
"Maaf Bu, Aku sangat mencintai Alessandra." Ucap Michael sambil memeluk pinggang dokter Alessandra dari arah samping.
Gadis cantik yang ada di samping Ibunya menatap kesal ke arah dokter Alessandra sedangkan dokter Alessandra yang mengulurkan tangannya terpaksa menurunkan tangannya sambil pura - pura tersenyum.
'Cihhh .... Wanita jahat ini sudah membunuh kedua orang tua pemilik tubuh dan juga membunuh Ayahnya Kak Michael. Aku akan membalaskan dendam atas kematian kalian.' Ucap dokter Alessandra dalam hati.
'Kenapa Aku merasa gadis ini sangat berbahaya?' Tanya Ibunya Michael dalam hati.
"Kamu cobalah dulu kalau cocok kalian bisa menikah tapi kalau tidak cocok kalian bisa berteman. Tapi Ibu sangat yakin kalau pilihan Ibu tidak mungkin salah." Ucap Ibunnya Michael berusaha mempengaruhi Michael untuk membuka hati untuk gadis lain.
"Maaf Bu, Michael tidak bisa." Jawab Michael dengan nada tegas.
Ibunya Michael menghembuskan nafasnya dengan kasar sedangkan Michael yang tidak menawarkan duduk dokter Alessandra menarik tangannya.
"Aku ingin memperlihatkan kamarku." Ucap Michael sambil menarik tangan dokter Alessandra.
Tanpa menjawab dokter Alessandra menganggukkan kepalanya ke arah Ibunya Michael kemudian mengikuti langkah Michael menuju ke arah kamarnya.
'Aku ingin mendengarkan apa yang dikatakan mereka termasuk kata hati mereka ketika kami pergi ke kamar Michael.' Ucap dokter Alessandra dalam hati dengan menggunakan telepati.
'Pembelian berhasil poin dikurangi tiga ratus lima puluh.'
'Si*l, Michael sangat sulit untuk dibujuk. Aku akan cari cara agar hubungan mereka renggang dan kalau bisa Aku ingin Michael menyiksa hingga akhirnya mati mengenaskan si wanita mu x ra x han itu.' ucap Ibunya Michael dalam hati.
'Jangan - jangan Ibunya Michael menuruni jiwa psycophat nya ke Michael.' ucap dokter Alessandra dalam hati.
'Tepat sekali jadi Nona harus berhati - hati agar jiwa psychophat Tuan Michael tidak bangun.'
'Aku tahu. Percakapan dan ucapan dalam hati mereka tolong di rekam.' Pinta dokter Alessandra.
'Untuk apa?'
'Untuk berjaga - jaga saja.' Jawab dokter Alessandra.
Sistem tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian menghilang dari pandangan dokter Alessandra sedangkan dokter Alessandra berjalan mengikuti langkah Michael menuju ke arah kamarnya.
Sampai di depan kamar, Michael membuka pintu dengan lebar kemudian dokter Alessandra masuk ke dalam kamar Michael untuk pertama kalinya.
Dokter Alessandra mengelilingi kamar Michael yang lumayan luas sedangkan Michael mengunci kamarnya membuat dokter Alessandra membalikkan badannya.
"Kenapa di kunci?" Tanya dokter Alessandra.
"Aku tidak ingin di ganggu." Jawab Michael dengan santai sambil berjalan ke arah dokter Alessandra.
"Apa yang Kak Michael lakukan?" Tanya dokter Alessandra sambil berjalan dengan mundur.
"Kakak sangat ketagihan dengan tubuhmu, kita lakukan seperti di apartemen." Jawab Michael sambil mendorong tubuh dokter Alessandra hingga tidur terlentang.
"Ini rumah Ibumu dan Aku tidak enak dengan Ibumu kalau kita berduaan di kamar." Ucap dokter Alessandra ketika Michael menaiki tubuhnya.
"Hanya sebentar saja setelah itu kita keluar." ucap Michael
Michael yang sangat ketagihan dengan tubuh dokter Alessandra menginginkan kembali hubungan suami istri. Alessandra hanya bisa menganggukkan kepalanya kemudian merekapun melakukan hubungan suami istri.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri. Michael menggendong dokter Alessandra ke kamar mandi dan merekapun kembali melakukannya.
Hingga tiga puluh menit kemudian mereka sudah selesai mandi. Michael kembali menggendong dokter Alessandra di mana mereka menggunakan jubah handuk milik Michael.
"Kamu di sini saja dan jangan keluar." Ucap Michael sambil meletakkan dokter Alessandra di ranjang.
Michael berjalan ke arah lemari pakaian kemudian mengambil pakaian kerja dan memakainya di depan dokter Alessandra.
"Kak Michael mau kemana?" Tanya dokter Alessandra.
"Kakak ingin berbicara dengan Ibuku mengenai pernikahan kita sekalian menunggu anak buah Kakak untuk membelikanmu pakaian." Jawab Michael.
"Jika Ibu Kak Michael tidak setuju, bagaimana?" Tanya dokter Alessandra.
"Kakak akan memaksanya." Jawab MIchael sambil mengambil ponselnya kemudian mengetik sesuatu.
