Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 21



Baru beberapa langkah keluar dari pintu utama seorang gadis pelayan berparas cantik keluar dari gudang membawa ember berisi air kotor dan kain pel pura - pura tersandung dan menabrak tubuh dokter Sandra membuat ember yang berisi air kotor bekas dirinya mengepel gudang membuat kemeja kesayangan Federick menjadi kotor dan bau.


bruk


"Akhhhhhh!" Teriak dokter Sandra.


Dokter Sandra terhuyung ke belakang dan beruntung karena Federick memeluk tubuh dokter Sandra hingga dokter Sandra tidak terjatuh menyentuh lantai. Setelah dokter Sandra tidak terjatuh Federick melepaskan pelukannya kemudian menatap tajam ke arah pelayan itu.


"Kepala pelayan!!!" teriak Federick yang menggema di seluruh mansion.


Kepala pelayan yang mendengar suara teriakan tuannya langsung berlari menuju ke tempat bosnya. Sampai di tempat Federick, kepala pelayan itu menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Iya tuan ada apa?" tanya kepala pelayan.


"Kamu tidak lihat apa yang terjadi!!!" bentak Federick sambil menatap tajam ke mata kepala pelayan.


Kepala pelayan itu memalingkan pandangannya dan matanya membulat sempurna melihat kemeja kesayangan bosnya yang di pakai dokter Sandra kotor dan mulai bau.


"Sudahlah, tidak apa - apa." ucap dokter Sandra dengan nada lembut sambil mengusap punggung Federick untuk meredakan emosinya.


"Aku numpang mandi di mansionmu ya." sambung dokter Sandra dengan nada lembut sambil tersenyum.


"Mandilah di kamarku dan ambil kemeja milikku yang kamu suka." ucap Federick dengan nada lembut berbeda dirinya yang membentak kepala pelayan.


"Ingat salah satu permintaanku." bisik dokter Sandra sambil berjalan ke kamar pribadi Federick.


Kamar pribadinya yang tidak pernah disentuh oleh siapapun termasuk wanita hanya dokter Sandra lah Federick mengijinkannya.


Dokter Sandra masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dokter Sandra memakai handuk yang hanya menutupi setengah gunung kembarnya dan juga menutupi sebagian pahanya yang mulus.


Dokter Sandra membuka lemari dan memilih pakaian kemeja, setelah menemukan yang cocok dokter Sandra mengambilnya dan memakainya. Kemeja yang agak besar dan panjang menutupi pahanya yang mulus hingga sampai ke lutut.


Dokter Sandra keluar dari kamar Federick dan menuruni anak tangga dengan cepat untuk menemui Federick yang berada di halaman teras mansion.


xxxx


Setelah kepergian dokter Sandra, Federick menatap tajam ke arah gadis pelayan, tetapi gadis pelayan itu tidak takut malah tersenyum sambil mengedipkan matanya berharap tuannya tertarik dengan dirinya.


"Bawa pelayan ini ke ruangan pribadiku." ucap Federick dengan nada dingin.


"Baik tuan." jawab kepala pelayan.


Gadis pelayan itu sangat senang karena dirinya mengira kalau usahanya tidak sia - sia menabrakkan dirinya ke wanita yang menjadi saingannya.


Gadis pelayan itu adalah pelayan yang baru bekerja satu minggu untuk membersihkan gudang dengan berbagai cara menggoda majikannya tapi majikannya tidak pernah meliriknya sedikitpun. Hingga ketika melihat ada seorang wanita yang dekat dengan majikannya membuatnya cemburu dan pura - pura menabrak wanita itu yang bernama dokter Sandra hingga pakaiannya kotor dan bau tapi anehnya majikannya malah memeluk dokter Sandra dan bersikap manis dan tidak memperdulikan baunya.


Gadis pelayan itu tidak tahu perbedaan kamar pribadi sama ruangan pribadi karena pikirannya kalau majikannya tertarik padanya dan mengajaknya berhubungan suami istri dan selanjutnya mengajak menikah padahal kamar pribadi adalah kamar Federick yang di pakai untuk tidur sedangkan ruangan pribadi adalah kamar penyiksaan.


"Saya akan memuaskan Tuan dan Tuan tenang saja saya masih suci tidak pernah tersentuh oleh pria manapun." ucap gadis pelayan itu dengan suara menggoda dengan penuh percaya diri.


Federick tidak menjawabnya hanya memberi kode ke arah kepala pelayan itu dan kepala pelayan itu pun mengerti langsung menarik tangan gadis pelayan itu agak kasar.


