Alessandra

Alessandra
Novel : Pembalasan Alessandra 2



"Kalau begitu jaga putriku dari orang jahat." ucap Ayahnya Alesandra kemudian membuka pintu kamarnya.


"Tanpa Paman minta, Aku pasti akan melakukannya karena Alesandra sangat baik padaku." Ucap Valen.


"Syukurlah nanti Paman akan ke kamarmu untuk membantu mengerjakan soal mata kuliah." ucap Ayahnya Alesandra.


"Oke." Jawab Valen singkat sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamarnya.


Sedangkan Ayahnya Alesandra masuk ke dalam kamarnya di mana istrinya tidur di rumah orang tuanya dikarenakan Ibu mertuanya sakit. Hingga dua puluh menit kemudian Ayahnya Alesandra keluar dari kamarnya menuju kamar Valen.


Tok Tok Tok


Ayahnya Alesandra mengetuk pintu sebanyak tiga kali dan ketika mendapatkan jawaban Ayahnya Alesandra masuk ke dalam kamar Valen tanpa ada perasaan curiga sedikitpun karena Ayahnya Alesandra menganggap Valen sebagai putrinya.


Ayahnya Alesandra matanya membulat sempurna melihat Valen hanya menggunakan handuk yang menutupi sebagian dua gunung kembarnya dan terlihat jelas ke dua pahanya yang putih mulus karena sering melakukan perawatan bersama Alesandra.


Ayahnya Alesandra menelan salivanya dengan kasar dan sesuatu yang sudah lama tidur kini tiba - tiba terbangun. Hal itu dikarenakan setiap dirinya mengajak istrinya untuk melakukan hubungan suami istri sering menolak dengan berbagai alasan.


"Kenapa Kamu tidak memakai pakaian?" tanya Ayahnya Alesandra sambil membalikkan badannya dan berusaha menghilangkan pikiran mesumnya.


"Maaf Paman, Aku habis mandi dan tolong tutup pintu tidak enak jika ada yang melihat." Pinta Valen dengan suara menggoda sambil berjalan ke arah Ayahnya Alesandra.


"Paman akan keluar." Ucap Ayahnya Alesandra.


Grep


Valen memeluk tubuh Ayahnya Alesandra membuat Ayahnya Alesandra sangat terkejut dan ragu di mana dirinya bingung antara ingin melepaskan pelukan Valen atau tidak.


"Aku tahu Paman sangat menginginkan hubungan suami istri sedangkan Tante selalu menolak karena itulah Aku akan memberikan kepuasan untuk Paman." Ucap Valen sambil membelai wortel import milik Ayahnya Alesandra yang sudah sangat tegang.


"Kamu tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga Paman." Ucap Ayahnya Alesandra sambil menepis tangan Valen.


"Maaf Paman, waktu itu Aku tidak sengaja mendengarnya." ucap Valen sambil melepaskan pelukannya kemudian berjalan melewati Ayahnya Alesandra.


Valen berdiri saling berhadapan kemudian menarik lilitan handuknya dan terlihat jelas tubuhnya yang sangat seksi terlebih Valen habis mandi membuat tubuhnya sangat wangi. Ayahnya Alesandra langsung memalingkan wajahnya membuat Valen tersenyum.


"Maaf kalau perbuatanku membuat Paman tidak nyaman, Aku akan memakai pakaian setelah itu Aku akan pergi selamanya dari mansion ini." Ucap Valen berbohong sambil berjalan melewati Ayahnya Alesandra.


"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Ayahnya Alesandra sambil membalikkan badannya dan melihat Valen berjalan ke arah lemari pakaian.


"Entahlah Aku tidak tahu." Jawab Valen sambil membalikkan badannya.


Ayahnya Alesandra yang tidak bisa menahan ha x sratnya melepaskan satu persatu pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun sedangkan Valen berbaring di ranjang dengan kondisi yang sama polos tanpa sehelai benangpun.


Hingga akhirnya Mereka melakukan hubungan suami istri dan awalnya Valen meringis karena baru pertama kali melakukan hubungan suami istri namun lama - lama Valen menikmatinya.


Hingga tiga puluh lima menit kemudian Mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri. Valen memeluk Ayahnya Alesandra sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Ayahnya Alesandra sedangkan Ayahnya Alesandra membalas pelukan Valen.


"Kamu tidak menyesal memberikan harta berhargamu untuk Paman?" Tanya Ayahnya Alesandra.


"Tidak." Jawab Valen singkat.


"Kenapa?" Tanya Ayahnya Alesandra dengan wajah bingung.


"Karena sudah lama Aku menyukai Paman." Jawab Valen.


