Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 36



'Saya paling suka kalau melakukan hubungan suami istri, mata wanitanya di tutup. Bagaimana? setuju tidak?' tanya Michael sambil berbisik tepat di telinga dokter kandungan.


"Iya aku setuju." jawab dokter kandungan itu dengan Jantung berdebar kencang.


Michael meminta Mike untuk menutup mata dokter kandungan tersebut. Setelah di tutup matanya, Michael membisikkan sesuatu ke telinga Mike kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju kamar pribadinya.


Mike yang mendapat perintah dari Michael memanggil pria berwajah sangar dengan menggunakan jari tangannya untuk mendekatinya.


Setelah dekat Mike membisikkan sesuatu kemudian menyemprot parfum milik Michael ke tubuh pria sangar itu. Selesai melakukan tugasnya Mike keluar meninggalkan ruangan tersebut.


Pria sangar itu berjalan perlahan dan mendekati dokter kandungan setelah mendekat pria sangar itu menarik paksa pakaian dokter kandungan yang dikenakannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.


Pria sangar itu mencium bibir wanita itu dengan sangar kasar membuat bibir dokter kandungan tersebut berdarah. Pria itupun membuka ikat pinggangnya kemudian mulai mencambuknya.


Ctas


"Akhhhhhhhh..." teriak dokter kandungan tersebut.


Ctas


"Akhhhhhhhh..." teriak dokter kandungan tersebut.


Teriakan kesakitan akibat cambukan demi cambukan yang dilayangkan pria sangar tersebut. Setelah puas pria sangar itu membuka seluruh pakaiannya hingga polos kemudian menghujamkan keris pusakanya tanpa pemanasan terlebih dahulu.


Hentakan pertama gagal dan hentakan kedua barulah berhasil. Pria sangar itu tersenyum bahagia karena melihat darah di wortel importnya.


Tanda pria pertama yang melakukannya karena pria itu sering bermain dengan ****** - ****** di luar sana terkadang mendapatkan tugas bosnya seperti yang dia lakukan sekarang.


Berbeda dengan dokter kandungan ini di mana bagi dirinya merasakan hubungan suami istri untuk pertama kali ini dia melakukannya membuat dirinya berteriak kesakitan.


Setiap dia berteriak mulut atau tubuhnya dipukulnya hingga tubuh yang putih mulus menjadi memar dan banyak luka.


Rasa penyesalan menghampirinya tapi ambisi untuk menikmati hidup secara mudah tanpa perlu cape mengalahkan logikanya, baginya biarlah dia sangat tersiksa tapi yang penting nanti dia akan mendapatkan kemewahan yang sangat berlimpah ruah mengingat Michael orang terkaya ke dua.


Pria sangar itu menumpahkan benihnya ke dalam wanita itu sampai berkali - kali hingga wanita itu pingsan karena luka yang diderita dan kelelahan yang teramat sangat.


Pria itu tidak perduli yang penting dirinya harus menuntaskan ha x sratnya. Setelah bermain agak lama pria itu memakai pakaiannya kembali sedangkan wanita itu ditutupi dengan selimut.


Pria sangar itu membuka pintu ruangan dilihatnya seorang dokter duduk menatap dirinya. Pria sangar tersebut berjalan dengan santai dan dokter tersebut masuk ke dalam untuk mengobati wanita yang habis diperko**a oleh pria sangar tersebut.


Setelah agak lama dokter tersebut keluar dari ruangan tersebut. Mike dan Michael masuk ke dalam diikuti pria sangar tersebut. Pria sangar itu membuka ikatan yang menutupi mata wanita itu. Kemudian berjalan kembali dan berdiri di samping Mike sedangkan posisi Michael berada di depan mereka.


byur


Karena menunggu lama wanita itu sadar, Michael memberi kode ke anak buahnya untuk menyiram air ke tubuh wanita itu. Membuat wanita itu tersadar dari pingsannya.


"Eugh.. Auch... sakit.." rintih wanita itu ketika tubuhnya digerakkan.


"Bagaimana permainannya enak?" tanya Michael sinis.


"Badanku sakit sekali, tulang - tulangku rasanya mau patah, kenapa ikatan di kedua tangan dan kakiku tidak di lepas?" tanya dokter kandungan tersebut dengan nada protes.


"Mau lagi?" tanya Michael tanpa menjawab pertanyaan wanita itu.


"Jangan, badanku masih sakit kalau mau besok atau lusa baru aku mau. Kenapa ke dua tangan dan ke dua kakiku tidak di lepas?" tanya wanita itu lagi.


"Aku lepas kalau bermain 2 ronde lagi, maukah?" Tanya Michael balik bertanya.


"Hmmm baiklah tapi ... (berpikir sejenak) setelah itu aku minta apartemen, mobil, salah satu cabang perusahaan, kartu kredit tanpa batas dan tunjangan tiap bulan Rp. 500,000,000.00 bagaimana? Setelah itu terserah tuan Michael memakai kapanpun aku bersedia." ucap wanita itu tanpa dosa.


