
Tiga hari kemudian dokter Alesandra meminta dokter Karen dan dokter Sandra untuk menemui pasangan mereka masing - masing awalnya mereka tidak mau tapi dokter Alesandra memberikan nasehat bijaknya hingga akhirnya mereka menemui pasangan mereka masing - masing.
Sedangkan dokter Alesandra untuk sementara tidak bisa menemani mereka dengan alasan ingin membantu usaha orang tuanya yang ada di luar negri.
Karen Dan David
Singkat cerita kini dokter Karen sudah kembali ke mansion milik David dan di sambut oleh penghuni mansion. Penghuni mansion mengatakan kalau David sejak pulang dari luar kota tidak pernah keluar dari kamarnya membuat dokter Karen merasa bersalah.
Dokter Karen berjalan menaiki anak tangga hingga di depan pintu dokter Karen menghentikan langkahnya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
Dokter Karen perlahan membuka pintu kamarnya kemudian masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya dengan tatapan sendu. Dokter Karen melihat suaminya masih tertidur dengan pulasnya dan tubuhnya agak kurusan.
Dokter Karen masuk ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah ranjang sambil masih menatap wajah suaminya yang masih tertidur dengan lelap. Sampai di ranjang dokter Karen duduk di sisi ranjang kemudian menggenggam tangan suaminya.
"Aku sangat mencintaimu honey. Tapi kenapa honey tidak membiarkan Aku pergi dari kehidupanmu? Atau membiarkan aku pergi selama - selamanya. Aku sungguh sangat lelah honey jika Aku terus mengharapkan honey untuk mencintaiku. Aku berjanji untuk berhenti mencintaimu dari pada hatiku sakit lagi." Ucap dokter Karen tanpa terasa air matanya keluar.
"Jangan pernah berhenti untuk mencintaiku dan jangan pernah lelah untuk menghadapi sikapku. Aku juga bingung sayang antara cinta dan dendam yang Aku rasakan saat ini." ucap David sambil membuka matanya dan duduk tegap kembali kemudian menghapus air mata dokter Karen.
"Aku sangat merindukanmu dan Aku mohon jangan pergi lagi." Sambung David sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
"Aku juga sangat merindukanmu." ucap dokter Karen sambil membalas pelukan David.
"Honey, Aku mohon lupakan rasa dendammu dan kita mulai dari awal." mohon dokter Karen.
"Tolong ajarin Aku untuk melupakan dendamku dan Aku mohon bersabarlah jika suatu saat nanti dimana di sisiku yang satunya tanpa sadar menyiksamu." pinta David sambil memandang sendu istrinya.
Dokter Karen hanya diam sambil menatap wajah tampan suaminya. Kini dokter Karen tahu kalau David mempunyai kepribadian ganda. Dokter Karen akan berusaha untuk mengubah David agar bisa melupakan dendamnya.
"Di satu sisi aku sangat ... sangat .... sangat ... sangat mencintaimu sayang dan tidak ingin orang yang Aku cintai terluka tapi di sisi satunya ketika Aku mengingat kejadian waktu Aku kecil membuatku ingin menyiksamu hingga kamu mengharapkan dirimu menginginkan kematian." sambung David berkata dengan jujur.
Ungkapan hati David membuat dokter Karen ingin menghilangkan sisi dendamnya pada diri David. Terlebih dokter Karen mendapatkan banyak nasehat dari dokter Alesandra dalam menghadapi jiwa psycophat suaminya yang tiba - tiba terbangun.
"Honey bolehkah aku minta dua hal?" tanya dokter Karen sambil tersenyum malu.
"Banyak juga boleh, apa kamu menginginkan harta yang dulu kamu berikan padaku dikembalikan dan meminta perusahaanku yang lainnya?" tanya David.
"Aku akan berikan semua yang kamu minta." sambung David sambil membelai wajah cantik istrinya.
'Aish... bukan itu bagiku kamu mencintaiku dengan tulus itu sudah lebih dari cukup. Harta tidak bisa di bawa mati honey." ucap dokter Karen sambil menatap wajah tampan suaminya.
