
Dokter Alesandra berdiri begitupula dengan Michael kemudian mereka berjalan ke arah kasir karena mereka ingin kembali ke rumah sakit.
Karena bisa dipastikan Michael di tunggu oleh David sedangkan dokter Alesandra di tunggu oleh pasien.
Ketika dokter Alesandra ingin menjawab tiba - tiba seorang pelayan restoran datang membawa bill yang di minta oleh dokter Alesandra. Dokter Alesandra membuka tasnya untuk membayar tapi Michael langsung melarangnya.
"Biar aku saja yang bayar." ucap Michael sambil mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu kredit tanpa batas.
"Ok. Terima kasih atas traktiran nya dan lain kali Aku yang traktir." ucap dokter Alesandra.
"Bisa masak?" tanya Michael.
"Bisa, memang kenapa?" tanya dokter Alesandra pura - pura bingung.
"Kalau begitu Aku ingin traktirannya berupa masakanmu. Karena Aku ingin merasakan masakan buatanmu bukan masakan orang lain. Bagaimana apakah bisa?" tanya Michael sambil tersenyum.
"Hmmm... baiklah kapan - kapan Aku masakin." Jawab dokter Alesandra.
"Ok. Aku tunggu masakan buatanmu. Hari ini mau kemana?" tanya Michael.
Dokter Alesandra melihat jam tangan mahalnya dan melihat masih ada waktu satu jam lagi dirinya istirahat.
"Terserah Kak Michael, mau kembali ke rumah sakit atau mau jalan - jalan karena Aku masih ada waktu satu jam lagi." Jawab dokter Alesandra.
"Kalau jalan - jalan bagaimana?" tanya Michael.
"Boleh. Jalan - jalan kemana?" tanya dokter Alesandra.
"Terserah kamu karena yang pasti Aku ikut kemana saja Kamu pergi." Jawab Michael.
"Di sebrang restoran ini ada mall bagaimana kalau kita ke mall?" tanya dokter Alesandra.
"Boleh." Jawab Michael dengan singkat.
Akhirnya mereka berdua keluar dari restoran tersebut dan sebenarnya Michael ingin menggandeng tangan dokter Alesandra tapi dirinya takut kalau dokter Alesandra marah karena itu dirinya menahan untuk tidak memegang tangannya.
"Kita nyebrang aja ya?" tanya dokter Alesandra setelah mereka berada di luar restoran.
"Ok." jawab Michael dengan singkat.
Tiba - tiba ponsel dokter Alesandra berdering, dokter Alesandra pun mengambil ponselnya di dalam tasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah tahu dokter Alesandra menggeser tombol berwarna hijau.
Dokter Alesandra mengikuti Michael menyebrang sambil memegang ponselnya. Dokter Alesandra tahu kalau ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi tapi dokter Alesandra dengan sengaja tetap berjalan.
Sedangkan Michael dengan tatapan elangnya melihat mobil itu mengarah ke mereka tepatnya di samping dokter Alesandra. Michael tanpa sadar langsung memeluk dokter Alesandra dari arah samping kemudian menggendongnya sambil berjalan dengan cepat membuat dokter Alesandra pura - pura terkejut.
Dokter Alesandra dengan sengaja melepaskan ponselnya hingga mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak ponsel milik dokter Alesandra hingga hancur berkeping - keping. Dokter Alesandra pura - pura shock melihat kejadian itu dan dokter Alesandra langsung memeluk Michael dengan mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher Michael dan tubuhnya gemetaran.
'Aku akan buat kenangan yang indah dimana Kak Michael tidak bisa melupakannya di saat kami tidak bersama.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
"Te..rima kasih." ucap dokter Alesandra dengan suara pura - pura gemetaran setelah mereka sudah berada di atas trotoar.
"Iya, sstttt sudah kamu jangan takut. Ada yang terluka?" tanya Michael sambil menatap wajah cantik dokter Alesandra yang sangat dekat..
cup
"Tidak ada. Aku hanya shock melihat kejadian tadi, sekali lagi terima kasih." ucap dokter Alesandra kemudian mengecup bibir Michael dengan singkat.
Tubuh Michael membeku dan jantungnya berdetak sangat kencang mendapatkan ciuman mendadak dari dokter Alesandra.
"Maaf Aku..." ucap dokter Alesandra menggantungkan kalimatnya karena merasa malu membuat dokter Alesandra melepaskan pelukannya supaya turun dari gendongannya tapi Michael memeluknya erat agar tidak terlepas.
"Tidak Aku sangat senang menerima ciuman dari bibirmu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya Michael penuh harap.
"Maaf Aku belum bisa menjawabnya bagaimana kalau kita jalani saja dulu" usul dokter Alesandra pura - pura menolak menjadi kekasihnya.
"Baiklah." jawab Michael dengan wajah kecewa.