"Baiklah, Moko wanita itu bersedia melakukan 2 ronde lagi jadi lakukanlah setelah kamu puas bermain dan bosan berikan wanita itu ke kandang harimau karena harimau kesayanganku sudah lama tidak memakan daging manusia." ucap Michael.


Pria sangar yang bernama Moko maju mendekati wanita itu sambil tersenyum mesum.


"Tunggu tuan! Apa maksud tuan memanggil Moko si pria sangar tersebut?" tanya dokter kandungan tersebut dengan nada protes.


"Valen ... Valen ... Apakah Kamu tahu? Orang yang mengambil mahkotamu adalah aku dan aku melakukan itu bersamamu secara berulang - ulang jadi Tuan Muda Michael sama sekali tidak melakukannya. Tuan Michael mana mau sama wanita matre sepertimu." Ucap Moko yang menjawab ucapan Valen dengan wajah sinis.


"Kamu tahu aku sangat mencintai istriku jadi mana mungkin aku mau menerima tawaranmu yang sangat menjijikkan itu, mimpimu itu terlalu kebesaran." Sambung Michael dengan nada dingin.


duar


Dokter kandungan itu sangat terkejut setelah mengetahui fakta tersebut. Sia - sia saja pengorbanannya rasa penyesalan teramat dalam hinggap di diri Valen.


"Maafkan aku biarkan aku hidup, aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi dan aku berjanji akan pergi jauh dari kehidupanmu." pinta Valen sambil mengeluarkan air matanya.


"Percuma kamu menyesalinya, apa yang kamu tanam itu yang akan kamu dapatkan. " ucap Michael sambil berjalan meninggalkan ruangan itu dan diikuti oleh Mike.


Wanita itu berteriak meminta ampun tapi Michael sengaja menulikan telinganya sedangkan bodyguard itu menikmati tubuhnya kembali setelah puas menikmatinya wanita itu dilepaskan dan di bawa ke kamar pribadinya kemudian di ikat di ranjang miliknya.


"Aku tidak tega kamu diberikan ke harimau jantan jadi kamu saya ikat disini. Jadi jika saya ingin bercin*a tinggal memakaimu dan seandainya kamu berteriak maka kamu saya pukul." ancam Moko.


Moko keluar membawa makanan kemudian menyuapi wanita itu awalnya menolak karena di tampar membuatnya memakan makanan yang disuapi oleh Moko. Selesai makan kini giliran Moko yang makan dengan lahap setelah habis Moko mendekati wanita itu kemudian bercint*a kembali.


Wanita itu hanya diam sambil menggigit bibirnya untuk tidak berteriak kesakitan karena takut dipukuli oleh Moko. Wanita itu hanya mengeluarkan air mata penyesalan dan tanpa sepengetahuan Mereka kalau ada dua pasang mata menatap ke arah Mereka.


Tiba - tiba waktu Mendadak Berhenti


"Apakah tidak terlalu kejam wanita itu mendapatkan hukuman seperti itu?"


"Itu salahnya sendiri karena menyalah gunakan jabatannya sebagai dokter kandungan jadi sudah sepantasnya di hukum." Jawab Alessandra yang tidak mempunyai perasaan empati sedikitpun.


"Tapi itukan terlalu kejam."


"Wanita itu sering mempergunakan kecantikannya untuk morotin para pria dan tidak terhitung jumlahnya di tambah banyak istri dan kekasih akhirnya hubungannya kandas akibat ulah wanita ular itu. Jadi sudah sepantasnya wanita itu mendapatkan karmanya." Ucap Alessandra.


Kucing itupun terdiam kemudian waktu berjalan seperti biasanya.


xxxxxxxxx


Dua bulan Moko dan wanita itu melakukan hubungan suami istri tanpa dinikahi, wanita itu sudah tidak diikat lagi apalagi kalau kabur tidak mungkin bisa keluar karena jarak keluar dari mansion sangat jauh dan di tutup oleh gerbang, tidak semua orang yang bisa membukanya hanya Michael, Mike dan Moko.


Setiap hari wanita itu memakai pakaian Moko tanpa memakai dalaman agar Moko bisa dengan mudah bercin*a, sampai pada suatu ketika wanita itu tidak sadarkan diri.


Moko terkejut dan takut terjadi sesuatu terhadap wanita yang mulai dicintainya dan berencana Moko akan menikahi wanita itu.


Moko memanggil dokter dan setelah dokter datang langsung memeriksa kondisi wanita itu hingga wanita itu tersadar dari pingsannya.


"Pacar saya sakit apa dok?" tanya Moko


Wanita itu kaget mendengar Moko mengaku dirinya sebagai pacarnya.


"Pacar Tuan tidak apa - apa hanya kelelahan saja, oh ya kapan terakhir nona datang bulan?"