'Lebih tepatnya menyukai hartamu karena Aku ingin menikmati hartamu untuk bersenang - senang dan menendang Alesandra dan Ibunya.' Sambung Valen dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


"Kakak?" Tanya ulang Valen.


"Mulai sekarang Kamu milikku jadi ubah panggilanku menjadi Kakak bukan Paman." Ucap Ayahnya Alesandra.


"Baik Kak. Oh ya Kak kenapa perasaan Kakak terhadapku di buang jauh - jauh ?" Tanya Valen sambil membuat pola abstrak di dada bidang Ayahnya Alesandra.


"Karena pasti Kamu menolaknya karena Kakak sudah menikah." Jawab Ayahnya Alesandra.


"Tapi sekarang?" Tanya Valen.


"Sekarang Kakak ingin secepatnya Kita menikah agar Kita bisa melakukan ini lagi sepuasnya." jawab Ayahnya Alesandra sambil menaiki tubuh polos Valen.


Merekapun kembali melakukan hubungan suami istri dan sejak saat itu Mereka berdua diam - diam melakukan hubungan suami istri baik di kamarnya Ayahnya Alensandra ketika istrinya menginap di rumah orang tuanya dan terkadang di kamar Valen.


Jika di hari libur Ayahnya Alesandra dan Valen pergi menginap keluar kota dengan alasan mengurus perusahaan. Ayahnya Alesandra sangat kecanduan dengan tubuh Valen terlebih Valen sering memuaskan dirinya membuat Ayahnya Alesandra sering menyewa kamar hotel untuk melakukan hubungan suami istri.


Selama satu bulan hubungan Mereka tidak diketahui oleh Ibunya Alesandra dan Alesandra namun sepandai - pandainya tupai melompat akhirnya ketahuan juga. Di mana ketika Ibunya Alesandra tengah malam pulang dari rumah orang tuanya.


Tanpa curiga sedikitpun Ibunya Alesandra masuk ke dalam kamarnya dan ingin memberikan kejutan untuk suaminya namun matanya membulat sempurna melihat Valen berada di bawah sedangkan suaminya berada di atas sedang melakukan hubungan suami istri.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN! HAH!" Teriak Ibunya Alesandra dengan suara menggelegar.


Ayahnya Alesandra sangat terkejut dan langsung menarik wortel impotnya sedangkan Valen tersenyum miring.


"DASAR WANITA JA * LANG! TIDAK TAHU TERIMA KASIH DAN TIDAK TAHU DIRI!" Teriak Ibunya Alesandra dengan suara masih menggelegar.


Suara teriakan Ibunya Alesandra terdengar di telinga Alesandra membuat Alesandra memaksakan membuka matanya dan turun dari ranjang. Alesandra dengan langkah cepat berjalan menuju ke kamar orang tuanya untuk mengetahui apa yang terjadi.


"JANGAN BERTERIK DI DEPANKU!" Teriak suaminya dengan suara menggelegar sambil memakai celana boxernya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Kenapa Kamu tega mengkhianatiku?' tanya istrinya sambil terisak dan memukul dada suaminya.


"Kamu ingin tahu kenapa Aku tega?" Itu karena selama ini setiap Aku mengajakmu melakukan hubungan suami istri Kamu selalu menolaknya. Jadi jangan salahkan Aku jika ada wanita lain yang bersedia melakukannya untukku." Jawab suaminya.


"Apa yang dikatakan suamimu benar jadi jangan pernah salahkan Kami jika Kami melakukan ini." sambung Valen merasa tidak bersalah sedikitpun sambil masih berbaring di ranjang.


"DIAM! DASAR JA * LANG!" Teriak Ibunya Alesandra.


Plak


Untuk pertama kalinya suaminya menampar pipi istrinya membuat istrinya memegangi pipinya yang terasa perih namun hatinya yang sangat perih dan terluka namun tidak berdarah akibat perbuatan suaminya di tambah dirinya di tampar.


"Kamu menamparku demi wanita yang tidak tahu diri ini?" Tanya Istrinya.


"Daddy, kenapa Daddy tega menampar Mommy?" Tanya Alesandra dengan mata berkaca - kaca tanpa melihat sahabatnya tidur di kamar orang tuanya.


"Kalian berdua keluarlah!" perintah Ayahnya Alesandra tanpa menjawab pertanyaan istri dan putrinya.


"Justru yang keluar itu wanita yang tidak punya rasa malu itu." Ucap Ibunya Alesandra sambil menunjuk ke arah Valen.


Alesandra menatap ke arah yang di tunjuk oleh Ibunya dan wajahnya sangat terkejut sekaligus menahan amarahnya secara bersamaan.


"Kamu." Ucap Alesandra dengan wajah terkejut.