Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 35



"Saya pesan salad sayur serta minumnya lemon tea dan untuk tuan saya pesankan minuman ya?" tanya dokter kandungan.


"Ya terserahlah lemon tea saja." Jawab Michael.


"Berarti salad sayur satu dan minuman lemon tea 2." ucap pelayan itu mengulangi pesanan mereka berdua.


"Tepat sekali." ucap dokter kandungan.


"Baik, di tunggu ya tuan dan nona." ucap pelayan tersebut.


"Ok." jawab dokter kandungan tersebut.


Pelayan itupun pergi untuk memesan makanan sesuai pesanan customernya dan tidak berapa lama pesanan itupun datang.


Dokter kandungan memakan sayur salad fan tanpa sepengetahuan Michael kalau dokter tersebut tersenyum licik. Sedangkan Michael hanya meminum lemon tea sambil melihat jam tangan miliknya.


'Akhirnya Aku bisa memiliki dirinya, untung Aku pandai dalam berakting sehinga dia tidak curiga." ucap dokter kandungan dalam hati.


Mereka saling terdiam tanpa mengeluarkan suaranya hingga tidak terasa minuman milik Michael habis tanpa sisa sedikitpun.


Hingga beberapa saat kemudian Michael merasakan tubuhnya panas dan menginginkan hubungan suami istri.


Michael menatap dokter kandungan dengan senyuman menggoda di tambah dokter kandungan tersebut sengaja membuka kancing kemeja bagian atas.


Hal itu membuat Michael berusaha untuk menahan hasratnya dan mengirim pesan ke Mike.


✉️ " Mike, cepat datang tubuhku terasa panas sepertinya dokter kandungan itu menaruh obat perang sang."


Mike pun datang bersama seorang bodyguard kemudian Mike membawa Michael ke kamar hotel vvip milik pribadinya sedangkan bodyguard yang ditugaskan Mike menangkap dokter kandungan untuk di bawa ke suatu tempat milik Michael untuk di ikat.


Awalnya ketika bodyguard milik Michael menarik tangan dokter kandungan namun karena dokter kandungan memberontak dan tenaganya kalah kuat membuatnya ingin berteriak namun bodyguard tersebut menodongkan pistol agar dokter kandungan tidak berteriak. Akhirnya dokter kandungan pasrah dan tidak berani untuk berteriak.


Sampai di kamar hotel Michael masuk ke kamar mandi dan meminta Mike untuk mengunci kamar mandinya.


Michael melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya kemudian menyalakan shower untuk mendinginkan ha x sratnya dengan mandi air dingin.


Mike yang ingat dengan pesan Alessandra menghubungi Alessandra untuk datang ke hotel.


xxxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxxx


"Nanti kalau istriku sudah pulang antarkan Aku ke markas." perintah Michael.


"Baik tuan." jawab Mike.


"Nyonya Muda sekarang kemana Tuan?" tanya Mike


"Istriku lagi ganti pakaian, nanti kalau istriku tenaganya kuat baru boleh pulang dan sekarang kamu tunggulah di dalan mobil." jawab Michael.


"Baik tuan." jawab Mike lagi.


Mike pun pamit dan pergi meninggalkan Michael sedangkan Michael sambil menunggu istrinya keluar dari kamar mandi, Michael menyiapkan makanan di atas meja beserta minumannya.


Tidak berapa lama Alessandra keluar menggunakan jubah handuk. Michael yang melihat keseksian istrinya membuat adik kecilnya menegang membuat Michael buru - buru memalingkan wajahnya.


Michael memberikan paper bag ke istrinya untuk segera menggantinya karena Michael tidak kuat melihat keseksian istrinya yang sangat menggodanya.


Alessandra yang mengerti mengambil paper bag di tangan suaminya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian yang dibelikan oleh suaminya.


Tidak berapa lama Alessandra keluar dan duduk di samping suaminya. Merekapun makan bersama dalam diam. Alessandra yang sangat lapar baru menghabiskan 2 piring nasi maklum Alessandra hamil kembar. Michael hanya tersenyum memandang istrinya yang makan sangat lahap.


" Jangan terburu - buru sayang nanti ke selek suamimu yang sangat tampan ini tidak akan minta jadi tenang saja." Ucap Michael narcis sambil tersenyum.


uhuk uhuk uhuk uhuk


"Tuh kan benar kataku." ucap Michael sambil menepuk - nepuk punggung istrinya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya mengambil gelas.


'Aku batuk karena Kak Michael bicaranya narsis.' Ucap Alessandra dalam hati.


Alessandra hanya tersenyum dan mengambil gelas di tangan suaminya. Kini Alessandra makan mengambil piring ke tiga dengan piring yang berisi makanan kesukaannya.