Wanita itu mengingat kapan terakhir dirinya datang bulan setelah berapa menit berfikir.


"Dok apakah saya hamil? Karena sudah dua bulan ini saya belum datang bulan." ucap Valen dengan wajah panik.


"Kemungkinan nona hamil, coba nona cek menggunakan tespack ini." ucap dokter tersebut sambil memberikan alat tespack.


Wanita itu menerimanya dan masuk ke dalam kamar mandi setelah menunggu 3 menit hasilnya keluar 2 garis tanda merah. Hatinya sangat hancur karena dirinya hamil dengan pria yang sangat dibencinya. Wanita itu keluar dari kamar mandinya dan duduk di ranjang dengan wajah di tekuk.


Moko yang tidak sabaran merebut paksa testpack tersebut karena kurang mengerti diberikan oleh dokter tersebut.


"Dokter ini artinya apa ya?" tanya Moko penasaran


"Selamat ya pacar tuan positif hamil." jawab dokter tersebut.


"Dokter berikan saya obat penggugur kandungan agar anak si alan ini tidak lahir." ucap Valen tanpa punya rasa empati sedikitpun.


Moko dan dokter itu terkejut mendengar perkataan wanita itu terlebih Moko yang awalnya sangat senang karena wanita yang dicintainya hamil kini menjadi benci.


"Maaf dokter silahkan pergi, saya ingin bicara dengan pacar saya." ucap Moko dengan wajah memerah menahan amarahnya.


Dokter itu mengerti maksud perkataan Moko, dokter itupun pamit dan keluar dari mansion. Setelah dokter tersebut pergi Moko mendekati Valen kemudian mencekiknya.


"Saya sudah berbuat baik memberimu kehidupan di mana kamu tidak usah bekerja cukup melayaniku saja tapi kebaikanku disalahgunakan. Apakah kamu mau aku umpankan ke harimau?" Tanya Moko sambil masih mencekik dokter itu.


Dokter itu hanya memukul - mukul lengan Moko karena tidak bisa bernafas tapi Moko tetap mencekiknya. Lama - kelamaan tubuh dokter itupun lemas seperti tidak bertulang membuat Moko terpaksa melepas cekikkannya sambil mendorongnya di ranjang.


Moko menaiki tubuh wanita itu kemudian membuka segitiga bermula milik Valen. Setelah terlepas Moko menarik celana resleting kemudian langsung menancapkan tombak saktinya membuat wanita itu berteriak kesakitan tapi Moko tidak memperdulikannya sampai lahar milik Moko keluar barulah Moko berhenti dan mencabutnya dengan kasar.


"Ini hukuman buatmu jika sampai aku dengar kamu mengatakan anak kita si alan maka aku akan melakukan hukuman yang lebih parah dari ini." ucap Moko tegas kemudian memakai celananya kembali.


Moko keluar dari kamarnya tidak perduli dengan wanita itu. Moko masuk ke ruangan renang untuk berenang sambil mendinginkan hati dan kepalanya terhadap wanita itu.


"Sejak aku orang yang pertama kali mengambil mahkotamu aku jatuh cinta padamu tapi sikap obsesimu terhadap bosku membuatku rasa cintaku berkurang terlebih kamu ada niat untuk menggugurkan anak kita." guman Moko dengan nada kesal.


Setelah puas berenang Moko mengambil handuk untuk mandi ketika masuk ke dalam kamar pribadinya wanita itu tidak ada ketika hendak keluar mencarinya terdengar suara gemericik tanda wanita itu sedang mandi.


Adik Moko menjadi tegang tanpa mengetuk Moko masuk ke dalam kemudian kembali melakukan hubungan suami istri.


Moko melakukannya berulang - ulang sampai Moko puas setelah puas barulah Moko keluar dari kamar mandi dan istirahat.


Wanita itu keluar dari kamar mandi berjalan perlahan karena bagian intinya terasa perih. Wanita itu mengambil baju milik Moko dan memakainya kemudian perlahan keluar dari kamar Moko menuju dapur.


Wanita itu mencari suatu benda setelah ditemukan benda itu disembuyikan di dalam baju milik wanita itu.


Wanita itu berjalan perlahan - lahan mendekati kamar Moko dan masuk ke dalam. Tampak Moko tertidur pulas kemudian wanita itu mengangkat tangannya kemudian menusuk Moko ke bagian perutnya dengan kekuatan penuh karena rasa dendam teramat sangat.


Moko yang asyik bermimpi dalam tidur langsung membuka matanya dan terkejut tampak wanita yang dicintainya memandang dengan penuh dendam. Perutnya terasa perih dan sakit membuat Moko menahan tangan wanita itu agar tidak menusuk perutnya terlalu dalam.


"Kamu harus mati Moko karena aku sangat sangat membencimu dan aku sangat berharap anak si alan ini tidak lahir karena aku benar - benar membencimu dengan segenap hati dan jiwaku." ucap wanita itu sambil menatap Moko itu dengan dendam membara.