"Maaf, Aku tahu kak Michael kecewa tapi saat ini jujur saat ini Aku sedang memikirkan ke dua sahabatku. Di mana sahabatku Sandra hilang tanpa ada kabar beritanya dan satu lagi sahabatku Karen sedang hamil dan kehamilannya sedang bermasalah." Ucap dokter Alesandra beralasan.
Michel terdiam sambil menurunkan tubuh dokter Alesandra dan dokter Alesandra langsung berdiri dengan tegak.
"Aku harap kak Michael mengerti." ucap dokter Alesandra setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Baik Aku mengerti." ucap Michael.
"Terima kasih atas pengertiannya. Kita jalani dulu apa adanya kalau memang kita berjodoh dan ditakdirkan bersama kita bisa menikah tapi kalau bukan jodoh kitakan bisa berteman." ucap dokter Alesandra.
"Kalau bukan jodoh paksain harus berjodoh." ucap Michael maksa sambil memeluk tubuh dokter Alesandra.
"Haish.. itu mah maksa." ucap dokter Alesandra sambil tertawa.
"Kak Michael lepaskan pelukannya tidak enak di lihat orang." sambung dokter Alesandra sambil berusaha melepaskan pelukan Michael.
Michael pun melepaskan pelukannya dan tanpa sadar memegang tangan dokter Alesandra. Awalnya dokter Alesandra melepaskan pegangan Michael tapi Michael menatap ke arah dokter Alesandra.
"Biarkan seperti ini, Aku mohon." pinta Michael dengan wajah memohon.
"Baiklah." jawab dokter Alesandra pura - pura pasrah.
Merekapun berjalan dengan santai menuju ke arah mall sambil bergandengan tangan. Hingga Michael berhenti yang tidak jauh dari counter ponsel membuat dokter Alesandra ikut berhenti dan tahu apa yang ada dipikiran Michael yaitu membelikan ponsel untuk dirinya sesuai dengan jalan cerita.
"Aku ingin membeli ponsel dulu baru kita berkeliling." ucap Michael.
"Ponsel kak Michael rusak?" tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.
"Tidak." Jawab Michael dengan singkat sambil menarik tangan dokter Alesandra.
"Lalu untuk apa membeli ponsel baru?" tanya dokter Alesandra sambil memandang wajah Michael dan mengikuti langkah Michael.
Michael menghentikan langkahnya begitu pula dengan dokter Alesandra. Michael memandang wajah dokter Alesandra begitu pula sebaliknya.
"Aku ingin membeli ponsel buat kekasihku." Jawab Michael sambil memperhatikan perubahan wajah dokter Alesandra.
"Oh." Jawab dokter Alesandra dengan wajah mulai berubah.
"Kalau Aku menerima kak Michael menjadi kekasih berarti Aku menjadi kekasih yang berapa?" tanya Dokter Alesandra pura - pura cemberut.
Michael hanya tersenyum dan kepalanya diarahkan ke depan dan melanjutkan langkahnya tanpa menjawab pertanyaan dokter Alesandra. Dokter Alesandra dengan sengaja ingin melepaskan tangannya tapi Michael menahannya membuat dokter Alesandra pasrah dan membiarkan nya.
Hingga mereka sudah sampai di sebuah counter ponsel dan masuk ke dalam counter tersebut dan salah satu pelayan toko berjalan ke arah MIchael dan dokter Alesandra..
"Ada yang kami bisa bantu Tuan dan Nona?" tanya salah satu pelayan toko sambil mengedipkan matanya ke arah Michael.
"Carikan ponsel keluaran terbaru dan limited edition." Jawab Michael dengan nada dingin tanpa melihat pelayan toko itu karena Michael menatap wajah dokter Alesandra yang sedang cemberut.
"Baik Tuan." ucap pelayan itu dengan senyum kecut karena Michael tidak melihatnya atau meliriknya sedikitpun.
Pelayan itupun mengeluarkan beberapa ponsel dan diletakkan di atas etalase kaca.
"Menurutmu ponsel mana yang wanita suka?" tanya Michael sambil masih memperhatikan wajah dokter Alesandra.
Dokter Alesandra hanya memandang beberapa ponsel dan menunjuknya tanpa bicara sedikitpun. Michael mengambilnya dan memberikan ke arah pelayan itu membuat pelayan itu sangat senang karena dirinya diberikan ponsel oleh Michael.
"Aku ambil ini dan sekalian nomer cantik dan ini kartunya." ucap Michael dengan nada masih dingin tanpa senyum sedikitpun.
"Baik Tuan." Jawab pelayan toko.
Pelayan itupun mengeluarkan beberapa nomer cantik dan diletakkan di atas etalase.
"Menurutmu mana nomer cantiknya?" tanya Michael.
Dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan melihat - lihat nomer cantik sebentar dan menunjuknya. Michael mengambilnya dan diberikan ke pelayan toko.
"Sekalian pasangkan kartunya." ucap Michael dengan nada masih dingin.
'Cape juga kalau bersandiwara.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.