"Jika tetap tidak setuju?" Tanya dokter Alessandra.
Dokter Alessandra hanya tersenyum mendengar ucapan MIchael sedangkan Michael masih mengetik pesan setelah selesai barulah Michael mengirim pesan tersebut.
"Ingat pesan Kakak, jangan keluar dari kamar Kakak dan kunci kamarnya." Ucap Michael sambil menyimpan ponselnya di saku jasnya.
"Oke." Jawab dokter Alessandra dengan singkat.
MIchael mengusap rambut dokter Alessandra dengan lembut sambil tersenyum kemudian keluar dari kamarnya.
'Aku ingin mendengar percakapan mereka.' Ucap dokter Alessandra dalam hati dengan menggunakan telepati.
Dokter Alessandra mendengar suara langkah kaki di mana langkah kaki tersebut milik Michael. Michael berjalan menuruni anak tangga di mana Ibunya dan gadis yang dijodohkan masih berada di ruang keluarga.
"Kemana wanita itu?" Tanya Ibunya dengan nada ketus.
"Di kamar sedang istirahat." Jawab Michael dengan nada santai.
"Apa kalian melakukan itu?" Tanya mereka berdua dengan serempak.
"Pasti wanita mu x ra x han itu menggoda Kak Michael. Lebih baik tinggalkan wanita ja x lang itu dan menikahlah denganku." Ucap gadis itu.
Plak
Plak
Tanpa menjawab Michael menampar pipi kanan dan pipi kiri gadis tersebut membuat mereka berdua terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Michael.
"Sekali lagi kamu menghina calon istriku maka Aku tidak segan - segan merobek mulutmu." ucap MIchael sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
"Michael, apa yang dikatakannya memang benar, apalagi Ibu sangat yakin wanita itu tidak menjaga kehormatannya berbeda dengan wanita yang Ibu pilih ini. Kalian pasti sangat cocok jika nantinya kalian menikah di mana putraku sangat tampan dan satunya sangat cantik." Ucap Ibunya panjang lebar.
"Asal Ibu tahu, calon istriku masih menjaga kehormatannya namun Aku merusaknya karena itulah Aku bertanggung jawab untuk menikahinya. Jadi lupakan perjodohan ini karena sampai kapanpun Aku akan tetap mencintai Alessandra." Jawab Michael dengan tegas.
"Sekarang kamu keluarlah dari rumahku!" Usir Michael.
"Kamu tidak berhak mengusirnya." Ucap Ibunya dengan nada tegas.
"Ini rumahku jadi Aku berhak mengusirnya." Ucap Michael sambil menatap ke arah gadis itu seakan ingin membunuhnya.
'Sangat menyeramkan, lebih baik Aku pergi dari sini dan kalau ada kesempatan akan Aku balas perbuatanmu dengan menampar wanita mu x ra x han itu agar impas.' Ucap gadis tersebut dalam hati.
Michael yang bisa membaca raut wajah seseorang tahu kalau gadis yang ada dihadapannya akan mencelakai dokter Alessandra.
"Seujung kuku kamu berani melukai calon istriku maka Aku tidak segan - segan menyiksamu hingga kamu mati dengan cara mengenaskan." Ucap Michael dengan nada tegas.
"PERGI!" Teriak Michael dengan suara menggelegar.
Tanpa banyak bicara gadis tersebut pergi meninggalkan rumah milik Michael sambil menahan amarah dan dendam secara bersamaan. Sedangkan Ibunya Michael hanya bisa menggenggam erat ke dua tangannya untuk menahan amarahnya.
"Bukankah waktu itu kamu bilang rumah ini milik Ibu? Kenapa sekarang kamu bilang rumah ini milikmu?" Tanya Ibunya dengan nada kesal.
"Memang benar rumah ini Aku berikan ke Ibu tapi Aku tidak suka jika gadis itu menghina calon istriku." Jawab Michael.
"Ibu tenang saja setelah kami menikah, kami tidak tinggal di sini." Sambung Michael.
Ketika Ibunya Michael ingin berbicara tiba - tiba terdengar suara bel membuat Ibunya Michael tidak jadi bicara. Michael berjalan ke arah pintu utama kemudian membukanya.
"Selamat siang Tuan, ini yang Tuan Minta." Ucap pria tersebut sambil memberikan amplop coklat ukuran besar dan paper bag.
Tanpa menjawab Michael menerima amplop coklat ukuran besar dan paper bag tersebut kemudian pria tersebut pergi meninggalkan rumah tersebut. Michael menutup pintu dan kembali berjalan ke arah Ibunya yang sedang menahan amarahnya.
"Apa itu uang?" Tanya Ibunya Michael.
"Bukan." Jawab Michael dengan singkat.
"Lalu apa isinya?" Tanya Ibunya Michael penasaran.
"Dokumen surat pernikahanku di mana sebentar lagi Aku akan menikah dengan Alessandra." Jawab Michael dengan nada tegas.
"Apa? Ibu tidak setuju kamu menikahi wanita itu." Ucap Ibunya Michael dengan nada tegas sambil menatap tajam ke arah Michael.