Alessandra

Alessandra
3 Pria Psycophat VS 3 Dokter Baik Hati Bagian Ke 9



David membuang cambuk secara asal dan berjalan cepat menuju ke arah dokter Karen yang sudah tidak berdaya. David melepaskan tali yang mengikat ke dua kaki dokter Karen kemudian ke dua tangannya.


Tubuh dokter Karen hampir saja terjatuh kalau David tidak menahannya. David menggendong dokter Karen dan berjalan dengan langkah cepat.


"Michael kita ke rumah sakit." ucap David.


"Baik tuan." jawab Michael.


David dan Michael berjalan dengan langkah cepat menuju garasi mobil kemudian Michael membuka pintu mobil yang berada di belakang pengemudi kemudian menutupnya.


David duduk di kursi belakang pengemudi sambil meletakkan kepala dokter Karen di ke dua pahanya sedangkan Michael mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


Hati David terasa berdenyut nyeri melihat wajah dokter Karen yang semakin pucat dan tubuhnya mulai dingin. David mengarahkan jari telunjuknya ke hidung dokter Karen dan masih ada nafasnya walau dikeluarkan secara perlahan.


"Michael cepatlah!" teriak David.


Michael hanya menganggukkan kepalanya kemudian menambah kecepatan penuh sambil menyalip mobil dan motor membuat orang - orang membunyikan klakson karena kesal dengan apa yang dilakukan oleh Michael.


Tidak berapa lama mobilpun sampai di rumah sakit milik David. Seorang security dan dua orang perawat sudah berdiri sejak tadi atas perintah dokter Alesandra yang sudah memprediksi kalau hal ini akan terjadi.


Seorang security dengan sigap membuka pintu mobil agar David langsung keluar. David kemudian keluar sambil menggendong dokter Karen dan membaringkannya ke brangkar yang sudah disiapkan menuju ke ruangan operasi di mana dokter Alesandra, dokter Sandra dan dokter lainnya sudah menunggu sejak tadi.


"Apakah tuan mulai mencintai Nyonya Karen?" tanya Michael.


Michael sempat memanggil Nyonya David namun David langsung marah dan memintanya memanggilnya dengan sebutan Nyonya Karen.


"Aku tidak tahu tapi hatiku sangat sakit ketika melihat tatapan matanya yang sendu menahan rasa sakit akibat yang Aku lakukan. Kenapa dia menerima semuanya tanpa membalasnya?" tanya David dengan wajah bingung.


"Bukankah Dia bisa bela diri?" Tanya David.


"Saya merasa Nyonya Karen adalah gadis baik. Dia sangat berbeda dengan gadis di luaran sana. Apakah tuan masih melanjutkan rencananya untuk membalas dendam?" tanya Michael.


"Aku tidak tahu. Tapi yang pasti jika aku mengingat bagaimana ke dua orang tuaku di siksa oleh mereka membuat darahku langsung mendidih." Ucap David sambil menahan amarahnya.


"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana ke dua orang tuaku di bunuh oleh ke dua orang tua Karen hanya karena mereka sangat tamak menguasai semua harta milik orang tuaku." ucap David dengan mata mulai menggelap kembali.


Michael yang melihat perubahan David hanya diam karena Michael tahu bosnya sedang menahan amarah yang siap meledak kapan saja.


Tiba - tiba pintu ruangan operasi mulai terbuka dan tampak seorang dokter keluar siapa lagi kalau bukan dokter Alesandra. Membuat David dan Michael berjalan mendekati dokter Alesandra.


"Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya David tanpa sadar yang mengakui dokter Karen sebagai istrinya.


Dokter Alesandra menghembuskan nafasnya secara perlahan sambil menatap tajam ke arah David tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Beruntung cepat di bawa kemari kalau tidak kemungkinan tinggal nama." Jawab dokter Alesandra.


David menatap tajam ke arah dokter Alesandra tapi dokter Alesandra sama sekali tidak merasa takut.