Jantung David berdetak sangat kencang karena selama ini David menganggap kalau istrinya akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap dirinya dan ingin menguasai hartanya sama seperti ke dua orang tuanya tapi ternyata dirinya sangat keliru. David berjanji untuk mencintai istrinya dengan tulus dan berusaha melupakan dendamnya.
"Apa yang kamu minta?" tanya David sambil mengecup bibir istrinya dengan singkat.
"Yang pertama, Aku minta bolehkah di depan orang lain aku tetap memanggilmu honey?" tanya dokter Karen penuh harap.
"Pffftttt... hahahaha." tawa David pecah.
"Aish... Menyebalkan Aku bertanya sangat serius malah ditertawakan sich." omel dokter Karen sambil cemberut.
"Maaf sayang. Iya sayang kamu boleh memanggilku di depan semua orang dengan sebutan sayang." ucap David sambil mengecup bibir istrinya kembali yang sudah menjadi candunya.
"Tapi apa kamu tidak takut jika orang lain tahu kita sudah menikah?" Tanya David.
Jika dokter Karen memanggil dirinya dengan sebutan honey di depan semua orang otomatis semua penjahat akan mengincar nyawa istrinya. Karena itulah David tidak ingin musuh - musuhnya tahu kalau David sudah menikah dengan dokter Karen.
"Kenapa harus takut?" Tanya dokter Karen yang tahu maksud dari perkataan suaminya.
"Musuh - musuhku sangat banyak dan jika salah satu dari mereka tahu bisa saja nyawamu dalam bahaya. Seperti waktu itu Aku terluka ketika ada musuh menyerangku dan kamu serta ke dua sahabatmu menyelamatkan Aku dan Michael." Jawab David mengingatkan kejadian beberapa hari yang lalu.
"Aku tidak perduli dengan nyawaku asalkan suamiku baik - baik saja." Ucap dokter Karen dengan nada tegas.
""Tapi Aku perduli karena Aku tidak ingin kehilanganmu." Ucap David sambil memeluk dokter Karen.
Dokter Karen membalas pelukan David sambil tersenyum bahagia dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya.
"Apakah kekasih honey tidak marah?" tanya dokter Karen setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Tidak." jawab David sambil tersenyum karena dirinya tahu apa maksud perkataan istrinya.
"Apakah honey sangat mencintainya?" tanya dokter Karen lagi dengan mata mulai memerah menahan agar air matanya tidak keluar.
"Sangat ... sangat ... dan sangat mencintainya." Jawab David tersenyum sambil membelai rambut dokter Karen dengan lembut.
"Kalau begitu aku tidak jadi meminta dua hal darimu, cukup satu saja." ucap dokter Karen sambil tersenyum namun terlihat jelas hatinya sangat terluka.
"Kenapa? Katakanlah yang nomer dua. Apa yang yang kamu minta dariku?" Tanya David penasaran.
"Permintaan nomer dua Aku rubah saja." Jawab dokter Karen.
"Apa itu?" tanya David sambil menaikkan salah satu alis matanya.
"Karena honey sudah mempunyai kekasih ijinkan Aku pergi dari kehidupanmu. Karena Aku tidak ingin hatiku terluka di tambah Aku tidak ingin melukai hati kekasihmu." ucap dokter Karen dengan nada lirih dan tidak berapa lama air mata dokter Karen keluar.
David menghapus air mata dokter Karen dengan lembut menggunakan ke dua ibu jarinya.
"Sayang, kekasihku dan istriku adalah orang yang sama, kamu sudah kuanggap kekasihku dan juga sekaligus istriku. Tidak ada wanita lain selain dirimu yang Aku cintai." ucap David sambil menatap mata dokter Karen.
Dokter Karen hanya terdiam dan melihat mata suaminya di mana tidak ada kebohongan di mata suaminya.
"Sekarang apa permintaanmu yang ke dua?" tanya ulang David.
"Sebelum Aku meminta permintaan yang ke dua, Aku ingin bertanya apakah honey tetap ingin melakukan hubungan suami istri?" tanya dokter Karen dengan wajah memerah.