
"Tentu saja tidak, aku bertanya seperti itu karena aku tidak ingin menjadi permaisurinya." Jawab Alesandra tanpa banyak berpikir.
"Lalu untuk apa Nona bertanya?"
"Aku hanya ingin tahu saja dan Aku harap gadis yang dinikahinya adalah gadis yang sangat baik dan perduli dengan rakyatnya." Jawab Alesandra.
"Nona bacalah halaman dua puluh delapan."
Alesandra membuka buku novel tersebut kemudian mencari nomer dua puluh delapan lalu membacanya dengan serius. Alesandra membaca kalau Pangeran ke sembilan mempunyai kekasih dan mereka saling mencintai hingga suatu ketika Pangeran Pertama sekaligus putra mahkota menyuruh pengawalnya untuk menculik kekasih Pangeran Ke 9.
Pengawalnya berhasil menculiknya dan di bawa ke istana Pangeran pertama. Kekasih Pangeran Ke 9 yang tidak sadarkan diri dibaringkan di ranjang di mana Pangeran pertama sudah menunggunya dengan tidak sabar.
Pangeran pertama langsung melepaskan seluruh pakaian Kekasih Pangeran Ke 9 hingga polos tanpa sehelai benangpun. Setelah selesai Pangeran Pertama melepaskan semua pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun. Ketika Pangeran Pertama menaiki tubuh Kekasih Pangeran Ke 9 bersamaan gadis tersebut perlahan membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna.
"Apa yang Pangeran Pertama lakukan?" tanya gadis tersebut sambil mendorong tubuh polos Pangeran Pertama.
"Aku ingin mengambil harta yang selama ini Kamu jaga." Jawab Pangeran Pertama sambil mengarahkan wajahnya ke wajah Kekasih Pangeran Ke 9.
Kekasih Pangeran Ke 9 yang tidak ingin harta berharganya di ambil paksa oleh Pangeran Pertama membuat Kekasih Pangeran Ke 9 terpaksa menggigit lidahnya hingga mati seketika.
"Si*l, kamu lebih memilih ma * ti daripada tidur denganku." ucap Pangeran Pertama dengan nada kesal.
Mayat Kekasih Pangeran Ke 9 langsung masuk ke dalam lubang di mana banyak mayat para wanita yang di bunuh secara sengaja ataupun karena di dorong ke dalam lubang dan mati di dalam lubang tersebut karena di makan binatang peliharaan Pangeran Pertama.
Pangeran Pertama sengaja melakukan itu karena Pangeran Pertama diam - diam memelihara moster di dalam lubang yang sangat suka makan manusia. Karena itulah jika dirinya bosan dengan wanita penghangat ranjangnya maka akan dijadikan santapan binatang peliharaannya namun sebelumnya Pangeran Pertama sudah mendapatkan wanita penggantinya.
Sudah banyak gadis dan wanita yang menjadi santapan binatang peliharaannya dan rencananya jika monsternya sudah kuat maka dirinya ingin menguasai dunia dengan bantuan monster tersebut.
"Bentuk monsternya seperti apa?" Tanya Alesandra yang sudah selesai membaca buku novel tersebut.
Tanpa menjawab sistem tersebut mengutak atik komputernya yang sangat besar hingga akhirnya Alesandra melihat bentuk monster tersebut. Kepalanya berbentuk manusia hanya saja ada tiga tanduk yang terdiri kanan, kiri dan tengah sedangkan tubuhnya berbentuk kerbau hanya saja dua kaki depannya berbentuk dua tangan manusia.
Untuk kulit dan sepasang matanya berwarna merah menyala di tambah ke dua giginya bertaring panjang dan sangat tajam. Membuat siapa saja akan lari ketakutan ketika melihatnya dan tubuhnya akan bergetar dengan hebat.
"Bentuknya sangat menyeramkan, apakah ada kelemahannya?" Tanya Alesandra.
"Kelemahannya adalah dia tidak suka tempat terang dan tidak suka mencium aroma lavender."
"Tapi dalam cerita novel kalau Pangeran Pertama ingin menguasai dunia dengan bantuan monster tersebut jika monsternya sudah kuat. Bagaimana menyerang orang sedangkan kelemahannya adalah takut terang. Apa jangan - jangan menyerangnya waktu gelap saja?" Tanya Alesandra penasaran.