"Satu lagi istri Tuan Muda belum makan siang sampai saat ini, hal itu membuat lambungnya terluka. Kenapa tadi tidak di kasih makan?" Tanya dokter Alesandra.


"Aku sudah menyuruh kepala pelayan meletakkan makanan di atas meja dekat ranjang." Jawab David.


"Sepertinya tidak di makan berarti dari kemarin sampai sekarang hanya makan dua potong roti dariku." Ucap dokter Alesandra.


"Oh ya, sahabatku salah apa sampai Tuan Muda David mencambuknya?" Tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.


"Itu bukan urusan dokter jadi dokter pergilah!" Usir Michael dengan nada dingin.


"Baik. Aku akan pergi tapi ingat pesanku waktu itu. Jangan pernah menyesali jika sahabatku benar - benar pergi meninggalkan Tuan." Ucap dokter Alesandra sambil berjalan meninggalkan Mereka berdua.


David terdiam mendengar ucapan dokter Alesandra di mana di dalam hatinya yang paling dalam, dirinya merasa bersalah terlebih dirinya baru ingat tadi pagi makanan yang ada di hotel di makan olehnya bersama Michael.


David sengaja melakukan itu karena ingin menyiksa dokter Karen di mana dokter Karen akan kelaparan. Namun dirinya bingung kenapa makanan yang ada dikamarnya tidak di makan.


"Tunggu! Sekarang bagaimana keadaannya?" tanya David sebelum dokter Alesandra menghilang dari hadapannya.


"Sebentar lagi dipindahkan ke ruang icu dokter karena istri Tuan Muda mengalami koma dan tidak tahu kapan sadarnya." jawab dokter Alesandra.


David hanya diam dan dalam hatinya menjadi bimbang antara meneruskan dendam atau tidak tapi ketika mengingat siksaan yang dilakukan orangtua dokter Karen terhadap orang tuanya membuat dirinya tetap melanjutkan dendamnya untuk menyiksa dokter Karen.


Tiba - tiba perut David terasa perih dan belum makan malam hingga David teringat dengan masakan istrinya.


"Michael hubungi kepala pelayan untuk menghangatkan makanannya termsuk yang ada di kamarku lalu di bawa kesini." Ucap David sambil berjalan menuju ke ruang icu


"Baik Tuan Muda." Jawab Michael dengan patuh.


Michael terkejut mendengar ucapan David pasalnya David tidak suka kalau makanan dingin dihangatkan kembali. Michael kemudian menghubungi kepala pelayan setelah selesai Michael kembali duduk di ruang tunggu icu.


"Michael." panggil seorang pria tampan sambil berjalan ke arah Michael kemudian duduk di sampingnya.


"Ada apa?" Tanya Michael dengan nada dingin.


"Bosmu kenapa? Setahuku tidak suka kalau makanannya dingin dihangatkan kembali." ucap pria tampan tersebut yang memakai pakaian dokter.


"Aku juga tidak tahu." Jawab Michael.


Dokter itu hanya terdiam dan tidak berapa lama menatap ke arah Michael asisten sahabatnya.


"Sepertinya bosmu suka dengan Nyonya Karen." ucap dokter itu.


"Aku rasa begitu tapi karena dendamnya terhadap orang tua Nyonya Karen membuat Tuan Muda David menutup mata hatinya." ucap Michael.


"Memang apa salah orang tua Nyonya Karen?" tanya dokter itu penasaran.


"Orang tua Nyonya Karen adalah orang yang menyiksa dan membunuh ke dua orang tua Tuan Muda David." Jawab Michael menjelaskan.


"Karena Tuan Muda David menutupi masa lalunya dari sahabatnya ataupun dari orang lain karena dirinya akan melakukan balas dendam ke mereka dengan tangannya sendiri." ucap Michael menjelaskan.


"Termasuk mencambuknya." ucap dokter tersebut.


"Sebenarnya yang harus di cambuk adalah pelayan dan anak pelayan tapi Nyonya Karen memohon untuk tidak melakukan itu dan bersedia menggantikannya." ucap Michael menjelaskan.