Selesai makan, Michael membereskan piring kotor dan botol minuman untuk disatukan kemudian di buang di tong sampah di luar kamarnya karena Michael tidak ingin kamar hotelnya bau sampah.


Alessandra masih duduk di sofa sambil menonton televisi tidak lama Michael pun duduk di samping istrinya.


"Sayang, coba ceritakan kenapa kamu bisa sampai di sini?" tanya Michael penasaran.


"Aku dihubungi Mike dan di suruh datang dan Akupun langsung datang ke sini." Jawab Alessandra.


"Aku akan memarahi Mike karena menghubungimu." Ucap Michael.


"Sayang jangan marah ya karena Aku yang memintanya untuk menghubungi Aku jika ada sesuatu dengan suamiku." jawab Alessandra.


"Aku tidak mungkin marah sama istriku hanya saja Kita melakukan hubungan suami istri gara - gara obat si alan itu." Ucap Michael.


"Memangnya kenapa kalau Kita melakukan hubungan suami istri ?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.


"Apakah kamu tidak ingat apa kata dokter kandungan?" tanya Michael balik bertanya.


"Aku ingat." jawab Alessandra.


"Apakah anak - anak kita baik - baik saja?" tanya Michael sambil menyentuh perut istrinya dengan wajah kuatir.


"Baik - baik saja, apalagi Aku sudah tanya - tanya di google kalau kita boleh melakukan hubungan suami istri asalkan jangan sering - sering karena bisa membahayakan janin dan ibunya." ucap Alessandra menerangkan.


"Berarti kata dokter kandungan bohong?" tanya Michael terkejut.


"Ya, dia berbohong, maafkan Aku ya." Ucap Alessandra.


"Kenapa minta maaf? Justru Aku sangat berterima kasih karena sudah membantuku menghilangkan obat perang x sang. Lain kali Aku akan lebih hati - hati." Ucap Michael.


Alessandra hanya tersenyum membuat Michael ikut tersenyum sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.


"Oh ya kamu ke sini naik apa?" tanya Michael penasaran.


"What??? Apakah kamu tidak berfikir itu bisa membahayakan ke empat anak kita?" Tanya Michael dengan nada kesal.


"Habis, tidak ada waktu kalau naik mobil." jawab Alessandra.


Selesai mengatakan itu Alessandra mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya yang mulai memerah menahan amarahnya hal itu tentu saja membuat Alessandra berkaca - kaca.


Michael yang mengetahui istrinya sedang hamil tentunya lebih sensitif membuat Michael langsung memeluknya dan meminta maaf karena telah mengomeli istrinya yang sangat dicintainya.


" Maafkan Aku sayang, Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu denganmu dan anak - anak kita karena Aku tidak sanggup kehilangan kalian." ucap Michael dengan nada lembut.


Alessandra menganggukkan kepalanya sambil terisak. Michael yang mengetahui istrinya menangis melepaskan pelukannya dan mengusap airmata milik istrinya menggunakan ke dua ibu jari tangannya.


"Sudah jangan nangis, nanti anak - anak kita ikutan nangis. Oh ya sekarang badanmu sudah enakkan?" tanya Michael dengan nada masih lembut.


"Sudah sayang." jawab Alessandra.


"Baguslah. Oh ya Kamu kesini sama siapa?" Tanya Michael.


Michael bertanya seperti itu karena Mike tidak melapor kalau ke dua bodyguard yang dipekerjakan untuk menjaga istrinya ada di hotel ini.


"Sendiri." Jawab Alessandra.


"Kamu ke sini sendiri naik motor sport?" Tanya Michael memastikan.


Alessandra hanya menganggukkan kepalanya membuat Michael hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Kalau begitu sekarang kamu pulang bersama dua orang bodyguard dan pakai mobil Kakak biar Kakak nanti menunggu bodyguard datang sambil membawa mobil satunya. Mengenai motornya biar bodyguard yang mengantar ke rumah." Ucap Michael.


"Baik sayang." ucap Alessandra sambil tersenyum.


Michael membalas senyuman istrinya kemudian Michael menghubungi asistennya yang bernama Mike untuk meminta bodyguard datang membawa mobil karena mobilnya mau di pakai oleh Alessandra.


Selesai menghubungi Michael dan Alessandra keluar dari kamar hotel. Hingga Mereka sampai di parkiran, Alessandra dan ke dua bodyguard menaiki mobil dan pergi meninggalkan hotel tersebut.


Tidak berapa lama bodyguard utusan Michael datang merekapun berangkat menuju ke markas dimana dokter kandungan sudah di sekap.


xxxxx


Mike mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan tidak membutuhkan waktu lama Mike memasuki kawasan hutan ...


Sebuah gerbang tinggi mengelilingi hutan tersebut. Mike menekan remote dan gerbang itupun terbuka kemudian Mike melanjutkan perjalanan.


