Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 29



Sedangkan dokter kandungan sangat terkejut betapa perkasanya tuan muda Michael hingga ada niat untuk menjadi selingkuhannya mengingat Michael sangat kaya mempunyai rumah sakit, mempunyai perusahaan di mana - mana, hotel juga di mana - mana.


Wanita mana sih yang tidak ingin menjadi istrinya tapi karena Michael sudah menikah cara lainnya adalah menjadi selingkuhannya agar bisa hidup dengan enak tanpa perlu berkerja. Hal itu membuat dokter kandungannya hanya tersenyum licik dan mempunyai niat yang tidak baik.


"Maaf tuan muda, selama nona muda hamil tidak boleh berhubungan badan mengingat anaknya kembar dua terlalu riskan." ucap dokter tersenyum dan melihat wajah Michael langsung pucat dan lemes membuatnya puas mengerjainya.


Alessandra yang mendengar perkataan dokter kandungan merasa lega karena dirinya tidak di terkam oleh suaminya lagi tapi melihat raut suaminya membuatnya tidak tega tapi mau gimana lagi demi dua buah hatinya.


Waktu Tiba-tiba Berhenti


"Nona, dokter itu berbohong. Sepertinya dokter itu sangat licik ingin merebut Tuan Michael dengan pemilik tubuh."


"Aku juga tahu karena wajahnya terlihat jelas. Kita lihat saja apa yang akan dilakukannya terhadap Kak Michael." Ucap Alessandra sambil tersenyum menyeringai.


"Senyuman Nona sangat jelek."


"Lebih jelek dirimu." Ucap Alessandra.



Alessandra dengan isengnya mengulurkan tangannya ke arah lidah kucing tersebut namun kucing tersebut sangat pintar langsung memasukkan ke dalam mulutnya.


"Aish nyebelin." Ucap Alessandra dengan nada kesal.


Kucing tersebut hanya memandang Alessandra dengan kesal kemudian menghilang bersamaan waktu berjalan seperti biasanya.


Sampai di mansion milik orang tua Michael, Mike pulang kembali ke rumahnya.


Selesai di periksa Mereka keluar dari ruangan dokter kandungan dan pulang kembali ke mansion. Sampai di mansion, Mommy Elisabeth memegang tangan anak kesayangannya sedangkan Alessandra istirahat di kamarnya.


"Apa maksudmu Michael? Kamu setiap hari melakukan hubungan suami istri dengan istrimu 4 sampai 5 kali?" tanya Mommy Elisabeth tidak percaya sifat suaminya menurun ke anak semata wayangnya.


"Mommy, apakah dosa main begituan dengan istri?" tanya Michael dengan wajah bingung.


"Kamu tidak salah, tapi apakah kamu tidak kasihan dengan istrimu?" Tanya Mommy Elisabeth dengan nada kesal.


"Istriku senang kok Mom dan tidak pernah menolak setiap permintaanku." Jawab Michael tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Sekarang istrimu hamil, apakah kamu tetap ingin melakukannya?" tanya Mommy Elisabeth dengan nada curiga.


"Aku tidak tahu Mom." Jawab Michael dengan wajah frustasi.


"Ingat ya Michael kalau kamu nekat dua bayi anakmu bisa berbahaya di dalam janin istrimu selain membahayakan ke dua anak Kalian juga membahayakan Alessandra." Ucap Mommy Elisabeth berusaha menasehati Michael.


"Iya Mom." ucap Michael patuh.


"Ya sudah sana temani istrimu." Ucap Mommy Elisabeth.


"Iya Mam." Jawab Michael.


Michaelpun naik ke atas menyusul istrinya di kamar sedangkan Mommy Elisabeth istirahat di kamarnya.


Ceklek


Michael membuka pintu kamarnya tampak istrinya sedang tertidur di ranjang dan dengan perlahan Michael menutup pintunya dengan pelan kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


ceklek


Michael membuka pintu kamar mandi dan berjalan menuju ke arah ranjang untuk memandangi wajah cantik istrinya.


'Baru juga menikah dua bulan, lagi hot - hotnya malah istriku hamil. Aku sih senang tapi masa sih kalau bercin**a mesti nunggu istriku lahir? Lalu bagaimana nasib adik kecilku? Lihatlah adik kecilku sudah mulai berdiri dengan tegak padahal hanya melihat istriku tidur jadi ingin menerkamnya.' Ucap Michael dalam hati.


'Kamu juga kenapa sih melihat Alessandra mesti dengan tegak sih?' Tanya Michael dalam hati mengomeli adik kecilnya.


Karena kesal Michael menyetil adik kecilnya membuat Michael meringis menahan sakit.


'Aduh sial sakit banget.' Ucap Michael dalam hati.


Karena lelah Michael berjalan dan tidur di samping Alessandra kemudian memandangi wajah cantik istrinya dan memeluknya. Tidak membutuhkan waktu lama Michaelpun tertidur dengan pulas.


Malam berganti pagi, Alessandra sudah bangun pagi sekali karena perutnya terasa sangat mual. Alessandra langsung melepaskan pelukannya dan juga pelukan suaminya lalu Alessandra berlari ke arah kamar mandi sambil menutup mulutnya.