"What???" teriak dokter itu dengan wajah sangat terkejut.


Michael langsung menutup mulut dokter itu setelah itu melepaskannya sambil menatap tajam seakan ingin membunuhnya.


"Nyonya Karen pasti berteriak kesakitan waktu di cambuk." ucap dokter itu dengan nada lirih memikirkan betapa sakitnya ketika melihat luka - luka bekas cambukan di tubuh dokter Karen.


"Nyonya Karen tidak berteriak tapi tersenyum sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya dan Tuan Muda David menanyakan apa permintaan terakhirnya dan Nyonya Karen meminta 3 hal." ucap Michael.


"Apa yang di minta? Apa minta dibebaskan dan meminta seluruh hartanya serta meminta bercerai?" tanya dokter itu dengan wajah penasaran.


"Kami berpikir seperti itu tapi pikiran kami salah. Nyonya Karen meminta untuk tidak menyakiti ke dua orang tuanya, ke dua meminta Nyonya Karen adalah orang yang terakhir disiksa dan meminta hukuman buat mereka dengan memotong gaji dan yang terakhir semoga Tuan Muda David berbahagia." Jawab Michael tanpa sadar ke dua sudut matanya keluar air mata tapi buru - buru dihapusnya tapi dokter tersebut melihatnya.


"Aku baru kali ini melihat seorang wanita sebaik itu sungguh bodoh sahabatku itu." ucap dokter itu


"Kamu tahu, apa yang dikatakan Nyonya Karen pas terakhir hukuman cambuk Nyonya Karen berakhir?" Tanya Michael.


"Apa yang dikatakan Nyonya Karen?" Tanya dokter tersebut dengan penasaran.


"Nyonya Karen mengatakan : aku mencintaimu, maafkan ke dua orang tuaku, jaga dirimu baik - baik, semoga suamiku selalu bahagia. Nyonya Karen mengucapkan dengan terbata - bata kemudian memejamkan matanya dan di bawa ke rumah sakit." ucap Michael sambil menahan sesak di hatinya.


"Bukan itu saja, Nyonya Karen menyerahkan mansion, beberapa apartemen mewah, tanah, perusahaan dan semua aset milik keluarganya atas nama Tuan Muda David. Tapi Tuan Muda David malah menghinanya di depan para pemegang saham. Nyonya Karen hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suara sedikitpun tapi matanya tersirat jelas kalau Nyonya Karen sangat sedih dengan perkataan yang menusuk hatinya." sambung Michael.


Dokter itu mengepalkan ke dua tangannya menahan kesal terhadap sahabatnya.


"Semoga sahabatku berhenti menyiksanya karena Aku merasa Nyonya Karen adalah wanita baik - baik." ucap dokter tersebut.


"Semoga saja Tuan Muda David bisa menghilangkan dendamnya. Aku juga merasa seperti itu juga kalau Nyonya Karen adalah wanita baik - baik dan tidak tamak akan harta. Nyonya Karen hanya bisa tersenyum dan menyembunyikan luka hatinya." ucap Michael.


Tidak berapa lama datanglah seorang pelayan dari mansion membawa 2 rantang dan diberikan ke asisten Michael.


"Maaf tuan ini makanan buat tuan David." ucap seorang pelayan mansion sambil memberikan dua rantang ke Michael.


"Baik, pergilah!" usir Michael sambil menerima dua rantang tersebut.


"Baik tuan, permisi." ucap pelayan mansion meninggalkan mereka berdua.


"Ada dua kamu kasih satu rantang saja." usul dokter tersebut.


"Tanya Tuan Muda dulu karena Aku tidak berani." ucap Michael.


"Apa mungkin bosmu bisa menghabiskan makanan sebanyak itu?" tanya dokter itu.


"Aku tidak tahu dan kita lihat saja. Aku titip dua rantang dan jangan di buka." ucap Michael.


"Ok." jawab dokter itu dengan singkat.


Michael berjalan menuju ke ruang icu dan membuka pintu icu secara perlahan. Tampak David menggenggam tangan dokter Karen dan matanya menatap ke arah wajah dokter Karen.


