
Hening
Hening
"Alesandra." panggil Michael sambil menggoyangkan tubuh polos istrinya.
Hening
Hening
Michael meletakkan perlahan tubuh Alesandra kemudian mengangkat tangan kanannya ke arah dua lubang hidung Alesandra. Michael sangat terkejut kemudian dengan tangan gemetar mengecek nadi Alesandra.
Wajah Michael langsung pias karena Alesandra meninggalkan dirinya untuk selama - lamanya membuat Michael memeluk tubuh kaku Alesandra sambil berteriak memanggil nama Alesandra.
"Michael ... Alesandra kenapa?" tanya Mommy Elisabeth sambil mengetuk pintu sebanyak tiga kali.
"Alesandra meninggal Mom." Jawab Michael dengan suara tercekat.
Mommy Elisabeth sangat terkejut dengan jawaban Michael membuat Mommy Elisabeth membuka pintu kamar putranya kemudian berjalan ke arah ranjang. Mommy Elisabeth langsung memalingkan wajahnya ke arah samping ketika melihat bagian atas putranya dan menantunya polos tanpa sehelai benangpun.
"Michael, pakai pakaianmu." ucap Mommy Elisabeth yang masih memalingkan wajahnya ke arah samping.
Tanpa menjawab Michael mengambil jubah handuk yang ada di lantai kemudian memakainya. Setelah selesai Michael mengambil jubah handuk milik istrinya untuk dipakaikan ke tubuh polos istrinya.
"Sudah Mom." Jawab Michael sambil memeluk tubuh kaku Alesandra.
Mommy Elisabeth hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengecek nadi Alesandra baik di tangan maupun di leher Alesandra. Mommy Elisabeth sangat terpukul ketika mengetahui menantu yang sangat disayanginya meninggal dunia membuat Mommy Elisabeth tidak sadarkan diri.
"Mommy!" Teriak Michael.
Brak
Tiba - tiba pintunya di buka dengan paksa oleh seseorang kemudian masuk sepasang remaja dan berjalan ke arah Mereka siapa lagi kalau bukan Marcel dan Marcella. Dua anak kembar dari pasangan Alesandra dan Michael yang berumur sembilan tahun.
Mami, Oma." panggil Marcel dan Marcella bersamaan.
"Anak - anak Papi, Mami sudah ..." ucap Michael menggantungkan kalimatnya.
"Kami tahu Pi. Kalau Mami sudah meninggal dunia." Jawab Marcel dan Marcella sambil duduk di sisi ranjang kemudian memijat Mami Elisabeth.
"Dari mana Kalian tahu?" tanya Michael dengan wajah terkejut.
"Mami ada di sebelah Papi dan mengatakan kalau Mami sudah meninggal dunia sambil menatap wajah Kami." Jawab Marcella.
"Marcella, Kamu jangan bercanda." Ucap Michael.
"Marcella tidak bercanda dan Mami ingin bicara dengan Papi dan Kak Marcel." Ucap Marcella dengan wajah serius.
"Kalau memang benar, Papi ingin bicara dengan Mami." ucap Michael.
Marcella hanya menganggukkan kepalanya kemudian duduk bersila sambil memejamkan matanya sedangkan Michael dan Marcel hanya melihat apa yang dilakukan oleh putri bungsunya.
"Papi." Panggil Marcel dengan suara Alesandra.
"Mami. Apakah Mami masuk ke dalam tubuh Marcella?" Tanya Michael dengan wajah terkejut.
"Benar sekali Mami masuk ke dalam tubuh Marcella." Jawab Alesandra.
"Papi, waktu Mami tidak banyak jadi Mami hanya berpesan sama Papi untuk menjaga ke dua anak Kita. Ke dua anak Kita diberikan keistimewaan yang membuat orang ingin menculik ke dua anak Kita jadi Mami mohon agar Papi melindungi ke dua anak Kita." Ucap Alesandra.
"Selain itu kuburkan Mami bersama Daddy David." Sambung Alesandra.
"Papi akan lakukan apa yang di pinta Mami tapi mengenai kuburan Mami dan Daddy, itu tidak mungkin karena Daddy kan masih hidup." ucap Michael.
"Setelah Daddy mendengar kalau Mami meninggal di saat itu pula Daddy terkena serangan jantung dan meninggal dunia jadi satukan kuburanku dengan Daddy." ucap Alesandra.
