael menghubungi asistennya yang bernama Mike dan tidak berapa lama ada seorang yang mengetuk pintunya. Michael pun mencari kartu untuk membukanya tapi tidak ketemu kemudian Michael melihat tas milik istrinya.
Michaelpun mengambil tas milik Alessandra dan membukanya ternyata ada kartu hotel. Michael pun mengambilnya dan menggesek kartu itu di dekat pintu ketika pintu terbuka tampaklah asistennya Mike membawa dua paper bag dan empat bungkus makanan.
Michael pun menyuruhnya masuk ke dalam, Mike pun menuruti permintaan bosnya. Michael mengambil paper bag dan mengeceknya.
Michael membuka handuknya dan memakai pakaiannya sedangkan Mike hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya yang tidak punya malu.
"Kenapa kamu menggeleng Mike?" tanya Michael polos tanpa dosa.
"Tuan, apakah tidak bisa memakai pakaian jangan di depan saya?" tanya Mike tanpa menatap ke arah Michael.
"Lho kenapa? kamu masih normal kan?" tanya Michael sambil menyipitkan matanya.
"Ya normallah Tuan, hanya saja saya bingung dengan Tuan. Kenapa tuan tidak malu memperlihatkan tubuh polos Tuan tanpa sehelai benangpun di depan saya?'' Tanya Mike sambil memijat keningnya yang tidak pusing.
"Kenapa malu? Kecuali kamu perempuan baru saya ganti di kamar." Jawab Michael dengan nada santai.
Mike hanya diam karena berdebat dengan bosnya pasti Michael selalu menang.
"Oh ya, kamu sudah tangkap dokter kandungan itu yang telah memberikan aku obat peransang?" tanya Michael mengalihkan pembicaraan dengan wajah mendadak berubah serius.
"Sudah tuan tinggal di interogasi." Jawab Mike.
"Tugasmu bagus, selamat ya." ucap Michael.
Mike hanya menganggukkan kepalanya membuat Michael hanya tersenyum tipis.
FLASHBACK ON
Michael dan Mike ada jadwal meeting dengan rekan bisnisnya di lobby hotel xxxx. Mereka bicara sangat serius hingga mendapatkan kata sepakat dan menandatangani dokumennya.
Selesai menandatangani dokumen rekan bisnisnya pergi bersama sekretarisnya menuju kantor sedangkan Michael dan Mike makan siang bersama.
Selesai makan Mike memanggil pelayan dan memberikan kartunya dan tidak berapa lama pelayan itupun kembali dan menyerahkan kartunya ke Mike.
Michael dan Mike berdiri dan bersiap berjalan kaki namun langkahnya terhenti karena Michael bertemu kembali dengan dokter kandungan yang memeriksa istrinya waktu itu.
"Hallo tuan Michael, Tuan datang ke sini? Ada apa Tuan datang kesini? Bisa minta tolong temani saya makan?" tanya dokter kandungan itu beruntun.
"Maaf Aku buru - buru." Jawab Michael tanpa basa basi tanpa menjawab pertanyaan dari dokter kandungan.
"Tolong Tuan tidak lama hanya 10 menit karena tadi saya janjian sama teman tapi ternyata teman saya tidak datang jadi saya tidak enak kalau makan sendirian." ucap dokter kandungan dengan wajah memelas.
Karena merasa tidak enak Michael pun menganggukan kepalanya sedangkan Mike keluar menunggu di mobil.
"Tuan memesan apa?" tanya dokter kandungan.
"Aku sudah makan, Aku akan tunggu jadilah cepatlah pesan makanan karena Aku terburu - buru." ucap Michael dengan nada dingin dan berwajah datar.
Dokter kandungan itu memanggil pelayan untuk memesan makanan.
'Sombong sekali, Aku akan menjebakmu agar Kamu menjadi milikku.' Ucap dokter kandungan dalam hati sambil menahan amarahnya.