Tidak berapa lama dokter Sandra datang dan melihat Federick membelakangi dirinya sedangkan gadis pelayan itu melihatnya. Kepala pelayan itu melihat dokter Sandra membuatnya menarik dengan lembut gadis pelayan itu agar dokter Sandra tidak tahu siapa Federick yang sebenarnya. Kepala pelayan dan gadis pelayan itu berjalan melewati dokter Sandra.


"Nona tahu, Aku dan majikanku mengajakku ke ruangan pribadinya dan Nona pasti tahu jika laki - laki dan perempuan dikamar yang sama pasti melakukan sesuatu yang enak - enak." bisik gadis pelayan itu.


deg


Jantung dokter Sandra berdetak kencang entah kenapa hatinya sangat sakit mendengar ucapan gadis pelayan itu.


"Kak Federick." panggil dokter Sandra.


"Kamu sudah datang, ayo aku antar pulang." ucap Federick yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh pelayannya.


"Tidak usah Kak, terima kasih." Ucap dokter Sandra secara halus.


Federick sangat terkejut mendengar ucapan dokter Sandra yang menolaknya untuk di antar.


"Bukannya tadi mau aku antar?" tanya Federick sambil menatap mata dokter Sandra.


"Iya benar. Tapi Aku berubah pikiran habis dari apartemen, aku ingin bertemu dengan sahabatku baru pergi ke rumah sakit." ucap dokter Sandra berbohong.


Federick yang bisa membaca raut wajah seseorang membuatnya tahu kalau ucapan dokter Sandra berbohong.


"Aku akan tetap mengantarmu kemanapun Kamu pergi." ucap Federick.


" ku tidak ingin merepotkan Kak Federick apalagi bukannya hari ini ada meating nanti bos Kak Federick marah gara - gara mengantarku." ucap dokter Sandra mencari alasan lain tanpa mengetahui kalau Federick adalah pemilik perusahaan.


Federick tersenyum karena dokter Sandra tidak tahu kalau dirinya adalah seorang ceo dan memiliki banyak perusahaan.


"Tidak, bosku tidak akan marah nanti Aku akan menghubungi teman kantorku untuk menggantikanku." ucap Federick berbohong.


"Tapi..." ucapan dokter Sandra terpotong oleh Federick.


"Aku tidak suka menerima penolakan." ucap Federick dengan tegas.


Dokter Sandra meniup rambut poninya hingga rambutnya naik ke atas kemudian menatap wajah tampan Federick.


"Baiklah." jawab dokter Sandra dengan pasrah.


Merekapun berjalan menuju ke arah mobil, Federick duduk di kursi pengemudi sedangkan dokter Sandra duduk di samping pengemudi kemudian Federick mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


15 menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen milik dokter Sandra. Dokter Sandra mengetik pin agar pintunya terbuka tanpa sepengetahuan dokter Sandra mata elang Federick melihat angka yang di tekan oleh dokter Sandra.


Hal itu dikarenakan tubuh Federick selisih lima belas cm. Federick yang mempunyai otak yang sangat cerdas sudah menghapal nomer pin apartemen milik dokter Sandra.


"Ayo masuk." ajak dokter Sandra setelah pintu apartemen terbuka.


Dokter Sandra masuk ke dalam diikuti oleh Federick, mereka berjalan menuju ke arah ruang tamu.


"Duduk di sini karena Aku ingin ganti baju." ucap dokter Sandra.


Federick hanya menganggukkan kepalanya dan dokter Sandra berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Federick berjalan mengelilingi apartemen milik dokter Sandra sambil menghubungi asistennya untuk menghandle semua pekerjaannya.


Tanpa sengaja Federick melihat sebuah bingkai foto dokter Sandra dengan seorang pria saling memeluk membuat dirinya ada rasa cemburu dihatinya tapi langsung ditepisnya karena dirinya tidak ingin membuka lagi pintu hatinya untuk wanita karena tidak ingin terluka lagi.


Suara sepatu dokter Sandra terdengar di telinganya membuat Federick membalikkan badannya. Matanya tanpa berkedip melihat dokter Sandra sangat cantik dan seksi.


"Kita berangkat sekarang?" tanya dokter Sandra.


Federick menarik tangan Sandra membuat Sandra menabrak tubuh kekar Federick.


Federick memeluk tubuh mungil dokter Sandra dan mengecup dengan singkat bibir dokter Sandra yang sudah menjadi candunya karena tidak ada penolakan Federick melanjutkan kembali dengan melu**t bibir dokter Sandra.


Dokter Sandra tiba - tiba tersadar dan ingat dengan perkataan gadis pelayan itu membuat dokter Sandra mendorong tubuh Federick dengan perlahan Membuat Federick melepaskan ciumannya.


"Ada apa?" tanya Federick dengan wajah bingung.


"Aku ingin bertanya dan Aku mohon jawab dengan jujur. Kak Federick menganggapku sebagai apa?" tanya dokter Sandra.