"Baik Mam." Jawab Michael dengan wajah bingung karena Alesandra tahu apa yang akan terjadi.
"Untuk Marcel, Mami minta Kamu selalu melindungi adikmu dan jangan sering bertengkar kasihan Papi." ucap Alesandra.
"Baik Mam." Jawab Marcel patuh.
"Kalian semua saling melindungi dan saling memberikan kekuatan di kala yang lainnya sedang sedih." Ucap Alesandra.
"Iya Mam." Jawab Michael dan Marcel bersamaan.
"Satu tahun kemudian Mami akan berinkarnasi di mana Kita akan berkumpul kembali seperti dulu." Ucap Alesandra sambil menggenggam tangan suaminya kemudian tersenyum.
"Papi akan menunggu Mami dengan setia karena Papi sangat mencintai Mami dengan sangat tulus." ucap Michael sambil membalas genggaman tangan istrinya.
"Begitu pula dengan Mami sangat mencintai Daddy dengan sangat tulus dan menyayangi Kalian semua. Jaga diri Kalian dan ingat apa yang tadi Mami katakan." Ucap Alesandra sambil masih tesenyum.
Perlahan Alesandra memejamkan matanya dan tubuhnya ambruk namun di tahan oleh Marcel. Marcel perlahan meletakkan tubuh Marcella ke ranjang di samping Mommy Elisabeth.
"Daddy akan hubungi kepala pelayan untuk mengurus pemakaman Mami Kalian." Ucap Michael yang melihat Marcel memberikan minyak ke arah Mommy Elisabeth angin agar Mommy Elisabeth tersadar.
"Iya Pi." jawab Marcel sambil memberikan minyak angin ke arah Marcella karena Mommy Elisabeth sudah sadar.
Skip
Kini di ruang keluarga di penuhi para pelayat untuk mengucapkan bela sungkawa dan tidak lupa hadir Daddy David. Daddy David sangat sedih kehilangan putri semata wayangnya membuat dada Daddy David terasa sangat sesak.
"Dadaku ... Akhhhh!" Teriak Daddy David.
"Daddy! / Besan!" Teriak Michael dan Mommy Elisabeth bersamaan.
"Opa kenapa?" Tanya Marcel dan Marcella bersamaan.
Grep
Selesai mengatakan hal itu tubuh Daddy David ambruk namun di tahan oleh Michael dan Marcel karena kebetulan Mereka berdua duduk di samping kanan dan samping kiri. Michael mengecek kondisi Daddy David dan matanya membulat sempurna karena ternyata Daddy David sudah meninggal dunia.
'Apa yang dikatakan istriku kenapa sama semua?' Tanya Michael dalam hati.
"Bagaimana Michael?" Tanya Mommy Elisabeth karena melihat wajah terkejut putra semata wayangnya.
"Sudah meninggal dunia Mom." Jawab Michael.
Mommy Elisabeth menutup mulutnya dengan ke dua tangannya dan dirinya seakan tidak percaya mendapatkan berita yang sangat mengejutkan dan itu tidak hanya satu tapi sekaligus dua. Marcella yang tahu kalau Mommy Elisabeth sedang sedih membuat Marcella memeluk Mommy Elisabeth kemudian mengusap punggungnya.
Skip
Kini Mereka berada di pemakaman keluarga milik Michael dan sesuai permintaan Alesandra kalau kuburannya disatukan dengan Daddy David. Isak tangis terdengar dari mulut Marcella karena dirinya masih membutuhkan kasih sayang seorang Ibu terlebih selama ini Alesandra menghabiskan waktunya bersama ke dua anak kembarnya dan juga suaminya.
Marcel memeluk adik bungsunya agar tidak bersedih sedangkan Michael seperti patung hidup di mana dirinya sangat kehilangan istrinya. Walau istrinya akan berinkarnasi namun tetap saja dirinya tidak bisa jauh dengan istrinya.
'Hatiku sangat hancur ketika orang yang Aku cintai pergi meninggalkan diriku selama - lamanya. Walau Kamu akan berinkarnasi tapi sungguh menunggu selama satu tahun rasanya bertahun - tahun Aku menunggu. Aku tidak bisa hidup karena Kamu adalah nafas hidupku dan Aku berjanji untuk melindungi ke dua anak Kita sekaligus menunggumu.' Ucap Michael dalam hati.