"Maaf tuan makanannya sudah datang." ucap Michael dengan suara pelan.


David langsung melepaskan tangannya dan berdiri sambil membalikkan badannya. Kakinya yang panjang berjalan meninggalkan dokter Karen seorang diri karena asistennya yang bernama Michael mengikuti bosnya dari arah belakang.


Michael berjalan cepat dan mendahului David karena Michael akan membuka pintu icu agar David berjalan tanpa perlu membuka pintu. David berjalan keluar dan melihat sahabatnya seorang dokter yang sedang duduk sambil menatap matanya. Tanpa banyak bicara David mengambil dua rantang yang berada di samping sahabatnya.


"Hai bro, tinggalkan satu rantang buat kami, kami juga lapar." ucap dokter itu.


David hanya menatap tajam ke arah sahabatnya kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua menuju ke ruangan khusus miliknya. David membuka rantangnya dan mulai memakannya dengan santai.


Satu jam lamanya David makan hingga dua rantang habis tanpa sisa sedikitpun membuat dirinya sangat kenyang.


"Baru kali ini aku makan sangat enak sampai makanan dalam rantang habis tanpa sisa, masakannya ternyata sangat enak. Aku bingung haruskah meneruskan dendamku? Tidak - tidak orang tuanya telah membuat orang tuaku tersiksa hingga ke dua orang tuaku meninggal, aku harus membalas dendam melalui anaknya yang bernama Karen." ucap David.


Karena sangat lelah David masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi David mengambil pakaian dan memakai pakaian santai. David langsung berbaring di ranjang dan tidak berapa lama David sudah tertidur.


Di Dalam Mimpi David


"Dad, mom!" teriak David yang masih berumur 5 tahun.


David kecil melihat ke dua orang tuanya, di mana ke dua tangan dan ke dua kakinya di ikat di kursi sambil di cambuk oleh orang tuanya dokter Karen. David kecil berusaha menolong mommy dan daddynya tapi di tahan oleh salah seorang bodyguard milik orang tua dokter Karen.


"Lihatlah anakmu menangis." ucap ibunya dokter Karen sambil tersenyum sinis.


"Hahahaha... anakmu laki - laki sangat cengeng melihat orang tuanya kami cambuk." ledek ayahnya dokter Karen sambil mencambuk daddynya David tanpa punya rasa kasihan sama seperti istrinya.


"Sayang, kamu yang kuat ya jangan menangis." pinta mommynya David sambil menahan rasa perih di punggungnya akibat cambukkan.


"Kamu sahabat baikku kenapa menyiksa kami seperti ini?" Tanya ayahnya David.


"Kamu memang sahabat baikku tapi aku sangat iri hati. Kamu dari dulu selalu di kejar para wanita, mendapat nilai - nilai bagus belum lagi usahanya selalu berhasil dan memiliki perusahaan di mana - mana dan juga banyak memiliki aset. Karena itu aku ingin mengambil alih semua kekayaanmu." ucap ayahnya dokter Karen sambil tersenyum devil.


"Kalau kau ingin maju dan sukses itu berusaha! Apalagi Aku sering membantumu bahkan sering meminjam uangku dan Aku tidak pernah meminta kembali uang dari pinjamanmu. Tapi kenapa kamu membalasnya seperti ini?" Tanya daddynya David dengan wajah sangat kecewa sekaligus menahan amarahnya secara bersamaan terhadap sahabatnya yang tidak tahu diri.


"Iya Aku tahu. Tapi Aku ingin menguasai semua hartamu." ucap ayahnya dokter Karen dengan menatap daddynya David dengan sinis.


"Roni." panggil ayahnya dokter Karen dengan nada dingin.


Roni adalah seorang asisten ayahnya dokter Karen, Roni yang merasa namanya di panggil langsung datang sambil membawa sebuah dokumen dan diberikan ke ayahnya dokter Karen dan ayahnya dokter Karen menerima dokumen tersebut sambil tersenyum menyeringai.