Alessandra

Alessandra
Novel : Pembalasan Alessandra 3



"Panggil Aku Mommy." Ucap Valen tanpa punya rasa malu sedikitpun sambil turun dari ranjang.


Tanpa punya rasa bersalah dan rasa malu Valen memakai kemeja milik Ayahnya Alesandra membuat Ibunya Alesandra tidak bisa menahan amarahnya di tambah dengan perkataan Valen namun Ayahnya Alesandra yang tahu langsung mendorong Alesandra dan istrinya hingga jatuh ke lantai.


"Akhhhh!" Teriak Alesandra dan Ibunya bersamaan.


"Dadaku sakit banget." Ucap Ibunya Alesandra sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sesak.


"Daddy! Jantung Mommy kambuh!" Teriak Alesandra sambil memeluk tubuh Ibunya.


"Suruh kepala pelayan yang mengantar Kalian ke rumah sakit!" Perintah Ayahnya sambil menutup pintu kamarnya tanpa punya rasa empati sedikitpun.


"Tolong!" Teriak Alesandra.


Kepala pelayan dan pelayan yang lainnya langsung keluar dari persembunyiannya kemudian membawa Ibunya Alesandra ke rumah sakit namun sayang ketika sampai di rumah sakit Ibunya Alesandra menghembuskan nafas terakhirnya.


Alesandra sangat terpukul dengan kepergian Ibunya yang sangat mendadak sekaligus sangat dendam terhadap Ayah kandungnya terlebih terhadap Valen.


Alesandra terpaksa menghubungi Ayahnya namun Ayahnya sama sekali tidak perduli malah menyuruhnya untuk mengurus semuanya termasuk pemakamannya dan melarang di bawa ke mansion.


Dendam Alesandra semakin menumpuk hingga satu jam kemudian Ibunya Alesandra sudah selesai dimakamkan dengan di temani Kepala pelayan dan para pelayan serta para bodyguard.


Ibunya Alesandra dan Alesandra sangat baik terhadap orang lain termasuk penghuni mansion karena itulah Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Hanya Ayahnya dan Valen yang tidak datang membuat Alesandra ingin rasanya membalaskan dendam namun Alesandra tidak bisa melakukannya karena Ayahnya Alesandra melarang Alesandra datang ke mansion.


Di tengah pikirannya yang sangat kalut membuat Alesandra mengambil jalan pintas yaitu bu x nuh diri dengan cara melompat dari gedung kampusnya. Mungkin dengan cara seperti ini akan membuat Ayahnya merasa bersalah dan mengusir Valen.


****xxxxxxxxx FLASH BACK OFF xxxxxxxxxx****


"Itulah yang terjadi." Ucap Alesandra mengakhiri ceritanya.


"Bu x nuh diri tidak bisa menyelesaikan masalah karena yang ada jiwamu tidak akan di terima. Apalagi belum tentu dengan apa yang Kamu lakukan dapat membuat Ayahmu menyesal." Ucap Alesandra.


"Lalu apa yang harus Aku lakukan?" Tanya Alesandra dengan nada frustrasi.


"Aku akan masuk ke dalam tubuhmu untuk membalaskan dendammu baik Ayahmu dan juga wanita yang tidak punya hati." Ucap Alesandra sambil menahan amarahnya.


"Kalau begitu lakukanlah." Ucap Alesandra.


"Tapi jika Aku masuk ke dalam tubuhmu maka Kamu tidak akan bisa berinkarnasi." Ucap Alesandra.


"Aku tidak perduli asalkan Aku bisa membalaskan dendamku." Ucap Alesandra.


Tiba - tiba waktu Berhenti


"****Nona, kebetulan sekali Ayah dari gadis itu merupakan salah satu anak buah musuh Tuan Muda Michael yang akan mencelakai ke dua anak kembar Nona****."


"Bagus sekali sekali tepuk dapat dua nyamuk." Ucap Alesandra sambil tersenyum menyeringai.


"****Senyuman Nona sungguh sangat jelek****."


"Terima kasih atas pujiannya, kucing jelek." ucap Alesandra.


Kucing tersebut hanya menjulurkan lidahnya sambil memutar ke dua bola matanya dengan malas kemudian menghilang dari pandangan Alesandra bersamaan waktu berjalan seperti biasanya.


"Sekarang pejamkan matamu agar Aku bisa masuk ke dalam tubuhmu." Ucap Alesandra.


Alensandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya hingga dirinya merasakan ada jiwa yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Aku sudah masuk ke dalam tubuhmu dan kini Kita sudah bersatu." Ucap Alesandra.


"Oh ya Aku lupa mengatakan kalau selama dua belas jam Aku yang akan menguasai tubuhmu dan dua belas jamnya lagi Kamu yang berkuasa namun Aku akan selalu ada di sisimu." Sambung Alesandra.


"Lakukanlah." Ucap Alesandra.


Tidak berapa lama jiwa Alesandra menguasai pemilik tubuh kemudian Alesandra pulang menuju ke mansion untuk menjalankan rencana pembalasan dendam.