Hingga lima belas menit kemudian satu persatu para pelayat pergi meninggalkan area pemakaman menuju ke rumah masing - masing. Hanya tersisa Mommy Elisabeth, Michael, Marcel dan Marcella serta orang kepercayaan Michael siapa lagi kalau bukan Mika.
Hingga satu jam kemudian Mommy Elisabeth membujuk Michael untuk pulang namun Michael tidak bersedia.
"Oma, biarkan Kami berdua menemani Papi." Ucap Marcella.
"Baiklah, Kalian jangan lama - lama di sini jaga kesehatan Kalian." ucap Mommy Elisabeth.
"Baik Oma." Jawab Marcella.
"Paman Mike, tolong antar Oma." Pinta Marcella.
"Baik Nona Muda." Jawab Mike patuh.
Mommy Elisabeth dan Mike pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke mansion sedangkan Marcella duduk di samping kanan Michael sedangkan Marcel duduk di samping kiri Michael.
"Papi, udara semakin panas. Kita pulang yuk." Ajak Marcella.
"Papi ingin menemani Mami Kalian jadi jika Kalian ingin pulang, pulanglah bersama Oma Kalian mumpung Oma Kalian belum berjalan jauh." Ucap Michael sambil memegang nisan istrinya dengan tatapan sendu.
"Papi, Mami sangat sedih melihat Papi seperti ini jadi Marcella mohon Kita pulang sekarang." Mohon Marcella.
"Papi ingin melihat Mami dan ingin bicara, Papi mohon." Mohon Michael untuk pertama kalinya memohon.
"Baiklah.' Jawab Marcella yang tidak tega melihat Michael bersedih.
Marcella menggenggam tangan Michael kemudian Marcella meminta Michael untuk menutup matanya dan Michael dengan patuh menuruti perkataan Marcella.
"Sekarang Papi buka matanya." Ucap Marcella.
Michael membuka matanya dan dirinya sangat terkejut melihat Alesandra ada dihadapannya sambil tersenyum manis.
"Sayang." Panggil Michael.
"Sayang, pulanglah kasihan ke dua anak Kita." Ucap Alesandra.
"Tapi Papi tidak tega meninggalkan Mami sendirian." ucap Michael.
"Mami tidak sendirian jadi pulanglah." ucap Alesandra.
"Tapi ...." ucapan Michael terpotong oleh Alesandra.
"Terserah Papi kalau mau tinggal di sini tapi jangan salahkan Mami kalau nanti Mami berinkarnasi Mami mau mencari berondong kan Mami jadi gadis usia dua puluh dua tahun." ucap Alesandra sambil tersenyum menyeringai.
"Senyuman Mami jelek, baik Papi akan pulang." Ucap Michael dengan nada kesal.
"Biarin habis Papi nakal." Ucap Alesandra dengan nada cuek.
"Mami itu senangnya mengancam Papi, awas saja kalau Mami sudah berinkarnasi Papi akan balas." ucap Michael dengan nada kesal.
"Mami tunggu dan sekarang Papi pulang." ucap Alesandra.
"Iya Papi pulang dan ingat setelah berinkarnasi Mami langsung ke mansion Papi dan jangan menggoda pria lain." ucap Michael sambil berdiri dan diikuti oleh ke dua anak kembarnya.
"Iya." Jawab Alesandra.
Selesai mengatakan hal itu Alesandra menghilang kemudian Michael mengajak ke dua anak kembarnya untuk pulang ke mansion. Lima belas menit kemudian datang segerombolan pria berseragam serba hitam.
"Ledakkan pemakaman ini!" perintah seorang pria paruh baya.
"Baik Tuan." Jawab Mereka bersamaan.
Segerombolan pria tersebut mulai menanam bom kemudian pergi meninggalkan area pemakaman tersebut. Setelah agak jauh salah satu dari pria berpakaian seragam menekan tombol remote dan terdengar suara ledakan menghancurkan kuburan Alesandra dan Daddy David hingga pemakaman tersebut rusak parah.
"Setelah ini giliran ke dua anakmu." ucap pria paruh baya tersebut kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut bersama anak buahnya.