
"Kalau begitu orang suruhan Pangeran Ke 3 tidak Aku buat mati agar bisa mengatakan ke Pangeran Ke 9 kalau ..... Eh tunggu Mereka Kakak beradik?" Tanya Alesandra.
"Ya."
"Tadi Kamu bilang Pangeran Ke 3 adik kandung Pangeran Ke 9?" Tanya Alesandra memastikan.
"Kesalahan sistem ... Maksudnya Pangeran Ke 3 adalah Kakak kandung dari Pangeran Ke 9."
"Baru tahu sistem bisa salah." Ucap Alesandra dengan nada meledek.
Sistem tersebut hanya menjulurkan lidahnya membuat Alesandra dengan iseng mengulurkan tangannya ke lidah kucing namun nyaris ke pegang karena lidahnya sudah keburu masuk ke dalam mulutnya.
"Aish ... Hampir saja berhasil." Ucap Alesandra.
"Kalau mau tarik lidahku silahkan tapi Aku tidak akan membantumu mengeluarkan alat - alat yang Nona butuhkan."
"Silahkan saja lakukan itu tapi jangan harap Aku meneruskan misinya." ucap Alesandra dengan nada ikut mengancam.
"Silahkan saja lakukan itu karena selama tidak menjalankan misi maka Nona akan selamanya akan tinggal di dunia novel ini dan Nona tidak akan bertemu dengan keluarganya."
Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dirinya tidak bisa membalas ucapan sistem sedangkan sistem yang melihat Alesandra menghembuskan nafasnya tersenyum miring karena bisa membalas ucapan Alesandra.
"Kalau begitu orang suruhan Pangeran Ke 3 tidak Aku buat mati agar bisa mengatakan ke Pangeran Ke 9 kalau Kakaknya ternyata sangat jahat dan ingin membunuhnya." Ucap Alesandra setelah beberapa saat Mereka terdiam.
"Bagaimana kalau Pangeran Ke 9 tidak percaya?"
"Aku akan cari cara agar Pangeran Ke 9 percaya dan mengenai besok, Aku akan merubah rencana yaitu Aku akan membunuh Pangeran Ke 2 dan Pangeran Ke 4 sedangkan untuk Pangeran Ke 3 akan Aku buat ketakutan." Ucap Alesandra sambil tersenyum devil yang ingin segera menyelesaikan misinya.
"Ide yang bagus."
Waktu kembali seperti biasa bersamaan muncul di buku - buku tangan kanan Alesandra ada 4 jarum perak yang mengandung racun di mana setelah lima menit terkena racun akan langsung meninggal di tempat sedangkan di sebelah kiri ada dua jarum perak yang mengandung racun kejujuran di mana setiap di tanya akan menjawab dengan jujur namun setelah setengah jam kemudian Mereka lupa apa yang telah terjadi dan tubuh Mereka lemah seperti orang biasa.
"Di sela - sela jarimu ada jarum perak? Kapan mengeluarkannya? Apakah itu beracun dan bisa membunuh Mereka sekaligus?" Tanya Pangeran Ke 9 beruntun penasaran sekaligus terkejut secara bersamaan.
"Mengenai kapan Aku mengeluarkan jarum perak? Maaf Aku tidak bisa mengatakannya tapi kalau jarum perak ini beracun atau tidak, Aku bisa menjawabnya kalau jarum perak ini beracun. Masalah membunuh Mereka sekaligus Pangeran Ke 9 bisa melihatnya secara langsung." Jawab Alesandra.
"Selesai AKu menembakkan jarum perak ke Mereka, tolong pasukan bayangan Pangeran Ke 9 membawa Mereka ke arah depan istana Pangeran Ke 9 untuk ditanyakan siapa yang menyuruh Mereka." Sambung Alesandra.
"Oke." Jawab Pangeran Ke 9 dengan singkat.
Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian Alesandra mengangkat ke dua tanganya dan diarahkan ke kanan dan ke kiri lalu berlanjut ke arah dua orang yang ada di ujung hingga terdengar suara teriakan kesakitan saling bersahutan namun hanya beberapa detik kemudian ambruk satu demi satu.
Skip
Kini ke enam orang tersebut berada di depan istana milik Pangeran Ke 9 untuk di interogasi namun Alesandra merasakan kalau dirinya sebentar lagi akan berubah menjadi batu giok.
"Maaf Pangeran Ke 9." Ucap Alesandra sambil menarik tangan Pangeran Ke 9.
"Ada apa? Aku ingin menginterogasi Mereka jadi kalau tidak penting nanti saja bicaranya." Ucap Pangeran Ke 9
'Sebentar lagi Aku akan berubah menjadi batu giok karena itulah aku menarik tangan Pangeran Ke 9.' Jawab Alesandra dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh Mereka.
Pangeran Ke 9 yang mendengar ucapan Alesandra langsung menggendong Alesandra kemudian di bawa terbang menuju ke atas genteng sedangkan Alesandra yang mendapatkan perlakuan seperti itu sangat terkejut membuat Alesandra mengalungkan ke dua tangannya ke leher Pangeran Ke 9.
"Apa yang Pangeran Ke 9 lakukan?" Tanya Alesandra.
"Bukannya kamu akan berubah menjadi batu giok?" Tanya Pangeran Ke 9.
"Benar tapi kenapa aku di bawa terbang?" Tanya Alesandra penasaran.
"Sekarang kamu bisa berubah." Jawab Pangeran Ke 9.
Ketika Alesandra ingin menjawab tiba - tiba Alesandra berubah menjadi batu giok dan berada di genggaman tangan Pangeran Ke 9. Hal itu membuat Pangeran Ke 9 menggenggam tangannya dengan erat seakan takut kalau batu giok tersebut terjatuh.
Pangeran Ke 9 kembali turun dan mendarat di depan ke enam pria berpakaian serba hitam sambil menatap satu persatu dengan tatapan dingin.
"Siapa yang menyuruh Kalian?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan nada dingin dan berwajah datar.
"Pangeran Ke 3." Jawab ke dua pria berpakaian serba hitam secara bersamaan.
"Apa? Kalian jangan memfitnah Kakak Ke 3 karena Kakak ke 3 tidak mungkin tega mencelakaiku." Ucap Pangeran Ke 9 dengan wajah terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Maaf Pangeran Ke 9, Pangeran Ke 3 menyuruh Kami untuk membunuh Pangeran Ke 9 agar kelak tidak menjadi boomerang." Jawab pria pertama.
"Benar apa yang dikatakan temanku kalau Pangeran Ke 3 menyuruh Kami untuk membunuh Pangeran Ke 9." Sambung temannya.
"Kenapa Kakak Ke 3 ingin membunuhku?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah sangat kecewa karena Kakak yang sangat disayangi dan dihormati ternyata sangat jahat dan ternyata selama ini berpura - pura baik.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx