Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 3



"Jika monster itu sudah kuat maka monster itu tidak lagi takut gelap dan hanya takut dengan bunga lavender."


"Kebetulan sekali aku sangat suka aroma lavender jadi monster itu dengan mudah aku kalahkan." Ucap Alesandra penuh percaya diri.


"Belum tentu."


"Bukankah monster itu sangat takut dengan aroma lavender?" tanya Alesandra dengan wajah bingung karena perkiraannya salah dalam melawan monster tersebut.


"Memang benar, untuk mengalahkannya Nona harus membaca novel halaman seratus delapan belas."


Tanpa menjawab Alesandra membuka novel tersebut kemudian mencari halaman delapan belas. Alesandra membaca kata demi kata hingga akhirnya Alesandra sudah selesai membacanya.


"Sekarang Aku sudah tahu cara mengalahkannya dan ternyata memang sulit." Ucap Alesandra sambil berpikir.


"Memang benar dan sekarang bersiaplah masuk ke dalam batu giok yang digunakan Pangeran Kesembilan."


Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya hingga beberapa saat kemudian Alesandra menghilang dan masuk ke dalam batu giok yang digunakan oleh Pangeran Kesembilan.


Pangeran Kesembilan berjalan ke arah tong ukuran besar di mana di dalamnya ada air hangat yang sudah disiapkan oleh pelayan. Satu persatu Pangeran Kesembilan melepaskan pakaiannya hingga menyisakan celana panjang. Alesandra yang masuk ke dalam batu giok wajahnya langsung bersemu merah karena melihat perut kotak - kotak milik Pangeran Kesembilan.


'Astoge, tubuhnya bagus banget. Ingin rasanya menyentuhnya.' Ucap Alesandra dalam hati.


Pangeran Kesembilan melepaskan batu giok yang terikat di celana panjang sambil masuk ke dalam tong tersebut.


"Perasaan batu giok ini berwarna hijau tapi kenapa sekarang berubah warna pink?" Tanya Pangeran Kesembilan sambil masih memegang batu giok dengan menggunakan tangan kanannya.


Tangan kiri Pangeran Kesembilan mengusap batu giok tersebut agar warna pinknya memudar sedangkan tangan kanannya memegang batu gioknya.


Whushhhhhhhh


Tiba - tiba batu giok tersebut berubah menjadi gadis yang sangat cantik jelita siapa lagi kalau bukan Alesandra. Alesandra duduk di pangkuan Pangeran Kesembilan membuat ke duanya sangat terkejut dan Alesandra langsung turun dari pangkuan Pangeran Kesembilan.


Grep


"Siapa Kamu?" Tanya Pangeran Kesembilan dengan nada dingin sambil menahan tangan Alesandra agar tidak kabur.


'Kenapa wajahnya sama seperti wajah kekasihku? Mungkin hanya kebetulan saja karena kekasihku pasti sudah meninggal dunia karena di bunuh oleh Pangeran Pertama sekaligus putra mahkota sesuai apa yang dikatakan oleh penjaga bayangan.' Sambung Pangeran Kesembilan dalam hati.


"Aku Alesandra dan Aku adalah roh yang masuk ke dalam batu giok. Setiap Pangeran Ke 9 menyentuh batu gioknya dengan menggunakan ke dua tangannya maka Aku akan berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik selama empat jam." Jawab Alesandra sambil berusaha melepaskan genggaman tangan .


"Aku tidak percaya, selama bertahun - tahun batu giok itu menemaniku dan Aku kadang memegang dengan ke dua tanganku Pangeran Ke 9 tapi Kamu tidak muncul." Ucap Pangeran Ke 9 kemudian melepaskan tangannya namun mendorong Alesandra ke arah samping membuat tubuh Alesandra basah kuyup.


"Apalagi Kamu tadi bilang kalau batu giok yang aku pegang dengan menggunakan ke dua tanganku akan berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Terlalu percaya diri, jelas - jelas wajahmu jelek dan membuat siapa saja yang melihatmu matanya langsung sakit." sambung Pangeran Ke 9.


"Percaya atau tidak terserah tapi yang pasti apa yang Aku katakan benar apa adanya." Ucap Alessandra dengan nada kesal sambil bangun dari tong tempat mandi kemudian hendak keluar dari tong tersebut.


Grep


"Awas!" Teriak Pangeran Ke 9.


Byur


Alesandra yang ingin turun dari tong melihat ada panah melesat masuk ke dalam kamar mandi khusus Pangeran Ke 9 membuat Alesandra membatalkannya. Pangeran Ke 9 yang juga melihatnya langsung berteriak dan menarik tangan Alesandra agar masuk ke dalam tong membuat tubuh Alesandra kembali basah.


Pangeran Ke 9 langsung turun kemudian mengambil selembar kain panjang kemudian memakainya dengan cepat lalu mengambil beberapa lembar pakaian untuk dipakainya sedangkan Alesandra ikut turun.


"Pakailah kain bekasku untuk menlap tubuhmu." ucap Pangeran Ke 9 sambil melempar selembar kain panjang.


Sambil berbicara Pangeran Ke 9 yang masih memakai topeng untuk menutupi wajah tampannya keluar dari ruangan tersebut setelah dirinya selesai memakai pakaian.


'Sebenarnya siapa yang menyerang Kami?" tanya Alesandra dalam hati.


Waktu tiba - tiba berhenti bersamaan kedatangan sistem.


"Orang suruhan Pangeran Ke dua."


"Kenapa menyerang Pangeran Ke 9? Bukankah Mereka tahunya Pangeran Ke 9 adalah Pangeran lemah dan menutupi ketampanannya dengan menggunakan topeng?" Tanya Alesandra.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx