Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 13



"Pangeran Ke 9, tenang saja karena isinya tidak akan pernah habis." Jawab Alesandra.


"Baiklah, kalau begitu Aku kembalikan pistolnya." Ucap Pangeran Ke 9 sambil meletakan pistol satunya lagi ke tangan Alesandra.


"Ingat pesanku." Ucap Alesandra.


Pangeran Ke 9 hanya menganggukkan kepalanya kemudian menghilang dari pandangan Alesandra.


"Apakah Pangeran Ke 3 tidur seperti kerbau? Kami bicara sejak tadi tapi tidak juga bangun.' Ucap Alesandra dalam hati.


Tiba - tiba waktu berhenti bersamaan kedatangan sistem namun kali ini berbeda di mana sistem tersebut menggunakan masker wajah dan sepasang matanya di tutup dengan potong mentimun di tambah sistem tersebut sedang tertidur dengan pulas.


Ctak


"Aduh!"


"Enak ya, malam - malam tidur dan pakai masker sedangkan Aku jam segini masih melek." Ucap Alesandra dengan nada kesal kemudian menyentil tubuh kucing tersebut yang sangat gembul dan sangat menggemaskan. Hal itu tentu saja kucing tersebut sangat terkejut membuatnya berteriak kesakitan.


"Lebay." Ucap Alesandra yang masih kesal.


"Nona, sudah malam dan aku memakai masker biar bertambah cantik tapi gara - gara Nona di wajahku tumbuh keriput."


Sambil berbicara kucing tersebut melepaskan dua potongan mentimun pada sepasang matanya dan menatap kesal ke arah Alesandra.


"Pangeran Ke 3, kenapa tidak bangun? Padahal sejak tadi Aku dan Pangeran Ke 9 mengobrol, Apakah sistem tahu?" Tanya Alesandra mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar ...."


"Pangeran Ke 3 mabuk begitupula dengan selirnya karena itulah ketika Nona dan Pangeran Ke 9 mengobrol, Pangeran Ke 3 dan selirnya sama sekali tidak mendengarnya."


"Pantas saja." Jawab Alesandra sambil berjalan ke arah ranjang Pangeran Ke 2.


"Kalau begitu sudah saatnya Nona menembak Pangeran Ke 3 dan juga selirnya."


"Kenapa selirnya ikut di tembak?" Tanya Alesandra dengan wajah terkejut.


"Karena selir itu terkenal suka menindas orang dan sering orang yang tidak bersalah mati di tangannya."


"Benar sekali."


Dor


Dor


Alesandra hanya menganggukkan kepalanya sambil masih berjalan ke arah ranjang kemudian menghentikan langkahnya tepat di sisi ranjang bersamaan waktu berjalan seperti bisa. Alesandra mengarahkan pistolnya ke arah kening Pangeran Ke 2 kemudian menembaknya dan berlanjut ke arah selir Pangeran Ke 2.


"Akhhhhhhhhhhhhhh!" teriak Pangeran Ke 2 dan selir Pangeran Ke 2 berteriak kesakitan.


Teriakan kesakitan saling bersahutan dan tidak membutuhkan waktu lama ke duanya meninggal dunia dengan mata melotot. Alesandra mengarahkan sihir dan darah segar yang keluar dari kepalanya langsung menghilang entah kemana kemudian Alesandra mengambil dua butir peluru dari dalam kepala mereka berdua.


"Sudah selesai, kalau begitu antar aku di mana Pangeran Ke 9 berada." Pinta Alesandra.


Tiba - tiba waktu mendadak berhenti kembali dan kucing tersebut yang tadi sempat menghilang entah kemana kini mendadak muncul.


"Oke."


Whushhhhhhhhhh


Alensandra dan kucing tersebut langsung menghilang dan muncul di samping Pangeran Ke 9 yang sedang menodongkan pistol ke Selir Kemonceng yang sedang berbaring di ranjang bersama salah satu petinggi istana sambil berpelukan.


"Selir Kemonceng terkenal licik, membunuh ke dua orang tua Pangeran Ke 9 dan kini diam - diam tidur bersama pria lain." Ucap Alesandra.


"Memang benar, tapi anehnya kaisar sama sekali tidak perduli karena itulah Selir Kemonceng berbuat semena - mena. Apalagi pria yang disampingnya adalah pria beristri dan istrinya hanya bisa menahan kesedihan karena suaminya selingkuh."


"Kalau begitu Selir Kemonceng dan pria itu pantas mati termasuk orang - orang yang melakukan perselingkuhan." Ucap Alesandra sambil menatap tajam ke arah pasangan yang bukan suami istri.


Alesandra sangat membenci perselingkuhan terlebih ada wanita yang tersakiti gara - gara ulah pasangannya dan juga ulah pasangan kekasihnya yang tidak perduli jika kekasihnya sudah menikah dan mempunyai anak padahal sama - sama seorang wanita. Karena itulah Alesandra ingin menghukum orang - orang yang melakukan perselingkuhan.


"Apa yang dikatakan Nona benar, mereka pantas mati."


"Kalau begitu buat waktu berjalan seperti biasa dan buat Aku tidak terlihat." Pinta Alesandra.


"Memang kenapa Nona?"