Hingga Mereka akhirnya sampai ke gerbang ke dua dan terlihat sebuah mansion di mana terlihat dari luar kalau mansion tersebut sangat menyeramkan. Dua orang penjaga menekan remote sehingga gerbang itupun terbuka. Mike masuk ke dalam mansion dan memarkirkan mobilnya.


Dua orang bodyguard yang menjaga di depan pintu membuka pintu utama mansion kemudian Michael dan Mike masuk ke dalam mansion.


Michael dan Mike masuk ke dalam ruangan yang mirip gudang yang lumayan luas. Tampak seorang wanita diikat ke dua tangan dan ke dua kaki menggunakan rantai seperti huruf X.


Mike memberikan kursi ke Michael dan Michael pun duduk sambil menatap sinis ke arah wanita itu.


"Tuan Michael, Hiks ... Hiks ... Hiks ... Kenapa kamu mengikatku, apa salahku?" Tanya wanita itu sambil terisak ketAkutan.


Di dalam hatinya yang paling dalam dirinya sangat menyesal berurusan dengan Michael.


"Anda tidak tahu kesalahanmu dokter?" Tanya Michael dengan wajah sinis.


"Aku tidak tahu, memang apa salahku?" tanya dokter pura - pura tidak tahu.


"Mike." panggil Michael.


Mike yang namanya di panggil membuka laptopnya. Tampak seorang pelayan yang sudah babak belur suruhan dokter wanita itu mengatakan kalau pelayan itu di suruh untuk memberikan obat perang x sang.


Hal itu tentu saja membuat dokter kandungan tersebut sangat terkejut karena aksinya diketahui dengan mudah oleh Michael.


"Ckckck... kamu itu seorang dokter kandungan bisa - bisanya melakukan tindakan rendahan seperti itu? apa gajimu kurang hah!" bentak Michael dengan suara menggelegar memekakkan telinga.


"Maafkan Aku, Aku melakukan itu karena Aku sangat mencintai Tuan." ucap dokter kandungan tersebut.


"Apa maksudmu mengatakan padaku, kalau Aku tidak boleh menyentuh istriku sampai istriku lahiran hah!" bentak Michael tanpa memperdulikan ucapan dokter kandungan tersebut.


"Karena Aku ingin agar tuan Michael mencari pelampiasan ke wanita lain karena itulah Aku menjebaknya." Jawab ucap dokter kandungan tersebut dengan jujur.


"Cih, dasar wanita murahan. Kamu itu bisa - bisanya mengecek kehamilan istriku, ternyata mempunyai niat terselubung." ucap Michael dengan nada ketus.


"Maafkan Aku. Aku menyesal dan sebagai hukumannya Aku akan memuaskan Tuan Michael karena kebetulan Aku masih virgin dan Aku ingin tuan Michael orang pertama yang melakukannya dan Aku bersedia menjadi istri keduamu." ucap dokter kandungan tanpa punya rasa malu sedikitpun.


"Cih, Aku tidak tertarik." ucap Michael sambil menatap tajam dokter tersebut.


"Kenapa? Aku cantik, seksi dan tidak kalah dengan istrimu selain itu Aku sangat yakin Tuan Michael akan puas nantinya." ucap dokter kandungan dengan suara menggoda.


Michael berdiri dan berjalan perlahan ke dokter kandungan tepat di hadapannya, Michael mendekati wajahnya ke wajah dokter kandungan tersebut.


Dokter kandungan yang merasa dirinya akan dicium langsung jantungnya berdebar dengan sangat kencang.


"Kamu ingin agar Aku puas menikmati tub**hmu?" Tanya Michael.


"Tentu saja." Jawab dokter kandungan tersebut tanpa membuka ke dua matanya.


"Tapi kamu tahu tidak? Jika Aku main dengan istriku, maka terlebih dahulu Aku menyiksanya setelah itu barulah Aku mulai bisa menikmatinya. Apakah kamu tidak sayang dengan tubuh indahmu menjadi banyak luka - luka?" Tanya Michael.


"Tapi Kamu tenang saja, jika Aku merasa puas maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau." ucap Michael.


Dokter kandungan tersebut sangat terkejut karena ternyata Michael bermain sangat kasar tapi demi ambisi mendapat kekayaan secara instan membuat dirinya buta karena dokter kandungan tersebut ingin hidup enak tanpa perlu susah untuk bekerja keras sebagai dokter.


Hal itu dikarenakan gaya hidupnya yang tinggi membuat gaji dokter yang lumayan besar terasa kurang baginya.


"Baiklah saya terima asalkan tuan Michael berjanji padaku untuk memberikan apapun yang Aku inginkan." pinta dokter kandungan.


" Ok. tenang saja." jawab Michael sambil tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh dokter kandungan tersebut karena sejak tadi memejamkan matanya menunggu untuk di cium.