Michael yang awalnya tidur dengan pulas sangat kaget karena Alessandra meletakkan tangannya ke arah samping dengan agak kasar di tambah Michael mendengar Alessandra muntah langsung membuka matanya dan turun dari ranjang.


Michael pun langsung berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah cepat untuk mendekati Alessandra kemudian mengusap tengkuk istrinya.


Setelah berapa lama Alessandra di gendong ala bridal style oleh suaminya dan dibaringkan di ranjang untuk istirahat. Michael duduk di samping ranjang istrinya dan merasa tidak tega melihat istrinya tersiksa.


"Sayang, Kakak ingin memberikanmu dua orang bodyguard gadis yang selalu melindungimu kemanapun kamu berada. Untuk menjagamu jika Kakak tidak bersamamu." ucap Michael.


"Bukannya kita selalu bersama?" tanya Alessandra.


'Aku bisa bela diri dan mempunyai sistem pelindung jadi Aku tidak memerlukan bodyguard wanita.' Ucap Alessandra dalam hati.


"Memang benar, tapi kondisi sekarang kamu sudah hamil dan di dalamnya ada dua anak kita jadi kamu istirahat di rumah saja. Kakak tidak tega melihatmu muntah seperti itu." ucap Michael.


"Tapi Sayang, aku bosan kalau di rumah terus." Ucap Alessandra dengan wajah cemberut.


"Nanti kalau kamu tidak mual dan kondisi kandunganmu kuat kamu boleh menemaniku ke kantor." ucap Michael berusaha membujuk istrinya.


"Sayang selama ini aku tidak pernah meminta apapun darimu, bolehkah aku minta satu hal darimu?" tanya Alessandra menatap suaminya dengan tatapan sendu.


"Mau minta apa? Rumah? Mobil? Apartemen? atau apa saja pasti Kakak akan memberikanmu semuanya. Jangankan satu banyakpun boleh." ucap Michael yang tidak keberatan jika istrinya meminta apapun yang dimilikinya.


"Tidak sayang aku tidak butuh itu, aku hanya membutuhkan satu hal darimu yaitu Kak Michael setia padaku." ucap Alessandra.


Michael sangat terkejut karena baru kali ini ada seorang wanita yang meminta seperti itu dan wanita itu adalah istrinya yang sangat dicintainya.


"Jika seandainya suamiku tidak setia padaku dan aku mengetahui suamiku mencintai gadis lain maka Aku akan melepaskan Kak Michael dengan ikhlas dan pergi dari kehidupan Kak Michael untuk selamanya." Sambung Alessandra dan tidak terasa airmatanya jatuh.


Michael yang mendengarnya sangat terkejut dan langsung menghapus airmata milik istrinya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya dan memeluknya.


"Tidak sayang, Kakak tidak akan melepaskanmu, Kakak akan setia padamu." ucap Michael dengan tegas.


Walau Michael tidak bisa melakukan hubungan suami istri selama istrinya hamil. Namun Michael akan berusaha untuk menahan hasratnya dan selalu setia terhadap istrinya karena Michael tidak ingin kehilangan istri yang sangat sempurna seperti Alessandra.


Alessandra ikut membalas pelukannya hingga beberapa saat Michael melepaskan pelukannya begitu pula dengan Alessandra kemudian Michael mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Sayang, nanti satu jam lagi enam bodyguard akan datang ke mansion ini. Mereka menguasai ilmu bela diri sehingga bisa melindungimu juga melindungi dua anak kita yang di dalam kandunganmu. Jadi Sayangku bisa memilih mana yang cocok untuk menjadi bodyguard." ucap Michael.


"Terima kasih sayang." ucap Alessandra menuruti keinginan suaminya karena Alessandra type orang penurut selama dianggapnya baik Alessandra akan menerimanya.


Terlebih waktunya hanya sepuluh tahun menemani Michael karena setelah itu berlanjut ke misi berikutnya.


Michael masuk ke kamar mandi karena hari ini ada rapat meeting antar cabang miliknya. Alessandra yang melihat suaminya mandi langsung menyiapkan semua kebutuhan suaminya dan diletakkan di sofa sedangkan dasi dan jam ditaruhnya di atas meja.


Setelah semuanya beres Alessandra turun untuk menyiapkan masakan kesukaan suaminya. Alessandra turun menggunakan lift menuju ke dapur. Sampai di lantai satu tampak Mike sedang duduk di ruang tamu menunggu bosnya Michael.


Alessandra menengok ke atas ke arah kamarnya untuk melihat apakah Mommy Elisabeth sekaligus Ibu mertuanya dan suaminya sudah keluar atau belum, karena belum Alessandra menghampiri Mike untuk mengatakan sesuatu.


"Kak Mike, boleh bicara secara pribadi?" tanya Alessandra.


"Silahkan Nyonya Muda." jawab Mike dengan wajah bingung pasalnya Alessandra jarang mengobrol sedekat ini.


"Kita duduk di gazebo samping dekat kolam renang." pinta Alessandra.


Mereka berdua pun berjalan menuju ke kolam renang dan duduk di samping gazebo.


"Kak Mike, maaf Aku tidak bisa basa basi karena waktunya terbatas." ucap Alessandra.


Mike hanya diam sambil mendengarkan kelanjutannya.


"Kemarin kami pergi ke dokter kandungan katanya aku hamil kembar dua." ucap Alessandra memulai awal pembicaraan.