Skip


Kini Alesandra berada di dinding mansion karena pemilik tubuh mengatakan kalau dirinya di larang masuk ke dalam mansion. Alesandra kemudian berjalan mundur lalu melakukan salto hingga Alesandra berdiri di atas dinding yang lumayan tinggi.


"Wanita jahat itu tidur di kamar orang tua pemilik tubuh di lantai dua sedangkan Ayah dari pemilik tubuh berada di ruang kerja lantai satu." Ucap Alesandra sambil berpikir.


Tiba - tiba di atas otaknya seperti ada lampu menyala membuat Alesandra tersenyum menyeringai.


"Buat wajahku sangat menakutkan dan mirip Ibunya Alesandra dan bisa terbang. Selain itu Aku ingin bisa menembus tembok atau menembus apapun dan hanya bisa di lihat oleh wanita jahat itu." Ucap Alesandra.


Whushhhhh


Tiba - tiba tubuh Alesandra berubah sangat menyeramkan di tambah rambutnya yang sangat panjang meleawati ke dua mata kakinya. Alesandra terbang ke arah kamar milik orang tua Alesandra yang sudah di tempati oleh Valen dan Ayahnya Alesandra.


"Valen .... Hihihihihihihi...." ucap Alesandra sambil tertawa cekikikan.


Valen yang saat itu baru saja memejamkan matanya karena tubuhnya sangat lelah habis melakukan hubungan suami istri selama hampir satu jam lebih. Terpaksa membuka matanya dan menatap sekeliling kamar hingga dirinya tiba - tiba ......


"Akhhhhhhhhhhh..... Hantuuuuuuuuuu!" Teriak Valen ketakutan.


Valen melihat wanita yang sangat menyeramkan di mana ke dua matanya merah, memakai pakaian putih, ke dua kukunya panjang dan berwarna hitam, rambutnya panjang hingga mengenai lantai padahal wanita tersebut duduk di atas lemari yang sangat tinggi dan ke dua giginya bertaring membuat Valen sangat - sangat ketakutan.


"Kamu sudah membuatku meninggal dan putriku di usir jadi Kamu harus mati." Ucap Alesandra sambil mengarahkan ke dua tangannya ke arah depan sambil terbang ke arah Valen.


"Tidakkkkkkkkk! Pergi!!!!!" Teriak Valen sambil turun dari ranjang.


Tanpa memperdulikan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun, Valen keluar dari kamarnya dan berlari ke arah tangga sambil berteriak saking takutnya.


"Kemanapun Kamu lari pasti Aku bisa mengejarnya." Ucap Alesandra sambil terbang ke arah Valen.


"Tidakkkkkkkkkkk! Pergi sana!" Teriak Valen.


"Akhhhhhhhhhhhh!" Teriak Valen.


Valen yang sangat ketakutan berlari menuruni anak tangga namun salah satu kakinya salah menginjak membuat Valen jatuh terguling - guling membuat Valen berteriak.


Teriakan Valen tentu saja membuat Ayahnya Alesandra dan penghuni mansion berjalan ke arah tangga.


"Valen!" Teriak Ayahnya Alesandra dengan wajah terkejut karena melihat Valen bersimbah darah sambil melepaskan kemejanya untuk menyelimuti tubuh polos Valen.


"Tolong Aku, ada hantu." ucap Valen.


"Mana hantu?" tanya Ayahnya Alesandra.


Hening


Hening


Valen tidak sadarkan diri membuat Ayahnya Alesandra menyuruh kepala pelayan mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos Valen sambil menggendongnya untuk di bawa ke rumah sakit.


'Sepertinya seru kalau pria yang tidak punya perasaan itu terpeleset dan akhirnya jatuh.' ucap Alesandra dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


Bruk


Selesai mengatakan hal itu Ayahnya Alesandra tiba - tiba terpeleset dan terjatuh di mana Ayahnya Alesandra menimpa tubuh Valen hal itu tentu saja luka Valen semakin bertambah parah.


"Kenapa Kalian hanya diam? Bantu Aku angkat wanita itu." Ucap Ayahnya Alesandra sambil duduk di lantai dan memijat pergelangan kakinya yang tiba - tiba terasa nyeri.


"Baik Tuan." Ucap Kepala pelayan sambil menyelimuti tubuh Valen yang masih mengeluarkan darah segar.


Kepala pelayan dan sopir yang merangkap sebagai bodyguard pergi meninggalkan mansion menuju ke rumah sakit sedangkan Ayahnya Alesandra dengan di bantu bodyguardnya berjalan ke arah kamar tamu karena kakinya masih nyeri jika dirinya tiidur di kamarnya yang berada di lantai dua.


Tiba - tiba waktu mendadak berhenti


"Apakah Nona akan menakuti pria yang sangat jahat itu?"


"Tidak." Jawab Alesandra singkat.


"Hukumannya terlalu ringan hanya ke pleset dan kakinya terkilir."


"Siapa bilang tidak ada hukuman lain?" Tanya Alesandra.


"Lalu hukuman selanjutnya apa Nona?"